
Di SL Group
Kara yang di barengi oleh Mi-Rea, yakni menejernya sekarang langsung menuju ke meja resepsionis.
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang petugas resepsionis ramah.
"Pagi! Kami ingin bertemu dengan tuan Lee Byum Ge! Sahut Kara ramah.
"Maaf nona, apa nona sudah membuat janji sebelumnya?"
"Sudah!"
"Boleh saya tau nama anda, nona?"
"Saya Kara!" ucapnya sembari tersenyum tipis.
"Baik. Silahkan ditunggu sebentar nona!"
Setelah beberapa saat, resepsionis mempersilakan mereka untuk naik ke dalam lift menuju ruangan presiden direktur di lantai paling atas. Dan dipandu oleh asisten pribadi presiden direktur yang baru saja turun untuk menjemput mereka.
Lift berhenti di lantai 25. Hanya ada dua ruangan di sana, yaitu ruangan presiden direktur yang cukup besar dan ruangan asistennya berukuran sedang. Dan juga sebuah meja khusus untuk sekretarisnya.
Mereka langsung disambut oleh sekretarisnya.
"Selamat pagi tuan Han, nona!" Dia menyambut mereka dengan sopan sembari tersenyum.
Dibalas anggukan oleh mereka. Mi-Rea terkagum-kagum dengan bangunan pencakar langit itu, itu adalah tempat yang ingin dia datangi sejak lama. Tak disangka dia bertemu Kara, gadis yang baik yang mengangkatnya menjadi menejernya. Sehingga dia bisa pergi ke sana.
"Wow! ucapnya terkagum dan sesekali mengambil gambar dirinya di sana.
Sementara Kara, dia terlihat biasa saja. Karna dia sudah terbiasa dulu, dengan perusahaan papanya.
Mereka sampai di depan pintu ruangan presiden direktur.
"Tok.. tok..tok! Sang asisten mengetuk pintu.
"Masuk!"
Setelah ada perintah untuk masuk, mereka langsung beranjak dan menghampiri tuan Lee Byum Ge.
"Selamat pagi, pak! Kara menyapanya dengan sopan.
Tuan Lee langsung berdiri dari kursi kebesarannya. Dan menyambut hangat mereka.
"Selamat pagi. Silahkan duduk!"
Ia mempersilakan mereka untuk duduk di sofa dan diikuti olehnya.
"Ini surat kontrak yang telah saya persiapkan. Kamu bisa membaca dan memberi tanda pada bagian yang tidak sesuai dengan keinginan mu. Agar kami dapat merevisinya ulang" Ucapnya sopan sembari memberikan surat kontraknya.
Kara membacanya secara seksama.
Perjanjian kontrak
Setelah melihat dan mempertimbangkan kemampuan dari saudari Charamell Alexa Sebastian sebagai pihak 1, saya Lee Byum Ge sebagai pihak ke-2 selaku presiden direktur dari SL Group memutuskan untuk menjalin kontrak kerja selama 2 tahun.
__ADS_1
Selama dua tahun, kehidupan pihak 1 akan dilindungi penuh oleh pihak ke-2. Tetapi selama kontrak berjalan, pihak 1 tidak boleh menjalin kontrak dengan perusahaan manapun dan tidak bisa memutuskan kerja begitu saja. Jika pihak 1 melanggar perjanjian kontrak, maka harus membayar denda senilai 391585296,60 won (sama dengan 5 milyar rupiah).
*Setelah menandatangani surat pernyataan ini, maka tidak boleh diganggu gugat lagi oleh pihak manapun.
Saya yang bertanda tangan di bawah ini.
( Kara ) (Lee Byum Ge)
Presiden direktur
Pihak 1 Pihak ke-2*
"Baiklah! Sepertinya tidak ada masalah dengan kontrak kerja ini. Saya setuju! ucapnya tersenyum.
Kemudian, ia segera menandatangani kontrak tersebut. Lalu menyerahkannya kembali kepada tuan Lee.
"Baiklah! Jika tidak ada masalah... kalau begitu selamat bekerja! Jangan sungkan untuk memberitahu kami jika ada masalah dengan pekerjaan mu, asisten pribadi saya akan membantumu menyelesaikannya."
Dia mengulurkan tangannya untuk menjabat Kara sebagai bentuk kerja sama dan dibalas oleh Kara.
"Terimakasihnya, pak! Saya akan bekerja dengan baik" sahutnya sambil tersenyum tipis.
Mereka berbincang lumayan memakan waktu yang lama. Hingga tak terasa sudah waktunya jam makan siang.
"Sekarang sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Sekalian menyambut dan merayakan kerja sama kita kali ini." Ajak Tuan Lee.
Mereka pun mengiyakan dan langsung berlalu pergi menuju ke sebuah restoran mewah dekat perusahaan tersebut. Diikuti menejernya dan juga asisten Han.
"Quality Restaurant"
Makan siang telah usai.
Tuan Lee segera membayar bill.
"Biar saya saja! Hari ini saya yang traktir." Ucapnya kepada Kara yang hendak membayarnya.
Kara pun mengiyakan.
"Kalau begitu terimakasih, pak!" sahutnya.
"Tidak usah sungkan! Oh ya, kamu akan bekerja mulai besok. Dan masalah jadwal, akan diberitahukan nanti oleh asisten Han" ucapnya lagi sembari melihat ke arah jam tangannya.
"Hari ini saya ada client penting, jadi saya harus pergi dulu. Maaf sebelumnya!" lanjutnya lagi.
"Ahhh... jangan pikirkan kami, pak! Kami juga akan segera pulang untuk mempersiapkan diri agar bisa semangat bekerja besok" balas Kara ramah.
"Heh, baiklah.. baiklah! Sampai bertemu besok!" Ucapnya terkekeh dan berlalu pergi.
Kara membungkukkan badannya dan meluruskannya kembali, menunjukkan rasa hormat dan terimakasihnya. Akhirnya, ia memiliki pijakan sekarang. Perlahan-lahan ia akan mulai meniti karirnya agar bisa membalaskan dendamnya. Ia mengepalkan tangannya.
"Kalian tunggu saja! Aku akan membalas kalian satu persatu, tidak akan kulepas dan tidak akan pernah ku biarkan kalian bahagia dan menikmati hari yang indah kedepannya" batinnya.
Ia merasa marah, kala mengingat kembali orang-orang yang telah mengkhianatinya.
"Yaudah, kita pulang yuk!" sahut Mi-Rea.
__ADS_1
Kara mencoba untuk tersenyum kembali dan membalas ajakan menejernya.
"Baiklah!"
Mereka berlalu pergi dari sana menuju parkiran yang sedari tadi sudah ditunggu oleh Lian di sana.
Di dalam mobil
"Fyuh.. Akhirnya masalah hari ini kelar juga!" Sahut Kara membuka percakapan. Lalu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil.
"Besok kita akan mulai bekerja, jadi istirahatlah lebih awal. Agar badan mu fit dan bersemangat besok" balas menejernya.
"Siap, Bu!" ucapnya terkekeh.
Mereka tertawa bersama. Layaknya orang yang telah kenal lama dan begitu dekat.
Mobil telah melaju menuju ke rumah Mi-Rea, yang tidak begitu jauh dari sana.
Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sana.
Ia segera turun.
"Terimakasih untuk tumpangannya! Sampai bertemu besok. Ingatlah untuk tidur lebih awal, ok?" sahutnya sembari melambaikan tangannya.
"Baiklah! Kamu juga beristirahatlah!" balasnya tersenyum membalas lambaian tangan Mi-Rea.
Tanpa disadari, mereka semakin lebih akrab dari sebelumnya. Kara merasa memiliki seorang teman sekarang. Dia tersenyum melihat punggung Mi-Rea yang sudah tidak nampak lagi. Mobil kembali berjalan menuju ke apartemennya.
Sesampainya di apartemen, ia langsung membersihkan dirinya. Dan memakai pakaian rumahannya yang terlihat mungil seperti kelinci.
Dia duduk di sofa dan membuka aplikasi WeChat nya. Banyak pesan yang belum dibalasnya.
Ada pesan dari kakaknya yang membuatnya tersenyum bahagia.
"Adikku.. bagaimana kabarmu? Kakak harap kamu baik-baik aja disana. Oh ya kakak baik-baik kok disini. Jangan khawatir, ok? Kakak mu yang tampan ini sangat.. sangat merindukanmu sayang😌😳" Lalu kakaknya mengirim sebuah foto yang terlihat sedang memanyumkan bibirnya membuat Kara tertawa merasa gemas melihatnya.
"Hahaha.. kakak gemes bsnget sih!" ucapnya cekikikan.
Lalu ia membalasnya.
"Kara juga merindukanmu kakak ku😌
Pokoknya kita harus semangat, ok?💪
Aku sayang kakak💜 tolong sampein salam dan ucapan terimakasih Kara sama kak Andi, ok?"
Lalu ia merebahkan badannya di sofa empuknya.
"Mudah-mudahan kakak beneran baik-baik aja di sana! Supaya... Kara juga semangat disini kerjanya" ucapnya penuh harap.
Ma...Pa... Kara rindu" lanjutnya lirih dan sudah menitikkan air matanya.
Ia mencium foto mama papanya, yang sebelumnya diambilnya dari akun media sosialnya. Kemudian, ia tertidur sambil mendekap foto tersebut kedalam pelukannya.
TBC
__ADS_1