My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 43: Aku tidak akan meninggalkan mu!


__ADS_3

"Di negara K"


Selama beberapa hari ke depan, Kara sengaja mengambil cuti. Agar bisa menghabiskan waktu bersama sang pacar. Kebetulan jadwal shooting nya juga tidak terlalu padat bulan ini.


"Pagi hari."


Terdengar suara kicauan burung yang begitu merdu. Mentari fajar mulai menampakkan cahaya indahnya. Dan deringan alarm membangunkan si empunya kamar.


"Hoam! Aku masih ngantuk!" Sahutnya dengan suara khas bangun tidurnya. Lalu, ia segera mematikan alarmnya dan tertidur kembali. Sementara Jojo yang sedari tadi sudah bangun, ia terkekeh melihat tingkah lucu Kara. Ternyata, ia tengah sibuk menatap wajah cantik gadisnya itu sedari tadi. Lalu, ia menarik pelan hidung Kara.


"Hei, kelinci kecil! Cepat bangun! Atau bayi besar mu akan menangis, heheh!" Bisiknya ke telinga Kara sambil tertawa kecil.


Hal itu membuat Kara merasa geli. Ia menggeliat kesana-kemari.


"Siapa? Aku masih mengantuk!" Sahutnya pelan, masih memejamkan matanya. Ia belum sadar, kalau Jojo ada disana, berbaring di sampingnya. Jojo semakin berani menjahilinya. Dia menggigit kecil telinga Kara.


Sontak si gadis cantik tersebut meringis kesakitan dan membuka matanya perlahan.


"Awww! Siapa?" Ucapnya pelan.


Dia kaget, saat melihat kekasihnya yang tengah berbaring di sampingnya. Ada perasaan bahagia terselubung di lubuk hatinya yang paling dalam. Ia tersenyum lebar dan menatap lekat manik indah milik pria tampan itu.


Lalu, ia mengalungkan tangannya ke leher Jojo dan mencium bibir tipisnya sekilas. Cup!


"Selamat pagi, bayi besar ku!" Sahutnya senang sambil menunjukkan senyum manisnya.


Jojo yang mendapat perlakuan manis Kara pun, merasa sangat bahagia. Seperti mendapat kekuatan hidup yang tak bisa ia gapai selama ini. Jojo tersenyum manis, lalu membalas ciuman Kara dengan lembut.


"Selamat pagi, nona ku! Selamat pagi, kelinci kecil ku! Selamat pagi, istriku!" Sahutnya lembut sembari menciumi setiap inci wajah mungil Kara.


Kara yang mendengar Jojo menyebutnya istriku, membuatnya tersipu malu. Wajahnya memerah bagai tomat.


"Hah? Istriku? Siapa yang istri mu? Menikah pun tidak!" Sahutnya pura-pura kesal. Sebenarnya, ia merasa bahagia setiap kali Jojo memanggilnya dengan sebutan manis semacam itu. Tapi, ia mendambakannya dalam hati. Takut membangkitkan gairah pria tampan tersebut. Ya, karna Jojo memang seorang pria mesum. Tapi hanya terhadap Kara seorang, tidak untuk wanita manapun.


"Emm? Bukankah kita akan menikah sebentar lagi? Jadi, kamu akan menjadi istriku kelinci kecil ku!" Sahutnya manja, lalu menempelkan wajahnya ke leher jenjang Kara sembari mendengusi aroma parfum yang ia gunakan. Jojo sangat menyukai aroma parfum yang digunakannya.


"Tuh.. kan! Mulai lagi nih. Si bayi besar udah mulai mesum!" Gumamnya dalam hati.


"Aku akan segera mandi! Tolong lepaskan, Tuan Jojo!" Sahutnya lembut sambil tersenyum tipis. Namun, Jojo tak mengindahkan perkataannya. Ia malah semakin mempererat pelukannya.


"Aduhh, aku sangat lapar! Aku akan mandi lalu memasak, ok?" Sahutnya berbohong. Sebenarnya ia tidak lapar. Tapi untuk menghindari kemesuman Jojo ia harus segera bertindak untuk mencegahnya.


Dan benar saja, mendengar kata lapar.. Jojo langsung melepaskan pelukannya. Dia tidak mau kekasih tercintanya itu jatuh sakit karna ulahnya.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan Putri! Silahkan!" Sahutnya pelan sambil tersenyum paksa. Sebersik rasa kecewa tersirat diwajahnya. Namun, Kara juga bukan tidak punya hati. Untuk menstabilkan perasaan pria tampannya itu, ia langsung menciumi setiap sudut wajah tampannya.


Mulai dari kening, mata, hidung, kedua pipinya, hingga bibirnya. Tentu saja, hal itu membuat Jojo tersenyum lebar. Ia bahagia melihat tingkah imut gadisnya itu.


"Aku mandi dulu,ya? Bayi besar mesum! Hahahaha" Ucapnya lembut sambil tertawa kecil. Lalu ia segera bangkit dari rebahannya dan berlari kecil menuju ke kamar mandi.


Jojo hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum tipis, melihat tingkahnya barusan.


Kara tengah sibuk mandi sambil menyanyikan lagu-lagu favorit nya secara bergantian. Sementara itu, Jojo pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Dia membuat sepiring nasi goreng. Ya, hanya sepiring.


Beberapa saat kemudian, Kara telah selesai mandi. Ia keluar hanya membalut tubuhnya dengan kimono mungilnya, berwarna pink. Lalu menutupi rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Ehh, Jojo dimana?" Gumamnya pelan, sambil berjalan menuju ke dapur untuk memasak.


Sesampainya di dapur, ia kaget melihat aksi Jojo yang sedang memasak.


"Bukan hanya tampan, tapi juga ahli di bagian dapur. Pacarku memang yang terbaik!" Sahutnya merasa senang. Ia tak berhenti menatap lekat tubuh kekar Jojo. Bulir-bulir keringat jatuh dari keningnya. Kara segera menghampirinya. Lalu dia mengambil beberapa tisu dan mengelap keringat yang membasahi wajah si pria tampan itu.


"Emm? Kamu berkeringat!" Sahutnya pelan.


Jojo hanya tersenyum tipis.


Setelah selesai memasak, ia langsung menarik tangan Kara menuju ke kamar dan mendudukkannya di depan meja rias.


"Ehh!" Sahut Kara bingung.


"Nanti kamu masuk angin, jika rambutmu basah begini. Apa kamu selalu mengabaikan hal ini sebelumnya? Ini tidak baik untuk kesehatan mu!" Dia mengomel seperti ibu-ibu yang sedang memarahi putrinya.


"Ehh.. aku memang sudah terbiasa!" Sahutnya bangga, seperti tak berdosa.


Jojo langsung menarik pelan hidungnya. Membuat Kara sedikit meringis.


"Aww.. apa yang kamu lakukan?" Kesalnya.


"Berhenti mengomel! Ini hukuman untuk mu karna kamu selalu bersikap ceroboh seperti ini. Jangan bergerak, ok? Aku akan mengeringkan rambut mu!" Sahutnya pelan. Ia segera mengeringkan rambut Kara dengan hair dryer.


Setelah selesai, ia mengelus rambut Kara dengan lembut.


"Lain kali.. jangan lakukan kebiasaan seperti ini lagi, ok?" Sahutnya pelan sambil mencium kening gadisnya itu penuh kasih.


Kara merasa sangat tersentuh dengan semua perlakuan Jojo terhadapnya. Ia merasa mendapat kasih sayang keluarga sekaligus.


"Baiklah, pangeran ku!" Sahutnya gembira, tak lagi cemberut seperti tadi.

__ADS_1


Jojo yang mendengarnya pun kaget. Ia langsung mencium bibir ranum miliknya sekilas.


"Baiklah, Tuan Putri! Waktunya sarapan, pangeran mu telah memasak sarapan penuh cinta hanya untukmu!" Sahutnya sambil membungkukkan badannya lalu meluruskannya kembali.


Kara sampai terbahak-bahak melihat tingkah lucu Jojo barusan. Lalu keduanya melangkah menuju ke meja makan.


"Di meja makan!"


Keduanya telah duduk berdampingan. Di sana hanya tersedia seporsi nasi goreng saja.


"Emmm? Kenapa hanya satu porsi? Mana satu porsi lagi?" Sahut Kara penasaran.


"Aku membuatkannya spesial untuk mu saja! Makanlah! Aku ingin melihatmu makan dari dekat!" Sahutnya lembut.


Namun, Kara menolaknya dan malah mengancamnya.


"Kalau kamu tidak makan, aku juga tidak mau makan!" Sahutnya sambil memonyongkan bibirnya.


"Jadi, aku harus bagaimana.. sayang?" Bujuknya dengan nada lembut.


Kara kembali tersenyum lebar. Lalu, ia mulai melakukan aksinya. Suapan pertama, ia masukkan ke dalam mulutnya. Dan suapan kedua, ia berikan kepada Jojo.


"Aaaa.. ayo buka mulutmu!" Sahutnya lagi sambil menyodorkan sendok berisi nasi tersebut ke mulut Jojo. Jojo tidak mau membantahnya. Atau, dia juga tidak akan mau makan. Keduanya menghabiskan sarapannya dengan cepat.


"Bagaimana rasanya?" Sahut Jojo pelan.


"Emm? Ini adalah masakan terbaik dan terenak yang pernah ku makan!" Sahutnya senang.


"Benarkah? Kalau begitu.. aku akan sering-sering masak untuk mu!" Timpal Jojo sambil tersenyum manis.


"Aku tidak ingin melewatkan waktu sedetikpun tanpamu di hidup ini!" Gumamnya dalam hati.


"Baiklah! Berjanjilah padaku, jangan mengingkarinya!" Sahutnya pelan, ia kembali teringat dengan Reyhan si pengkhianat. Orang yang berpura-pura mencintainya sekaligus orang yang menghancurkan dan merebut semua aset-aset milik keluarganya.


Jojo tersenyum tipis dan langsung memeluknya dengan hangat.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, sayang! Apapun yang terjadi!" Ucapnya lembut.


"Janji?"


"Emm. Aku berjanji! Aku tidak akan berani melanggarnya, Tuan Putri ku!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2