
Setelah kepergian ketiga bersahabat itu, anak buah Zack langsung membawa Zaskia menuju ke Klub malam di pinggiran kota. Meski banyak perlawanan Zaskia, namun dia bukan apa-apa bagi para pria bertubuh kekar itu. Mereka tidak mempedulikannya sama sekali.
"Di rumah keluarga William"
"Apaaaa?" Nyonya Renata yang tampak sedang duduk santai di balkon kamar, tiba-tiba mengamuk dan berteriak saat menerima panggilan telepon dari anak buahnya. Tentu saja, untuk memberitahukan kegagalan yang mereka alami kali ini. Bertahun-tahun lamanya, ia selalu berusaha menjebak dan berusaha menghancurkan nama baik Jojo, namun rencananya tidak satupun yang berhasil. Menjadikan seorang wanita cantik, berpendidikan, kaya raya, menjadi tamengnya saja tidak ada gunanya sama sekali. Bahkan semakin menyulitkan rencananya.
"Benar-benar tidak berguna! Aaaaahhhh..." Teriaknya dengan penuh emosi sambil menjambak rambutnya. Ia melemparkan ponselnya begitu saja ke sembarang arah.
"Hahaha..." Tiba-tiba ia tertawa seperti orang kesurupan.
"Apa wanita s****n itu selalu melindunginya? Huh, aku tidak percaya. Walaupun dia selalu melindungi putra kesayangan nya itu, aku pastikan bahwa aku RENATA, tidak akan membiarkannya hidup. Bahkan, jika aku harus mati dengannya.. aku rela. Ya, aku sangat rela, Magdalena! Asalkan aku bisa merebut semua yang kau punya, hahaha..." Teriaknya lagi sambil tertawa pahit. Matanya melotot dan memerah, tangannya terkepal dengan kuat.
Beberapa saat kemudian, ia berjalan masuk ke dalam kamar. Wanita itu, tampak tengah sibuk mencari-cari sesuatu di dalam laci meja riasnya. Dan, tap.. ia menemukannya. Ternyata selembar foto seorang wanita cantik dan anggun. Dan foto itu adalah foto Magdalena, ibu kandung Jojo.
"Cih! Ia berdecih sambil membulatkan bola matanya.
"Untuk apa berwajah cantik dan menawan. Bahkan, wajah suami mu saja tidak bisa kau kenali! Apa yang salah dengan ingatan bodoh mu saat itu? Tapi bagus juga. Aku bisa menanamkan ingatan baru di otak udang mu ini." Ucapnya tak senang sambil menjentikkan jarinya ke arah foto tersebut.
" Hahaha...! Tapi, aku punya berita bagus untukmu dan untukku. Lebih tepatnya, untuk kita berdua. Aiya... kemarin, ada yang menelpon kesini. Coba tebak, siapa dia? Dia adalah.. suamimu, hahaha! Jadi, aku akan menjadikan putramu dan suami tercinta mu itu, sebagai tameng ku sekarang. Bagaimana, sepupu cantikku? Rencanaku sempurna bukan?" Ucapnya lagi dengan nada sombong. Sesekali ia tertawa disela-sela perkataannya.
Dia berjalan ke kanan dan ke kiri, sembari memutar-mutar jari jemarinya.
"Meski putramu itu sangat pintar, tapi.. ia tidak akan tahu dan tidak akan pernah tahu siapa ayah kandungnya. Karna aku tidak akan mengijinkannya untuk mengetahui kebenarannya. Jadi, sepupuku.. nantikanlah hadiah ketulusan dariku ini, hahaha..." Lanjutnya lagi dengan mata terpejam. Kemudian, ia meremas-remas foto tersebut, seolah kehilangan hati nurani.
__ADS_1
"Di Vila Pribadi Jojo"
Setelah mereka tiba, Jojo langsung diperiksa dan diberi obat penawar oleh Roy, dokter pribadinya.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Zack tak sabaran. Sedari tadi, Zack dan David selalu bersama dan tidak membiarkan Jojo sendirian. Karna saat ini, keduanya dipenuhi dengan rasa kekuatiran yang tiada henti terhadap Jojo. Mereka takut, dan sebersik pikiran negatif muncul dibenak keduanya. Keduanya membayangkan, bagaimana jika Jojo tidak lagi membuka matanya? Atau benar-benar kehilangan kesadaran total, apa yang akan terjadi? Apa yang harus mereka lakukan? Saat melihat tubuh kekar, berenerjik itu terbaring lemah di atas kasur, membuat keduanya risau. Ini adalah kali pertama Jojo mengalami kejadian semacam ini. Meski berkali-kali wanita keji itu berusaha menjebaknya, tapi mereka tidak pernah lalai seperti sekarang ini. Jika bukan karna panggilan telepon dari Kara, entah apa yang akan terjadi padanya setelah itu?
"Tidak apa-apa! Dia baik-baik saja. Hanya..?" Belum selesai dokter Roy berbicara, langsung dipotong oleh David.
"Hanya apa? Apa maksud mu?" Teriak David sambil mencengkram kerah baju pria berjubah putih tersebut.
"Penyakitnya semakin parah. Jika tidak segera ditangani, maka tingkat keselamatan nya akan semakin menipis." Sahut Roy dengan nada tak tega. David langsung melepaskan cengkeramannya. Mulutnya menganga, dan tak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar ucapan Roy barusan. Sementara Zack, ia langsung bertanya kembali untuk memastikan.
"Apa? Apa maksud mu? Penyakit?" Tanyanya penasaran.
"Jadi, selama ini, Jojo mengidap penyakit Leukimia. Aku sudah menyarankannya untuk melakukan operasi, tapi dia menolak. Bahkan, tanpa sepengetahuannya, aku mencocokkan sumsum tulang belakang nya dengan ayahnya, tapi hasilnya nihil. Tidak ada hubungan darah diantara keduanya! Dan, dia belum mengetahuinya sama sekali!" Lanjutnya lagi. Perkataannya barusan, membuat Zack dan David saling bertukar pandang satu sama lain. Benar dugaan mereka, kalau Jojo tidak ada hubungan darah dengan Tuan besar William. Tapi, bagaimana sekarang? Siapa ayah kandungnya? Dan hal yang lebih penting lagi adalah.. tentang keselamatan Jojo. Mereka harus segera mencari keberadaan ayah kandung Jojo. Jika masih hidup, kemungkinan besar sumsum tulang belakangnya cocok dengan Jojo. Dan operasi bisa dilaksanakan sesegera mungkin.
"Dan sejauh ini, belum ada kabar tentang sumsum tulang belakang yang cocok dengannya." Timpal Roy lagi.
" Baiklah! Terimakasih sebelumnya!" Sahut Zack dan David bersamaan. Dan dibalas anggukan olehnya.
"Ya. Aku pamit dulu. Jika ada kabar tentang sumsum tulang belakang yang cocok dengannya, aku pasti akan mengabari kalian segera!" Sahut Roy, lalu beranjak pergi dari sana.
"Baiklah" Timpal David, sementara Zack, ia kembali terdiam tak bergeming. David langsung menghampiri Zack dan menepuk-nepuk punggungnya pelan.
__ADS_1
"Jangan begini. Sekarang, harapan Jojo ada pada kita. Kalau kita lemah, bagaimana nasib Jojo nantinya? Kita harus menemukan ayah kandungnya dulu" Sahutnya, berusaha menyemangati Zack. Sebenarnya ia juga rapuh, tapi keadaan tidak memungkinkan untuknya bersedih sekarang. Sementara Zack, ia hanya tersenyum pahit membalas perkataannya barusan.
"Dan satu hal lagi, kita sama-sama tahu bagaimana sifat Jojo. Jadi, sebaiknya kita merahasiakan ini dulu. Jangan memberitahunya, kalau kita telah mengetahui tentang penyakitnya." Lanjut David lagi.
Kini, keduanya telah duduk di sofa, yang tak jauh dari tempat tidur Jojo.
"Ting! Pemberitahuan pesan di ponsel Zack.
Ia segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda pipih tersebut. Ternyata pesan WeChat dari Kara.
"Tuan Zack, apa kamu sedang bersama dengan Jojo? Dimana dia? Apa dia baik-baik saja? Aku sangat mengkhawatirkannya. Aku sudah menghubunginya berkali-kali, tapi tidak dijawab sama sekali. Bahkan, pesan yang ku kirim pun tidak dibalas." Begitu banyak pesan dari Kara. Sepertinya, ia sangat khawatir dengan Jojo. Bagaimana tidak? Kejadian kemarin pun, belum sempat Jojo jelaskan padanya.
Untuk menghilangkan kekhawatirannya, Zack berinisiatif membalasnya dengan berbohong. Ia tidak mau membuat Kara, yang di negeri orang sana semakin khawatir dan pasti akan shock jika mengetahui tentang kebenarannya.
"Jojo baik-baik saja. Kamu tenang aja! Dia sedang rapat sekarang. Dan mungkin, kedepannya.. dia tidak akan menghubungi mu dulu karna dia akan sangat sibuk! Jangan terlalu khawatir, aku akan menjaganya untukmu, ok?"
Tak menunggu waktu lama, Kara langsung membalasnya.
"Benarkah? Baiklah kalau begitu! Aku akan mengandalkan mu kali ini. Berjanjilah padaku untuk menjaganya, ok?😊
"Aku berjanji!" Balasan pesan Zack. Kemudian, ia mengusap wajahnya dengan kasar. "Mungkin ini yang terbaik!" Gumamnya dalam hati.
TBC
__ADS_1