My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 67: Lelaki pengganggu


__ADS_3

"Di Alma Star Hotel"


Jojo yang baru saja tiba segera menghampiri ayahnya yang tengah duduk di sofa ruang keluarga.


Ia lalu mendudukkan tubuhnya disana. "Fyuh! Terdengar suara nafas beratnya.


"Ada apa?" Tanya Tuan Alfred sedikit menyerngit. Namun Jojo hanya membalasnya dengan gelengan kepala.


"Ayah kapan kembali?" Tanyanya balik.


"Ayah juga baru datang! Hanya berselang beberapa menit saja darimu!" Sahutnya seraya meletakkan cangkir kopinya diatas meja.


"Oh!" Sahut Jojo singkat.


Keduanya kembali terdiam. Sesaat kemudian, Jojo kembali menoleh kearah ayahnya.


"Apa yang ayah lakukan dalam dua hari yang lalu?" Tanyanya penuh selidik.


"Hah? Tuan Alfred kembali tersadar karna ucapannya. Ia menutup wajahnya sekejap lalu mengusapnya kembali.


"Aku mencari informasi tentang kematian ibumu!" Ucapnya pelan.


"Emm? Lalu,.. bagaimana hasilnya?" Tanya Jojo merasa khawatir. Ia khawatir, bahwa dengan kekuatan ayahnya sekalipun, tetap tidak akan bisa menemukan kebenarannya. Tuan Alfred kembali menoleh kearahnya, lalu menepuk lembut pundaknya.


"Kamu tenang saja! Mereka tidak akan bisa lari kali ini! Tidak seorangpun dari mereka yang bisa lepas dari tanganku!" Jelasnya. Ia sudah menggeram hingga menaikkan satu sudut alisnya.


"Aku mengerti! Tapi.. siapa dalang dibalik itu semua?" Tanyanya semakin penasaran.


"Emm.. untuk masalah ini, kamu akan tahu nanti! Tapi.. aku butuh bantuan mu!" Ucapnya seraya tersenyum tipis.


"Hah? Baiklah kalau begitu!" Sahut Jojo pasrah. Lalu ia kembali menyerngitkan dahinya.


"Bantuan apa yang diinginkan oleh ayah? Bukankah dia punya segalanya?" Gumamnya penasaran.


"Kamu memang anakku!" Timpal Tuan Alfred merasa bangga.


"Jadi, bantuan apa yang ayah inginkan dariku?" Jojo kembali bertanya untuk memastikan. Entah rencana apa yang akan ayahnya lakukan sekarang, ia tidak tahu sama sekali.


"Emm,.. aku tidak bisa memberitahumu sekarang! Tapi, kita harus kembali secepatnya!" Sahut Tuan Alfred dengan tenang.


"Lagi? Sepertinya, aku akan dipenuhi dengan rasa penasaran mulai saat ini! Membuat ku tidak tenang saja!" Ucapnya sedikit kesal.


Bersamaan dengan itu, mereka kembali saling menatap. Tentu saja hal itu membuat keduanya tertawa lepas. "Hahahaha..." Mereka tertawa seolah tidak mempedulikan apapun. Pasangan ayah anak ini, siapa yang akan tahu jika mereka melalui masa sulit selama 20 tahun terakhir, melihat keakraban keduanya saat ini. Mereka tidak tampak baru saja saling bertemu satu sama lain.


Sementara itu..


"Di Negara K"


Setelah melalui penerbangan yang cukup lama, kini Kara telah tiba di negara Korea. Kara segera berlalu pergi menuju ke apartemennya, didampingi oleh tangan kanan Jojo yang selama ini menjaga keamanan gadisnya itu. Sebelumnya, ia telah tiba lebih awal untuk menjemput tunangan bosnya itu. Sedangkan Mi-Rea, ia pulang kerumahnya.


Sepanjang perjalanan, ia hanya memejamkan matanya karna sudah merasa lelah dan ngantuk. Beberapa saat kemudian, mobil berhenti tepat didepan pintu masuk hotel tempat tinggal si gadis cantik.


"Nona.. kita telah sampai!" Sahut Glen dengan penuh hati-hati. Ia takut membuat Kara merasa terganggu dan marah.

__ADS_1


"Ehh? Sudah sampai? Baiklah!" Sahut Kara dengan nada pelan. Ia lalu keluar, setelah Glen membukakan pintu untuknya. Glen hendak membantunya membawa kopernya naik keatas, namun dilarang olehnya.


"Emm? Tidak perlu! Biar aku saja. Lagipula, ini tidaklah banyak!" Ucapnya seraya mengibaskan tangannya. Ia tidak ingin terlalu merepotkan Glen. Lagipula, aku sudah terbiasa bergantung pada diriku sendiri selama ini, pikirnya. Kedatangan Glen, hanya membuatnya seolah harus kembali memulai kehidupan baru lagi, seperti saat pertama kali ia kesana. Lebih tepatnya, beradaptasi dengan orang baru lagi.


"Tapi nona..." belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Kara langsung memotongnya.


"Tidak apa-apa! Kamu kembalilah! Tidak perlu khawatir!" Sahutnya seraya tersenyum tipis.


"Ba, baiklah nona! Kalau begitu.. aku akan kembali!" Ucapnya mengiyakan. Ia bisa apa jika Kara sudah berkata demikian. Meski ada sedikit keraguan dihatinya, namun ia juga tidak boleh membiarkan Kara sampai merasa terganggu dengan kehadiran nya.


Tanpa menunggu waktu lama, Glen segera melajukan mobilnya, karna Kara masih disana berdiri menatapnya. Setelah bayangan mobil menghilang dari pandangannya, Kara berniat untuk segera masuk dan langsung beristirahat saja. Namun, langkahnya terhenti, menyadari kehadiran sosok seorang pria yang tampak pernah ia jumpai sebelumnya.


"Kita bertemu lagi, gadis cantikku!" Sapa pria itu yang tak lain adalah Zeremy. Pria yang pernah mengancamnya sebelumnya, sekaligus mantan sahabat baik Jojo.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?" Ketus Kara seraya menoleh ke kanan dan kiri, berusaha menemukan jawabannya sendiri.


"Hahaha.." Pria itu malah menertawakan dirinya.


"Kamu menertawakan ku?" Tanya Kara lagi sambil menunjuk ke wajahnya.


"Apa otaknya bermasalah kali ya?" Batinnya.


Ia mengedikkan bahunya sendiri, seolah tidak mau tahu maksud Zeremy yang sebenarnya.


"Lebih baik aku pergi saja, atau aku akan terkena virus mentalnya nanti!" Batinnya merasa geli.


Saat ia melangkahkan kakinya, Zeremy kembali menahan tangannya. Tentu saja hal itu membuat Kara marah sejadi-jadinya.


"Kamu? Lepaskan!" Geramnya, sambil berusaha menepis tangan pria itu. Namun, Zeremy semakin mempererat genggamannya. Itulah yang membuat dirinya tertarik dengan Kara. Sikapnya yang pemarah dan dingin, membuat Zeremy semakin penasaran dan tidak ingin berpaling menjauhinya. Sebelumnya, ia tidak pernah dekat dengan gadis manapun selain Kara baru-baru ini.


"Aku datang kemari untuk menemui mu! Tapi kamu? Siapa sangka, kamu malah memperlakukan ku begini? Kamu benar-benar wanita yang tidak punya hati!" Gerutunya tanpa henti.


"Heh! Aku memang wanita yang tidak punya hati. Tapi aku tidak peduli akan hal itu. Lagipula.. aku tidak meminta mu untuk datang menemui ku! Dan satu hal yang harus kamu ingat. Dengarkan aku baik-baik! AKU TIDAK MENGENAL ANDA! MENGERTI?" Ucapnya dengan nada menekankan, dan sudah merapatkan giginya. Kara memang tidak suka dengan orang-orang seperti Zeremy. Ia ingat betul ketika Zeremy menindas dirinya, membuatnya semakin jijik bahkan untuk melihat wajahnya saja sudah muak.


"Benar-benar orang kaya yang sombong!" Batinnya.


Tiba-tiba Zeremy tersenyum licik, membuat Kara merasa keheranan. Entah apalagi yang dipikirkan oleh pria aneh ini, hingga membuatnya menggila seperti sekarang.


"Aku akan melepaskan mu. Tapi..." Ia menggantung ucapannya. Lagi-lagi senyuman bahagia lolos terlukis indah diwajah tampannya.


"Tapi apa?" Tanya Kara to the point. Ia tidak ingin lama-lama bersentuhan dengan pria aneh ini.


"Kamu harus mencium ku!" Sahut Zeremy merasa bangga.


"Hah? Apa?" Kara sontak kaget mendengarnya. Mulutnya menganga terbuka lebar.


"Kamu tidak mau? Baiklah! Kita akan berdiri disini hingga pagi. Agar orang-orang melihat kita! Aku tidak tahu berita hangat apa yang akan tersebar luas besok pagi. Mungkin.. Kara, sang artist cantik legendaris berpacaran secara terbuka didepan hotel? Wah! Ini benar-benar menakjubkan!" Ucapnya dengan tenang, namun sedikit ditekankan. Hal itu membuat Kara ingin sekali mencabik-cabik wajahnya.


"B******n ini! Beraninya dia mengancamku lagi? Aku pasti tidak akan mewujudkan niatmu! Cih!" Gerutunya dalam hati.


Namun, bukan Kara namanya jika ia tidak bisa berakting dengan hebat.


"Aku tidak mungkin bisa menjadi seorang artis legendaris tanpa bakat ku yang sebenarnya! Maka.. jangan salahkan aku!" Batinnya seraya tersenyum licik.

__ADS_1


Seketika Kara mengubah ekspresi wajahnya. Ia tersenyum tipis seraya menutup mulutnya. Zeremy sampai terheran melihatnya. Malahan, dirinyalah yang tersipu malu sekarang. "Deg..deg..deg! Jantungnya berdegup kencang tak karuan menatap wajah cantik Kara. Apalagi, saat Kara bersikap menggemaskan dihadapannya.


"Dia benar-benar cantik!" Gumamnya dalam hati.


Kemudian Zeremy menelan salivanya. "Glek! Ia masih tak berhenti menatap takjub wanita dihadapannya. Disela-sela lamunannya, Kara menyadarkannya dengan jentikan jari mungilnya. "Ctik!


"Hah? Zeremy terkaget mendengarnya. Sementara Kara, ia sudah tertawa bahagia dalam hati.


"Haha.. sudah masuk perangkap ternyata!" Batinnya senang.


"Itu, itu.. aku akan mencium mu, tapi.." Kara lagi-lagi menunjukkan wajah menggemaskannya. Hal itu membuat Zeremy semakin percaya bahwa Kara juga menyukainya. Ia hanya bersikap jual mahal saja, pikirnya.


"Aku tidak peduli dengan syaratnya! Katakan saja!" Ucapnya tak sabaran.


"Baiklah! Kamu harus menutup mata mu dulu!" Pintanya dengan nada manja.


"Nanti kamu.." belum sempat Zeremy menyelesaikan kalimatnya, Kara langsung memotongnya.


"Itu.. bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya bagiku!" Ucapnya berusaha meyakinkannya.


"Baiklah!" Zeremy langsung menutup matanya. Bagaimanapun, ini juga pertama kalinya bagiku, pikirnya. Tanpa sadar, ia sudah melepaskan genggaman tangannya dari lengan Kara dan sudah memonyongkan bibirnya kedepan. Kara sampai tertawa dibuatnya. "Puffttt! Ia merasa geli melihatnya. Namun, Kara segera melakukan aksinya. Tidak ingin berlama-lama lagi, atau si lelaki pengganggu dihadapannya akan menyadari kelakuannya.


Ia segera membuka kedua hillsnya dengan cepat, dan mengarahkannya ke wajah Zeremy.


"Beraninya kamu memintaku untuk mencium mu, dasar lelaki pengganggu! Kamu dengarkan aku baik-baik! Aku hanya akan mencium kekasih ku saja! Tidak denganmu!" Ucapnya sedikit berteriak. Ia lalu melemparkan sepatunya kedada bidang Zeremy.


"Rasakan ini!" Lanjutnya lagi dan segera berlari seraya menarik-narik kopernya.


Sontak Zeremy membuka matanya. Ia terbelalak melihat Kara sudah berlari menjauh tanpa mengenakan sepatunya. Kara kembali menoleh sekilas kebelakang.


"Dasar lelaki pengganggu! Kelak, kamu tidak akan bisa lagi menindas ku!" Teriaknya sambil menggoyangkan ponselnya.


"Hah? Dia membohongiku?" Ucapnya pelan. Ia lalu mengambil hils Kara yang terletak ditanah.


"Bahkan.. sampai melepas sepatunya?" Lanjutnya lagi. Kemudian, ia mendengus aroma hils ditangannya.


"Aroma sepatu mu saja bisa sewangi ini!" Ia kembali tersenyum bahagia. Tiba-tiba, senyumannya menghilang dan sudah menyerngitkan dahinya.


"Apa? Apa maksud ponsel itu? Apa dia mengambil gambar.. atau bahkan video tentang ku?" Ia berbicara sendiri, dan berusaha keras untuk mencari jawabannya. Seketika ia menghentakkan kakinya ketanah seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


"S**t! Aku benar-benar bodoh! Wanita ini memang tidak mudah!" Ucapnya mengutuki dirinya sendiri. Biasanya, dirinya selalu dikelilingi oleh para wanita cantik bahkan bermimpi untuk bisa tidur dengannya. Namun Kara, Kara seoranglah orang pertama yang berani menolaknya. Bahkan melemparnya dengan sepatunya.


"Tidak peduli betapa sulitnya itu.. aku pastikan, kalau aku Zeremy Shii pasti akan mendapatkan mu. Tidak ada satupun yang tidak bisa kudapatkan! Termasuk kamu! Tunggu aku, sayang!" Ucapnya penuh percaya diri. Ia menoleh sekilas kearah kamar-kamar hotel. Kemudian, ia masuk kedalam mobil mewahnya dan segera berlalu pergi dari sana. Entah dia akan kembali mengganggu Kara seperti biasanya, namun untuk saat ini, Kara sudah memiliki sesuatu yang menurutnya bisa mengancam pria ini. Mempan atau tidaknya, dicoba saja dulu.


Siapakah dalang dibalik kecelakaan Nyonya Magdalena yang sebenarnya? Dan bagaimana Kara akan menghadapi si pria pengganggu ini kedepannya? Silahkan beri komentar kalian guys..😍


Maaf lama upπŸ™


Dikarenakan kesehatan author akhir-akhir ini memburuk guys..


Mohon maklumannya say🌝


Jangan lupakan aku:)

__ADS_1


Tetap dimari, ok?


I lovyu allπŸ˜πŸ’‹


__ADS_2