My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 59: Aku akan kembali!


__ADS_3

"Di rumah keluarga William"


Beberapa saat yang lalu, Jojo telah tiba disana. Kini ia telah duduk bersama dengan si tuan rumah beserta istrinya, di ruang keluarga.


"Emm, kami berencana mengadakan pertunangan untukmu. Mengingat usiamu tidak lagi muda. Jadi, segeralah menikah!" Sahut tuan William membuka bicara, sembari menyeruput kopinya. Sementara istrinya, ia sudah tertawa menyeringai dalam hati. Ia percaya bahwa kali ini, Jojo tidak akan mampu membantahnya lagi.


"Benar sayang! Aku dan ayahmu ingin secepatnya menimang cucu darimu!" Lanjutnya tersenyum lebar.


"Cih! Dasar rubah s****n! Masih belum menyerah juga ternyata?" Gumam Jojo dalam hati.


"Emm, jika kamu tidak menyukai Zaskia.. maka aku akan mencarikan mu gadis terhormat lainnya, yang lebih baik dari dirinya. Kamu jangan khawatir, aku sudah memikirkannya sejak lama. Jadi, kali ini.. kamu pasti tidak akan kecewa!" Sambungnya lagi, sambil tersenyum licik. Jojo hanya terdiam tak bergeming, seolah tidak mempedulikan apapun, yang membuat wanita setengah baya itu merasa keheranan.


"Ada apa dengan b******n *keci*l ini? Dia.. tidak bereaksi sama sekali?" Kesalnya dalam hati.


Lalu ia menjentikkan jarinya. Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita datang menghampirinya dengan membawa amplop berisi foto-foto gadis yang ia maksudkan tadi. Ia segera mengambilnya dari tangan si pelayan, kemudian menunjukkannya kepada Jojo.


"Kamu lihat-lihat dulu! Pasti sesuai dengan selera mu. Bagaimanapun, gadis-gadis ini bukan dari keluarga yang sembarangan." Sahutnya tanpa henti.


"Lagipula.. jika kamu bisa menaklukkan hati salah satu diantaranya, maka perusahaan akan kembali stabil. Kamu tau sendiri.. kalau perusahaan sedang dilanda krisis saat ini!" Tuan William berusaha keras membujuknya, agar Jojo menyetujuinya. Mereka tidak tahu, kalau Jojolah yang telah melakukannya. Ia sudah berjanji untuk mengambil alih kembali perusahaan serta semua aset-aset milik ibunya dulu. Tentu saja, sekarang ia bersikap lebih tenang. Ia tidak sabar untuk menyaksikan kehancuran keduanya.


"Dasar tidak tau malu! Masih berani memanfaatkan ku sekarang? Kalianlah yang sudah menghancurkan segalanya. Jadi, jangan salahkan aku! Salahkan lah diri kalian sendiri yang terlalu tamak ini!" Geramnya dalam hati.


Ia mengepalkan tangannya dengan kuat. Ingin rasanya menghabisi keduanya saat ini. Tapi mengingat pesan ayahnya, ia kembali menetralkan pikirannya. Jika dia gegabah, maka kehancuran akan mendatanginya sendiri. "Huh! Jojo membuang nafasnya perlahan.


"Baiklah! Aku akan mempertimbangkannya! Aku masih ada urusan, aku pergi dulu!" Ucapnya datar dan segera berlalu pergi. Wanita setengah baya itu, tertawa bahagia mendengarnya.


"Baiklah, nak! Sering-seringlah mampir kesini!" Ucapnya sedikit berteriak, melihat bayangan Jojo telah hilang.


"Huh, sudah ku katakan.. kamu tidak akan bisa menolaknya! Karna perusahaan itu adalah milik ibumu, jadi kamu tidak mungkin rela melepasnya begitu saja!" Batinnya senang.


Lalu ia merangkul mesra lengan suaminya sambil menunjukkan senyum mengembangnya. Sementara Jojo yang baru saja keluar, langsung melajukan mobilnya menuju ke vilanya.


"Di villa"


Tak menunggu waktu lama, Jojo telah tiba di vila pribadinya. Ia segera masuk ke dalam menghampiri ayahnya yang tengah duduk di sofa ruangan tengah. Pria paruh baya itu tersenyum lebar menyambut kedatangannya.


"Kamu sudah pulang?" Sahutnya penuh hangat, dan dibalas senyuman tipis oleh putranya.


"Apa lagi yang mereka inginkan kali ini?" Lanjutnya bertanya. Ia penasaran, hal memalukan apalagi yang akan dilakukan oleh mantan sahabatnya itu kali ini.


"Emm, bukan hal yang penting! Ayah tidak perlu khawatir padaku! Aku akan mengurusnya!" Sahutnya, tidak ingin membebani ayahnya.


"Ayah tau, kita baru bertemu! Tapi, ada baiknya jika kamu tidak memendam masalah mu sendirian. Bercerita lah jika kamu ingin!" Ucapnya lembut. Ia tidak ingin memaksa Jojo untuk selalu bersikap terbuka padanya. Bagaimanapun, kami baru saja bertemu, pikirnya. Namun, berbanding terbalik dengan Jojo. Ia malah merasa bersalah dengan perkataannya barusan.

__ADS_1


"Benar juga! Dia adalah ayahku! Satu-satunya keluargaku saat ini! Jadi, aku tidak perlu sungkan untuk berbagi cerita dengannya." Gumamnya dalam hati. Seketika ia kembali mengubah ekspresi wajahnya menjadi begitu hangat.


"Mereka ingin mengadakan pertunangan untukku dengan seorang gadis pilihan mereka. Jika aku bisa mendapatkan satu diantaranya, maka perusahaan ibu yang ia jalankan, akan terselamatkan dari krisis keuangan yang melanda perusahaan saat ini!" Sahut Jojo menjelaskan. Sementara pria paruh baya itu sudah menggeram mendengarnya.


"B******n ini! Belum cukupkah? Dia sudah menghancurkan keluarga ku, sekarang.. ingin memanfaatkan putraku juga? Huh, jangan mimpi! Aku akan membalas mu, Mike!" Geramnya dalam hati.


"Lalu.. apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa kamu menyetujuinya? Bagaimanapun.. bukankah kamu memiliki seorang kekasih?" Sahutnya sambil memijit-mijitt keningnya. Jojo tersenyum, kembali teringat bayangan Kara dibenaknya.


"Tentu saja tidak! Aku hanya mengatakan untuk memikirkannya, bukan untuk menyetujuinya. Jadi, jika mereka terlalu banyak berharap.. itu bukanlah urusanku!" Sahutnya seolah tidak mempedulikan pasangan suami istri tadi.


"Bagaimanapun, aku sudah memiliki kekasih yang jauh lebih hebat dari gadis manapun. Aku tidak akan pernah mengkhianatinya, ayah!" Sambungnya lagi penuh arti. Pria paruh baya itu tersenyum bahagia mendengarnya.


"Beginilah seharusnya seorang pria berpikir dan bertindak! Benar-benar anakku!" Ucapnya bangga.


"Hahaha.." Keduanya tertawa secara bersamaan.


Ditengah-tengah tawa keduanya, Tuan Alfred tiba-tiba berhenti. Senyuman nya perlahan-lahan menghilang. Ia menatap lekat wajah tampan putranya.


"Apa ada hal lain yang ingin kamu bicarakan dengan ku?" Tanyanya penasaran. Seketika Jojo kembali terdiam.


"Tidak ada!" Sahutnya berbohong. Sebenarnya hanya ada satu hal, yang tidak ingin ia beritahukan kepada siapapun. Tentu saja masalah penyakit yang dideritanya. Aku tidak ingin membuat mereka terbebani lagi olehku, pikirnya.


"Benarkah?" Tanya Tuan Alfred memastikan.


"Haruskah dia menyembunyikannya sedalam ini? Sepertinya.. aku harus bertindak duluan!" Batinnya.


"Bagaimana dengan penyakitmu?" Tanyanya lagi, yang membuat Jojo terkejut sejadi-jadinya. "Hah? Ia membulatkan matanya.


"Apa kamu berpikir untuk memendamnya sendiri selamanya?" Terlihat jelas dari wajah dan nada bicaranya, kalau ia sangat mengkhawatirkan putranya.


"Ayah sudah tahu?" Ucapnya datar. Ia menundukkan kepalanya sambil menggenggam erat tangannya.


"Bukan hanya ayah. Tapi, temanmu juga!"


"Hah? Maksudnya?" Kagetnya sudah mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangannya kearah pria paruh baya itu. Seingatnya, ia tidak pernah memberitahukan hal itu kepada siapapun. Kecuali Roy, dokter pribadinya sekaligus temannya juga.


"Jadi Zack dan David sudah tahu? Apa mereka marah?" Gumamnya pelan.


"Aku baru mengetahuinya kemarin! Setelah kamu pergi, mereka datang dan mengatakan yang sebenarnya padaku. Tampaknya, mereka begitu mengkhawatirkan mu!" Lanjut Tuan Alfred menjelaskan.


"Mereka pasti kecewa denganku!" Lirih Jojo sambil tersenyum pahit. Kemudian pria paruh baya itu, mendekatkan tubuhnya ke samping Jojo dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Belum terlambat untuk memperbaikinya. Jika kamu tidak ingin membuat mereka khawatir, maka berusahalah untuk sembuh!" Sahutnya menyemangati. "Hah? Jojo menganga dan terdiam mendengarnya.

__ADS_1


"Minggu depan, kita akan berangkat ke Prancis! Kita akan melakukan operasinya disana, untuk menghindari berbagai ancaman dari para musuh!" Timpalnya sambil tersenyum tipis. Sontak Jojo memeluknya. Ia terharu dengan semua perlakuan pria paruh baya itu. Baru bertemu beberapa saat, namun ia sudah memberinya kehangatan yang tak tergantikan oleh siapapun.


"Memiliki ayah seperti mu.. adalah hal terindah dihidupku!" Gumamnya dalam hati.


"Aku mengerti... ayah!" Sahutnya mengiyakan, masih memeluk pria paruh baya itu dengan erat. Tuan Alfred menganggukkan kepalanya seraya membalas pelukannya dengan hangat.


"Apapun akan kulakukan untukmu.. anakku!"


Sementara itu..


"Di Negara K"


Kara yang baru saja selesai mandi, segera merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Ia meraih ponselnya dari atas nakas samping tempat tidurnya lalu mengotak-atiknya tanpa henti. Ternyata, ia sibuk mengirimi kakaknya pesan.


"Kakak tampanku, aku ingin memberitahumu suatu kabar baik!" Isi pesan Kara. Wajahnya tampak berseri-seri. Bagaimana tidak? Prancis adalah negara yang sangat ingin dikunjunginya selama ini. Mengingat janji orangtuanya dulu, yang tidak kesampaian untuk membawa keluarganya liburan disana. Kali ini, ia mendapatkan kesempatan bagus, sekaligus untuk memantapkan karirnya.


Tak menunggu waktu lama, David segera membalasnya, karna sudah dipenuhi dengan rasa penasaran yang tiada henti. Entah kabar baik apa yang akan didengarnya kali ini.


"Apa itu? Cepat katakan! Jangan membuat kakak semakin penasaran!"


"Kak, dalam sebulan kedepan.. Kara akan melakukan shooting di Prancis, negara impianku🤭" Ia sampai mengguling-gulingkan tubuhnya karna saking senangnya.


"Benarkah? Adikku memang tidak ada duanya! Kalau begitu.. kamu harus lebih semangat lagi. Ingat, untuk tetap jaga diri baik-baik, ya? Doa kakak merestuimu, adikku!"


Tentu saja, pesan David mampu memecahkan tangisnya. Ia rindu sosok kakak yang selalu memberinya pelukan hangat selama ini. Dua tahun lamanya mereka terpisah. Tanpa keluarga disisinya. Bagaimanapun, usia 18 tahun adalah usia yang masih terbilang labil. Ditambah lagi, Kara adalah seorang gadis yang sangat manja saat itu. Namun, ia terpaksa menjadi dewasa karna keadaan. Terlebih hidup mandiri di negeri orang. Perjuangannya benar-benar panjang.


"Kak, aku sangat merindukanmu!" Ucapnya lirih. Lalu ia mengusap air matanya dan kembali membalas pesan kakaknya.


"Tinggal beberapa bulan lagi, kita akan bertemu..kak! Aku akan kembali! Aku sangat merindukan mu, kakakku!"


Kemudian, ia menggenggam erat ponselnya.


"Kita akan membalas mereka bersama!" Gumamnya dalam hati.


TBC


Halo para readersku semuanya:)


Jangan lupa like, coment and vote ya💜😍


Tetap semangat dan jaga kesehatan 💗


I lovyu all🤗😘*

__ADS_1


__ADS_2