My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 42: Ingin melenyapkan kekasihku?


__ADS_3

"Di Tanah Air"


Hari ini, Zaskia datang mengunjungi ibu tiri Jojo. Dia tidak terima atas perlakuan Jojo padanya terakhir kali. Dia turun dengan anggun dari mobil mewahnya. Seperti biasa, dia mengenakan pakaian minim, yang membuat para laki-laki tergoda dengannya.


"Heh, kalau aku tidak bisa mendapatkan mu karna cinta, setidaknya aku masih punya ibu tirimu yang bodoh untuk mendukung ku!" Ucapnya bangga.


Lalu ia melangkah masuk ke dalam. Para pelayan juga tak asing lagi dengannya. Mereka membiarkannya masuk begitu saja.


"Dimana majikan mu?" Tanyanya kepada salah seorang pelayan dengan nada kasar. Dia memang seorang gadis yang sombong. Karna dia memiliki banyak penggemar, dia jadi arogan dan bersikap seolah dia adalah ratu dari segala-galanya. Dia berpikir semua orang adalah semut yang bisa diinjak-injak begitu saja. Seperti pelayan, ia tak akan pernah menghargainya.


"Nona Zaskia, ya? Nyonya ada di taman belakang. Mari saya antar nona?" Sahut pelayan tersebut sopan. Ia menawarkan bantuan kepadanya, namun dengan sikap sombongnya itu, dia tidak akan sudi dikawal oleh seorang pekerja kecil sepertinya.


"Kamu? Mengantarku? Siapa kamu? Aku adalah seorang putri konglomerat dari kota C. Dan tidak sembarang orang bisa berada di sisiku. Aku tidak sudi dikawal oleh orang rendahan seperti mu ini. Aku bisa pergi sendiri!" Ucapnya dengan begitu sombong. Lalu ia berjalan dengan angkuh menuju ke taman belakang, dimana Nyonya Renata berada.


Sementara pelayan tadi, merasa kesal karna dia menghinanya. Pelayan berusia 22 tahun itu menangis tersedu-sedu. Ini kali pertama ia mendapat perlakuan seperti tadi.


"Memangnya kenapa kalau aku bekerja sebagai pelayan? Apa aku begitu menjijikkan? Aku hanya menawarkan bantuan saja. Lagipula ini adalah pekerjaan halal. Tapi, mengapa? Mengapa dia menghinaku? Kamu tidak akan pernah tau, bagaimana rasanya hidup sebatang kara. Hidup sendirian, harus bersusah payah mencari nafkah. Heh, kamu hanyalah seorang gadis yang hanya menggunakan fasilitas dari orang tua saja. Tapi kamu dengan sombongnya memamerkan itu semua? Apa jadinya kamu.. jika suatu hari keluarga mu jatuh miskin dan bekerja seperti ku ini? Hiks.. hiks! Semoga saja Tuan Jojo tidak tertipu dengan wanita keji seperti mu ini!" Teriak pelayan tersebut. Ia merasa geram dan sudah menangis tersedu-sedu.


"Di Taman belakang"


Zaskia yang baru saja tiba, langsung disambut oleh Nyonya Renata dengan senyum mengembangnya.


"Hai, sayang! Ada apa? Kenapa kamu mengunjungi tante hari ini? Apa kamu merindukan Tante.. atau anak tiri kesayangan ku? Ahhh.. silahkan duduk!" Sambutnya berpura-pura ramah.


"Kamu tidak perlu berbasa-basi lagi. Langsung to the point aja. Apa yang kau inginkan?" Sarkasnya keras. Ia melipat kedua tangannya seperti sedang menghakimi.


"Hahaha! Ternyata kamu tidak bodoh Zaskia! Aku pikir, kamu hanyalah seekor ular berbisa yang bisa ku gunakan begitu saja. Tapi aku salah. Ternyata.. kamu lebih pintar dari yang ku duga!" Sahutnya tertawa menyeringai lalu ia kembali duduk dan menyeruput tehnya.


"Tidak usah berbelit-belit lagi. Cepat katakan apa yang kau inginkan! Aku ini orang sibuk. Tidak seperti mu, yang bisanya cuma menghambur-hamburkan uang saja." Sahutnya menyindir.

__ADS_1


Hal itu membuat wanita setengah baya itu merasa geram dan marah. Namun, dia menahannya. Untuk mencapai tujuan ku, aku harus lebih bersabar lagi, pikirnya.


Seketika ia mengubah ekspresinya, menunjukkan senyum palsunya.


"Emm, duduklah! Mari kita bicarakan!" Sahutnya sambil tersenyum tipis.


Zaskia pun menuruti permintaan nya. Ia langsung duduk di hadapan wanita setengah baya itu. Meskipun dia tidak ingin berhubungan dengan wanita itu. Dia tetap bersabar demi mendapatkan Jojo, pria idamannya.


" Aku bisa memanfaatkan wanita bodoh ini!" Gumamnya dalam hati.


"Baiklah. Langsung saja. Aku memang tidak pernah suka dan menganggap anak tak tau diri itu sebagai putraku. Dan, keinginan ku hanya satu. Segeralah miliki dia dan pergilah sejauh mungkin dari negara ini. Jangan pernah kembali lagi ataupun menunjukkan batang hidung kalian di negara ini. Sejujurnya, sejak lama aku sudah ingin melenyapkannya. Tapi, itu terlalu mudah baginya. Aku ingin melihat dan menyaksikan kehancurannya, sama seperti Magdalena, wanita bodoh itu. Dan.. karna kamu menginginkannya, aku akan berlapang dada memberikannya kepada mu. Tapi ingat pesan ku tadi. Mengerti? Hahahah!" Sahutnya lalu tertawa terbahak-bahak, hingga ia meneteskan air mata saking bahagianya.


"Heh, apa kamu pikir semudah itu?" Balas Zaskia tertawa menyeringai.


"Apa maksud mu?" Kesalnya dan sudah berhenti tertawa.


"Jojo punya seorang kekasih. Tampaknya dia begitu mencintai wanita itu. Sampai-sampai dia berani menyebutnya sebagai calon istrinya dihadapan ku. Benar-benar menyebalkan!" Ucapnya kesal.


"Cih! Kenapa kamu berteriak? Apa kamu juga baru tahu? Dasar tidak berguna!" Sahutnya dengan nada mengejek.


Wanita setengah baya itu, langsung mengepalkan tangannya setelah mendengar penuturan Zaskia barusan.


"Cih! Magdalena... tidak akan kubiarkan! Tidak akan kubiarkan putramu ini bahagia. Tidak akan pernah!" Gumamnya dalam hati.


Zaskia yang melihatnya seperti melamun, langsung menyadarkan nya.


"Ada apa? Apa kamu menyerah sekarang? Hahahah!" Teriak Zaskia sambil tertawa menyeringai.


"Apa? Itu tidak mungkin. Semua hak miliknya, termasuk orang-orang yang dicintainya, akan ku lenyapkan. Tidak akan kubiarkan dia bahagia. Bahkan sedetik pun. Tidak! Dan juga tidak akan ada seorangpun yang bisa menghalangiku sekarang! Hahaha!" Sahutnya lagi tanpa berhenti tertawa.

__ADS_1


"Semoga saja, kau bisa memegang kata-kata mu ini! Baiklah, cukup untuk hari ini. Aku pergi dulu!" Sahutnya dan berlalu pergi dari sana.


Ia kembali naik ke mobil sport mewahnya dan melajukannya sesegera mungkin.


Ternyata, setiap gerak-gerik Zaskia maupun Nyonya Renata, selalu dipantau oleh Jojo melalui anak buahnya. Ia telah menempatkan banyak mata-mata di sisi keduanya.


Tampak seorang pria bertubuh kekar sedang memantau keduanya sejak tadi. Bahkan, pria tersebut telah merekam semua percakapan mereka. Setelah kepergian Zaskia, ia langsung menghubungi bosnya yang tak lain adalah Jojo sendiri.


"Halo, Tuan!" Sahutnya sambil menatap ke arah Nyonya Renata.


"Ya, halo! Apa ada informasi penting?" Sahutnya dari seberang telpon.


"Benar, Tuan! Hari ini.. nona Zaskia menemui nyonya Renata. Dan mereka sedang merencanakan sesuatu untuk menjebak anda. Saya sudah mengirim rekaman percakapan mereka ke email anda. Silahkan diperiksa, Tuan!" Jelasnya dengan penuh hati-hati.


"Baiklah! Good job!" Sahut Jojo merasa senang.


"Sekarang, apa yang harus dilakukan, Tuan?" Sahutnya lagi.


Jojo sempat terdiam. Karna dia baru saja membuka isi rekaman klip suara tersebut. Tapi, dia kembali melanjutkan ucapannya.


"Heh, ingin melenyapkan kekasihku? Mimpi saja! Merekalah yang lebih dulu ku lenyapkan. Aku bukan lagi anak kecil yang gampang dibodohi." Teriaknya dari seberang, membuat si pria bertubuh kekar itu takut dan menelan salivanya.


"Iyon..!" Sahutnya, memanggil mata-matanya tadi dari seberang telpon.


"Ya, Tuan!"


"Terus pantau keduanya. Apa yang mereka lakukan, dan dengan siapa mereka bertemu? Jangan lengah sedikit pun! Paham?" Ucapnya tegas lalu mematikan ponselnya.


"Baik, Tuan!" Sahut Iyon sopan. Dan kembali memantau aktivitas Nyonya Renata.

__ADS_1


TBC


__ADS_2