My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 31: Deungmyeong Beach


__ADS_3

Setelah Kara dan juga Jojo meninggalkan apartemen, mereka langsung pergi ke Pantai Deungmyeong. Dimana pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di negara tersebut.


Di dalam perjalanan menuju ke sana, Jojo dan Kara hanya terdiam. Sesekali Kara akan melirik lelaki sempurna ciptaan Tuhan itu yang tengah sibuk dengan setir mobilnya.


Cukup lama perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai ke tempat tujuan. Hingga membuat Kara si gadis cantik merasa kantuk dan ia tertidur dengan lelap.


"Di pantai Deungmyeong"


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mobil yang mereka kendarai tiba di tempat tujuan.


Mobil telah terparkir sempurna, namun Kara tak kunjung bangun. Jojo menatapnya, dia enggan membangunkannya. Namun, jika Kara tertidur hingga sore.. apa gunanya perjalanan yang panjang ini pikirnya.


"Bukankah kami datang ke sini untuk bersantai? Kenapa dia malah asyik tidur, sih? Huh, dasar kelinci kecil" gerutunya.


Lalu dia segera membangunkan Kara. Dia menepuk-nepuk pipi mungil wanita cantik itu.


"Hei, kita sudah sampai! Apa kamu akan tertidur hingga malam? Kamu begini.. jadi mirip dengan b**i yang selalu tertidur tapi tidak gemuk-gemuk juga, ckckck!" bisiknya ke telinga Kara.


"Emmm.. kenapa kamu sangat berisik? Aku hanya ingin istirahat sebentar" sahutnya pelan dengan suara khas bangun tidurnya, lalu menggeliat kesana-kemari.


"Ckckck, apa kamu seekor kelelawar? Dasar pemalas!" Gerutunya lagi.


Namun, Kara tak juga mau bangun dari tidurnya.


"Baiklah! Jika kamu tidak bangun juga.... jangan salahkan aku melakukan ini, heh!" Sahutnya sambil tersenyum menyeringai.


Lalu ia, segera turun. Dan berjalan ke arah pintu dimana Kara tertidur.


Jojo membuka pintu secara perlahan dan langsung membopong tubuh mungil Kara ala bridal style. Kulit putih nan halus milik Kara terpapar oleh terik matahari, membuatnya sesekali bergumam pelan.


"Emm.. sangat panas" sahutnya pelan.


Jojo terus berjalan melewati pasir-pasir halus yang menjadi daya tarik tempat tersebut. Hingga kakinya berhenti di tepi pantai. Lalu ia memercikkan sedikit air ke wajah cantik Kara.


"Hei, bangun! Sampai kapan kamu akan tertidur? Kalau kamu tidak bangun juga... aku akan pulang dan meninggalkan mu sendirian di sini!" ucapnya sedikit berteriak.


Dia kesal melihat Kara yang tidur layaknya seekor b**i.


"Emm... apa kita sudah sampai?" sahut Kara pelan dan masih memejamkan matanya karna teriknya matahari, terpapar langsung di wajahnya.


"Menurut mu?" sahut Jojo dan "Cup! Dia langsung mencium bibir tipis Kara dengan lembut.


Kara langsung tersadar karna sesuatu menempel di bibirnya. Ia membuka matanya perlahan, dan melihat Jojo sudah memejamkan matanya dan tengah m*****t bibirnya.


"Emmh.. Dia berusaha memberontak. Namun, Jojo langsung menahan tengkuknya.


"Si mesum ini!" kesalnya dalam hati.


Karna sudah hampir kehabisan nafas, ia segera menggigit bibir tipis Jojo.


Sontak Jojo kaget dan langsung melepaskan pagutannya.


"Hosh..hosh..hosh! Kenapa, uhuk kenapa.. kamu selalu mencium ku secara tiba-tiba? Dasar mesum" gerutu Kara masih ngos-ngosan.

__ADS_1


Jojo hanya tersenyum puas. Dia berhasil membangunkan si kelinci pemalas.


"Kenapa kamu tersenyum? Dasar mesum!" kesalnya.


"Heh, siapa suruh kamu tidak bangun-bangun juga? Pada akhirnya aku hanya punya satu cara untuk membangunkan mu! Apa kamu mau kita melakukannya lagi? Aku akan dengan senang hati melakukannya lagi, nona Kara.. " Dia menggoda Kara yang wajahnya sudah memerah bagai kepiting rebus.


"Kamu? Cepat, turunkan aku!" teriaknya.


Jojo segera menurunkannya. Dan Kara langsung menghindar darinya, masih dengan wajahnya yang memerah. Dia tersipu malu ketika Jojo berulang-ulang menggodanya.


"Dasar si mesum!" umpatnya dalam hati.


Sementara Jojo masih tersenyum bahagia karna berhasil menggoda Kara. Sejak kehadiran Kara di sekitarnya.. membuatnya merasa lebih baik dan perlahan melupakan segala masalah yang dihadapinya.


"Tunggu, dulu! Dia sudah mengganti sebutan yang biasa dia ucapkan dulu kepada ku. Dari anda menjadi kamu. Heh, apa aku berhalusinasi?" gumamnya pelan.


Menyadari keberadaan Kara semakin menjauh darinya. Ia segera berlari kecil untuk menghampirinya.


"Hei, tunggu aku!" teriaknya.


Namun, Kara seolah mengabaikannya. Dia tidak mau pria mesum, Jojo, kembali menciumnya.


Setelah berusaha keras, akhirnya Jojo bisa meraih tangannya dan menggenggamnya.


"Apa? Apa yang kamu lakukan?" ketus Kara.


"Uhuk! Aku hanya ingin melindungi mu. Nanti kamu terjatuh" sahut Jojo mengalihkan pandangannya.


"Jangan coba-coba melakukan hal yang sama seperti tadi! Kalau tidak.." dia merapatkan giginya.


Seketika wajah Kara kembali memerah.


"Mengingat kejadian tadi saja sudah membuat ku kesal, apalagi lebih dari itu? Aku akan membunuh mu pria mesum!" umpatnya dalam hati.


"Jika kamu berani melakukannya aku akan.." dia terdiam sejenak. Bagaimana pun dia sudah menolong ku.. tapi apakah aku harus berlapang dada ketika dia berbuat mesum, pikirnya.


"Akan apa? Ahh... sudahlah! Lebih baik kita nikmati saja hari ini. Jangan pikirkan apa pun. Mari bersenang-senang!" sahutnya gembira dan menarik tangan Kara untuk bersantai di sana.


Mereka sangat bersemangat dan bersenang-senang layaknya sepasang kekasih. Banyak aktivitas yang mereka lakukan di sana. Sesekali Jojo akan mengambil gambarnya secara diam-diam tanpa disadari oleh Kara. Bermain pasir, berenang dan bersantai dan masih banyak hal yang mereka lakukan tanpa adanya perdebatan. Mereka sangat menikmatinya.


...****************...


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di sana, akhirnya mereka kembali karna hari sudah mulai gelap.


Di tengah perjalanan..


Jojo tengah sibuk menyetir, sedangkan Kara.. dia sudah menahan lapar sedari tadi. Ia menatap ke luar jendela mobil untuk menghilangkan wajah lesu dan lelahnya. Sebenarnya dia sangat senang hari ini, tapi karna perutnya sudah berdemo jadi dia tidak mood lagi.


"Kruyuk..kruyuk..kruyuk!" perutnya berbunyi. Matanya terbelalak dan dia merasa canggung menyadari tatapan Jojo. Dan segera ia memalingkan wajahnya.


"Ahh.. malu sekali! Kenapa pula.. ini perut emang gak bisa diajak kompromi" batinnya.


Sementara Jojo menyerngitkan dahinya. Dia menyadari perubahan sikap Kara barusan.

__ADS_1


"Ternyata dia sudah lapar. Pantas saja dia terdiam dan tidak bawel seperti biasanya." gumamnya dalam hati.


Dia langsung memberhentikan mobilnya di restoran terdekat.


"Ayo, turun!" sahutnya.


"Ehh.. itu, kenapa kita turun?" ucapnya masih menundukkan kepalanya.


"Bukankah kamu sudah lapar? Perut mu kosong. Kamu bisa masuk angin nanti" sahutnya tegas.


"Emm... baiklah!" ucapnya malu.


Jojo langsung memesan banyak makanan. Karna dia tidak tau makanan kesukaan Kara, dia langsung memesan semua menu.


Setelah makanan disajikan, Jojo langsung menyodorkannya ke hadapan Kara.


"Makanlah, selagi hangat!" ucapnya pelan.


"Emm.. baiklah!" sahutnya.


"Dia tau aja kalau aku banyak makan, heheh" gumamnya.


Segera ia melahap segala makanan yang di depannya. Dan itu membuat Jojo kaget dan melongo.


"Apakah porsi makannya memang sebanyak ini? Aku sampai terkalahkan olehnya. Ahh.. tapi biarkan saja. Daripada makanan ini sisa kan mubajir" gumamnya dalam hati.


...****************...


Beberapa saat kemudian..


"Ahh.. aku kenyang. Nyawaku serasa kembali lagi" ucapnya senang.


Jojo hanya tersenyum tipis mendengarnya.


"Ahh.. ngomong-ngomong, terimakasih tuan! Aku akan menggantinya setiba di rumah. Aku lupa membawa uang ataupun ATM . Jadi, bayarannya nanti saja. Bolehkan, tuan?" pintanya sopan.


Jojo menyerngit.


"Emm.. tidak usah. Hari ini aku yang traktir. Kamu boleh membayarnya dengan mentraktir ku lain waktu!" ucapnya tersenyum tipis.


"Baiklah, kalau begitu" dia tersenyum lebar.


Setelah selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju apartemen Kara.


Perjalanan yang cukup lama, lagi-lagi membuat Kara tertidur di sepanjang perjalanan.


Mobil berhenti tepat di depan apartemennya.


"Cih.. habis makan tidur. Dia sama sekali tidak peduli dengan ku yang sudah lelah karna menyetir sepanjang perjalanan. Tapi sudahlah.. yang penting hari ini aku bahagia dan merasa lebih baik dari sebelumnya" gumamnya pelan.


Jojo merogoh tas kecil milik Kara dan mengambil kunci kamarnya.


Lalu ia membopong tubuh mungil Kara menuju ke kamar. Perlahan ia membuka pintu dan segera meletakkan si empunya kamar ke atas ranjang.

__ADS_1


TBC


__ADS_2