
Negara K
Pagi hari setelah Kara bangun, dia bersiap-siap untuk pergi berolahraga. Hanya mengelilingi pekarangan sekitarnya saja, walaupun sudah dilarang oleh bodyguardnya itu atas perintah tuannya.
"Non, nanti tuan marah! Sebaiknya, non didalam saja... atau perlu saya antarkan kepelatihan fitness?" sahutnya.
"Bapak tenang aja. Asal bapak tidak memberitahu kakakku... semuanya pasti akan baik-baik aja kok, ok? Hanya sekitaran sini kok pak! Please....? Lagipula aku gak mau pak, kepelatihan fitness.. karna biaya disana pasti mahal. Aku gak punya uang. Kak David juga pasti lelah, belum lagi menghidupi aku, hidupnya pasti memprihatinkan!" ucapnya lirih dengan ekspresi wajah menyedihkan.
Bodyguardnya itu pun merasa iba dan kasihan melihat Kara.
"Non Kara memang pintar membujuk seperti ratu drama saja batin Lian.
"Baiklah, non! Tapi saya akan mengawasi nona dari kejauhan, ucap Lian.
"Oke, sahut Kara senang.
Dia sudah berjalan keluar sesekali berlari kecil sembari memperhatikan lingkungan sekitar. Setelah berlari cukup jauh, dia berhenti disuatu taman dan duduk dikursi yang tak jauh dari sana untuk beristirahat.
Sesekali dia mengambil potret dirinya sendiri.
"Hemmm.. aku kirim ke kak David akh! batinnya.
Kemudian, dia memilih beberapa potret dirinya, dengan wajah menggemaskannya.
"Kak David pasti senang, hihihi ucapnya terkekeh.
Kemudian, dia kembali ke apartemen dengan kegirangan.
Sementara, di tanah air
David yang asyik mengobrol dengan Jojo, tiba-tiba berhenti. Dia mengambil benda pipih miliknya dari sakunya.
Dia tersenyum setelah melihat pesan dari adiknya.
"Kak, lihat! Hari ini adikmu jalan-jalan ke lingkungan sekitar apartemen! Kakak jangan marah ya😊😊.. Kara cuma bentar doang kok! Kara bosan dirumah terus! Kara janji bakal jaga diri baik-baik✌️Aku merindukan mu kakak ku tersayang😘"
Kemudian, David membalasnya.
"Iya, gapapa! Jaga dirimu baik-baik! Kakak juga merindukan adik manis ku😘🥰
Dia memandangi satu persatu foto adiknya itu, yang terlihat sama persis seperti ibunya.
Jojo yang melihat itu pun merasa heran dengan tingkah David.
"Apa David terharu dengan pertunjukan hari ini..? Atau dia punya gebetan..? Tapi jangan pamer juga kali" batinnya.
"Lo kenapa sih vid? Lo gak lagi jatuh cinta kan? tanyanya penuh selidik.
David terkekeh mendengarnya.
"Apaan sih Jo.. Ini pesan dari adik kesayangan gue tau.. Kara ngirimin fotonya ke gue dan itu menggemaskan dan lucu banget. Gue makin rindu deh! ucapnya bahagia.
__ADS_1
"Coba gue lihat! Jojo hendak merebut ponsel nya, tapi dilarang oleh David. Dia langsung merebutnya kembali.
"Jangan dilihat! Nanti lo jatuh cinta lagi hahaha.. ucapnya terkekeh.
" Dan asal lo tau ya Jo, gua gak bakalan mau ngasih Kara ke cowok psikopat kayak lo ini! Kara harus bahagia dengan orang yang baik dan tepat.. sambungnya lagi.
Jojo yang mendengarnya merasa kesal.
"Cih! Dasar pelit lu vid.. mau ngeliat foto doang juga gak bisa! Heh, nanti gue nikahin tu Kara biar lo depresi sekalian hahaha! ucapnya terkekeh.
David langsung menjitak kepalanya.
"Awww... sakit David" ucapnya kesal.
"Jangan mimpi Jo! Walaupun lo itu sahabat gue.. tapi gue gak akan relain Kara untuk cowok psikopat kek lo ini" ejeknya.
"Gue juga gak mau kali manggil lo abang ipar, hahaha" balasnya mengejek.
Ya. Mereka berdebat hanya karna masalah sepele itu, tapi membuat keduanya semakin lebih akrab.
Di negara K
Setelah Kara kembali ke apartemen, dia segera membersihkan diri. Kemudian, ia membersihkan serta merapikan apartemennya dan memasak sarapan untuknya sendiri. Begitulah keseharian Kara setiap harinya. Dia tinggal sendirian dan harus memulai hidup mandiri.
Siang ini, dia tampak bosan meski sudah bolak-balik menggeser layar ponselnya. Dia berpindah dari rebahannya menuju ruang tamu. Dia menyalakan televisi, berselang 15 menit dia kembali mematikannya. Dia tetap merasa jenuh.
Kemudian, dia teringat kembali dengan kejadian tadi pagi. Sepasang suami-istri sedang bercanda gurau ditanam tempat dia beristirahat di sana. Bukannya dia cemburu, tetapi dia tertarik dengan bahasa mereka.
Kemudian, dia kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya dari atas nakas samping tempat tidurnya.
Dia mulai sibuk dengan ponselnya. Dia membuka aplikasi google translate, dan mulai belajar bahasa Korea.
"Mending aku sibuk dengan ini aja... biar gak bosen juga! Supaya aku juga bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar ku ucapnya pelan.
Tak terasa matahari telah terbenam, dan langit telah menampakkan keindahannya. Bintang-bintang yang indah menyinari suasana malam yang kelam.
Sang empunya kamar baru tersadar dari aktivitasnya.
"Udah malam ternyata! pikirnya sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku karna lelah. Kemudian, bergegas membersihkan dirinya. Seperti hari-hari sebelumnya, dia akan masak malam untuknya sendiri. Bahan-bahan masaknya telah dibeli oleh asistennya pagi tadi.
Tidak lupa ia kembali menelepon sang kakak tercintanya, sebelum pergi ketempat tidur.
Dalam sekali panggilan, kakaknya langsung menerimanya.
"Halo, adikku! sahutnya dari seberang.
"Kak.. gimana kabar kakak? kakak sibuk nggak? tanyanya balik.
"Kakak baik-baik aja sayang! Kamu gimana disana?"
"Kara baik kok, kak! Oh iya.. kakak masih bekerja ya? balasnya.
__ADS_1
" Ehh.. iya! Sekarang kakak bekerja di salah satu perusahaan Jojo. Jojo anak tante Lena dulu loh.. sahutnya.
Kara kembali mengingat masa kecilnya bersama David dan Jojo. Dia tersipu malu, kala mengingat tingkahnya dulu mengejar-ngejar Jojo si es balok.
"Kak.. udah dulu ya, kara ngantuk mau bobo dulu sahutnya cepat. Dia tidak ingin memperpanjang pembicaraannya dengan kakaknya, yang ada kakaknya akan mengejeknya nanti tentang masa kecil mereka dahulu.
"Oh yaudah! Kakak juga mau lanjut kerja dulu"
"Selamat bekerja, kak! Bye-bye.."
Dia langsung beranjak ketempat tidur. Tidak memperpanjang ingatannya tentang masa kanak-kanaknya.
Satu bulan kemudian
Sebulan telah berlalu, keseharian Kara dilaluinya seperti sebelumnya, tinggal sendirian dan melakukan aktivitasnya seperti biasa. Dan sedikit demi sedikit dia sudah mengetahui bahasa yang dipelajarinya selama sebulan ini.
Hari ini dia akan pergi keluar untuk belanja di swalayan terdekat. Dan dipantau oleh bodyguardnya. Dia mengenakan rok selutut berwarna hitam dipadu dengan baju kaos berwarna oranye dan mengenakan sepatu sport berwarna putih. Dia menggerai rambut panjangnya. Tampak cantik, meskipun memakai pakaian sederhana.
Ia pergi ke swalayan diseberang tempat tinggalnya. Dan membeli barang-barang yang diperlukannya.
Saat dia hendak keluar, tiba-tiba.. braakk!
seorang pria tampak seumuran dengannya tidak sengaja menabraknya. Barang belanjaannya jatuh berantakan.
"Aduh.. gimana nih" ucap Kara sedikit kesal.
Dia memunguti belanjaannya yang sudah berantakan itu.
Bodyguardnya ingin menghampiri dan membantunya, tapi Kara menolak. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian, yang akan membuatnya tidak merasa nyaman.
Pri tadi menghampirinya dan membantunya mengemasi belanjaan Kara. Lalu menyodorkannya kembali kepada si empunya belanjaan itu, sambil berkata..
"Maaf, nona! Saya tidak sengaja"(dalam bahasa Korea)
Kara yang sudah mulai mengerti bahasa Korea itupun langsung membalasnya.
"Ya, tidak apa-apa! Lain kali berhati-hatilah" (dalam bahasa Korea)
Lalu dia beranjak pergi dari sana, dan masih ditatap oleh si pria hingga punggungnya menghilang.
"Huh, Aku sungguh sial hari ini! Ahh.. tapi kelihatannya gadis yang baru kutabrak tadi bukan orang sini! Tapi dia terlihat cantik" ucapnya sembari tersenyum... dia mengagumi kecantikan Kara.
Kara yang sudah tiba di apartemen miliknya, masih merasa kesal. Belanjaannya berantakan.
"Untung gak beneran ancur! Kalau enggak.. gue bakalan nuntut pria ceroboh itu! Menyebalkan! ucapnya masih dengan kekesalannya.
Dia merapikan belanjaannya, dan kembali membuka aplikasi belajar bahasa Korea yang telah lama dipelajarinya.
"Aku harus bisa! Bosan juga dirumah terus... Lebih baik aku mencari pekerjaan saja! Lagian.. mau kuliah juga aku gak punya uang, huh! Iya, aku harus bekerja! Mau kerja apapun juga boleh.. yang penting halal! Dengan percaya diri dia meyakinkan dirinya. Dia tidak ingin menjadi benalu untuk kakaknya selamanya, yang hanya mengandalkan uang dari kakaknya, dia juga ingin mendapatkan uang sendiri dan bisa menghidupi diri sendiri tanpa merepotkan sang kakak.
TBC
__ADS_1