
Kemarin malam, kedua pasangan kekasih yang sedang kasmaran itu menghabiskan malam berdua. Meski demikian, Jojo bukanlah seorang pria b******n. Ia tetap menjaga kesucian Kara, walau mereka sudah bertunangan. Itulah janjinya diawal mereka menjalin hubungan.
Kini, mentari pagi kembali menyapa, memancarkan kehangatan nya. Namun, kedua insan pasangan kekasih itu belum juga membuka matanya, seolah masih terbawa kealam mimpi indah, yang tak kunjung habisnya. "Kring..kring..kring! Bunyi ponsel Kara berbunyi. Hal itu membangunkannya dari tidur nyenyak nya.
"Emmh! Ia menggeliat kesana-kemari, mencari keberadaan ponselnya. Jojo yang merasakan adanya pergerakan dari gadis disampingnya, perlahan membuka matanya dengan berat.
"Umm? Ada apa?" Ucapnya dengan suara khas bangun tidurnya.
"Ehh? Kamu sudah bangun?" Tanya Kara balik. Namun, ia masih meraba-raba area sekelilingnya.
Jojo menyerngitkan dahinya. Lalu, ia menoleh ke meja samping tempat tidur dan mengambil benda pipih tersebut. Karna memang terletak di sana.
"Ponselmu ada disini!" Ucapnya pelan seraya memberikannya kepada Kara.
Kara segera meraihnya dari tangan Jojo.
"Ahh..! Aku hampir saja lupa! Ternyata aku menaruhnya di sana." Timpalnya seraya tersenyum tipis. Ia memukul pelan jidatnya, menyadari dirinya yang sering pelupa.
Tanpa menunggu lagi, ia langsung mengangkatnya.
"Halo!" Ucapnya lembut.
"Halo, sayangku!" Sahut seorang pria dari seberang telpon. Hal itu membuat Jojo terkaget. Ia membulatkan matanya, meminta penjelasan Kara.
"Siapa pria itu? Apa kelinci ku selingkuh dariku? Bagus Kara! Kamu memang hebat! Bisa memancing amarahku!" Geramnya dalam hati.
Bukan hanya Jojo yang dibuat kaget oleh si penelpon itu. Tapi juga Kara. Ia tidak mengerti, mengapa ada orang pagi-pagi gini sudah mencari keributan, pikirnya.
"Fyuh! Ia membuang nafasnya dengan kasar.
"Mohon maaf sebelumnya! Tapi, sepertinya anda salah orang, Tuan!" Lanjutnya berbicara.
"Hah? Salah orang? Kamu Kara bukan?" Tanya si penelpon untuk memastikan.
"Benar! Tapi, saya tidak mengenal anda!" Sahut Kara dengan nada malas. Sementara Jojo, ia masih menatapnya tanpa berkedip sedikitpun. Membuat Kara semakin merasa canggung.
"Apa dia salah paham? Tidak mungkin! Dia hanya mempercayai ku!" Batinnya.
Kara tidak mengerti, bahwa lelaki disampingnya saat ini sedang dilanda oleh api kecemburuan yang membara.
"Aihkk! Kamu tidak mengingatku? Sayang sekali! Padahal aku selalu merindukan mu sayang!" Lanjut si penelpon. Jojo kembali membulatkan matanya.
"Apa? Beraninya dia merindukan tunangan ku? Benar-benar tidak tahu sopan santun!" Gerutunya dalam hati. Ia sudah merapatkan giginya, menunjukkan taringnya yang sudah siap memangsa si penelpon asing itu.
"Aku Zeremy! Pria yang kamu temani makan siang, saat itu!" Lanjutnya lagi.
"Apa?" Teriak Kara membulatkan matanya. Ia lalu menoleh ke samping, mendapati Jojo sudah menunjukkan tatapan dinginnya.
"Habislah! Dia pasti marah!" Batinnya khawatir.
Tanpa menunggu persetujuan dari Kara, Jojo langsung meraih ponsel tersebut dari genggamannya.
"Menjauhlah dari istriku! Atau.. kamu akan tahu akibatnya!" Ketusnya dan langsung mematikan ponselnya secara sepihak. Ia lalu melemparkan ponsel tersebut asal dan hendak beranjak pergi. Namun, Kara menahannya. Kara tampak tertunduk. Enggan untuk bertatapan dengan prianya itu.
__ADS_1
"Kamu.. marah?" Tanyanya penuh hati-hati.
"Menurutmu?" Ketus Jojo sudah mengepalkan tangannya. Ia masih bersikeras tak mau menoleh kearah Kara sedikit pun. Hatinya dipenuhi dengan api cemburu.
"Aku tidak.." Ucapan Kara terhenti. Ia takut semakin memperkeruh suasana hati Jojo. Namun berbanding terbalik dengan Jojo, ia malah merasa bersalah melihat gadisnya yang sudah menitikkan air mata.
"Fyuh! Ia membuang nafasnya perlahan dan mengusap wajah penuh amarahnya.
"Mengapa aku marah padanya? Lagipula.. aku belum tahu tentang kejelasannya. Dasar Jojo b******n! Beraninya kamu, membuatnya menangis? Dasar tidak berguna!" Umpatnya dalam hati. Ia mengutuki dirinya sendiri.
Seketika ia mendudukkan kembali tubuhnya di atas ranjang, dan membawa Kara kedalam dekapannya.
Ia mengusap-usap rambutnya dengan lembut.
"Maaf, sayang! Aku tidak bermaksud!" Ucapnya merasa bersalah. Kara hanya menggelengkan kepalanya, dan semakin mempererat pelukannya.
"Aku tidak akan mengulanginya! Aku berjanji!" Lanjut Jojo lagi.
"Aku takut kehilanganmu!" Sahut Kara pelan. Sebenarnya, ia menangis dikarenakan tidak ingin disalahpahami oleh Jojo. Apalagi sampai ditinggalkan olehnya.
Jojo melepas pelukannya dan memegang kedua pipi Kara, lalu menciumi setiap inci wajah cantiknya.
"Aku akan tetap di sisimu! Tidak pernah terpikirkan oleh ku untuk pergi!" Ucapnya lembut dan kembali memeluknya.
"Aku terpaksa melakukannya! Karna pria itu mengancam ku saat itu. Dan itu juga.. terjadi sebelum kita menjalin hubungan. Lagipula, aku tidak menyukainya. Benar!" Jelas Kara antusias. Jojo malah tertawa mendengar nya. Lalu ia menjitak kecil kepalanya.
"Dasar bodoh! Aku mempercayai mu!" Ucapnya apa adanya.
"Aku berjanji, Tuan Putri!" Sahutnya kembali tersenyum.
Beberapa saat kemudian, Jojo menoleh kearah jam yang terletak diatas meja samping tempat tidurnya. Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
"Ehh.. bukankah penerbanganmu jam 11? Bergegaslah! Atau kamu akan terlambat!" Sahut Jojo mengingatkan.
"Ehh? Kara hampir saja lupa, kalau hari ini dia akan kembali ke Korea.
"Baiklah aku akan bersiap-siap sekarang!" Ucapnya, sudah berlari kecil menuju ke kamar mandi. Jojo hanya terkekeh kecil melihat tingkahnya.
...****************...
Satu jam lamanya, kini keduanya telah berpakaian rapi. Dan tampak mengenakan pakaian yang senada. Kara mengenakan dress cassualnya berwarna hitam, menunjukkan aura cantik dan menawannya. Begitupula dengan Jojo, ia mengenakan pakaian cassualnya berwarna hitam juga. Ia tampak fresh dan cool. Keduanya memang pasangan yang serasi, membuat orang banyak iri akan hubungan asmaranya.
Tak menunggu waktu lama, mereka langsung bergegas menuju ke mobil. Kini, mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke Bandara. Di sana, mereka telah ditunggu oleh Mi-Rea. Sebelumnya, Mi-Rea dibantu oleh para bawahan Jojo untuk membereskan serta membawa ke Bandara semua barang-barang milik Kara. Jadi, tidak perlu repot-repot lagi untuk kembali ke kamar hotel yang ia pesan sebelumnya.
"Di Paris Charles de Gaulle Airport"
Setelah tiba, Kara dan juga Jojo segera beranjak menuju ke pintu masuk. Mi-Rea yang tak jauh dari tempat mereka berdiri, segera menghampirinya.
"Kara..." Ucapnya sedikit berteriak seraya melambaikan tangannya. Kara segera menoleh kearah suara tersebut.
"Mi-Rea.." Ucapnya senang. Kara menyambutnya dengan hangat. Ia lalu memeluknya sekilas.
"Ehh? Mi-Rea menjadi merasa canggung, mendapati tatapan datar Jojo. Kemudian, ia memberanikan diri untuk berbicara.
__ADS_1
"Itu.. Tuan! Maaf sebelumnya, saya memang tidak tahu, kalau saat itu.." belum selesai ia berbicara, Kara langsung memotong pembicaraan nya.
"Ahh.. haha" Kara tertawa, lalu mengibas-ngibaskan tangannya.
"Jangan khawatir! Dia tidak marah! Benarkan sayang?" Timpalnya sambil menyenggol lengan Jojo.
"Hah? Uhuk! Benar!" Sambung Jojo terpaksa. Ia terpaksa mengiyakan perkataan gadisnya itu barusan, meski tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Ahh? Baiklah!" Sahut Mi-Rea senang.
Berselang beberapa menit, terdengar suara petugas public information service yang mengumumkan penerbangan tujuan ke Korea akan segera berangkat. Kara yang menyadarinya, segera menghampiri Jojo, untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya.
"Baiklah! Aku akan pergi! Jaga dirimu baik-baik!" Sahutnya seraya mencium kedua pipi Jojo. Jojo tersenyum tipis membalasnya. Ia lalu membalas ciuman Kara. Satu inci pun tidak terlewat. Jojo berulang-ulang menciumnya, hingga membuat Kara sedikit geli.
"Ahhh... dasar bayi besar!" Celotehnya merasa geli.
"Ingatlah untuk saling memberi kabar! Aku pasti merindukan mu!" Timpal Jojo tersenyum tipis.
"Emm..! Aku akan segera kembali ke Indonesia. Tunggulah aku! Beberapa bulan lagi!" Sahut Kara kembali memeluknya.
"Emm! Keduanya berpelukan cukup lama. Kemudian Kara melepas pelukannya, tidak ingin ketinggalan pesawat karna ulah si bayi besarnya itu.
"Aku pergi!" Ucapnya seraya melambaikan tangannya dan dibalas lambaian balik oleh Jojo.
"Hati-hati dan jaga dirimu baik-baik!" Timpal Jojo. Ia menatap kepergian gadisnya itu, hingga bayangannya menghilang dari pandangannya.
Seketika ia kembali tersadar dan sudah menyerngitkan dahinya. Ia kembali teringat dengan nama pria yang menelpon Kara tadi pagi.
"Zeremy? Mungkinkah Zeremy Shii?" Gumamnya pelan. Namun ia menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin! Itu pasti bukan dia! Banyak orang yang memiliki nama serupa di dunia ini!" Lanjutnya lagi. Lalu ia melangkahkan kakinya menuju keluar. Ia akan segera kembali ke apartemennya. Ayahnya pasti sudah kembali dan menunggunya di sana.
Flashback off
Zeremy Shii adalah kakak laki-laki dari Leona Shii. Mereka merupakan keturunan China Indonesia. Tapi, keluarganya sudah lama menetap di Korea, karna kakeknya. Dan mereka adalah keluarga terkaya nomor 5 di Korea. Leona Shii sendiri adalah gadis yang tergila-gila dengan Jojo. Ia seumuran dengan Kara.
Dulunya, Zeremy adalah sahabat Jojo. Bahkan hubungan keduanya seperti kakak beradik. Mereka kuliah di negara yang sama, tepatnya di Inggris. Saat libur panjang, Zeremy mengajaknya pergi ke negara kakeknya, yaitu Korea. Saat itulah, saat pertama kali bertemu Jojo, Leona sudah menyukainya. Ia menaruh harapan besar terhadap Jojo. Dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia hanya akan menikahi Jojo dimasa depan. Tapi berbanding terbalik dengan Jojo, ia selalu menganggapnya sebagai adik perempuannya. Tidak lebih!
Leona tidak putus asa. Ia terus mengungkapkan perasaannya terhadap Jojo, berharap ada balasan darinya. Namun lagi-lagi Jojo menolaknya. Karna memang benar adanya, kalau Jojo tidak ada perasaan sedikitpun terhadapnya. Hingga Leona frustasi dan mencoba untuk bunuh diri. Nyawanya nyaris tak tertolong lagi. Untung saja, ia cepat dibawa ke rumah sakit. Jadi, ia masih bisa diselamatkan.
Mengetahui hal itu, Zeremy menjadi sangat marah. Ia lalu menggebuki Jojo saat itu. Lalu memutuskan hubungan persahabatan dengannya. Ia mengira kalau Jojo mempermainkan perasaan adik kesayangannya itu. Membuatnya tidak terima. Jojo ingin menjelaskan, namun tidak direspon sedikitpun olehnya.
"Bagaimanapun, aku lebih mempercayai adikku daripada dirimu!" Tegasnya. Ia meninggalkan Jojo yang sudah babak belur.
Sejak saat itu, hubungan keduanya benar-benar hancur. Mereka tidak saling menyapa lagi saat bertemu. Hingga waktu berlalu 3 tahun. Jojo baru kembali mendengar namanya pagi ini. Dan lagi, Zeremy menyukai gadis kesayangannya. Sedangkan Leona sendiri, masih benar-benar menyukai Jojo hingga saat ini.
Bagaimana Kara dan Jojo akan menghadapi kakak beradik itu? Tetap dimari say๐
Silahkan beri komentar kalian๐
Jangan lupa like and vote ya:)
I lovyu all๐๐
__ADS_1