My Sweet Heart

My Sweet Heart
Episode 68: Saudara


__ADS_3

Satu minggu kemudian..


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di Prancis, kini Jojo dan ayahnya telah kembali ke tanah air. Bukan hanya mereka saja. Tapi juga para geng mafia didikan ayahnya. Kali ini, mereka telah bertekad untuk membalas dendam.


"Di vila pribadi milik Jojo"


Jojo beserta ayahnya tengah duduk di kursi taman belakang vila. Mereka berbincang kecil seraya menikmati sejuknya udara di sekitar.


Berselang beberapa waktu, sekelompok pria bertubuh besar datang menghampiri mereka. Para pria itu terlihat begitu menyeramkan. Pakaian serba hitam, itulah ciri khas mereka. Wajahnya dipenuhi dengan goresan-goresan luka. Bagaimana tidak? Setiap kali menghadapi tantangan, mereka harus siap menerima resiko tinggi. Luka-luka tersebut tidaklah seberapa bagi mereka, jika dibandingkan dengan kebaikan Tuan Alfred selama ini.


Flashback off


Dulunya mereka adalah gelandangan dan tidak punya tempat tinggal. Makan tidak makan, pakaian compang-camping.. bukanlah hal yang baru lagi bagi mereka.


Suatu hari, Tuan Alfred melakukan perjalanan bisnis. Dan secara tak sengaja bertemu dengan mereka. Saat itu, mereka masih berumur 5 tahunan keatas. Banyak orang-orang sekitar yang selalu mengejek mereka.


"Mereka bau!"


"Shhh.. menjijikkan!"


"Dasar orang miskin! Sana pergi!"


Setiap hari mereka akan diperlakukan dengan buruk oleh orang-orang sekitar. Tuan Alfred yang tidak tega melihatnya, kemudian datang menghampiri mereka.


"Nak.. siapa namamu?" Tanyanya berbasa-basi. Namun, mereka hanya terdiam tak bergeming. Takut! Itulah yang mereka rasakan setiap hari. Satu-satunya harapan mereka adalah tetap bersama baik sekarang, maupun dimasa depan. Mereka bukanlah saudara kandung. Tapi, sekumpulan anak-anak kecil yang selamat dari banjir kota sebelah. Orang tua mereka meninggal, hingga tidak punya tempat tinggal lagi. Mengungsi adalah satu-satunya jalan. Tapi kehadiran mereka tidak diterima disana.


Awalnya, mereka berpikir kalau Tuan Alfred adalah orang jahat, sama seperti orang-orang sekitar. Namun, pria paruh baya itu selalu mendatangi mereka tanpa merasa jijik. Bahkan memberi mereka makan.


Satu bulan kemudian, Tuan Alfred telah menyelesaikan pekerjaannya disana. Hingga hari H keberangkatannya, anak-anak itu menangis tidak ingin ditinggalkan olehnya. Karna mereka sudah terlanjur nyaman dengan kehangatannya selama ini.


"Tuan.. haruskah anda pulang?" Tanya salah satu diantara mereka. Namanya Zoe, anak paling kecil.


"Benar Tuan! Tolong jangan pergi!" Sambung yang lain lagi.


"Huhuhu..." mereka menangis tersedu-sedu. Hal itu membuat Tuan Alfred merasa bersalah.


"Lagipula.. mereka adalah anak yatim-piatu. Apa salahnya jika aku merawat mereka? Istri dan putraku juga belum ku temukan hingga kini!" Batinnya.


Ia lalu memeluk mereka semua. Dan kembali terlintas


bayang-bayang istri dan putranya dibenaknya.


"Jika Chris masih hidup.. pasti seumuran dengan mereka. Tapi aku bahkan tidak tahu, dimana keberadaan mereka sekarang!"


Tanpa disadari, air matanya telah berlinang membasahi wajah tampannya.


"Bagaimana.. kalau kalian ikut denganku? Tinggallah bersama ku!" Ucapnya penuh arti. Sekelompok anak-anak itu langsung mengangguk senang.

__ADS_1


"Maka.. kami akan memanggilmu ayah!" Sahut mereka bersamaan.


"Ya! Aku adalah ayah kalian mulai sekarang!" Lanjutnya lagi. Ia tersenyum bahagia. Lalu ia membawa mereka untuk tinggal bersamanya.


Waktu ke waktu, hingga tahun berganti tahun.. Tuan Alfred selalu menganggap dan memperlakukan mereka layaknya anak kandung. Ia menyekolahkan mereka dan melantik mereka menjadi sekumpulan pria kuat. Agar tidak lagi mudah ditindas seperti sebelumnya. Hingga terciptalah Alnoa of Mafia. Mereka tumbuh menjadi orang-orang kuat dan berpendidikan tinggi, itu berkat pertolongan dan belas kasih Tuan Alfred yang murah hati.


Flashback on


"Ayah!" Sahut mereka bersamaan seraya menundukkan kepalanya. Tuan Alfred tersenyum membalasnya. Berbeda dengan Jojo, ia terkejut dan menatap keheranan kearah mereka semua.


"Apa? Ayah? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ayah pernah menikah sebelumnya? Bukankah ayah hanya mencintai ibu?" Gumamnya dalam hati.


Tuan Alfred mengerti apa yang dipikirkan oleh putra kesayangan nya itu. Sehingga tidak perlu menutupinya lagi, pikirnya.


"Jojo, anakku! Meski mereka bukanlah darah dagingku, tapi mereka juga anakku. Yang berarti adalah saudaramu! Jadi, jangan berlaku buruk pada mereka" Jelasnya seraya menepuk-nepuk pundaknya. Ia kembali menoleh kesamping.


"Dia adalah putra kandung ku, yang selama ini kucari-cari. Mulai sekarang, dia adalah saudara kalian! Jadi, bersekutulah dengannya!" Lanjutnya lagi.


"Baik, ayah!" Sahut mereka bersamaan. Sementara Jojo, ia membuang nafasnya lega. Ternyata ia hanya berpikiran negatif saja. Lalu ia menyapa mereka semua.


"Namaku Jojo! Senang bertemu dengan kalian!' Ucapnya seraya mengulurkan tangannya. Dan dibalas hangat oleh mereka.


"Jangan sungkan! Bagaimanapun.. kita ini saudara sekarang!" Sahut mereka senang. Mereka tertawa kecil bersama. Begitupun dengan Tuan Alfred. Ia bahagia melihat keakraban mereka semua.


"Kelak.. kalian harus saling menjaga!" Batinnya penuh harap.


Berselang beberapa menit, ponsel Jojo tiba-tiba berdering. Ia langsung merogoh saku celananya untuk mengambilnya. Senyuman indah lolos terlukis di wajah tampannya.


"Ya, halo!" Ucapnya datar.


"Pulang sekarang, anak s****n!" Mendengar teriakan keras si penelpon, Jojo langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya. Kesekian kalinya, pria itu lagi-lagi membentaknya. Kali ini, Jojo benar-benar tidak tahan lagi untuk menahannya. Ia hendak membalas bentakan si pria itu, namun bahunya langsung ditepuk oleh ayahnya. Hal itu membuatnya berhenti.


"Baiklah!" Ucapnya berusaha menahan amarahnya. Dan langsung mematikan ponselnya.


"Ahhhh...!" Teriaknya merasa frustasi. Ia menjambak rambutnya.


"Mengapa aku dipertemukan dengan orang-orang jahat seperti mereka?" Geramnya dalam hati.


Tuan Alfred kembali menepuk-nepuk pundaknya.


"Ini akan berakhir! Aku akan selalu bersamamu!" Ucapnya berusaha menenangkannya.


"Kami juga akan bersamamu!" Sahut Zoe dan yang lainnnya secara bersamaan.


"Kita akan melewatinya bersama-sama!" Lanjut Tuan Alfred lagi. Namun, ia tetap mengepalkan tangannya sudah menggeram.


"William.. sudah cukup! Kesabaran ku telah habis!" Geramnya.

__ADS_1


"Baiklah, ayah! Kalau begitu.. aku akan pergi sekarang!" Sahut Jojo dan segera beranjak dari sana.


Setelah kepergiannya, Tuan Alfred memerintahkan para anak angkatnya untuk memantaunya dari kejauhan. Ia khawatir terjadi apa-apa pada putranya itu.


"Rui.. Zoe, ikutlah dengannya! Jangan biarkan terjadi apapun padanya!" Ucapnya menegaskan.


"Baik, ayah!" Mereka segera bergegas mengikuti Jojo ke rumah keluarga William.


"Di rumah keluarga William"


Tuan William beserta istrinya kini tengah duduk di sofa ruang keluarga. Mereka duduk didampingi oleh seorang gadis cantik bernama Jessica. Jessica adalah gadis yang akan mereka jodohkan dengan Jojo. Karna menurut mereka, dengan menikahi Jessica.. maka keluarganya bisa membantu perusahaannya yang hampir saja bangkrut.


Berselang beberapa waktu, Jojo datang menghampiri mereka. Seketika wajah Jessica berubah menjadi rona merah.


"Dia benar-benar tampan seperti rumornya! Tidak sia-sia aku datang jauh-jauh kemari!" Gumamnya dalam hati.


Ia lalu berdiri dan mengulurkan tangannya kearah Jojo.


"Jessica!" Ucapnya lembut seraya tersenyum lebar. Namun, Jojo mengabaikannya. Ia hanya melihat sekilas tanpa membalas perkataan ataupun uluran tangannya. Sikap Jojo mampu membuat keberaniannya semakin menciut.


"Dia benar-benar mengabaikan ku? Cih! Memangnya siapa dia? Meskipun tampan.. tapi hanya seorang anak miskin saja. Benar-benar tidak berguna! Lihat bagaimana aku membuatmu berlutut di kaki ku!" Gerutunya sombong.


Ia tidak terima dirinya diabaikan. Karna sebelumnya.. tidak seorangpun yang berani menolaknya.


Tuan William yang melihat tingkah Jojo pun merasa kesal. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Jojo.


"Apa susahnya menikah dengannya, huh?" Teriaknya begitu keras.


"Aku tidak ingin!" Sahut Jojo tanpa ekspresi.


"Huh? Tidak ingin? Tidak bisakah kamu membantu keluargamu sekali saja? Dimana otakmu berada? Dasar s****n!" Tuan William semakin membara mendengar jawaban Jojo.


"Itu bukan urusanmu!" Sahut Jojo lagi masih dengan nada ketusnya.


"Kamu? Beraninya kamu?" Teriaknya. Ia mengangkat tangannya keatas, hendak menampar wajah tampan Jojo, namun teriakan seseorang menghentikannya.


"Jika kamu berani menyentuhnya sedikit pun.. aku akan membuatmu bahkan lebih baik mati daripada hidup!" Teriaknya seraya menunjukkan tatapan mematikannya.


Mendengar hal itu, Tuan William segera menurunkan tangannya.


"Siapa yang berani menghentikan ku, huh?" Ia kembali berteriak seraya membalikkan badannya menoleh ke arah pria yang mengancamnya.


"Ka, ka, kamu? Ia terbelalak melihat kehadiran Tuan Alfred disana. Badannya terhuyung tak seimbang.


TBC


Halo para readers setiaku:)

__ADS_1


Jangan lupa kasih jempol, komentar dan votenya ya say💋biar author makin semangat...


I lovyu all😘


__ADS_2