My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 77: Binatang buas


__ADS_3

Seminggu kemudian..


Pagi ini, Zaskia pergi menghampiri Reyhan. Entah rencana apalagi yang ia ingin lakukan kali ini. Dia benar-benar sangat terobsesi dengan Jojo, hingga memikirkan segala cara untuk menghilangkan Kara dari sisinya.


Kini, keduanya tengah duduk santai di kursi taman belakang rumah Reyhan.


"Apa yang kamu inginkan?" Sahut Reyhan seraya menyeruput kopinya. Ia menatap wajah suram Zaskia. Seingatnya, Zaskia bukanlah seorang wanita yang kekurangan finansial. Lalu, apa yang membawanya kemari, pikirnya.


Zaskia beralih menatapnya.


"Aku ingin kamu membantu ku menyingkirkan seseorang!" Ucapnya datar.


"Hah? Reyhan mengerutkan keningnya menatapnya. Setelah beberapa saat kemudian, ia kembali mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Bukannya aku tidak mau. Tapi.." Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Zaskia langsung memotongnya.


"Kamu jangan lupa dengan perjanjian kita sebelumnya. Bukankah.. kamu sudah berjanji untuk membantuku?" Ucapnya sedikit berteriak. Mendengar hal itu, Reyhan kembali menatapnya, seraya memijit-mijitt keningnya. Ia hampir lupa dengan perjanjian mereka di malam itu, bahwa ia akan membantu Zaskia menuntaskan masalahnya di masa depan. Dan sekarang adalah waktu yang tepat, Zaskia membutuhkan bantuannya. Yang artinya, ia harus menepati janji tersebut. Meski ia sebenarnya tidak lagi membutuhkan Zaskia sebagai penghangat ranjangnya. Karna ia berpikir untuk mendapatkan Kara kembali kesisinya.


Reyhan lalu bangkit dari duduknya. Ia sedikit melangkahkan kakinya kedepan.


"Sebenarnya, siapa yang ingin kamu singkirkan?" Tanyanya penuh selidik.


"Namanya Kara!" Sahut Zaskia santai. Berbeda dengan Reyhan, ia malah tampak terkejut dan sudah membulatkan matanya tak percaya.


"Apaa?" Teriaknya, sudah membalikkan badannya menoleh Zaskia. Zaskia yang menyadari sikap anehnya mulai menaruh curiga terhadapnya.


"Ada apa denganmu? Apa kamu juga punya wanita j****g bernama Kara?" Tanyanya memastikan. Reyhan hanya menggeleng, untuk menghindari kecurigaan Zaskia.


"Baguslah! Dia baru saja kembali dari negara Korea. Sekarang, dia sudah menduduki posisi paling top di dunia hiburan. Jadi, tidak mudah untuk mengusiknya. Tapi, aku percaya dengan kemampuan mu." Sahut Zaskia menjelaskan. Sementara Reyhan, ia sudah mengepalkan tangannya.


"Bagaimana mungkin.. aku membantu wanita j****g ini menyingkirkan Kara? Lagipula.. tujuanku adalah untuk mendapatkannya kembali!" Umpatnya dalam hati.


Reyhan mencoba meredam amarahnya, dengan cara bertanya baik-baik kepada wanita didepannya.


"Tapi, mengapa kamu ingin menyingkirkannya?" Tanyanya penuh selidik. Zaskia hanya mendengus nafasnya.


"Untuk masalah ini, itu karna dia mengambil pria idaman ku!" Sahutnya sudah merapatkan giginya. Reyhan lagi-lagi mengerutkan dahinya mendengar perkataannya.


"Mungkinkah.. pria yang dimaksud olehnya adalah Jojo?" Batinnya penasaran.


"Dan juga.. seminggu yang lalu, dia berani menampar ku hingga lebam." Gerutunya lagi. Ia mengepalkan tangannya, mengingat kejadian saat itu. Bibirnya sedikit gemetar, seperti seseorang yang traumatis.


Berbanding terbalik dengan Reyhan, ia semakin terheran dengan setiap ungkapan Zaskia barusan.


"Kara menamparnya hingga lebam? Tidak mungkin! Aku tidak pernah melihat sisi Kara yang seperti ini. Kecuali.. 2 tahun yang lalu. Meski begitu.. Kara tetaplah wanita yang lembut!" Gumamnya lagi.


Seketika, ia tersenyum licik melihat wajah suram Zaskia.


"Hahahaha..! Aku bisa memanfaatkan situasi ini. Saat penyerangan terhadap Kara dimulai, aku akan datang menyelamatkannya seperti seorang pahlawan. Aku yakin, dengan cara ini.. dia pasti merasa berhutang budi dan bersedia menerima ku kembali." Batinnya seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Baiklah! Aku akan membantumu! Tapi, kamu juga harus terlibat dalam situasi ini!" Ucapnya berusaha meyakinkan Zaskia. Zaskia pun menerima tawarannya begitu saja, tanpa memikirkan resikonya. Dirinya benar-benar sudah dibutakan, oleh obsesinya terhadap Jojo. Sedangkan Reyhan, kian tengah menyusun rencana yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


"Hahahah..! Dasar wanita bodoh! Aku akan menjadikan mu sebagai kambing hitam kue. Dan aku.. adalah tuan mu!" Batinnya senang. Ia berniat membuat rencana, seolah hal itu adalah rencana yang disusun oleh Zaskia sepenuhnya.


Keduanya bersalaman, menandakan sudah setuju satu sama lain.


"Deal?" Lagi-lagi Reyhan terkekeh.


"Oke, deal!" Timpal Zaskia menyetujui.


Waktu bersamaan..


"Di rumah baru keluarga Sebastian"


David beserta yang lainnya, kini tengah duduk di sofa ruang keluarga. Mereka berbincang-bincang santai seperti biasa. Berselang beberapa waktu, tiba-tiba saja ponsel David berdering. "Kring..kring..kring! Ia menatap layar ponselnya sekilas. Ternyata telpon dari anak buahnya yang ia perintahkan untuk menguntit Zaskia dan juga Reyhan.


"Halo! Apa kalian menemukan petunjuk?" Sahutnya to the point.


"Benar Tuan. Reyhan dan Zaskia telah berkomplot ingin menyingkirkan nona secepatnya!" Sahut seorang pria dari seberang telpon. Seketika David merapatkan giginya. Ia mengepalkan tangannya.


"Benar-benar bukan manusia!" Umpatnya dalam hati.


Ia lalu mengusap wajahnya, seraya bangkit dari tempat duduknya tadi.


"Baiklah! Terus awasi pergerakan mereka. Jangan sampai lengah sedikitpun!" Tegasnya dan langsung memutus panggilan teleponnya. Kara yang menatapnya sedari tadi, ikut berdiri menghampirinya.


"Ada apa, kak?" Ucapnya merasa khawatir. "Hah? David langsung meraih kedua tangannya dan mengusapnya perlahan.


"Bukan apa-apa sayang!" Ucapnya lembut. Ia tidak ingin memberitahu kebenarannya. Karna pasti Kara akan kepikiran dengan hal itu, pikirnya.


"Emm, itu kak.. apa sekarang Kara udah boleh bekerja?" Tanya Kara penuh hati-hati. "Hah? Ketiga pria gagah itu menganga mendengar perkataannya. Mereka saling bertukar pandang satu sama lain. Lalu David menghela nafasnya.


"Bukannya kakak melarang sayang. Tapi, sepertinya.. sekarang belum waktu yang tepat." Sahut David sambil tersenyum kaku.


"Emm? Mengapa?" Tanya Kara lagi. Tiba-tiba saja, David kembali menyerngitkan dahinya. Ia teringat dengan ucapannya tadi, yang tidak ingin membuat adiknya khawatir. Bersamaan dengan itu, Jojo langsung membuka bicara.


"Selagi kamu senang, maka lakukanlah!" Sahutnya santai. Sontak David menatapnya sinis. Ia tidak mengerti dengan jalan pemikiran Jojo saat ini. Jojo yang menyadari tatapannya, langsung memberinya isyarat tanpa suara.


"Kita akan memperketat pengawasannya!"


Tanpa menunggu persetujuan dari David, Kara langsung memeluk tubuhnya.


"Boleh ya, kak?" Rengeknya, seraya memonyongkan bibirnya kedepan.


"Aish" David memijit-mijitt keningnya.


"Sepertinya.. adikku terlalu dimanja oleh Jojo!" Batinnya.


"Baiklah!" Ucapnya sudah pasrah. Bagaimanapun, kebahagiaan Kara lebih penting dari segalanya, pikirnya.


"Beneran bisa kak?" Tanya Kara untuk memastikan. David pun menganggukkan kepalanya. Kemudian, Kara mencium kedua pipi sang kakak. Wajahnya tampak berseri-seri.


Memang sudah berhari-hari ini, ia tak henti-hentinya dihubungi oleh berbagai stasiun televisi dan juga merek pakaian ternama tanah air. Dari akun media sosialnya, yang menyatakan dirinya telah kembali membuat berbagai media tak ingin kehilangan kesempatan untuk bergabung dengannya. Begitupun, dengan para penggemarnya di tanah air. Mereka kian sangat ingin bertemu dengan idola kesayangannya itu.

__ADS_1


"Makasih, kak!" Ucapnya senang. Jojo yang merasa diabaikan, langsung berubah menjadi suram.


"Bukankah ini ideku? Mengapa dia hanya berterima kasih pada David? Huh!" Gerutunya dalam hati.


Melihat ekspresi muramnya, David langsung terkekeh.


"Apa kamu hanya akan berterimakasih pada kakak?" Sahutnya sambil mencubit kecil pipi mungil sang adik.


"Hah?" Kara menyerngit tak mengerti. Tiba-tiba David mengarahkan kepalanya kearah Jojo.


"Tuh.. lihat! Pacar cemburuan mu lagi ngambek tuh!" Ledeknya sambil menggeleng. Zack yang melihatnya pun ikut tertawa. "Hahaha..! Keduanya kompak terkekeh meledek Jojo. Sedangkan Kara, ia kembali menghampiri Jojo.


"Apa bayi besar ku sedang cemburu?" Godanya dengan nada lembut. Seketika wajah Jojo bersemu merah.


"Sudah begitu lama.. kelinci kecil tidak pernah lagi memanggil ku dengan sebutan ini!" Gumamnya dalam hati.


Melihatnya melamun, membuat Kara lagi-lagi berniat menggodanya.


"Kamu beneran marah?" Ucapnya pura-pura marah. Jojo yang tidak ingin memperpanjangnya langsung meraih tangannya.


"Cium aku!" Pintanya manja. "Hah? Kara mendongak mendengarnya.


"Apa kamu tidak mencintai ku lagi? Aku tahu! Apa kamu sudah berpaling pada mantan pengkhianat mu itu?" Kesalnya, sudah memalingkan wajahnya.


"Aishhh! Kara langsung mencubit kedua pipinya.


"Bukan begitu! Tapi, kak David dan kak Zack ada disini. Apa kamu tidak malu?" Bisiknya, tak ingin pembicaraannya didengar oleh kakaknya dan juga Zack.


"Aku tidak peduli!" Sahut Jojo santai. Ia kembali menarik tangan Kara dan segera mencium pipinya. "Cup! Kini, wajah muramnya sudah berubah menjadi senyuman mengembang.


"Kamu?" Gerutu Kara. Jojo sama sekali tidak mengindahkan perkataannya. Tanpa rasa malu, ia memeluk tubuh Kara dihadapan kedua sahabatnya. Zack yang merasa terintimidasi melihat adegan dihadapannya, langsung memicingkan matanya sebelah.


"Makin hari.. Jojo memang semakin tidak tahu malu!" Gerutunya pelan. David dan Zack saling bertukar pandang.


"Tidak bisa menghargai perasaan orang lain!" Lanjut David seraya menggelengkan kepala.


"Semangat pejuang hati!" Sahut Zack lagi. Ia segera menarik tangan David menuju keluar ruangan, tidak ingin mengganggu pasangan kekasih itu.


Sementara Jojo, ia langsung mencium Kara dengan buas. Karna memang sudah begitu lama, ia menahan dirinya. Mereka berciuman cukup lama.


Beberapa saat kemudian, Kara tiba-tiba menggigit bibir bagian bawah Jojo, berusaha terlepas dari pagutannya. Karna ia sudah hampir kehilangan nafas.


"Kamu.. binatang buas!" Gerutunya, masih dengan nafas ngos-ngosan. Jojo hanya tersenyum mendengar omelannya. Ia lalu membawa Kara kedalam dekapannya.


TBC


Halo para readers setiaku😊


Jangan lupa kasih jempol, komentar dan votenya say😍 Biar author makin semangat heheh


Follow juga authornya:)

__ADS_1


I lovyu all😘


__ADS_2