My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 35: Tunggulah Aku!


__ADS_3

Setelah Kara dan Jojo resmi berkencan, keduanya lebih sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan Kara tidak lagi dijemput oleh Lian, bodyguardnya. Karna Jojo lah yang selalu mengantar jemputnya. Walaupun sudah dilarang olehnya.


Untuk menghindari para paparazi bayaran, Jojo selalu memakai topi dan kacamata hitam andalannya.


Sepulang kerja, seperti biasa Jojo akan menunggunya di parkiran.


Kara yang baru saja turun langsung bergegas masuk ke dalam mobil. Ia juga mengenakan topi dan masker, untuk menghindari para penggemar fanatiknya dan juga paparazi bayaran yang kerap kali mengikutinya.


"Huh, syukurlah hari ini tidak ada mereka" sahutnya pelan dengan mata terpejam. Lalu menyandarkan kepalanya.


"Apa hari ini sungguh melelahkan?" timpal Jojo, yang sudah mendekat dan membuka topi serta masker yang dipakai oleh Kara secara perlahan.


Kara langsung membuka matanya dan duduk dengan tegak.


"Hemm.. hari ini memang melelahkan" gerutunya sambil memonyongkan bibirnya.


"Tapi, ini adalah shooting terakhir mu di musim ini. Jadi, kedepannya kamu bisa bersantai dan beristirahat." sahut Jojo dengan lembut sambil merapikan rambut indah milik Kara.


"Asalkan kamu di sisiku.. aku tidak akan merasa lelah lagi" ucapnya terus terang.


Dia mencubit lembut wajah tampan Jojo.


"Aku kuat!" ucapnya lagi, menunjukkan otot tangannya yang mungil.


"Hahaha, baiklah! Aku merasa tersanjung, nona!" ucapnya terkekeh.


"Kamu tidak percaya?" ketusnya sambil memalingkan wajahnya. Dia kesal melihat Jojo yang sedang menertawakannya seolah meledeknya.


"Mana berani aku. Kelinci kecil ku yang terbaik." Sahutnya dengan wajah menggemaskannya, berusaha menenangkan gadisnya.


"Baiklah. Cepatlah menyetir, aku ingin beristirahat di rumah" ucapnya masih dengan nada kesal sambil melipat kedua tangannya.


Jojo langsung mencium pipinya.


"Jangan marah lagi dong" ucapnya dengan nada memelas.


"Emm.. baiklah!" sahut Kara tersenyum tipis.


Tak menunggu waktu lama, mereka telah tiba di apartemen tempat tinggal Kara.


"Kruyuk.. kruyuk.. kruyuk!" Perut Jojo berbunyi meminta sang pemilik untuk segera mengisinya.


"Hahahah.. Kamu lapar? Apa kamu mau makan mie buatan ku?" Sahut Kara tertawa cekikikan.


"Ahh.. itu, emm.. baiklah!" Sahut Jojo merasa canggung.


"Baiklah, bayi besar ku. Ibu akan segera memasak untukmu, hihi" sahutnya masih terkekeh.


Keduanya segera turun dari mobil dan berjalan menuju ke kamar apartemennya. Kamar yang sederhana, namun cukup nyaman untuk tinggal di sana.


"Bip!" Pintu terbuka.

__ADS_1


Kara memberinya sepasang sendal rumahan yang baru.


"Ini pakailah!" Sahutnya.


"Hemm" balas Jojo


Mereka berjalan ke ruang tamu.


"Kamu duduklah dulu! Aku akan ke dapur untuk menyiapkan makanan" sahut Kara dan berlalu pergi ke dapur.


"Huh, meskipun apartemen ini sederhana, tapi di sini terasa nyaman." Batinnya.


Dia merebahkan tubuhnya di atas sofa, lalu memejamkan matanya. Tiba-tiba, ia menyerngit seolah memikirkan sesuatu.


"Oh, ya.. si kelinci kan punya penghasilan diatas rata-rata, tapi kenapa dia memilih untuk tinggal di apartemen sederhana ini? Kenapa gak tinggal di kawasan elite aja, sih? Apa dia kekurangan uang? Tapi.. itu tidak mungkin. Atau.. dia punya banyak hutang, ya? Mengingat kenapa dia dikejar-kejar para pria b***t waktu itu. Jadi dia terpaksa harus hidup sederhana untuk melunasi.hutang-hutangnya? Huh, apa ku bantu saja kali ya... tapi, dia bisa tersinggung nanti! Ahh.. sudahlah, lebih baik mengandalkan Zack kali ini!" gumamnya dalam hati.


Lalu ia duduk kembali, dan mengambil benda pipih di sakunya untuk segera menghubungi Zack, asisten andalannya sekaligus sahabat baiknya.


"Tut..tut..tut! Tak menunggu waktu lama, Zack langsung menjawab dari seberang telpon.


"Ya, ada apa Jo?" sahutnya.


"Itu.. masalah penyelidikan mu tentang Kara, segera cari tahu juga apa dia dan keluarganya punya banyak hutang atau tidak. Aku ingin tahu informasinya secepatnya" sahutnya tegas.


"Ada apa dengan mu? Bukankah kalian berkencan? Kenapa tidak kau tanyai langsung saja padanya?" geramnya.


"Huh, apa kamu tidak senang dengan ku? Sepertinya.. kau memang tidak butuh bonus serta liburan panjang mu yang ku janjikan sebelumnya?" sahutnya dengan nada mengancam.


"Heh, aku tau kau tidak akan menolaknya. Baiklah, aku tutup dulu! Aku menunggu informasinya secepatnya" Sahutnya sembari tersenyum jahat.


"Apa? Kau bahkan belum menanyaiku, apakah aku sudah makan atau belum? Apa kau sudah melupakan ku? Kamu memang pria jahat, Jo" teriaknya kesal.


"Cih! Apa aku kekasihmu?" Ledeknya.


"Dasar kamu, Jo.. " belum selesai Zack berbicara, panggilan langsung terputus. Jojo menyudahinya, untuk menghindari amukan banteng itu.


"Aku tidak akan membiarkan mu menderita, kelinci kecilku!" gumamnya pelan.


Ia memainkan ponselnya. Dan tiba-tiba terdengar suara Kara memanggilnya.


"Jo, makan malam sudah siap!" ucapnya setengah berteriak.


"Baiklah!" Jojo langsung berjalan menuju ke dapur.


Di meja makan


"Duduklah!" pinta Kara kepadanya.


"Emm.. baiklah!" sahutnya singkat.


Mereka makan dengan lahap, meski hanya mie instan saja. Tapi, sejak pertama kali Jojo memakan masakan Kara, dia sudah menyukainya.

__ADS_1


Sesekali mereka berbincang. Ditengah-tengah makan malam mereka, ponsel Jojo kembali berbunyi. Dia langsung mengangkatnya, kala melihat nama David di layar ponselnya.


"Apa terjadi sesuatu?" batinnya.


Sementara Kara, masih sibuk dengan makanannya.


"Apaaaa?" Teriak Jojo sambil memijit-mijitt keningnya.


Kara yang mendengarnya langsung berhenti dan meletakkan sendoknya perlahan. Lalu, dia menatap ke arah Jojo, menautkan kedua alisnya seolah bertanya.


"Baiklah! Aku mengerti!" sahut Jojo datar. Lalu mematikan ponselnya.


Entah mengapa, dia berubah setelah menerima panggilan dari David.


"Ada apa?" Tanya Kara ragu-ragu.


Jojo menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar. Kara semakin bingung, ia menyerngit melihat tingkah Jojo yang tidak biasa.


"Hemm.. aku tidak akan memaksamu untuk mengatakannya! Aku sudah selesai! Aku akan mencuci piringnya!" Sahutnya tersenyum tipis lalu berdiri dari duduknya. Dia tidak ingin semakin memperkeruh suasana hati Jojo.


Dia mengumpulkan semua piring-piring bekas makanan mereka barusan. Tiba-tiba tangannya di pegang oleh Jojo.


"Aku harus kembali!" Ucapnya pelan.


Sontak Kara kaget mendengarnya.


"Aaa.. apa? Bukankah kau akan tinggal lebih lama di sini?" Tanyanya sedih.


Ekspresi wajahnya berubah menjadi murung.


Jojo menyadarinya. Dia langsung berdiri dan menghampiri Kara yang tengah berdiri tertegun. Lalu, Jojo memeluknya erat dari belakang.


"Jangan khawatir! Aku akan kembali setelah urusan ku selesai" Ucapnya menenangkan Kara.


"Apa aku harus hidup sendiri lagi? Tanpa orang-orang yang ku sayangi? Kenapa nasibku selalu begini? Aku selalu dijauhkan dari orang-orang yang ku sayangi. Dunia ini tidak adil!" Gumamnya dalam hati. Tanpa disadari deraian air matanya mengalir di wajah cantiknya.


Selama ini, kehadiran Jojo selalu mengisi kesehariannya. Dia menganggapnya seperti keluarga sendiri. Namun, dia kembali terpisahkan dengan orang-orang yang dicintainya.


Jojo semakin mempererat pelukannya. Ia juga merasa sedih.. mengapa dunia seolah membencinya hidup bahagia. Dia baru saja merasa bahagia, tapi dia harus segera kembali berhubungan dengan orang yang paling dibencinya, yaitu mama tirinya dan ayahnya.


"Apa kita akan berhubungan jarak jauh?" Tanya Kara lirih.


"Iya, tapi itu hanya sebentar, sayang! Aku akan datang sekali sebulan mengunjungimu! Setelah kontrak kerjamu selesai, pulanglah bersamaku, ok?" Sahutnya berusaha menenangkan Kara yang sudah menangis.


Kara hanya menganggukkan kepalanya. Dia memeluk erat tubuh kekar Jojo dan membenamkan wajahnya di dada bidangnya.


"Aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi! Cukup untuk hari ini saja. Aku akan segera menyelesaikan segala urusanku. Setelah itu, aku akan membawamu pulang bersamaku. Dan kita akan bahagia bersama. Tunggulah aku!" Ucapnya sambil membelai lembut rambut indah milik Kara.


Dan hanya dibalas anggukan oleh Kara, pujaan hatinya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2