
"LenaTian Hotel"
Tak menunggu waktu lama, mobil mewah milik Jojo telah sampai di depan sebuah hotel mewah bintang lima. Jojo segera turun dan membukakan pintu untuk Kara, lalu menuntunnya menuju ke dalam. Sebelumnya dia menyerahkan kunci mobilnya terlebih dahulu kepada bawahannya. Dan ternyata.. hotel mewah tersebut adalah milik Jojo. Hotel yang baru ia bangun khusus untuk ibu tercintanya. Dan nama hotel mewah itu dipadukan dengan nama ibunya dan dirinya, yaitu LenaTian Hotel. Sejak ibunya meninggal, dia berjanji akan membangun sebuah hotel mewah atas nama ibunya di negara asalnya, untuk mengenang ibunya. Dan negara tersebut adalah tempat kelahirannya. Ya, ibunya merupakan keturunan campuran antara Indonesia dan Korea. Setelah kakek Jojo meninggal, barulah ibunya memutuskan untuk tinggal di Indonesia. Itulah mengapa, dia bisa tinggal di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Namun tak menutup kemungkinan bahwa dia menjadi salah satu pebisnis yang melegenda. Semua orang mengenalnya bahkan menghormatinya. Begitupun dengan Jojo, rasanya belum siap untuk kehilangan ibunya. Tapi, dia juga tidak boleh memaksakan keinginannya untuk selalu bersama dengan ibunya. Takdir setiap orang pasti berbeda-beda.
Waktu sekarang..
Keduanya, Jojo dan Kara berjalan menuju ke lantai paling atas. Dimana Jojo telah mempersiapkan segala sesuatunya. Tempat tersebut merupakan tempat yang begitu mengagumkan. Siapa pun akan terpana melihatnya.
Mereka menghentikan langkahnya saat tiba di ruangan mewah itu.
"Kita telah sampai" bisik Jojo ketelinga Kara.
"Hah? Oh, begitukah?" sahutnya pelan. Dia deg-degan dan rasa penasarannya yang luar biasa membuatnya merasa gugup.
"Semoga kamu menyukainya" sambung Jojo menampakkan senyum mengembangnya. Lalu, ia segera membuka penutup mata Kara yang membuatnya tidak nyaman sedari tadi.
Kara membuka matanya perlahan.
"Hah?" Dia terkejut dan merasa takjub melihat sekitarnya. Sebuah ruangan yang begitu besar. Dihiasi dengan bunga-bunga mawar merah yang cantik, dan lampu kelap-kelip menjadi pelengkapnya. Di sana juga terdapat sebuah piano serta meja yang telah dihias begitu indah.
Nampaknya hari ini akan ada makan malam romantis, pikirnya. Ini adalah momen yang selama ini diidam-idamkan olehnya. Jojo sengaja memilih tema hari ini dengan nuansa romantis karna dia akan mengungkapkan perasaannya.
Jojo langsung menarik lembut tangan Kara. Dan menggenggam erat jemari mungilnya. Dan menuntunnya duduk di kursi meja makan.
"Kenapa dia begitu lembut hari ini? Dimana Jojo si pria mesum itu?" gumamnya dalam hati.
"Silahkan duduk, tuan putri" sahut Jojo pelan masih dengan senyum mengembangnya.
"Emm.. iya, baiklah!" ucapnya gugup.
Tak menunggu waktu lama, para pelayan segera mengantarkan hidangan-hidangan yang begitu mewah dan menggugah selera. Mereka tampak bahagia melihat bosnya terlihat senang, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya Jojo tersenyum dihadapan mereka. Meskipun senyumannya tidak tertuju untuk mereka melainkan gadis cantik dihadapannya itu
"Silahkan dinikmati Tuan, nona!" ucap pelayan sopan.
Kara menganggukkan kepalanya dan menunjukkan senyum mengembangnya. Sementara Jojo hanya melihat sekilas tanpa ekspresi.
"Bukan hanya cantik. Tapi dia juga ramah" bisik para pelayan bergosip.
"Iya, benar! Pantas saja si bos menyukainya"sahut yang lain.
Sementara Jojo dan Kara masih sibuk dengan makannya. Dan hanya terdengar suara sendok di sana, tanpa berkata sepatah katapun.
Sesekali mereka akan saling melirik dan bergumam dalam hati masing-masing.
"Kenapa aku sangat ambigu? Apa yang harus ku lakukan? Kenapa jantung ku berdegup kencang saat dia menatapku dan tersenyum padaku? Ahhh.. apa yang ku pikirkan?" gumam Kara dalam hati.
Sama halnya dengan Jojo. Ia masih tampak ragu dan berusaha untuk menghilangkan kegugupannya.
"Akankah dia menolak ku nanti? Apakah dia memiliki perasaan yang sama dengan ku? Atau.. dia begitu membenciku? Ahh.. sudahlah yang penting coba saja dulu. Masalah hasil itu urusan belakangan" gumam Jojo dalam hati, berusaha menyemangati dirinya sendiri.
"Uhuk, aku.. aku akan ke toilet sebentar" sahut Jojo membuyarkan lamunan Kara. Dan dia beranjak pergi dari sana.
__ADS_1
"Ehh... baiklah!" sahut Kara tersenyum tipis.
Setelah kepergian Jojo, Kara merasa sangat lega. Karna hanya ada keheningan sedari tadi di sana. Membuatnya menjadi sangat ambigu.
"Fyuhh, lega.." ucapannya terhenti.
Tiba-tiba seseorang bermain piano sambil menyanyikan lagu romantis yang tak jauh dari meja makan tadi. Kara menoleh ke arah letak piano tersebut. Ia terkejut, ternyata Jojolah yang sedang memainkannya.
"Hah? Bukankah dia pergi ke toilet? Kenapa dia di sana?" Kara bergumam pelan.
Namun, suara indah Jojo menghanyutkannya dan ia ikut terbawa ke nuansa romantis yang diciptakan Jojo.
"Ternyata suaranya bagus. Bukan hanya tampan, tapi dia bisa di segala bidang. Memang pantas menjadi idola semua orang" gumamnya pelan tanpa sadar.
(Lirik lagu ciptaan Jojo sendiri)
Saat pertama kali bertemu dengan mu
Aku telah menyadari bahwa kamu..
ditakdirkan untuk ku, untuk ku jaga
Awalnya aku tidak mempercayai adanya cinta!
Hatiku begitu keras seperti batu
Namun kau datang membawa sejuta kebahagiaan, kehangatan, dan kenyamanan.
Aku tidak bisa berhenti memikirkan mu..
Jantung ku berdebar kencang..
saat kau menatap ku!
Dan membuat ku tidak bisa jauh darimu
Aku ingin selalu melindungi mu.
Oh, cintaku! Gadisku!
Aku sangat menyukai mu!
Biarkan aku menjagamu... melindungimu.. selamanya!
Setelah Jojo selesai bernyanyi, ia berjalan menghampiri Kara yang masih tertegun.
Lalu, ia berlutut.. menautkan kaki kirinya ke bawah dan kaki kanannya di atas. Dan meraih tangan Kara dengan lembut. Ia menatap wajah dan manik indah milik Kara dengan tatapan lembut. Kara juga demikian, ia menatap wajah tampan Jojo. Meskipun sedikit terkejut.
"Kara... aku menyukaimu! Ijinkan aku untuk selalu menjagamu.. melindungimu..! Maukah kau menjadi kekasih ku?" Ucapnya penuh harap.
Kara terbelalak mendengarnya. Ia kaget, kenapa seorang pria arogan dihadapannya bisa menyukai dirinya yang sederhana.
__ADS_1
" Apa yang disukainya dariku? Meskipun aku juga menyukainya.. tapi dia memang layak disukai semua orang, termasuk aku. Tapi.. aku? Aku hanyalah seorang gadis biasa, dan aku tidak pantas untuknya yang begitu perfect!" Gumamnya dalam hati.
"Tiak apa-apa! Jika kamu menolak, aku akan menerimanya. Aku tidak akan memaksamu!" Ucapnya dengan senyum paksanya.
"Aku juga menyukai nya. Kami sama-sama saling suka. Apakah aku boleh bersama dengannya? Apa aku terlalu egois? Tapi.." batinnya lagi.
Lama Kara berpikir.. lalu ia membulatkan keputusannya. Dia menghela nafasnya pelan.
"Bisakah kamu mengulanginya lagi, Tuan? Tadi.. aku tidak mendengarnya" sahutnya pura-pura bodoh. Dan ucapannya barusan menyadarkan Jojo dari lamunannya. Segera ia mengangkat kembali kepalanya yang tadi sempat tertunduk.
"Jadilah kekasih ku!" Ucapnya tersenyum bahagia.
Kara menuntunnya untuk berdiri dan merapikan pakaian Jojo yang lusuh karna terlalu lama duduk di lantai.
"Aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik. Agar kedepannya.. aku layak menjadi kekasih mu!" Sahutnya tersenyum lebar dan dibalas anggukan oleh Jojo.
Lalu, Jojo mengambil sebuah kalung berlian dari saku celananya. Dan memakaikannya ke leher indah Kara.
"Ini terlihat bagus dan pas dipakai olehmu, sayang" Ucapnya bahagia.
"Hemm, ini pasti mahal! Lain kali kamu tidak boleh terlalu boros seperti ini, oke?" Sahutnya sambil mencubit pelan perut Jojo.
"Baiklah, sayang!" Ucapnya tersenyum bahagia.
Tanpa menunggu persetujuan sang kekasih, Jojo langsung menciumnya dengan lembut.
Jojo m*****t bibir ranum miliknya. Kara juga menerimanya dan membalas lembut ciuman Jojo. Ia mengalungkan tangannya ke leher Jojo. Nafas keduanya semakin memburu. Kini Jojo telah menciumi leher jenjangnya. Saat tangan Jojo hampir menyentuh gunung kembarnya, Kara langsung melepaskan ciumannya. Dan jari telunjuknya menyentuh bibir Jojo.
"Kenapa?" tanya Jojo heran.
"Kamu tidak boleh! Kita belum menikah" Ucapnya lembut dan "cup! ia mencium pipi Jojo sekilas.
"Maafkan aku, sayang! Aku tidak akan melakukannya lagi" sahut Jojo merasa bersalah.
Dia tidak ingin.. Kara takut dengannya karna perlakuannya barusan. Sesungguhnya, ia tidak bisa menahan diri ketika bersentuhan dengan Kara. Tapi, aku harus bisa menahannya dan tetap menjaga kesuciannya hingga kami menikah nanti, pikirnya.
Jojo melangkahkan kakinya, menghampiri Kara yang menatap pemandangan indah diluar jendela.
Lalu, ia memeluknya dari belakang.
"Apa kamu menyukainya, sayang?" Tanyanya penuh kasih.
"Hemm.. Aku sangat menyukainya" Sahut Kara dengan senyum manisnya.
"Baguslah, kalau kamu suka! Aku mencintaimu"
Kemudian, terdengar suara meriah kembang api. Cahaya indahnya, melengkapi suasana romansa keduanya. Mereka kembali berciuman.
"Aku juga mencintaimu!"
TBC
__ADS_1