My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 89: Fitting Baju


__ADS_3

Keesokan harinya..


"Di Ruangan kantor Jojo"


Pagi tadi, Jojo sengaja datang lebih awal dari biasanya. Akhir-akhir ini, ia memang lebih sering menghabiskan waktu di kantor. Bukan atas dasar keinginannya, namun ia harus mempertanggung jawabkan semua pekerjaannya sebagai seorang pemimpin perusahaan.


"Tok..tok..tok! Pintu ruangannya diketuk. Ia hanya menyahut tanpa menoleh.


"Masuk!" Ucapnya. Zack datang menghampirinya dengan penampilan yang sudah sangat rapi. Karna ia akan ke Bandara menjemput client penting mereka yang berasal dari Australia.


"Aku akan segera pergi! Jika butuh sesuatu.. kamu bisa menghubungi Davin!" Ucapnya serius. Davin adalah tangan kanan Zack. Jojo hanya berdehem tanpa menoleh. Ia masih sibuk mengotak-atik laptop di hadapannya. Namun Zack tidak mempermasalahkan hal itu. Ia juga tahu, kalau Jojo memang sangat sibuk saat ini.


"Baiklah! Aku pergi!" Ucapnya pamit. Namun Jojo langsung membuka bicara.


"Apa kamu sudah mendapatkan informasi?" Ucapnya santai. Zack kembali berbalik. Ia hampir melupakan hal itu.


"Oh, masalah itu. Kita akan membahasnya nanti." Ia menatap jam tangannya sekilas.


"Aku harus cepat pergi. Takutnya Tn.Edward akan menunggu terlalu lama." Lanjutnya lagi. Jojo pun mengiyakan perkataannya.


"Baiklah! Hati-hati dijalan!" Ucapnya sudah menoleh. Zack membalasnya dengan anggukan kepala.


"Semoga berhasil! Aku mengandalkan mu kali ini." Lanjut Jojo menyemangatinya.


"Serahkan padaku!" Ucap Zack sembari mengedipkan matanya sebelah. Jojo lalu mengedikkan bahunya geli. Sementara Zack, ia merasa senang karna berhasil mengerjainya.


Setelah kepergian Zack, Jojo kembali melanjutkan aktivitasnya. Tapi, baru saja ia ingin fokus, suara deringan ponselnya kembali mengganggunya. "Huh! Ia menghela nafasnya sembari meraih benda pipih di dekatnya.


"Nomor tak dikenal?" Gumamnya pelan. Ia menggeser layar ponselnya keatas.


"Halo!" Ucapnya datar.


"Halo, Tuan! Saya dari Elle Boutique! Ingin memastikan saja, apakah Tuan dan Nona jadi datang untuk fitting bajunya hari ini?" Sahut seorang wanita dari seberang telpon. Mendengar hal itu, Jojo langsung menepuk jidatnya.


"Hampir saja lupa!" Gumamnya pelan.


"Ya, Tuan?" Sahut si penelpon ragu-ragu


"Tidak, maksudku. Kami akan segera kesana!" Setelah itu, ia mematikan ponselnya. Lalu menutup laptopnya. Ia kembali mengenakan jasnya. Dan keluar darisana untuk menjemput Kara ke lokasi shooting. Jauh-jauh hari, mereka memang telah memutuskan tanggal pernikahannya. Dan hari ini, adalah waktunya mereka untuk fitting baju. Jojo sengaja memilih Elle Boutique sebagai perancang setelan baju pernikahan mereka. Karna memang Butik ini terkenal sangat bagus. Jarang sekali pemesanan bisa diakuisisi oleh mereka, karna saking banyaknya pelanggan tetap mereka.


Tak menunggu waktu lama, Jojo tiba lokasi shooting. Matanya tertuju kepada sang pujaan hati, yang tengah berdiri tak jauh dari pandangannya.


"Sayang.. aku disini!" Ucapnya sembari melambaikan tangan. Kara menggeser kacamata hitamnya kebawah lalu berjalan menghampirinya. Jojo membukakan pintu untuknya. "Brakk!


"Apa aku terlambat?" Tanyanya seraya menyalakan mesin mobilnya.


"Ya! Kamu terlambat 2 menit!" Protes Kara dengan mata sedikit disipitkan. "Hahah.." Jojo malah terkekeh melihat tingkahnya.


"Aku minta maaf! Tadi aku.. sangat sibuk!" Ucapnya meminta maaf.


"Ahh! Haruskah kita menunggu pekerjaan mu selesai, baru memikirkan tentang pernikahan?" Tanya Kara usil. Jojo langsung menunjukkan wajah menantangnya.


"Aku tidak setuju! Pekerjaan akan selalu menjadi penghalang, kalau kita terus menundanya." Protesnya sedikit kesal. "Heh! Kara langsung tertawa.


"Dasar kamu!" Ejeknya. Ia lalu mencium pipi Jojo sekilas. "Cepatlah menyetir, atau kita akan terlambat!" Ucapnya menggoda. Ia kembali ke posisi semula. Sementara Jojo dengan cepat menarik tangannya, hingga wajah keduanya berjarak 1 centimeter.


"Emm? Ada apa?" Tanya Kara keheranan. Tapi Jojo tidak menjawab. Ia malah mencium bibir Kara dengan seenaknya. Kara hendak menolaknya, namun tengkuknya sudah ditahan oleh Jojo. Keduanya berciuman cukup lama, hingga hampir kehilangan nafas. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, Kara memukul dada bidang Jojo.


"Kamu mesum!" Gerutunya. Ia lalu memperbaiki lipstiknya. Tapi saat menoleh kearah Jojo, tiba-tiba ia tertawa. "Hahah.." Ia tertawa cekikikan.


"Ada apa?" Tanya Jojo sedikit menyerngit.


"Bibirmu memerah! Hahah.." Kekehnya. Akibat ciuman tadi, sehingga menimbulkan adanya bekas lipstik di bibir Jojo. Tapi Jojo tidak mempedulikannya.


"Memangnya kenapa? Lagipula.. aku mencium calon istriku, bukan wanita lain." Godanya. Benar saja, wajah Kara sudah bersemu kemerahan.


"Cepatlah menyetir!" Protesnya malu. Jojo memasang senyum mengembangnya lalu mengemudikan mobil menuju ke Butik.


"Di Elle Boutique"


Beberapa menit yang lalu,mereka telah tiba disana. Mereka langsung disambut hangat oleh para karyawan serta menejer Butik tersebut.


"Selamat datang di Elle Boutique Tuan dan Nona!" Jojo hanya mengangguk. Sementara Kara, seperti biasa ia memasang senyum manisnya. Lalu mereka dituntun menuju ke salah satu ruangan VIP. Saat memasuki ruangan tersebut, banyak gaun serta setelan jas mewah yang terpampang disana. Kara merasa takjub dengan desain yang menurutnya sangat bagus. Tidak kalah jauh dari desainer terkenal lainnya.

__ADS_1


"Wahhh!" Bibirnya membulat menatap ke seisi ruangan. Sedangkan Jojo, ia duduk santai di sofa yang tersedia. Ia menatap Kara yang sedari tadi sibuk melihat-lihat koleksi gaun tadi. Jojo tidak mau ketinggalan momen. Ia mengambil beberapa gambar Kara, tanpa disadari olehnya.


"Cantik!" Gumamnya pelan. Kara yang tak sengaja menolehnya, lalu menghampirinya.


"Apa yang membuatmu tersenyum?" Tanyanya penasaran. Jojo hanya menggeleng, tidak ingin memberitahu.


"Gaun-gaun disini bagus-bagus ya? Kira-kira.. desainernya siapa ya? Kata karyawan tadi sih, bukan asli orang sini. Melainkan keturunan orang asing. Cantik lagi. Jadi penasaran deh!" Ucapnya memuji. Matanya masih tertuju kearah semua desain baju-baju tadi.


"Siapapun itu.. kamu tetap yang paling cantik!" Ucap Jojo jujur. Tapi, Kara malah mencubit lengannya.


"Mulutmu selalu saja berkata manis. Seperti gula-gula" Cibirnya yang membuat Jojo terkekeh kecil.


Disela-sela perbincangan keduanya, pintu terbuka. "Ceklek! Seseorang tak dikenal datang menghampiri.


"Apa.. apa nona memerlukan sesuatu?" Tanya Kara sopan. Wanita asing itu tersenyum padanya. Tapi secepat kilat, ia berhambur memeluk Jojo.


"Oh my God! My baby boys. This is the first time I meet you. You look so handsome like your father! (Oh Tuhanku! Bayi laki-laki ku. Ini pertama kalinya aku bertemu denganmu. Kamu terlihat tampan seperti ayahmu!)" Ucapnya senang. "Hah? Jojo dan Kara sama-sama mendongak. Bagaimana tidak? Mereka belum pernah bertemu dengan Elle. Bahkan tidak mengenal identitas aslinya.


"You're Jojo. Am I right? (Kamu adalah Jojo. Benarkan?)" Ucapnya lagi. Jojo hanya mengangguk kecil. Tapi rasanya, ia tidak ingin mendorong pelukan wanita itu. Entah mengapa, ia masih bingung. "Ceklek! Pintu kembali terbuka. Tampaklah Tuan Alfred yang sedang terengah-engah disana.


"Elle..! Hosh..hosh!" Ucapnya sambil berkacak pinggang. Elle hanya memutar matanya malas tanpa mempedulikannya. Ia mencium pipi Jojo, yang membuat Jojo sedikit risih.


"Ini.. ayah. Apa ini?" Tanya Jojo hwran. Tuan Alfred langsung menghampirinya.


"Dia bibi mu! Maafkan ayah karna tidak memberitahu mu sebelumnya." Ucapnya sudah terduduk di sofa.


"Bibi?" Tanya Kara dan Jojo bersamaan dan dibalas anggukan oleh pria paruh baya itu. Sedangkan Elle, tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Ia menatap Tuan Alfred dengan kesal.


"Please speake in English! I don't understand what you say right now. (Berbicaralah dalam bahasa Inggris! Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan sekarang)" Kesalnya. Tapi Tuan Alfred malah menertawainya.


"That's your problem! (Itu masalahmu)" Ucapnya pura-pura tidak peduli. Elle kembali menatap wajah Jojo tanpa mempedulikan perkataan sang kakak.


"I'm Ellena, your aunty! I know your father is a bad man. But, you musn't same like him, ok? You must know one thing, that I'm a good woman. And also very very famous in Europa. I know you will praise me! But, I'm humble. You don't have to do it. (Aku Ellena, bibi mu. Aku tahu ayahmu seorang pria jahat. Tapi, kamu tidak boleh sama sepertinya, ok? Kamu harus tahu satu hal, bahwa aku seorang wanita yang baik. Dan juga sangat sangat terkenal di Eropa. Aku tahu kamu akan memujiku. Tapi, aku rendah hati. Kamu tidak perlu melakukannya)" Ucapnya bangga sembari mempraktikkan tangannya. Ia tidak tahu, kalau Jojo sebenarnya mengerti dengan ucapannya. Bahkan, keponakan tampannya ini juga menguasai 8 bahasa lainnya. Sementara Tuan Alfred, ia kembali tertawa.


"A woman? Hahah..! You don't deserve to be a woman! Even you're not married. (Seorang wanita? Hahah..! Kamu tidak layak disebut sebagai wanita. Bahkan kamu belum menikah)" Ledeknya lagi. Yang kembali membuat Elle menggeram. Sementara Kara, ia sudah tersenyum-senyum menyaksikan pertengkaran mereka.


"Is that true? (Benarkah)" Tanya Jojo dan diangguki olehnya.


"Umm.. I'm Jojo! Nice to meet you, aunty! (Umm.. aku Jojo! Senang bertemu dengan mu, bibi)" Lanjutnya berbicara sopan. Kemudian ia bangkit berdiri Ialu meraih tangan Kara dengan lembut.


"Hello! I'm Kara. Nice to meet you!" (Halo! Aku Kara. Senang bertemu dengan mu!)" Ucapnya sopan. Elle pun membalasnya dengan senyuman.


"Are you Kara? Oh my God! I really so amaze you. Nice to meet you too. (Benarkah kamu Kara? Oh Tuhanku! Aku sangat mengagumimu. Aku juga senang bertemu denganmu!)" Ucapnya takjub. Ia berhambur memeluk Kara. Dengan senang hati, Kara membalas pelukannya.


"Ehem! Tuan Alfred berdehem kecil. Jojo lalu menoleh kearahnya.


"Jojo.. sebaiknya kamu bawa calon menantu ku memilih gaun pernikahan. Bibi mu tidak akan selesai berbicara, jika tidak dihentikan!" Ucapnya berbisik ke telinga Jojo. Jojo pun menganggukkan kepalanya. Tuan Alfred menepuk punggungnya.


"Kamu tidak perlu khawatir. Butik ini adalah miliknya. Jadi, para karyawan disini bisa mengantarnya langsung kerumah. Kalian tidak perlu repot-repot datang kemari." Ucapnya lagi. Jojo sempat mendongak. Ternyata pemilik Butik ini adalah bibinya sendiri.


"Apa bibi adalah desainernya?" Tanya Jojo memastikan, dan dibalas anggukan oleh ayahnya.


Sementara Kara, ia masih asyik berbincang dengan Elle. Elle sedari tadi memuji dirinya, yang membuatnya merasa terlalu dibanggakan.


"Ok. Because you're the future wife of my beloved nephew, and also because I'm very idolize you. I'll design you the most beautiful wedding dress of all time just for you. (Ok. Karna kamu calon istri keponakan tercintaku, dan juga karna aku sangat mengidolakan mu, aku akan mendesain gaun pengantin paling indah sepanjang masa hanya untukmu)" Ucapnya senang. Kara pun tersenyum bahagia mendengarnya.


"Thank you!" Ucapnya senang. Ia kembali memeluk Elle. Ia bahagia, karna semua anggota keluarga Jojo menyambutnya dengan hangat. Bahkan bibinya. Elle juga merasa bahagia akan hal itu. Ia lalu mengusap lembut rambutnya.


"Because.. the best wedding dress only suitable for the beautiful girl like you (Karna.. gaun terindah hanya pantas untuk gadis secantik dirimu)" Ucapnya lagi-lagi memuji Kara. Keduanya kembali berpelukan seperti kakak beradik.


Beberapa saat kemudian, Elle lalu mengukur Kara dan juga Jojo. Kebahagiaan keduanya bertambah dikarenakan Elle, sang bibi yang baik hati. Bahkan mereka tidak perlu mengkhawatirkannya lagi, karna semuanya sudah ditangani oleh wanita setengah baya itu.


"Ok, it will done a next week! I'll give you my best (Ok, itu akan selesai dalam waktu seminggu kedepan! Aku akan memberikan yang terbaik)" Ucapnya setelah selesai mengukur keduanya. Kara dan juga Jojo mengangguk serempak. Setelah selesai, keduanya memutuskan untuk kembali pulang. Sebenarnya, Elle masih ingin mengajak mereka untuk tinggal lebih lama, namun tidak disetujui oleh Tuan Alfred. Ia tahu kalau mereka berdua akan sangat sibuk kedepannya. Jadi, untuk saat ini ada baiknya mereka bersantai dahulu. Mau tidak mau, Elle pun menyetujuinya. Ia bahkan sudah memutuskan untuk tinggal dalam jangka panjang di Indonesia. Sekaligus, untuk menambah wawasannya.


"Di mobil"


"Huh! Kara menghela nafas leganya. Ia lega, akhirnya semua terselesaikan dengan cepat.


"Apa kamu lelah?" Tanya Jojo menatapnya. Kara hanya menggeleng dengan mata terpejam. Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia kembali membuka matanya dan segera mengangkatnya dengan kegirangan.


"Airi!" Ucapnya senang.


"Hai Kara, kesayangan ku. Gimana kabar mu? Baik-baik aja kan?" Terdengar suara khas Airi dari seberang telpon.

__ADS_1


"Iya, aku baik-baik aja kok. Kamu gimana?" Tanya Kara manja.


"Kabar ku juga baik. Oh ya? Besok aku akan kembali!" Ucap Airi senang. Kara pun ikut senang. Wajahnya tampak berseri-seri.


"Ahhhh..! Benarkah? Aku sudah sangat sangat merindukan mu!" Jujurnya.


"Aku juga! Btw, kamu lagi ngapain nih?"


"Ehem..!" Kara sempat terdiam. Ia menatap manik Jojo yang tak berkedip menatapnya sedari tadi.


"Aku dan Jojo baru selesai fitting baju!" Ucapnya tersenyum.


"Whatt? Airi langsung berteriak begitu keras, hingga membuat telinga Kara sedikit bising.


"Ini.. ini beneran sayang? Kamu, kamu bakalan nikah?" Tanyanya memastikan.


"Iya, benar!" Ucap Kara sembari menganggukkan kepala, meski Airi tidak bisa melihatnya.


"Oh my God! Oh my God! Ahhhh..! Aku senang banget sayang! Kamu akan menjadi seorang istri, hiks!" Airi menangis haru mendengarnya. Apalagi, ia telah mengenal Jojo. Ia merasa lega, akhirnya sahabat kesayangannya ini akan mengakhiri masa lajangnya.


"Kamu, menangis?" Tanya Kara khawatir.


"Tentu saja, bodoh! Aku bahagia!" Lanjut Airi masih terdengar terisak.


"Lalu.. kamu kapan?" Goda Kara.


"Masih lama! Sebaiknya, kalian tidak terlalu berharap apakah aku akan menikah atau tidak! Aku masih setia menunggu seseorang yang belum pasti!" Jujur Airi.


"Apa kamu.. menunggu kak David? Ahh..! Aku akan memberitahunya!" Ucap Kara keceplosan.


"Tidak! Jangan!" Tolak Airi. Tapi, Kara lagi-lagi menggodanya.


"Aku juga senang, kamu bisa menjadi saudara iparku nantinya. Kita bisa barengan terus, tau?" Lanjutnya sambil tersenyum lebar.


"Aku.. aku akan memberitahu kabar gembira ini pada Dimas. Udah dulu ya? Bye!" Sahut Airi mengakhiri. "Tut..tut..tut!


"Halo, halo, halo!" Ucap Kara, namun tidak lagi ada sahutan. Ia menatap layar ponselnya dan menghela nafasnya.


"Malah dimatiin?" Ucapnya pelan.


"Apa dia menyukai David?" Tanya Jojo menyadarkan nya. Kara pun menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana.. kalau kita menjodohkan mereka? Lagipula.. David juga belum pernah dekat dengan wanita manapun. Aku pikir mereka cocok! Yang aku khawatirkan adalah, David akan selamanya melajang kalau kita tidak mencarikannya jodoh yang pas. Aish! Dia selalu saja, memikirkan pekerjaan!" Sahut Jojo berargumen. "Emm? Kara mencerna perkataannya barusan.


"Idemu bagus juga!" Ucapnya menyetujui.


"Siapa dulu dong?" Timpal Jojo merasa bangga.


"Iya, iya! Kamu memang hebat!" Ucap Kara sembari menghela nafasnya.


"Apakah aku layak mendapatkan hadiah?" Goda Jojo sambil tersenyum licik. Tapi Kara tidak mengerti.


"Memangnya, ini hari apa? Hari ulang tahunmu bukan, hari anniversary kita juga bukan. Lalu untuk apa?" Ucap Kara sambil menggerakkan jarinya. "Hahah! Jojo terkekeh sambil mencubit pipinya gemas.


"Tentu saja, aku menginginkan ini!" Ucapnya lalu mengecup bibir ranum Kara. "Cup! Lagi-lagi ia selalu saja buas seperti biasa. Kara mendorong tubuhnya karna sudah hampir kehilangan nafas.


"Mengapa kamu selalu tiba-tiba?" Gerutunya sedikit kesal. Jojo hanya tersenyum sambil mengusap bibir Kara dengan lembut.


"Aku tidak tahan lagi!" Ucapnya pelan. Tentu saja, wajah Kara langsung memerah.


"Jika berpacaran saja sudah begini.. bagaimana nantinya? Setelah kami resmi menjadi pasangan suami istri? Hah? Aku harus bagaimana?" Batin Kara membayangkan hari-harinya setelah menikah.


"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Jojo sudah mendekatkan kembali wajahnya. "Hah? Kara sedikit mendongak.


"Tidak ada! Aku ingin pulang!" Ucapnya sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Ia tidak ingin Jojo kembali melanjutkannya. Jika tidak, entah apa yang akan dilakukan oleh pria mesumnya ini.


"Baiklah! Kita pulang sekarang!" Ucap Jojo menyetujui. Ia lalu mengemudikan mobilnya menuju kerumah.


TBC


Halo para readers setiaku๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


Apa kalian menantikan pernikahan mereka? Tetap nantikan cerita selanjutnya.. dan jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya..๐Ÿจ๐Ÿจ

__ADS_1


I lovyu all๐Ÿ˜˜


__ADS_2