My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 30: First Kissing!


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat. Kehidupan Kara yang sekarang ini membuatnya merasa aman dan tenang. Karna orang-orang di sekelilingnya memberi dorongan positif untuknya. Dan pagi ini ia menerima pesan dari kakaknya. Entah dia harus senang atau sedih mendapat omelan dari kakak kesayangannya yang sangat dia rindukan itu.


"Ting" ponselnya berbunyi. Dia langsung mengambilnya dari atas nakas samping tempat tidurnya. Lalu duduk dari posisi rebahannya.


"Kakak? Apa dia merindukan ku?" ucapnya tersenyum bahagia dan segera membacanya.


"Adik.. Bagaimana kabar mu akhir-akhir ini? Kakak membaca majalah hari ini dan ternyata ada berita tentang kamu di sana. Kamu bekerja di dunia hiburan? Mengapa tidak memberitahu kakak.. kalau kamu bekerja sejak lama? Apa adik kesayangan ku baru saja mencampakkan ku? Kakak khawatir padamu. Bagaimana bisa kamu menyembunyikan hal ini dari kakak? Aku akan marah kalau begitu" pesan WeChat dari kakaknya.


"Ya, ampun. Ternyata aku belum ngabarin kakak. Ini karna aku sangat sibuk shooting akhir-akhir ini. Jadi aku lupa deh, huh. Aku harus balas apa ya?" gumamnya pelan sembari berpikir keras.


Lama ia berpikir.. lalu dia segera membalas pesan David. Meskipun penuh rasa bersalah dan khawatir kakaknya benar-benar marah.


"Emmm.. itu kak! Kakak jangan marah dulu ya? Kara tau.. Kara salah! Kara sibuk akhir-akhir ini, kak.. jadi Kara lupa ngabarin kakak. Tapi Kara gak berniat nyembunyiin hal ini dari kakak. Itu karna Kara gak mau kakak terlalu bekerja keras. Jadi, aku bekerja kak! Maafin Kara, kak!" balasnya.


Tak menunggu waktu lama, David langsung membalasnya.


"Ini sudah hampir 6 bulan kamu bekerja di sana.. tapi kamu tidak punya waktu sedetik pun untuk memberitahukan kakak mu ini? Huh, kakak sangat kesal dengan mu."


"Maafin Kara, kak! Please. Sorry🙏!"


"Haiya.. kamu ini! Baiklah kakak akan memaafkan mu kali ini. Tapi lain kali berhentilah membohongi kakak. Atau hidung mu akan berubah seperti Pinokio"


"Kakak ku yang terbaik! Aku merindukan mu kak!"


"Aku juga merindukanmu, adikku! Tetap semangat.. doa kakak selalu bersama mu. Jaga diri baik-baik, ok? Jangan sampai sakit!"


"Baiklah, kakak ku😍! Kakak juga harus semangat. Tunggu Kara pulang, kak!"


"Oke"


Setelah selesai membalas pesan kakaknya, Kara kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dan menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.


Hari ini dia bermalas-malasan dulu. Karna dia sedang mengambil cuti.


Tiba-tiba ponselnya berdering, membuyarkan lamunannya. "Kring..kring..kring!" nomor tak di kenal.


"Siapa ini?" gumamnya lalu segera mematikan ponselnya. Ia memejamkan matanya untuk beristirahat kembali.


"Kring..kring..kring!" lagi panggilan dari nomor yang sama. Dia tetap mematikannya.


"Kring..kring..kring!" untuk ketiga kalinya baru diangkatnya.


"Siapa sih pagi-pagi gini sibuk nelpon? Gak tau apa orang lagi pengen istirahat" gerutunya dalam hati.


"Ya, halo?" sapanya dengan nada malas dan masih memejamkan matanya.


"Ini, aku. Aku sedang menunggu mu di bawah!" sahut seorang pria dari seberang telpon yang tak lain adalah Jojo.

__ADS_1


"Hahaha.. Dasar penipu! Apa kamu pikir aku bodoh? Siapa yang menyuruh mu menunggu ku? Aku tidak mengenal mu" sahutnya masih terkekeh lalu segera mematikannya.


Sementara di lobby hotel.. Jojo sudah tampak kesal karna Kara mematikan teleponnya secara sepihak.


"Perempuan ini.. huh! Apa dia benar-benar amnesia?" kesalnya.


Lalu Jojo menghubunginya kembali.


Kara langsung mengangkatnya dan langsung meneriakinya dari seberang telpon.


"Apa kamu tidak mengerti maksud ku, huh? Aku sedang..." teriaknya dan langsung dipotong oleh Jojo.


"Ini Jojo!" hanya dengan mengucapkan dua patah kata itu.. bisa membuat Kara berhenti meneriakinya. Ia terkejut dan mencoba mengingat-ingat kembali tentang perjanjian mereka kemarin.


" Bagaimana bisa aku melupakan janji ku untuk pergi ke pantai bersamanya hari ini. Ngomong-ngomong.. apa dia sudah datang ke sini sejak tadi?" umpatnya dalam hati.


Ternyata mereka telah membuat kesepakatan untuk pergi ke pantai hari ini.


"Itu.. heheh.. tuan! Saya, saya minta maaf. Tolong tunggu saya sebentar. Saya akan segera berkemas!" ucapnya terbata-bata


"Setengah jam paling lama. Aku akan menunggu mu di bawah" sahut Jojo dengan nada kesal.


"Apaaaaa?? Setengah jam? Bagaimana bisa?" teriaknya.


"Apa ada masalah?" tanyanya datar.


"Ahh.. itu, itu.. tidak, tidak ada, tuan!" sahutnya terbata. Dan segera mematikan ponselnya dan beranjak ke kamar mandi.


"Aiya.. dia pasti kesal. Karna sudah menunggu ku begitu lama. Seharusnya aku selesai dalam waktu setengah jam. Ini semua karna aku terlalu gugup jadi harus benar-benar mempersiapkan segalanya" gumamnya pelan.


Lalu ia bergegas turun menuju ke lobby. Sesampainya di sana, ia terbelalak melihat Jojo sedang berdiri menatap ke arahnya dengan wajah datarnya. Membuat bulu kuduknya merinding.


"Sepertinya manusia harimau sedang kelaparan, huh. Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya pelan.


Jojo menghampiri Kara yang sedang melamun, lalu menarik tangannya.


"Hei.. Apa kamu akan tetap berdiri di sini sampai jamuran?" ketusnya.


Mendengar ucapannya.. Kara sontak meneriakinya karna tingkah Jojo yang tampak kesal dengannya.


"Tunggu dulu! Saya tau saya salah. Saya minta maaf tuan.. karna membiarkan seorang tuan muda terhormat seperti anda menunggu ku terlalu lama. Tapi... jika anda tidak ikhlas dan terus kesal seperti ini, lebih baik anda pulang, tuan! Saya akan beristirahat hari ini!" teriaknya. Lalu membungkukkan badannya dan meluruskannya kembali.


"Perempuan ini. Berani sekali kamu mengusirku. Dan lagi aku sudah menunggu mu dari pagi, dan ini balasan yang ku dapatkan? Heh, bagus sekali! Kamu adalah orang pertama yang berani meneriaki ku, nona Kara" geramnya.


Kara semakin menciut. Dia takut sampai gemetaran.


Tapi, dia tetap berusaha untuk menghilangkan kegugupannya. Dia masih mengomel-ngomel tak jelas.

__ADS_1


"Tuan.. saya, saya bukan mengusir anda. Ya, bukan mengusir. Hanya saja hari ini saya.. tidak, tidak enak badan tuan. Jadi.." belum selesai Kara berbicara.. Jojo langsung mencium bibirnya agar tidak mengomel lagi.


Kara mematung tak bergeming. Sementara Jojo masih sibuk dengan ciumannya, meskipun Kara tidak terlalu bereaksi.


Dan orang-orang sekitar malah sibuk memuji dan menyaksikan keromantisan keduanya.


"Wah.. mereka sangat romantis ya"


"Iya. Seperti adegan romantis di film. Ketika ceweknya ngambek.. cowoknya akan langsung menciumnya"


"Mereka pasangan yang sempurna. Cowoknya tampan, ceweknya cantik"


"Ehh.. bukankah itu Kara? Artis pendatang baru yang terkenal itu?"


Kara langsung tersadar karna ucapan seseorang barusan. Dia semakin terkaget melihat banyak orang sedang mengelilingi mereka. Dan dia langsung melepaskan ciumannya dan mendorong tubuh Jojo darinya.


"Tuan.. Ini tempat umum. Banyak orang yang melihat kita sekarang. Apa yang anda lakukan? Apa anda tidak malu?" bisiknya.


"Oh. Kalau begitu.. apa aku boleh melakukannya di tempat sepi? heh!" bisiknya sambil tersenyum.


Wajah Kara langsung merona mendengarnya.


"Apa? Apa yang anda katakan? Saya.. saya tidak bermaksud begitu. Itu, sebaiknya kita berangkat sekarang. Atau mereka akan memotret kita dan menjadikannya topik perbincangan hangat nanti" sahutnya gelisah.


"Biarkan saja. Ada apa dengan mu? Apa kamu takut?" sahut Jojo.


"Hah? Ehh.. bukan, maksudku.. !" ucapannya menggantung.


"Maksud ku.. jika kamu tidak keberatan.. mari kita lanjutkan adegan tadi" sahut Jojo pura-pura polos.


"Kamu? Kamu sudah mengambil ciuman pertama ku.. dan masih berani menggoda ku? Dasar mesum!" geramnya.


"Hah? Ciuman pertama? Jadi... ciuman pertamamu kamu berikan untuk ku, sayang? Apa kamu menikmatinya?" Jojo menggodanya lagi.


"Kamu! Dasar mesum! Aku akan menendang b****g mu jika kamu berani lagi!" geramnya.


Wajahnya kembali memerah bagai tomat.


Baiklah, sayang. Jangan marah lagi.. Kita pergi sekarang!" sahutnya lalu menggandeng tangan Kara menuju ke luar hotel.


"Wahh.. Daebak!"


"Mereka sangat serasi dan romantis"


"Sisakan satu pria tampan sepertinya untuk ku yang jomblo ini"


"Hahaha"

__ADS_1


Banyak orang sekitar memuji mereka dengan pikiran mereka sendiri. Yang kenyataannya hanya ada hubungan bawahan dan atasan diantara keduanya.


TBC


__ADS_2