My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 9: Acara Kelulusan


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Dari waktu ke waktu hingga bulan ke bulan. Kara telah menyelesaikan ujian kelulusannya. Selama 2 bulan terakhir dia hanya fokus belajar. Tanpa nongkrong bersama teman-temannya.


Seperti nasihat kakaknya David sebelumnya, dia harus mendapatkan nilai yang terbaik agar bisa masuk ke universitas yang di inginkannya.


Dan hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Pengumuman beserta acara kelulusan.


Seperti biasa, setiap tahunnya, sekolahnya akan mengadakan acara kelulusan dan memberikan hadiah kepada orang-orang yang berprestasi.


"Ra.. Gue deg degan banget nih. Jantung gue serasa mau lompat tau?" ucap Dimas.


"Ya ampun.. Ini baru pengumuman kelulusan loh Dim. Belum juga acara penghakiman atas dosa-dosa lo yang selalu nge-bully gue. Tapi jantung lo udah mau copot aja! Dasarrr!" ledek Airi.


"Ehh.. dasar Airong jahat. Kalau gue udah sukses gue bakalan beli bodyguard yang lebih segala-galanya dari lo" kesalnya.


Sementara Kara hanya bisa terkekeh. Melihat kedua sahabatnya itu selalu berdebat. Gak pernah akur. Layaknya Tom and Jerry hihihi😁


"Udah.. udah! Kalian kenapa sih. Udah mau lulus juga tapi gak pernah akur" timpal Kara mencoba menelerai keduanya.


Tiba-tiba Rani lewat menuju kantin.


Sontak Dimas langsung berteriak dan langsung memeluk Airi dan Kara.


"Ehh.. Airi, walaupun nafasmu bau jigong...


Walaupun muka lu ke empedu b**i.. tapi lo tetap sahabat gue! Dan lo sama Kara lebih segala-galanya dari si kuntilanak itu. Gue sumpahin ya dia bakalan mati mengenaskan" teriaknya.


"Udah deh Dim. Mending lo diam deh. Atau gue sumpal mulut lo pake sepatu gue ini?" teriak Rani.


Dimas tidak tinggal diam. Dia langsung mendorong tubuh Rani ke tanah.


"Ini balasan karna lo udah berkhianat" sarkasnya dengan nada tinggi.


"Lo liat aja... Ini belum seberapa! Lo harus membayar dengan harga diri lo. Ehh.. gue baru tau, lo gak punya harga diri, ya? Lo gak akan pernah aman sama gue. Ingat itu!" teriak Dimas lagi.


"Udah Dim.. lo kenapa sih? Kita ini udah mau tamat... gak bisa apa kalian baikan dulu!" pinta Kara.


"Iya Dim" lanjut Airi.


Sementara Dimas masih mengepalkan tangannya dengan wajah penuh amarah. Mengeluarkan taringnya. Yang membuat semua orang heran.


Bahkan kedua sahabatnya itu, merasa terkejut dan sedikit ketakutan melihat sikap Dimas.


Ya, ini pertama kalinya Dimas bersikap demikian, bahkan terhadap seorang wanita yang tak lain sahabatnya.


Ditengah-tengah perdebatan tersebut, Reyhan datang menghampiri mereka.


"Ini ada apaan sih. Kenapa kalian selalu berdebat setiap ketemu, hah?" teriak Reyhan.


"Kamu juga Ra.. Masa kamu tega sih, ngeliat sahabat kamu di perlakuin kek begini?" ucapnya dengan nada kesal.


Dia langsung membantu Rani berdiri.


Teman-teman Kara yang berdiri disana pun mulai menggosip.


"Iya, bener. Rani kan sahabatnya Kara. Kok dia tega banget ya"


"Iya, tuh. Jahat banget"


"Bukannya mereka berempat dulunya sahabatan ya?"

__ADS_1


"Dimas juga keterlaluan banget ya. Berani sama cewek doang, hahahah"


Banyak ledekan yang terlontar dari mulut para teman-teman satu sekolahannya.


Sementara Reyhan sudah membawa Rani pergi ke ruang istirahat.


Kara masih shock dengan apa yang dilihatnya barusan.


"Kok Reyhan bisa semarah itu ya ke gue? Demi belain Rani? Akh.. udahlah! Rani kan sahabat aku juga. Gue juga salah sih sebenarnya. Tapi gue masih bingung. Sebenarnya ada apa?" batinnya.


"Udah. Lo gak usah peduliin mereka. Kita bakal jagain lo" ucap Dimas membuyarkan lamunan kara.


Hemmm .. sahut kara sekilas.


Acara pengumuman kelulusan


Ketiga sahabat tersebut, duduk berdampingan di aula sekolah.


Kara tidak terlihat bersemangat. Dia masih sibuk dengan lamunannya.


Kemudian, seseorang mengagetkannya.


"Kara.. Dimas.. Airi.." teriak seorang pria.


Dia adalah ketua kelas mereka. Andi namanya. Dia adalah salah satu pria tampan dan pintar di sekolahnya. Banyak juga cewek-cewek cantik yang suka padanya. Hingga mengiriminya surat cinta, layaknya penggemar fanatik.


"Oh ya... kalian ga papa kan? Gue dengar, kalian lagi ribut tadi sama Rani!" sahutnya.


"Bukannya kamu pacaran sama Reyhan ya Ra...? Kok dia gak barengan sama lo?" tanyanya lagi.


Mereka bertiga hanya saling bertukar pandang dan menggelengkan kepala.


"Maaf ya. Gue gak bermaksud" sahut Andi.


" Gak papa kok" sahut Kara tersenyum.


Tiba-tiba Dimas datang...


"Maafin gue ya Ra? Aku gak bermaksud tadi. Gak seharusnya gue marah sama lo. Gue janji gue gak bakal ngulangi lagi. Maaf ya, sayang? bujuknya.


"Ya. Memang harus. Lo gak boleh ngelakuin hal sama seperti tadi. Awas aja kalau berani..." sindir Dimas.


Reyhan mengepalkan tangannya mendengar ocehan Dimas.


Kara menyadarinya.


" Hemm.. udah ga papa kok!" sahutnya singkat.


Walaupun dia memang kesal dengan sikap Reyhan.


Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba.


"Selamat siang semuanya! Pertama-tama kita patut mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna berkat dan atas ijinnya untuk hari yang indah ini, sehingga kita dapat berkumpul disini." Ucap seorang MC.


Bla.. bla.. bla..


Baiklah semuanya... penghargaan yang kita tunggu-tunggu.


Ini adalah penghargaan untuk siswa-siswi berprestasi seperti tahun-tahun sebelumnya.

__ADS_1


Untuk siswa dengan nilai tertinggi di urutan ketiga diraih oleh... (semua terdiam/ menantikan dengan penuh harap)


AIRI ELIANA WINATA... (prok.. prok..prok suara tepuk tangan)


Nilai tertinggi di urutan kedua diraih oleeeehhhhh.... (diam)


ANDI REINOLDI... (prok..prok..prok suara tepuk tangan)


Banyak yang berteriak.


Dia milikku...


Dia pacarku...


Dia suami masa depanku...


Itu semua adalah suara para penggemar fanatiknya.


Dan nilai tertinggi diantara semua siswa... dan berhak mendapatkan penghargaan putra-putri sekolah terbaik tahun ini diraih oleeeehhhhh....


CHARAMELL ALEXA SEBASTIAN (prok..prok..rok suara tepuk tangan yang meriah)


"Kara-ku dan Airi-ku yang terbaik" teriak Dimas.


Tidak heran lagi jika Kara bisa memperolehnya, Karna dia memang siswi yang pintar.


"Dan Charamel kami persilahkan untuk memberi sepatah dua kata" ucap MC.


Kara pun maju dan langsung saja...


"Selamat siang semuanya! Pertama-tama, kita patut mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna berkat dan cinta kasih-Nya, kita dapat berkumpul di tempat ini dengan penuh kebahagiaan.


Yang saya hormati, Bapak Kepala Sekolah, Guru-guru, Wali kelas, serta staff pegawai dan juga teman-teman tercinta sekalian...


Terimakasih ku ucapkan kepada Tuhan karna memberiku kesempatan untuk beroleh penghargaan ini. Terima kasih juga untuk semua tenaga pengajar yang telah bersedia mengajari kami dengan sungguh-sungguh. Terima kasih juga buat teman-teman sekalian, para sahabatku, dan terkhusus kakakku tercinta yang selalu mendukung saya.


Hadiah ini ku persembahkan untuk kakakku dan juga orang tuaku yang sudah lebih dulu menghadap sang pencipta. Ucapnya lirih, matanya sudah berkaca-kaca.


"Terimakasih semuanya" ucapnya lagi.


Penyematan hadiah berlangsung dan banyak yang mengabadikan moment tersebut melalui foto.


Dimas tak kalah hits nya. Dia tidak melewatkan kesempatan yang bagus ini.


Dia mengambil banyak sekali foto dirinya dan juga kedua sahabatnya. Sesekali Reyhan dan Rani ikutan dan juga teman-teman yang lain.


"Selamat ya sayang..." Ucap Reyhan kepada Kara.


"Terimakasih" balasnya.


Banyak teman-teman yang lain memberinya ucapan selamat. Tak luput juga guru-guru datang menghampirinya.


Semuanya berakhir dengan bahagia.


David telah mengetahui berita membahagiakan tersebut, melalui social media. Karna banyak teman-teman Kara yang mengabadikan momen tersebut ke dalam social media.


"Adikku memang yang terbaik. Aku harus memberinya kado terbaik" ucap David bahagia.


TBC

__ADS_1


__ADS_2