My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 78: Iri hati!


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Kara mulai bekerja di FJ Entertainment. Salah satu perusahaan besar milik Jojo. Namun dikelola oleh teman lamanya, Erwin. Meski demikian, bukan berarti Jojo lepas tangan begitu saja. Ia beserta kedua sahabatnya selalu memantau perkembangan disana. Walau tidak harus setiap saat. Karna untuk saat ini, mereka fokus di industri pariwisata dan juga ilmu teknologi.


FJ Entertainment tidak terdengar asing lagi. Karna memang dari sinilah kebanyakan artis-artis papan atas tanah air berasal. Tentu saja, hal itu tergantung pada kemampuan sang idolnya. Melihat kemampuan Kara selama di negara Korea, membuat Erwin tertarik untuk bergabung dengannya. Bukan atas rekomendasi oleh Jojo. Bahkan ia tidak mengetahui hubungan spesial keduanya.


"Di Ruang Pemotretan"


Kini, Kara sudah berpenampilan cantik dan imut. Ia mengenakan gaun berwarna putih. Tema pemotretan kali ini adalah tentang produk kosmetik.


"Ok, start!" Sahut Elson penuh semangat. Elson adalah sutradara film kepercayaan FJ Entertainment. Tak menunggu waktu lama, Kara langsung menunjukkan wajah imut nan menggemaskannya.


"Mau wajah tampil fresh dan glow up? Tapi.. kantong kosong? Nih.. aku punya solusinya! Cobain deh, Herba Glow! Terbuat dari bahan-bahan alami pilihan, dan pasti harganya terjangkau banget. Cocok untuk semua usia dan juga bumil!" Ucapnya seraya mengedipkan matanya sebelah. Tidak lupa produk kosmetiknya, ia dekatkan ke wajahnya.


"Ok, cut!" Sahut Elson seraya bangkit dari duduknya. Ia tepuk tangan, dan diikuti oleh para staf lainnya. "Prok..prok..prok! Dengan kemampuannya yang hebat, tidak perlu menginstruksikannya lagi agar proses pembuatan iklan kali ini bisa berjalan lancar.


"Ok, good job!" Lanjutnya lagi. Ia mengacungkan jari jempolnya kearah Kara. Kara yang mendapat pujian darinya serta rekan-rekan kerjanya, langsung tersenyum lebar.


"Terimakasih semuanya!" Ucapnya sopan, masih dengan senyum mengembangnya.


Kemudian, Elson datang menghampirinya. Ia menepuk pundak Kara dengan lembut.


"Kamu memang pilihan FJ yang paling tepat!" Ucapnya penuh kejujuran.


"Ahh! Kalian terlalu memuji saya, pak!" Timpal Kara tersenyum tipis.


"Aish! Kamu ini, benar-benar rendah hati!" Ucapnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia lalu berbalik kebelakang.


"Apa kalian senang dengan kehadirannya?" Tanyanya ke seluruh staf disana. Para staf disana kembali tersenyum sambil mengangguk. Kara malah menangis haru melihatnya. Benar-benar tidak menyangka,kalau mereka akan menyukai ku dalam waktu sesingkat ini, pikirnya. Tadinya, ia berpikir akan sangat sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun dugaannya ternyata salah.


"Aku juga senang sekali. Senang bisa bekerjasama dengan kalian semua!" Sahutnya seraya tersenyum tipis.


"Maka tetaplah disini, ok?" Sahut mereka semua. Kara hanya mengangguk. Tidak bisa berkata-kata lagi.


Dalam beberapa hari ini, mereka memang telah melihat ketulusan Kara. Terlebih dirinya yang selalu bersikap ramah dan sopan kepada semua orang disana. Tidak membeda-bedakan kasta orang lain. Hal itu membuat mereka merasa nyaman dan semakin mencintainya. Ia juga kerap berbaur dengan mereka. Bahkan berbagi cerita tentang kehidupannya sebelum dan sesudah ia sampai ke titik ini.


Kini, Elson tampak menatap jam ditangannya. Lalu ia kembali membuka bicara.


"Hemm! Sudah jam 10. Bersiaplah semuanya! Jadwal pertemuan nanti adalah pukul 1 siang. Jangan sampai telat, mengerti?" Tegasnya.


"Baik, pak!" Semuanya mengiyakan perkataannya dan langsung bergegas dari sana.


Sekarang, hanya ada Kara, Elson beserta beberapa staf khusus lainnya berada disana


"Kamu juga bersiaplah!" Sahut Elson, menoleh kearah Kara.


"Baik, pak!" Ucap Kara sopan.


"Tidak perlu terlalu sopan!" Sahut Elson terkekeh kecil. Ia merasa lucu dengan Kara yang memanggilnya dengan sebutan, pak.


"Hah? Kara mendongak menatap Elson.


"Kamu bisa memanggilku ayah kelak, putriku!" Sahutnya lembut dan berlalu dari sana. Kara hanya tersenyum tipis mendengarnya. Tapi jauh dilubuk hatinya, ia sangat senang. Karna sudah begitu lama ia menantikan suara hangat seperti ini. Terlebih orangtuanya. Kemudian, ia beranjak menuju ke ruang ganti pakaian. Ia akan bersiap-siap dahulu sebelum ke pertemuan nanti.


Sementara itu..


"Di Sio Entertaintment"


Rani yang baru saja tiba di lokasi pemotretan, kini tampak sedang bergegas menuju ke toilet. Ia ingin memperbaiki lipstiknya agar terlihat lebih cerah. Saat ia tengah sibuk memakai lipstiknya, tanpa sengaja ia mendengar perbincangan teman kerja, disampingnya.


"Fit.. apa kamu tahu? Aku dengar pemeran utama film Putri Kampus kali ini adalah seorang artis cantik legendaris, yang baru saja kembali dari negara Korea." Sahut Sonia. Rani hanya mengerut mendengarnya. Sementara Fitri, ia langsung bertanya antusias.


"Benarkah? Siapa namanya?" Tanyanya penasaran.


"Kalau tidak salah.. namanya Kara!"


"What? Kara? Ya ampun.. dia adalah idolaku, tau? Aku sangat menyukai aktingnya. Selain cantik, ramah dan juga dermawan.. dia juga tidak sombong. Ahhh..! Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Aku harus berfoto dengannya!" Sahut Fitri merasa kesenangan. Berbeda dengan Rani, ia sudah menunjukkan wajah suramnya.

__ADS_1


"Apa cantiknya wanita itu? Cantikan aku juga!" Kesalnya dalam hati.


"Benarkah? Ku dengar-dengar.. dia juga sudah punya kekasih?" Tanya Sonia memastikan. Fitri langsung membenarkannya.


"Tentu saja! Namanya Jojo, Alias Christian Jonathan. Pengusaha termuda dan terkaya di Tanah Air. Meski aku juga iri, tapi.. mereka memang benar-benar pasangan serasi!"


Mendengar hal itu, Rani langsung membulatkan matanya.


"Apa? Jojo?" Gumamnya dalam hati.


Ia kembali teringat dengan malam penyambutan Jojo saat itu. Wajah tampan Jojo masih melekat di benaknya. Tatapan mematikan Jojo malah membuatnya jatuh cinta, sejak malam itu. Rencananya sebelumnya adalah untuk mendapatkan Jojo. Namun baru saja ia mendengar bahwa ia telah berkencan.


"Benar-benar wanita j****g!" Geramnya sudah mengepalkan tangannya. Hal itu membuat Sonia juga Fitri merasa aneh.


"Ada apa dengannya?" Tanya Sonia, sambil menggelengkan kepala.


"Entahlah! Bukankah dia menggila setiap saat? Tidak mengherankan lagi. Bahkan, ia hanya berpura-pura polos di depan para penggemarnya." Bisik Fitri ketelinga Sonia.


"Yaudah, kita pergi yuk? Takut kena virus!"


Rani sama sekali tidak peduli dengan ucapan keduanya. Ia sudah terbiasa diacuhkan karna sikap buruknya terhadap rekan kerjanya. Setelah keduanya benar-benar sudah pergi, barulah Rani meluapkan emosinya. "Brak! Ia menggebrak wastafel dengan penuh amarah. Serta peralatan kosmetiknya, ia campakkan begitu saja.


"Mengapa? Mengapa aku selalu kalah darinya?" Ucapnya sedikit berteriak. Ia menatap wajahnya di cermin.


"Aku juga cantik! Tapi kenapa? Bahkan.. posisi pemeran utama untuk film sebagus itu, didapatkan olehnya? Mengapa aku tidak bisa?" Teriaknya membabi buta. Ia tidak tahu, kalau saat ini Kara adalah artis utama di FJ Entertainment. Sekarang, Rani bukanlah apa-apa dibandingkan dengannya, artis Internasional. Lagipula.. ia hanya seorang artis dari perusahaan menengah saja. Menjadi pemeran kedua wanita di dalam film besar seperti itu, bukankah ia sudah sangat beruntung? Meski untuk mendapatkannya, ia bahkan harus melayani atasannya dulu. Awalnya, atasannya telah menjanjikannya, sebagai pemeran utama wanita. Namun, kehadiran Kara mampu menyingkirkan posisinya.


"Aku sudah berniat meminta maaf padamu dulu. Tapi, sepertinya.. kamu memang ditakdirkan untuk ku benci seumur hidup ini Kara. Karna kamu adalah seorang pengganggu! Semua yang ku inginkan akan didapatkan olehmu. Heh! Reyhan saja bisa ku rebut! Itu artinya.. aku juga akan merebut Jojo darimu. Dasar wanita s****n!" Pekiknya tidak terima dengan kenyataan. Wajahnya tampak muram dan memerah.


Ditengah-tengah kemarahannya, tiba-tiba pintu diketuk oleh asistennya.


"Nona Rani, bos memanggil mu! Sebentar lagi.. kita akan berangkat. Semua pemeran harus bertemu sebelum shooting!" Sahutnya sudah datang menghampirinya. Matanya membulat melihat kondisi sekitar, yang tampak acak-acakan. Rani menoleh ke arahnya dan langsung menatapnya tajam.


"Apa yang kamu lihat? Cepat pungut!" Hardiknya keras. Asistennya itupun langsung menurutinya. Ia sudah terbiasa diperlakukan seperti itu. Ia hanya berpikir untuk bisa bekerja tetap dan mendapatkan uang. Selebihnya tidak peduli. Lagipula.. aku hanya seorang asisten, pikirnya.


Setelah selesai, keduanya langsung beranjak darisana. Dan benar saja. Mereka telah ditunggu sejak tadi. Banyak rekan kerjanya, yang menggelengkan kepala melihat sikap tak berdosanya. Seperti biasa, ia malah dengan tidak tahu malunya membentak mereka.


"Berhenti berteriak wanita j****g! Sudah menunggu mu begitu lama, masih bersikap seperti ini? Kamu pikir kamu siapa?" Sahutnya berteriak. Sontak Rani membulatkan matanya.


"B******n ini! Setelah memakai ku begitu lama.. sekarang malah ingin mempermalukan ku di depan umum?" Kesalnya dalam hati.


Ia tidak terima dikatai j****g oleh lelaki yang sudah menggunakan tubuhnya. Ia hendak berteriak kembali, namun langsung dipotong oleh bosnya.


"Berhentilah bersikap sok penting!" Lanjutnya lagi. Ia lalu beranjak dari sana.


"Wanita s****n ini! Jika bukan karna kamu membuat ku puas selama ini.. aku sudah memecat mu sejak lama. Lagipula.. Kara, wanita idaman semua pria sudah di depan mata. Untuk apa masih memikirkan wanita gila ini? Aku bisa menggunakannya! Siapapun akan takluk padaku!" Batin pria tua gemuk itu.


Ia tidak tahu, kalau Kara adalah wanita Jojo. Jika berani menyentuhnya.. maka jangan harap masih bisa hidup dengan tenang. Lagipula.. Kara bukanlah seorang wanita rendahan. Berbeda dengan Rani. Pria tua ini hanya berpikiran terlalu mudah saja.


Sementara Rani, ia sudah mengepalkan tangannya.


"Seperti apa wajah wanita rubah itu? Hingga membuat semua orang berani mengabaikan ku?" Batinnya tak terima.


Ia lalu beranjak menuju ke mobilnya. Kini, mobil telah melaju dengan kecepatan sedang menuju ke FJ Entertainment. Mereka sengaja pergi lebih cepat, dikarenakan jarak tempuh yang lumayan jauh.


"Di FJ Entertainment"


Jam telah menunjukkan pukul 12.30 siang. Baik Erwin, maupun Jojo dan kedua sahabatnya telah berada di sebuah ruangan khusus lantai paling atas.


"Bagaimana? Apa semuanya berjalan dengan lancar?" Sahut Jojo membuka bicara. Erwin langsung tersenyum lebar menolehnya.


"Tentu saja! Kara benar-benar gadis yang hebat!" Ucapnya penuh semangat. Mendengar hal itu, Zack tidak tahan untuk menggoda Jojo.


"Jadi, apa kamu menyukainya?" Tanyanya pura-pura tidak melihat Jojo. Sementara Jojo, ia sudah membulatkan matanya menatap Zack.


"Hahahah..! Erwin malah tertawa mendengarnya. Tapi keningnya sekilas mengerut, kala mengingat kembali penampilan Kara.


"Dia gadis cantik, multitalent dan juga sopan. Wajar saja, jika banyak pria yang menyukainya!" Ucapnya jujur. Mendengar ucapannya, Jojo langsung memutar lehernya ke kanan dan kiri.

__ADS_1


"Kamu berani?" Geramnya, sudah merapatkan giginya. Sontak Zack dan David tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha..!


"Diam!" Pekik Jojo sudah emosi. Keduanya langsung menutup mulutnya, meski masih terdengar suara tawa kecilnya.


"Hah? Ada apa dengan mu?" Tanya Erwin merasa aneh. Belum sempat Jojo menyahutnya, David langsung membuka bicara.


"Kara adalah adikku! Dan juga kekasih pria pemarah ini!" Jelasnya to the point. Ia tidak ingin semakin memperkeruh suasana. Takutnya, rapat kali ini akan diundur lagi. Dan adik kesayangannya harus membujuk Jojo dengan penuh kesabaran.


"What? Adik? Kekasih?" Kaget Erwin tak percaya.


"Benar!" Sahut Jojo senang, seraya merapikan kerah bajunya.


"Akhirnya.. pria kejam ini mengakui hubungan ku dengan kelinci ku!" Batinnya mengumpat David.


"Bagaimana ka.." Belum sempat Erwin menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara ketukan pintu dari luar. "Tok.. tok..tok!


"Tuan, semua pemeran telah tiba!" Sahutnya sopan. Mendengar hal itu, keempat pria gagah itu langsung bersiap-siap menuju ke ruang rapat.


"Ya! Kami akan segera datang!" Sahut mereka bersamaan.


Kini, mereka langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruang rapat. Ditengah-tengah langkah kaki mereka, tanpa sengaja Jojo mendapati Kara yang baru saja keluar dari arah toilet. Ia langsung menghentikan langkahnya, menunggu sang kekasih.


Kara yang sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba merasa terkejut kala tangannya digenggam oleh seseorang.


"Siapa?" Kagetnya. Kemudian, ia menoleh kesamping dan menghela nafasnya lega.


"Ternyata kamu! Aku pikir siapa!" Ucapnya lega. Tanpa mengindahkan perkataannya, Jojo langsung menciumnya. "Cup! Sebuah kecupan mendarat di bibirnya.


"Tentu saja aku!" Sahutnya seraya tersenyum tipis. Kara malah memicingkan matanya sebelah.


"Untuk apa kamu kemari? Apa kamu memata-matai ku?" Tanyanya penuh selidik. Jojo langsung menarik hidungnya.


"Tentu saja untuk rapat! Ini kan perusahaan calon suami mu sayang?" Sahutnya sambil menggandeng tangan Kara.


"Apa?" Kaget Kara. Ia membulatkan matanya.


"Sebenarnya.. seberapa kaya kah dirimu Tuan Jojo?" Lanjutnya bertanya.


"Setidaknya.. tidak akan habis meskipun kamu sepuluh kali lebih boros dari ibu-ibu komplek!" Sahut Jojo terkekeh. Keduanya kembali melanjutkan langkahnya menuju ke ruang rapat.


"Di ruang rapat"


Hanya ada keheningan disana. Banyak wanita yang menatap kagum kearah David, Zack tak terkecuali Erwin.


"Benar-benar pria idaman!" Batin mereka.


Berselang beberapa waktu, pintu kembali terbuka. "Ceklek! Sepasang kekasih tengah berjalan memasuki ruangan. Rani mendongak, melihat penampilan Kara. Dan juga Jojo yang tengah menggandeng tangannya.


"Bahkan.. mereka berani bermesraan di depan umum?" Batinnya merasa frustasi.


Sementara yang lainnya langsung menyambut mereka dengan hangat.


"Selamat siang, Tuan!" Sahut mereka serempak, dan dibalas anggukan kepala oleh Jojo. Setelah itu, mereka beralih kepada Kara. Banyak yang memuji dirinya dan meminta tanda tangannya. Jojo membiarkannya beberapa waktu. Setidaknya, untuk menjalin hubungan baik dengan rekan kerja itu adalah hal yang bagus, pikirnya.


Sepuluh menit kemudian..


Kini, tatapan Kara beralih kearah Rani.


"Kita bertemu lagi!" Ucapnya seraya tersenyum tipis. Suasana disana menjadi sangat canggung.


Bagaimana reaksi Rani, setelah Kara menyapanya? Tetap nantikan ya guys...


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya say, biar author makin semangat😍😍


Tetap jaga kesehatan ya guys.. Jangan sampai sakit🐨


I lovyu all😘

__ADS_1


__ADS_2