
Pria paruh baya itu terkejut mendengar nama istrinya disebut. Seumur-umur ini adalah kabar paling bahagia yang pernah ia dengar. Disela-sela tangisnya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat putranya yang sudah lama ia rindukan, tengah berdiri dihadapannya. Ia melangkahkan kakinya menuju ke arah Jojo, lalu diusapnya wajah tampan pria gagah itu.
"Chris...! Kamu adalah Chris, Chris putraku!" Teriaknya dan langsung memeluk Jojo dengan erat. David dan Zack menganga tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Sementara Jojo, ia masih terdiam terpaku berusaha mencerna perkataan pria yang sedang memeluknya.
"A, ap, apa?" Ucapnya tidak percaya. Tentu saja ia tidak percaya. Karna yang dia tahu, ayahnya adalah Mike William.
"Aku adalah ayahmu, nak! Aku ayahmu!" Ia meraba setiap inci wajah tampan Jojo.
"Dan William.. dia adalah b******n yang telah merebut kalian dari sisiku! Aku tidak akan melepaskan mereka!" Geramnya. Tangannya sudah terkepal kuat. Rahangnya mengeras, dan matanya memerah. Ia terlihat sama persis dengan Jojo. Meski wajahnya sudah berkerut, namun masih menunjukkan aura ketampanannya.
"Aku tidak mengerti!" Sahut Jojo pelan. Ia terduduk sembarang di kursi. Lalu, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil menggelengkan kepala.
"Aaahhhhhh...!" Teriaknya sudah terisak.
"Ternyata aku sangat bodoh! Kenapa aku mempercayai pria b******k itu? Ternyata, selama ini.. aku telah hidup dibawah bayang-bayang mereka! Mengapa?" Teriaknya lagi. Pria paruh baya itu kembali memeluknya, lalu menepuk-nepuk punggung putranya itu.
"Ini bukan salahmu. Ini salahku! Aku bukan ayah dan suami yang baik untuk kalian. Maafkan aku, nak!" Ucapnya lirih.
"Flashback off"
Dua puluh tahun yang lalu...
Tuan Alfred beserta istrinya, Magdalena, tinggal di negara Korea. Mereka hidup begitu bahagia di sana. Satu tahun kemudian, istrinya melahirkan seorang putra yang sangat imut dan tampan. Mereka menamainya Christian Jonathan. Mereka biasa memanggilnya dengan sebutan Chris. Berselang beberapa bulan, Tuan Alfred melakukan perjalanan bisnis ke negara L. Sebelum ia pergi, ia tak henti-hentinya mencium kedua kesayangannya itu, yakni putra dan istrinya.
"Sayang, besok aku akan berangkat ke negara L. Ada hal penting yang harus ku urus di sana. Kamu tenang aja, aku pasti akan segera kembali untukmu, dan putra kita." Sahutnya sembari mencium kening istrinya itu. Nyonya Lena yang sedang menyusui putranya itupun terkejut. Ada sebersik rasa kecewa dihatinya. Ia baru saja melahirkan, namun harus ditinggal pergi oleh sang suami.
"Emm, baiklah!" Ucapnya pelan. Melihat ekspresi wajahnya, membuat suaminya begitu tidak tega. Lalu, ia memeluk istri dan putranya, Jojo.
"Kalau kamu tidak setuju, aku tidak akan pergi. Aku tidak mau membuatmu bersedih!" Ucapnya penuh arti. Pria ini memang begitu mencintai istrinya. Mereka telah berpacaran selama 7 tahun lamanya, membuat banyak orang iri melihatnya. Apalagi sekarang mereka telah dikaruniai seorang putra. Benar-benar melengkapi kebahagiaan keduanya.
"Kamu, pergilah! Aku tidak apa-apa. Tapi, kamu harus berjanji. Berjanjilah untuk kembali secepatnya kepadaku, dan anak kita." Ucapnya, lalu membalas pelukan suaminya itu.
"Terimakasih istriku! Aku berjanji akan segera kembali. Aku mencintaimu!" Ucapnya lembut sambil mengusap pucuk kepalanya. Sesekali ia menciumnya.
"Aku juga mencintaimu!"
...****************...
Keesokan harinya...
Setelah selesai sarapan, Nyonya Magdalena menghantarkan suaminya sampai kedepan rumah.
"Cepatlah kembali! Kami akan menunggumu!" Sahutnya sambil merapikan kerah baju suaminya. Tuan Alfred langsung merangkul pinggangnya.
"Aku akan segera kembali!" Sahutnya pelan. Lalu, ia merogoh sesuatu dari kantong celananya. Ia mengambil 3 buah kalung berlian yang sangat indah. Tampak nama mereka terukir indah dikalung tersebut. Kalung tersebut adalah buatan spesial dari seorang desainer terkenal di Prancis, yang tak lain adalah adik perempuannya sendiri. Ia segera memakaikannya ke leher sang istri juga anaknya.
"Sangat indah. Jika kamu merindukan ku, lihatlah kalung ini!" Sahut tuan Alfred pelan, lalu mengecup wajah keduanya.
"Ayah akan segera kembali, manisku!" Ucapnya lagi sambil membelai wajah mungil Jojo. Sebelum ia pergi, ia sempat mengambil potret mereka bertiga. "Cekrek.. cekrek.. cekrek! Ia tersenyum lebar melihatnya.
"Aku pasti merindukan kalian!" Ucapnya penuh arti. Mereka kembali berpelukan. Beberapa saat kemudian, Tuan Alfred melepas pelukannya, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ke mobil. Ia melambaikan tangannya dan dibalas oleh istrinya sambil tersenyum tipis.
"Kami akan menunggumu, sayang!" Teriak Nyonya Magdalena. Dan dibalas anggukan oleh suaminya.
Kini mobil telah melaju menuju ke bandara. Dan Nyonya Magdalena beserta putranya kembali masuk kedalam rumah.
"Di dalam kamar"
Tampak Nyonya Magdalena sedang berbaring disamping bayinya. Seperti biasa, wanita cantik itu akan bernyanyi kecil untuk menidurkan bayinya didalam dekapannya. Semenjak kehadiran Jojo, ia sudah jarang pergi bekerja. Mengingat suaminya juga bekerja, jadi ia harus menjaganya dirumah dalam setahun kedepan sebelum Jojo bisa berjalan aktif. Setelah Jojo tertidur, barulah ia beranjak dari sana.
"Sayang.. ibu mandi dulu, ya? Jadilah anak yang baik, jangan cengeng, ok?" Ucapnya pelan, lalu mengecup kening bayinya.
Beberapa saat kemudian, wanita cantik itu telah selesai mandi. Lalu, ia berjalan menuju ke ruangan ganti pakaian untuk memakai bajunya. Berselang beberapa waktu, tiba-tiba terdengar suara Jojo sedang menangis begitu keras. Ini adalah pertama kalinya, bayinya menangis begitu histeris. Ia segera berlari menghampiri bayinya.
__ADS_1
"Ada apa, sayang?" Ucapnya khawatir. Ia segera membawanya ke dalam dekapannya sembari berusaha keras menenangkannya. Namun, Jojo tak henti-hentinya menangis. Tangisannya memenuhi seisi ruangan.
"Ibu disini, sayang. Ibu disini, okay? Jangan menangis, cup..cup..cup!" Ucapnya lembut berusaha menenangkannya.
"Kring..kring..kring! Terdengar suara ponselnya berbunyi. Ia segera mengambilnya lalu mengangkat nya tanpa melihat layar ponselnya dahulu.
"Halo!" Sahutnya pelan, masih menatap wajah bayinya.
"Halo! Benar, ini keluarga dari Alfred Rodriguez?" Tanya si penelpon.
"Hah? Mendengar nama suaminya disebut, ia segera beralih ke layar ponselnya untuk memastikan.
"Nomor tidak dikenal?" Batinnya.
Namun, ia tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Benar, saya istrinya. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Ucapnya penasaran.
"Suami anda mengalami kecelakaan. Dan mohon maaf sebelumnya, kami tidak bisa menyelamatkan nya." Sahut si penelpon.
"A, apa? Apa maksudmu? Tidak mungkin!" Ucapnya tidak percaya. Ia menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin!" Tanpa sadar, air matanya mengalir begitu deras. Hatinya remuk sejadi-jadinya dan tubuhnya terhuyung hampir jatuh ke lantai. Baru saja, ia memberangkatkan suaminya. Namun, dalam waktu sekejap harus menerima berita duka cita seperti ini.
"Dimana.. dimana suamiku sekarang?" Teriaknya. Tangisnya pecah seketika. Hiks..hiks..hiks! Namun, tak ada sahutan dari seberang. Ponsel terputus begitu saja.
"Halo..halo? Halo..?" Sahutnya lagi merasa frustasi.
Tanpa pikir panjang, ia mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar menuju ke mobil sambil menggendong bayinya. Para pelayannya mencoba bertanya dan menghentikannya, namun tidak dipedulikannya sama sekali.
"Nyonya, nyonya.. ada apa Nyonya? Anda mau kemana? Apa terjadi sesuatu? Biarkan kami mengantarmu, Nyonya!" Sahut mereka merasa khawatir. Lagi-lagi, wanita yang tampak frustasi itu hanya terdiam membisu.
Nyonya Magdalena melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bermaksud untuk pergi ke rumah sakit mencari keberadaan suaminya. Para bodyguardnya hendak mengejarnya, tapi mereka dihentikan oleh orang-orang tak dikenal, dan tampak membawa senjata-senjata api. Mereka sempat melakukan perlawanan, tapi mereka tewas ditembak mati oleh para pria b***t itu. Tak terkecuali pelayan wanita. Tidak ada yang tersisa satupun.
"Tolong, tetaplah baik-baik saja, suamiku! Aku tidak akan mempercayai pria itu. Itu tidak mungkin kan? Kamu tidak mungkin meninggalkan ku dan putramu. Benar. Kamu sudah berjanji!" Ucapnya frustasi sambil memukul-mukul setir mobilnya. Tiba-tiba, tangisan bayinya membuyarkan pikirannya.
"Tenanglah, sayang! Kita akan bertemu dengan ayahmu! Ayahmu baik-baik saja. Mengerti? Jadilah anak yang baik!" Ucapnya pelan. Saat ia menoleh kedepan, tiba-tiba...
"Brakk! Sebuah mobil menghimpit mereka.
"Aaaahhhhhhh!" Teriaknya, bersamaan dengan itu.. terdengar suara tangisan histeris seorang bayi yang tengah dipeluknya. Ia memeluk bayinya dengan sangat erat. Kepalanya terbentur keras, demi melindungi buah hatinya. Penglihatannya mulai kabur, banyak orang yang datang menghampiri mereka.
"Apa yang terjadi?"
"Mereka sungguh malang!"
"Kenapa mereka harus mengalami kejadian seperti ini?"
"Bayinya masih kecil!'
Banyak orang disekitar berhenti, melihat sepasang ibu dan anak baru saja mengalami kecelakaan.
Tak menunggu waktu lama, keduanya langsung dibawa ke rumah sakit oleh pihak yang berwajib.
12 jam kemudian...
"Di rumah sakit"
Nyonya Magdalena perlahan membuka matanya. Ia memperhatikan seisi ruangan. Dan matanya terhenti, melihat seorang pria tengah duduk disampingnya.
"Siapa kamu?" Teriaknya begitu keras, lalu menjauhkan tubuhnya dari pria itu.
"Kamu.. tidak mengenal ku?" Tanya pria itu balik. Dan hanya dibalas gelengan kepala olehnya. Pria itu tersenyum licik melihatnya.
__ADS_1
"Dia.. amnesia? Itu berarti..?" Ia menghentikan gumamannya saat mendengar teriakan wanita cantik itu lagi.
"Siapa? Siapa kamu?" Teriaknya lagi.
Seketika, pria itu mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat menyedihkan.
"Apa kamu tidak mengingat ku, sayang? Aku suami mu!" Ucapnya berbohong. Pria itu adalah Mike William.
"Apa? Suami?' Tanyanya tidak percaya. Tiba-tiba terdengar suara tangisan seorang bayi dari sampingnya. Ia tersenyum lebar, saat melihat bayi tersebut.
"Dia.. bayi ku?" Tanyanya senang, lalu segera memeluknya penuh kasih. Sementara itu, wajah Tuan William berubah menjadi kesal.
"Kenapa aku tidak menyingkirkan bayi ini tadi? Benar-benar menyusahkan! Harusnya sekarang aku sudah bahagia dengannya, tapi dia menjadi penghalang sekarang. Menyebalkan!" Gumamnya dalam hati.
Ia mengepalkan tangannya, seolah begitu membenci bayi tersebut.
"Dia sangat tampan!" Sahut Nyonya Magdalena lagi, merasa senang. Sedangkan Tuan William, ia hanya bisa tersenyum palsu. Tidak ingin membuatnya curiga.
"Benar. Dia bayi kita!" Ucapnya sambil tersenyum pahit.
"Beristirahatlah! Besok, kita akan kembali ke Indonesia!" Lanjutnya lagi.
"Kembali? Ke Indonesia?" Tanyanya lagi untuk memastikan.
"Benar! Kita harus pulang, sayang!" Ucapnya pelan. Tuan William hendak mengusap rambutnya, namun ditepis olehnya.
"Aku ingin beristirahat dengan bayi ku! Kamu keluarlah!" Sahutnya datar. Dan perkataannya barusan, berhasil menyakiti hati pria disampingnya.
"Aku tidak peduli, meskipun aku tidak bisa menyentuh mu! Asalkan kamu tinggal di sisiku, aku sudah bahagia!" Gumamnya dalam hati.
Kemudian, ia beranjak pergi keluar ruangan.
Keesokan harinya, mereka segera berangkat ke Indonesia. Jauh dilubuk hati wanita itu, ia merasa aneh. Tidak ada perasaan dekat sedikitpun antara dia dan pria yang mengaku sebagai suaminya saat ini. Malahan sebaliknya, ia tidak ingin meninggalkan negara itu.
Tiga hari kemudian...
Tuan Alfred kembali dari negara L. Ia tampak khawatir, karna istrinya tidak menghubunginya selama beberapa hari terakhir. Begitu juga dengan para bawahannya, tidak ada informasi yang ia dapatkan sama sekali. Itulah sebabnya, ia mempercepat kepulangannya. Ia berusaha untuk tetap berpikir positif, meski hatinya sangat kacau.
Setelah tiba di rumah, ia segera berlari kedalam, mencari keberadaan istri dan putranya. Langkahnya tiba-tiba berhenti, melihat semua pelayan dan bodyguardnya tergeletak sudah tak bernyawa dilantai. Tercium bau busuk menyelimuti seisi rumah.
"Apa, apa ini? Apa yang terjadi?" Teriaknya begitu keras.
"Saya, saya tidak tau Tuan!" Sahut Richard, asisten pribadinya.
"Dimana istri dan anakku?" Teriaknya lagi. Ia langsung berlari kesana-kemari mencari keberadaan dua orang kesayangannya, namun tak juga ditemukan. Ia mendudukkan tubuhnya di atas lantai, lalu menjambak-jambak rambutnya merasa frustasi.
"Tidakkkkk! Kalian dimana, sayang? Jangan membuat ku takut!" Ucapnya lirih. Pikirannya kosong dan bajunya sudah acak-acakan. Sementara Richard, ia tampak sibuk mencari tahu apa yang terjadi melalui CCTV, namun telah dirusak oleh para pelaku sebelumnya.
"Tuan, sepertinya.. ini sudah direncanakan sebelumnya. Dan orangnya pasti orang terdekat, Tuan!" Jelas Richard sambil mengepalkan tangannya. Ia sudah tahu siapa yang melakukannya, hanya dengan melihat motifnya saja.
Waktu ke waktu, hingga setahun telah berlalu, namun tak juga ada kabar dari istri dan putranya itu. Saat itulah, Tuan Alfred kembali ke negara asalnya, Prancis, untuk memperluas pencariannya.
TBC
Hai, para readersku yang tampan dan cantik😍
Jangan lupa like, comentnya say💗
Silahkan vote jika berkenan🙂
Follow author juga, ok💋?
Novel ini tidak akan berlanjut tanpa dukungan dari kalian!!
__ADS_1
Salam hangat dari author👋🤗😘