My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 40: Lelaki masa depan?


__ADS_3

Lanjutan


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Kara dari seberang telpon.


"Ahh... aku, aku baru saja pulang dari kantor" Sahut Jojo berbohong. Ia tidak mau memberitahu Kara tentang kejadian hari ini. Terlebih memberitahukan bahwa dia sedang bersama dengan seorang wanita suruhan ibu tirinya. Dia takut Kara akan salah paham padanya.


"Aku akan memberitahu mu nanti, setelah semuanya beres!" Gumamnya dalam hati.


"Ahh.. benarkah? Apa kamu lelah?" Tanya Kara lagi.


"Emm, iya. Maksudku tadi iya. Tapi, setelah aku mendengar suara mu.. rasa lelah ku sudah hilang!" Sahutnya mencoba merayu Kara.


"Aihk.. kamu ini! Kamu selalu saja menggombal! Apa kamu juga melakukannya dengan wanita lain?" Kara menggerutu kesal, dan langsung dibantah oleh Jojo dengan tegas.


"Tentu saja tidak. Kamu adalah orang pertama dan terakhir, sayang!" Ucapnya manja.


"Huh, baguslah! Jika ketahuan oleh ku kamu berbuat begitu.. aku tidak akan mau melihat mu lagi. Mengerti?" Tegas Kara dengan nada mengancamnya. Membuat Jojo menelan salivanya dengan kasar. Ternyata begini ya, jika kamu punya seorang pacar. Dia akan mengomeli mu layaknya seorang ibu, pikirnya. Lalu, ia tersenyum bahagia.


"Baiklah, kelinci kecil ku! Aku akan mendengar mu!" Ucapnya dengan nada lembut.


"Emmm.. baiklah. Makanlah dengan teratur dan tidur dengan cukup! Dan ingat.. jangan merokok lagi ataupun meminum minuman keras lagi, ok?" Pinta Kara dengan lembut.


"Baiklah! Aku tidak akan lagi!" Sahut Jojo sambil tersenyum tipis. Ia merasa tersentuh dengan semua nasihat serta kepedulian Kara kepadanya.


"Hemm. Aku tutup dulu teleponnya, ok?" Sahutnya dari seberang.


"Ya, Aku mencintai mu sayang!" Ucap Jojo dengan lembut.


'"Aku juga mencintaimu, bayi besar ku, hahaha! Baiklah, bye-bye!" Sahut Kara sedikit berteriak sembari tertawa kecil. Lalu memutuskan panggilan teleponnya.


Jojo tersenyum bahagia. Ia bahagia, karna Kara selalu bisa mengubah moodnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


Kemudian, dia berjalan masuk kembali ke dalam mobil. Dan ia langsung ditanyai oleh Zaskia penuh selidik.


"Siapa yang menelepon mu barusan? Apakah seorang wanita j****g yang berusaha merayu mu? Jika kamu memang suka bermain begitu.. lalu kenapa kamu menolak ku? Aku bahkan jauh lebih hebat darinya jika masalah ranjang. Aku sudah biasa melakukannya sayang. Dan lagi.. kamu tidak pantas untuknya. Hanya aku seorang yang berhak berdiri di samping mu" Ucapnya penuh percaya diri, sambil menggesek-gesek buah dadanya ke lengan Jojo. Mendengar kata j****g, Jojo langsung menggeram. Apalagi kata-kata hina itu ditujukan untuk pujaan hatinya, membuatnya emosi tidak terima. Ia mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, dan ia menatap tajam ke arah Zaskia.


"Beraninya kamu mengatai calon istriku? Siapa kamu.. berbicara tak senonoh seperti itu? Cih! Enyahlah wanita s****n! Kamu bahkan lebih menjijikkan daripada seorang wanita penghibur" Teriaknya merasa jijik dan langsung menghempaskan tangan Zaskia dari lengannya.


"Hah? Calon istri?" Tanya Zaskia tidak percaya.


"Ya. Tentu saja calon istri ku!" Ucapnya bangga.


"Lalu aku? Siapa aku bagimu?" Teriak Zaskia dan matanya sudah berkaca-kaca. Hatinya sakit mendengar ucapan Jojo. Meski masih baru bertemu, artinya sehari pun belum.. namun, Zaskia sudah terpikat dengan ketampanan Jojo.


"Cih! Apa maksud mu? Kamu hanyalah sebuah pion wanita rubah itu. Dan akan dibuang setelah dia mendapatkan keinginannya. Tapi kamu terlalu bodoh! Apa kamu pikir.. aku membawa mu keluar karna aku tertarik padamu dan aku setuju bertunangan dengan mu? Cih! Itu tidak akan pernah terjadi! Dan lagi.. aku tidak membutuhkan orang seperti mu ini. Untuk apa aku harus peduli dengan mu? Sebaiknya, kau segera pergi dan jangan pernah tunjukkan wajah menjijikkan mu itu dihadapan ku lagi. Atau.. kamu akan menyesal!" Ucapnya sambil tersenyum menyeringai. Namun, tatapan mematikannya tetap mengarah ke wajah Zaskia. Hal itu membuat Zaskia takut dan gemetar. Ia menelan salivanya dengan kasar.


"Ka, kamu..." belum selesai ia berbicara, namun langsung dipotong oleh Jojo.


"Zack.. singkirkan wanita kotor ini dari hadapan ku" Ucapnya tegas.


"Baik, Tuan!" Zack langsung bangkit dari duduknya dan bergegas menarik tangan Zaskia keluar. Lalu menghempaskan nya ke tanah.


"Apa kamu tidak tau aku siapa? Beraninya kamu? Aku..." ucapannya terpotong oleh Zack.


"Tidak peduli, apakah kamu seorang konglomerat, tidak peduli jika kamu seorang putri dari keluarga kerajaan. Tapi aku tidak akan membiarkanmu begitu saja, jika kamu berani menyinggung Jojo, aku sendiri yang akan menghabisi mu!" Ucapnya penuh dengan nada mengancam. Lalu bergegas menuju ke dalam mobil.


"S****n! B******k! Aku tidak akan membiarkan mu begitu saja. Dasar pria gila! Aku pasti akan membalasmu!" Teriaknya. Ia kesal, bukan hanya kesal dengan Jojo.. tapi ia juga kesal dengan perkataan Zack barusan.


Di dalam mobil..


Jojo langsung membuka jasnya dan melemparkannya keluar. Kebiasaannya memang begitu. Ia tidak suka disentuh oleh wanita, kecuali Kara. Hanya Kara seoranglah yang berhak menyentuhnya.


"Wanita s****n! Aku sudah tidak tahan lagi. Sepertinya, aku terlalu baik selama ini. Sudah cukup! Perang akan segera kita mulai! Jangan salahkan aku RENATA! Kau yang memulainya lebih dulu. Aku hanya mengikuti alur mu saja!" Kesalnya. Ia mengusap wajah tampannya dengan kasar.

__ADS_1


"Ehem! Itu, Jo.. Kita mau kemana sekarang?" Tanya Zack hati-hati.


"Kita ke bar..." ucapannya berhenti. Ia menyerngit, kembali teringat pesan Kara dibenaknya. Lalu, ia menghela nafasnya dengan kasar.


"Aku tidak akan lagi. Aku berjanji!" Batinnya.


"Bar? Bar yang mana?" Zack kembali bertanya untuk memastikan. Namun, Jojo menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Kita pulang saja! Aku lelah." Ucapnya pelan dan sudah memejamkan matanya.


"Hah? Baik, baiklah!" Sahut Zack kebingungan.


"Apa dia sudah tobat? Biasanya dia yang paling kuat minum, kan? Apa dia masih Jojo, sahabat ku?" Gumamnya dalam hati.


Ia menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk sadar kembali. Lalu, Zack menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya menuju ke vila pinggiran kota dimana Jojo tinggal.


"Di negara K"


Kara tengah duduk di sofa dan sedang sibuk memainkan ponselnya. Ia membalas satu persatu setiap pesan yang masuk di aplikasi WeChat nya. Ia tampak senang. Tentu saja, karna kakak kesayangannya selalu saja menghiburnya dengan mengirim beberapa foto-foto konyolnya. Ia membalasnya dengan penuh semangat.


Seketika, ide muncul dibenaknya. Ia langsung mengambil gambar dirinya sendiri dan mengiriminya ke Jojo.


"Lihatlah aku, jika kamu merindukan kekasih mu😍"


Ia mengirim pesan singkat dan menyertakan beberapa foto mungilnya.


Tak menunggu waktu lama, Jojo langsung membalasnya.


"Baiklah, Tuan Putri! Aku akan memandangnya setiap waktu. Karna aku selalu merindukan mu.. kelinci kecil!"


Kara tersenyum lebar melihat pesan dari Jojo. Ia merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit dinding ruangan tersebut.

__ADS_1


"Aku berharap.. kamu akan menjadi lelaki masa depan ku kelak!" Ucapnya pelan lalu memejamkan matanya.


TBC


__ADS_2