My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 39: Demi ibu!


__ADS_3

Selama beberapa waktu terakhir, Jojo dan juga Kara menjalin hubungan jarak jauh. Meski demikian, tak membuat keduanya semakin menjauh. Rindu? Itu sudah pasti. Tapi tinggal menunggu 1 tahun lagi, masa kontrak Kara akan segera berakhir. So, dia akan kembali ke tanah air dan melanjutkan karirnya di sana.


"Di Tanah Air"


Jojo beserta kedua sahabatnya itu sudah duduk di ruangan pribadi milik Jojo. Selama ini, hanya mereka saja yang diberi ijin oleh Jojo untuk masuk. Terlebih keduanya adalah orang kepercayaan Jojo serta sahabat baiknya.


"Vid.. gimana? Apa kamu mau langsung mengakuisisi perusahaan mu itu kembali? Aku akan membantu mu, berapapun yang kamu butuhkan pasti ku penuhi! Selama ini.. jika bukan karena bantuan mu juga Zack, aku tidak mungkin bisa bertahan hingga kini. Jadi, jangan sungkan!" Jelasnya. Ia bangkit dari duduknya dan menatap keluar ruangan megahnya sembari menyeruput kopi miliknya.


Kemudian, kedua sahabatnya itu juga ikut serta bangkit dari duduknya dan berjalan menghampirinya.


"Aku tau, kamu bermaksud baik Jo! Tapi... kurasa sekarang bukanlah waktu yang tepat. Aku akan menunggu kepulangan adikku. Hanya menunggu satu tahun lagi, dia akan kembali ke sisi ku. Jadi, aku bisa menjaganya tanpa rasa khawatir lagi. Kalau aku bertindak sekarang.. aku khawatir adikku yang akan menjadi sasaran mereka. Aku tidak mau itu sampai terjadi. Apalagi.. masalah mu sekarang adalah yang terpenting. Urusan perusahaan keluarga ku, bisa kita kesampingkan dulu." Sahutnya sambil menepuk-nepuk punggung Jojo.


Jojo juga tidak bisa memaksa David sekarang.


" Jika dipikir-pikir lagi.. jauh lebih baik memusnahkan para bibit nyamuk itu dulu. Jadi, kedepannya mereka tidak lagi menjadi penghalang bagi ku. Heh, mari kita saksikan.. dasar, rubah tua" Gumamnya menyeringai dalam hati.


Jojo hanya tersenyum tipis. Lalu ia melanjutkan bicaranya.


"Baiklah, jika itu maumu. Aku juga tidak bisa memaksa mu, kan?" Ucapnya sambil tersenyum tipis.


"Jangan khawatir! Kita akan membantu mu" Sahut David dan juga Zack bersamaan.


Jojo hanya menganggukkan kepalanya. Ketiganya saling bertukar pikiran, sesekali mereka tertawa layaknya orang-orang yang mendapatkan rejeki nomplok.


Di rumah keluarga William.

__ADS_1


Sebelumnya, Jojo telah kembali ke rumah keluarga besar William. Tiba-tiba.. seorang gadis berparas cantik, memiliki tinggi badan ideal bak model-model papan atas lainnya, turun dari sebuah mobil mewah. Ia datang berkunjung ke rumah keluarga William. Siapa lagi kalau bukan Zaskia, seorang putri tunggal keluarga kaya.. yang akan dijodohkan dengan Jojo. Ia datang dengan mengenakan pakaian seksi andalannya. Dan tidak lupa, ia juga membawa beberapa barang-barang branded untuk menarik perhatian ayah serta ibu tiri Jojo.


"Hi.. Om, tante! Ini Zaskia bawain sedikit hadiah untuk kalian! Semoga kalian suka!" Ucapnya lembut, tapi matanya tertuju ke arah Jojo tanpa berkedip lalu ia tersenyum menggoda kearahnya.


"Wah.. dia tampan sekali! Gak sia-sia aku datang jauh-jauh dari kota C ke sini. Ternyata, aku dijodohkan dengan pria paling sempurna di dunia! Aku harus mendapatkannya! Ya, harus. Tidak seorangpun yang berani menolak ku selama ini. Dia pasti tergoda dengan kecantikan ku!" Batinnya bangga.


Dan benar saja memang ayah serta ibu tiri Jojo sangat menyukai Zaskia. Berbanding terbalik dengan Jojo, ia malah merasa jijik melihat wanita tersebut, yang konon katanya Zaskia menjadi primadona di kotanya dan membuat semua kalangan pria tergila-gila dengannya.


"Cih! Apanya yang primadona! Tergila-gila? Mata sebelah mana yang mereka pakai untuk melihat gadis genit sepertinya? Aku rasa.. dia lebih cocok menjadi wanita penghibur. Lihat saja pakaiannya.. menjijikkan!" Gerutunya dalam hati.


Dan tiba-tiba saja Zaskia datang menghampirinya. Ia mengulurkan tangannya.


"Hai, aku Zaskia. Harusnya kamu sudah tau kan aku siapa?" Ucapnya penuh percaya diri.


"Ahhh..maaf, aku tidak mengenalmu, nona!" Sahut Jojo dengan intonasi ditekan dan tidak membalas uluran tangannya. Membuat rasa percaya diri Zaskia perlahan menciut.


"Aku tidak punya ingatan yang bagus. Dan satu hal lagi.. aku tidak berencana untuk bertunangan dengan mu" Ketusnya. Ia kesal, seolah wanita itu ingin mengaturnya.


"Heh, ingin mengatur ku? Mimpi saja. Aku hanya akan menghargai seorang wanita di dunia ini, selain ibuku yaitu kelinci kecil ku" Batinnya senang.


Tiba-tiba suara bentakan menggelegar di seluruh penjuru ruangan.


"Jojo.... apa maksud mu, huh? Dasar anak s****n!" Teriak Tuan William.


"Aku sedang sibuk! Jika tidak ada hal yang penting.. aku pergi dulu!" Sahutnya datar dan berjalan menuju ke pintu keluar. Lagi-lagi langkahnya terhenti mendengar teriakan ayahnya. Ia mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Jojo.. jika kamu berani keluar, jangan harap kamu bisa mendapatkan keseluruhan tentang rahasia ibumu. Bukankah kamu mencari informasi tentang ibu mu selama ini?" Teriaknya dengan nada mengancam. Mau tidak mau, Jojo kembali dan tetap tinggal untuk acara makan malam kali ini.


"Ini demi ibu!" Batinnya.


Lalu mereka berjalan menuju ruang makan dan duduk di sana. Sementara, Zaskia terus-terusan memegang lengan kekar Jojo. Membuat Jojo semakin jijik dan murka.


"Lepaskan tangan kotor mu itu! Atau aku akan mematahkannya sekarang juga!" Bentaknya.


Kemudian, Zaskia melepasnya dan masih menggerutu dalam hati.


"Heh, lihat saja.. sampai kapan kamu bisa cuek dan mengabaikan ku begitu saja? Aku pasti bisa membuat mu tergila-gila pada ku. Selama ini, aku selalu mendapatkan semua yang ku inginkan. Dan kali ini.. karna aku juga menginginkan dirimu, jadi aku juga harus mendapatkan mu. Harus!" Gumamnya dalam hati penuh percaya diri.


Setelah selesai makan, Tuan William meminta Jojo untuk mengajak Zaskia berjalan-jalan sebentar agar Zaskia terbiasa dan mengenal lingkungan sekitar. Jojo menurutinya, dia tidak mau membuat musuhnya curiga dengan tingkahnya. Tapi dia akan tetap didampingi oleh Zack. Zack sendirilah yang akan menyetir kali ini.


" Jika ingin berhasil.. setidaknya harus berakting sedikit" Gumamnya dalam hati.


Sepanjang perjalanan, Zaskia terus menatap lekat wajah pria tampan yang duduk disampingnya itu. Meskipun Jojo asyik dengan laptopnya dan tidak mempedulikannya. Dari kaca depan terlihat jelas bahwa Zaskia berusaha menggoda Jojo. Ia menurunkan sedikit demi sedikit lengan bajunya. Lalu menggeser-geser badannya kesana-kemari agar Jojo melihat kearahnya. Namun, Jojo tetap fokus dan tidak melirik ke arahnya sedikitpun. Jurus yang dikeluarkan Zaskia terlalu norak dan murahan.


Tiba-tiba ponsel Jojo berdering. Wajah datarnya secepat kilat langsung berubah 360 derajat. Zaskia yang melihatnya tampak heran dan penasaran.. apa yang membuatnya begitu bahagia? Tanyanya dalam hati.


"Halo,sayang!" Sahut Jojo dengan lembut.


Mata Zaskia terbelalak. Ia kaget mendengarnya.


"Bukankah dia benci dengan wanita? Dan lagi.. dia memanggilnya dengan sebutan.. sayang? Siapa dia? Huh, sebaiknya berita ini hanya bohongan saja. Siapa yabg berani mendahului ku? Tidak akan ku biarkan!" Gerutunya dalam hati masih dengan kekesalannya.

__ADS_1


Sementara Jojo masih asyik telponan dengan Kara tanpa mempedulikan apapun. Ia keluar dari mobil, dengan wajah sumringahnya. Zaskia hendak menghampirinya, namun dicegah oleh Zack. Dan hal itu, semakin membuatnya murka dan kesal.


TBC


__ADS_2