My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 25: Warna-warni kehidupan


__ADS_3

"Cit..cit...cit! Suara kicauan burung terdengar begitu merdu. Mentari pagi kembali menyapa gadis cantik yang tengah tertidur pulas.


Perlahan ia membuka matanya.


"Ternyata aku tidur di sofa semalaman." Ucapnya pelan dengan suara khas bangun tidur.


Kemudian ia menatap foto yang masih di dekapnya.


"Selamat pagi papa, mama! Doain Kara biar jadi anak yang berhasil dan bisa membanggakan kalian dan kak David ya, ma..pa?" Ucapnya sembari mencium foto tersebut.


Kemudian ia bergegas ke kamar mandi.


Hari ini adalah hari pertama Kara bekerja di dunia hiburan. Jadi, ia harus mempersiapkan diri terlebih dahulu.


Ia mengenakan gaun berwarna biru. Dan mengikat rambutnya asal. Meski demikian, ia terlihat anggun dan menawan.


Beberapa saat kemudian, ia mendapat telfon dari menejernya.


"Halo"


"Nona Kara.. kita akan segera berangkat. Aku sudah menunggu di bawah. Apa nona sudah bersiap-siap? Hari ini nona ada pemotretan pertama. Jadi, kita gak boleh terlambat!"


"Iya, aku udah siap kok. Dan satu lagi.. jangan panggil aku nona. Panggil Kara aja. Kalau sampe terulang lagi.. siap-siap dapat hukuman. Ok?"


"Ah, hahahaha! Baik non, eh Kara"


"Ok, tunggu aku!"


Lalu ia berjalan menuju ke lift dan segera turun ke bawah menuju lobby apartemen tersebut.


Ternyata memang benar Mi-Rea telah menunggunya di bawah.


"Selamat pagi" ucapnya sembari tersenyum tipis.


"Ahh.. Selamat pagi Tuan Putri" sahut Mi-Rea sopan.


"Huh, aku bukan Tuan Putri! Emang kamu minta dihajar ya..?" sahut Kara pura-pura marah.


"Sorry" ucapnya. Ia merapatkan kedua telapak tangannya dan minta maaf.


Mereka segera berlalu dan masuk ke mobil. Dan mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat tujuan mereka.


Di gedung pemotretan


Kara telah selesai di rias dan mengenakan gaun yang sangat cantik. Ia berjalan dengan anggun dan menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda.


Pemotretan sesi pertama berlangsung selama 3 jam.


"Baiklah. Pemotretan sampai di sini dulu. Nanti baru kita lanjut. Karna ini sudah waktunya makan siang, jadi kalian boleh istirahat selama 1 jam. Manfaatkanlah waktu mu dengan baik, ok?" Ucap seorang instruktur memberi arahan.


"Baik!" Sahut mereka serempak.


"Ehh.. Kara! Kita makan siang bareng yuk?" Sahut salah seorang perias.


"Baiklah!" Sahutnya tersenyum.


Kemudian, semuanya langsung berlalu dan pergi menuju ke sebuah restoran di seberang jalan.


Mereka makan dengan lahap. Sesekali mereka bercanda gurau dan saling bertukar cerita. Setelah sejam lamanya, mereka kembali ke gedung pemotretan dan melanjutkan pekerjaannya.


Tak terasa hari sudah mulai gelap, semua kru segera berberes dan beranjak keluar dari gedung untuk pulang. Hari ini adalah hari yang panjang dan cukup melelahkan bagi mereka.

__ADS_1


Di dalam mobil


Kara sibuk dengan ponselnya, sedangkan Mi-Rea sibuk menerima telfon sedari tadi.


"Hemm.. Gue rindu banget sama Dimas juga Airi. Kangen nongkrong bareng sama mereka. Mereka baik-baik aja kan?" batinnya.


Ia segera membuka aplikasi WeChat nya dan segera mengirimkan pesan ke grup pribadi mereka.


"Woy.. Airi, Dimas! Gue rindu tau! Kalian udah pada dimana?"


Airi juga Dimas langsung membalas.


"Gue juga rindu lo, Ra!


Gue kuliah di Jepang, Ra! Tante gue juga tinggal disini.. jadi mama papa ku mengusulkan untuk kuliah di sini".......(Airi)


"Dan gue ngelanjut di tanah air guys😭.. Gue gak dikasih izin keluar negeri. Karna harus lanjutin usaha mama ku" .....(Dimas)


"Ya, ampun lo sabar ya, Dim. Lo harus semangat! Dan gak mungkin juga kan lo ninggalin tante Angel sendiri. Jangan sampe lo dikatain anak durhaka!" balas Kara.


"Ehh.. tiang listrik😏! Lo gak usah deh cari-cari perhatian ke kita. Mulut lo kan gak bisa disumpal dan banyak micinnya gitu.. kok gak mempan ya, sama Tante Angel, huh🤔!" balas Kara.


"Walaupun lo selalu marahin gue😑, walaupun kita sering berdebat.. tapi gue juga rindu sama lo Airong pedes😍 juga sama Kara sayangku😘" balas Dimas.


"Ehh.. gue juga! Mending lo cari duit yang banyak. Biar nanti lo bisa bawa kita keliling dunia, ok?" sambung Airi menyemangati.


"Ternyata kalian bisa akur juga, ya? Gue seneng akhirnya kedua sahabatku bisa berdamai. Ya, walaupun disadarkan oleh jarak.. Hahahah😁" Balas Kara terkekeh.


"Iya, Kita juga kangen sama lo. Oh ya, sekarang lo sibuk apa di sana?".... (Dimas)


"Ehh.. emm.. nanti kalian juga bakal tau. Kalian tunggu aja😊" balas Kara.


"Yaudah deh, iya. Tapi makin penasaran deh🤠!" balas Airi.


"Okey, sayang💜" balas keduanya bersamaan.


Di tanah air


Di ruangan pribadi Jojo


"Zack... bagaimana perkembangan perusahaan di negara K?"


"Perkembangannya meningkat dengan pesat, Tuan! Pendapatan kita disana sudah hampir sama dengan di negara A. Menurut informasi yang saya terima, baru-baru ini, di perusahaan SL ada artis pendatang baru. Dia juga berpotensial tinggi, dan Lee Byum Ge telah menandatangani kontrak kerja selama 2 tahun dengannya."


"Ohw! Semoga memang benar jika dia benar-benar berpotensial tinggi. Agar tidak merugikan perusahaan seperti sebelumnya. Periksa kembali keseluruhan mengenai orang itu, jangan sampai melewatkan celah sekecil apapun mengenai dirinya"


"Baik, Tuan!"


"Dan satu lagi...."


"Ya, Tuan?"


"Segera persiapkan penerbangan untukku besok pagi! Aku sudah muak tinggal disini. Kita akan tinggal selama beberapa waktu disana, sebelum kembali untuk membalaskan dendam ibuku" Ucapnya lagi.


Rahangnya telah mengeras, tangannya terkepal kuat, matanya memerah menunjukkan aura dingin yang mematikan.


Zack sampai merinding melihatnya.


Dia memberanikan diri untuk bertanya lagi.


"Maaf, tuan! Apa ada lagi yang Tuan inginkan?"

__ADS_1


"Satu lagi, segera panggil David ke sini"


"Baik, tuan!"


Zack segera bergegas pergi ke ruangan David yang tak jauh dari sana. Dia tidak ingin berlama-lama di sana, melihat bosnya yang dipenuhi dengan aura membunuh.


Tak lama kemudian, David segera datang untuk menghampiri Jojo. Meskipun banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.


"Baru aja ketemu.. kok dia manggil gue lagi? Apa ada masalah ya?" batinnya.


"Tok..tok..tok!" Suara pintu diketuk.


"Masuk!"


Segera ia masuk, ketika si empunya ruangan memberinya ijin.


"Ada apa Jo? Apa lo kangen sama gue? Hahahah... Baru juga ketemu! Apa lo pikir gue istri Lo, huh!" Ucapnya mengejek sambil terkekeh.


"Emm... Jangan bercanda mulu deh, Vid! Gue serius nih!" Ucapnya tegas.


Kemudian, David langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar.


"Iya, ada apa?" Ucapnya serius.


"Besok pagi gue sama Zack akan pergi ke negara K, untuk melakukan perjalanan bisnis. Jadi, semua urusan di sini gue serahin ke lo, termasuk urusan client. Dan sementara waktu, lo akan gantiin posisi gue. Gue percaya sama lo, Vid!" Ucapnya tegas.


"Apa? Negara K?" Ucapnya kaget.


Dia teringat dengan adik kesayangannya yang berada di negara K.


"Iya. Emangnya kenapa? Kok lo terkejut gitu?" Tanyanya penasaran.


"Ehh.. emm.. bukan apa-apa!" Ucapnya terbata.


Sebenarnya ia ingin memberitahu Jojo tentang keberadaan adiknya. Agar dia dapat memastikan bahwa adiknya baik-baik saja. Namun dia tidak ingin merepotkan Jojo dengan niatnya.


"Jojo melakukan perjalanan bisnis ke sana, pasti dia akan sibuk. Aku tidak mau merepotkannya. Dia sudah banyak membantuku" batinnya.


"Baiklah, semuanya ku percayakan padamu, ok?" Ucapnya sembari merangkul tubuh David.


David membalas pelukannya.


"Baik, bos! Jaga diri baik-baik!" Sahutnya sudah melepas pelukannya.


"Iya, emak!" sahut Jojo terkekeh.


Sontak membuat David kaget dan langsung memukul lengan Jojo sedikit keras.


"Siapa emak, lo? Dasar Jojo jomblo akut!" Ucapnya kesal.


"Hahaha.. habis lo kek emak-emak sih! Emak-emak yang lagi khawatirin anaknya yang mau bepergian jauh" Ucapnya masih tertawa.


"Iyain aja deh! Gue gak mau liat lo, Jojo si jomblo akut menangis histeris, hahaha?!" ejeknya lagi.


"Lo, juga jomblo kali! Sesama jomblo gak usah saling menghina, ok?" ucapnya kembali merangkul pundak David.


"Baiklah, jomblo! Hahahah...." ucap mereka bersamaan sambil tertawa terbahak-bahak.


Mereka saling bercanda gurau layaknya antara kakak dan adik, membuat semua orang iri melihat keakraban keduanya.


Note: Dimas adalah seorang anak yatim. Ayahnya meninggal karna kecelakaan saat dia berusia 5 tahun. Sejak saat itu dia tinggal dengan ibunya. Dan sifatnya merupakan turunan dari ibunya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2