My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 23: Menandatangani kontrak 1


__ADS_3

Keduanya, Kara dan juga produser tersebut berjalan berdampingan menuju ke tempat tim mereka berada. Menantikan produsernya bisa membawa seorang pemeran pengganti yang berkualitas bagus. Tidak seperti sebelumnya, tidak ada seorangpun yang bisa memuaskan hati mereka semua.


Para perias, tata busana dan karyawan lainnya telah berdiri menantikan kedatangan mereka.


"Prok..prok..prok! Produser tersebut bertepuk tangan, untuk meminta semua karyawan berkumpul.


"Ini adalah Charamell Alexa Sebastian! Panggil saja Kara. Sekarang, saya mau kalian mengubahnya menjadi seorang artis yang sebenarnya. Cepat kerjakan! Kita tidak punya banyak waktu." ucapnya tegas.


Kara terbelalak mendengar kata artis. Dan lagi... tadi produser itu sangat lembut. Sekarang menjadi seperti harimau yang sedang kelaparan. Aihk.. hidup memang penuh dengan lika-liku.


"Hi, semuanya! Saya Kara. Senang bertemu dengan kalian! Mohon bantuan dan bimbingannya!" ucapnya sembari tersenyum.


"Wah dia cantik"


"Dia juga ramah!"


Banyak memuji kecantikannya juga dia merupakan gadis yang sopan sehingga disukai oleh para kru. Tidak seperti sebelumnya, para pendatang yang judes dan sombong membuat mereka muak dan jijik.


"Silahkan ikut kami, nona!" Ucap beberapa karyawan sopan. Yakni desainer, para perias dan lain sebagainya.


"Baik" ucapnya tersenyum lalu mengikuti langkah kaki mereka.


Di meja rias


Para perias sibuk merias wajah mungil Kara. Mereka tidak kesulitan merias wajahnya, karna dia memang sudah cantik dari sononya. Mereka juga memberi sedikit pewarna alami di rambut indah Kara.


Beberapa lama kemudian, mereka telah menyelesaikan pekerjaannya.


Kara telah selesai di rias. Dia berjalan


keluar menuju tempat shooting berlangsung.


Rambut panjangnya dibiarkan terurai indah, dengan sedikit polesan riasan diwajahnya. Memakai gaun berwarna silver, yang sangat indah juga sepatu yang senada dengan gaunnya. Dia terlihat sangat cantik dan menakjubkan.


Dia berjalan dengan anggun bak model internasional. Sesekali ia memegang telinganya yang tidak gatal. Tapi karena merasa canggung dan malu.


"Wahhh... dia sungguh cantik!"


"Dia adalah dewi-ku!"


"Dia istriku!"


"Aku adalah penggemar mu!"


Mereka semua tampak menyukainya.


Produser tersebut tersenyum, dia memang pantas menjadi seorang Dewi" batinnya.

__ADS_1


Produser tersebut berdiri dan bertepuk tangan. (prok..prok..prok!)


"Kita sambut sang Dewi kita... Kara!" teriaknya.


"Baiklah ambil posisi masing-masing. Kita mulai... kamera Action!"


Semuanya tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Kara melakukan tugasnya dengan baik dan lancar.


"Cut! ucap produsernya dan kembali bertepuk tangan diikuti oleh para timnya. Mereka saling bertukar pelukan satu sama lain. Kara juga puas dan senang.. akhirnya shooting berjalan dengan lancar.


"Shooting berakhir! Kalian telah bekerja keras!" teriak produsernya.


"Terimakasih juga untuk Kara, yang telah bersedia ikut serta menyelesaikan adegan hari ini" sahutnya lagi.


Kembali semuanya bertepuk tangan dan berteriak..


"Kara, dewi-ku!"


"Bukan hanya cantik, sopan juga pandai berlakon"


"Aku menyayangimu Kara!"


"Aku juga akan selalu mendukung mu"


Kara menangis bahagia. Dia seperti merasakan kembali kehangatan keluarganya di masa lalu.


'Ma, pa, kak David... Kara akan mewujudkan mimpi Kara dan membuat kalian bangga" batinnya.


"Terimakasih semuanya!" ucapnya dengan isakan tangis bahagia.


Beberapa karyawan wanita memeluknya, mereka terharu melihat Kara yang menangis bahagia.


Produser menghampirinya dan menyerahkan sebuah amplop.


"Seperti janji saya tadi, ini adalah upahmu! Dan masalah kontrak... aku sudah melihat kemampuan mu. Aktingmu sangat bagus dan aku percaya.. kamu adalah generasi ratu drama di masa depan. Jika kamu ingin meniti karirmu mulai dari sekarang, aku akan membantumu. Besok kamu bisa datang ke perusahaan kami untuk penandatanganan kontrak (menyerahkan sebuah kartu nama)


Kebetulan kami juga akan merilis sebuah drama baru lagi. Kamu bisa mencobanya. Meskipun kamu adalah pendatang baru, namun kamu bisa naik daun secepatnya dengan kemampuanmu saat ini.


Karna kamu memiliki kualitas dan temperamen yang baik, maka akan disukai oleh banyak orang" ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak Kara.


"Tapi, pak! Saya hanya tamatan SMA! Belum tau pasti tentang dunia hiburan." sahutnya lirih.


"Di dunia hiburan.. tidak peduli kamu lulusan SMP, SMA ataupun sarjana! Yang terpenting adalah kualitas. Jika kamu lulusan sarjana tapi kualitas jauh di bawah rata-rata.. itu sama saja nol. Dan seberapa tingginya pendidikan mu, belum bisa dipastikan jika kamu akan menjadi yang terbaik. Tapi, ada kalanya pendidikan itu di butuhkan. Kamu bisa meningkatkan kemampuan mu nantinya dan melanjutkan studimu setelah berlakon selama beberapa waktu. Sehingga mempermudah kamu untuk mengasah kemampuan mu ketika melanjutkan ke perguruan tinggi. Dan mengenai dunia hiburan yang belum kamu mengerti.. kamu akan belajar dengan sendirinya. Ingatlah Kara, kesempatan tidak datang dua kali" jelas si produser.


"Akh.. Oh! Begitu ya pak! Baiklah!"

__ADS_1


"Tidak usah sungkan. Jika ada yang kurang jelas kamu bisa tanyakan langsung pada saya. Dan satu lagi... sepertinya kamu harus mencari seorang menejer. Itu untuk mempermudah kamu mengurus segala pekerjaan yang akan kamu lakukan! Semoga beruntung, nak!" Ucapnya.


"Terima.. terimakasih banyak pak atas bantuan dan bimbingan mu" ucapnya dengan senyum mengembangnya.


Dibalas anggukan oleh pria paruh baya itu. Kehangatannya seperti mendiang ayahnya dulu.


Tiba-tiba seseorang menghampirinya.


"Hi, Kara! Boleh aku minta tanda tangan mu? Aku sangat menyukai mu" ucap gadis seumuran dengannya. Lalu menyodorkan sebuah kertas putih kosong kepadanya.


"Ahh.. tentu aja boleh" ucapnya. Dia meminta serta memberikannya kembali setelah selesai ditanda tangani olehnya.


"Makasih Kara.. Dia mengulurkan tangannya. "Nama ku Mi-Rea! ucapnya kegirangan.


Kara menyambut uluran tangannya dan tersenyum bahagia.


"Sepertinya dia gadis yang baik! Apa aku jadiin dia sebagai menejer ku aja kali, ya?" batinnya.


"Emm..kamu mau nggak jadi menejer ku? tanyanya hati-hati.


"Aaaakh.. dia menjatuhkan kertasnya karena kaget.


"Aku..aku hanya, hanya seorang gadis biasa! ucapnya terbata.


"Tapi aku juga menyukai mu"


"Benarkah?"


"Iya, aku benar!


"Kalau begitu baiklah! Aku setuju. Tapi... maaf sebelumnya jika aku punya banyak kekurangan nantinya.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Kita berdua sama, sama-sama anak pendatang!" ucapnya lembut.


Tak terasa hari telah berganti menjadi malam,


Kara kembali ke apartemennya. Dia masih berpikir kalau dia sedang bermimpi dengan apa yang terjadi hari ini.


Satu hari ini, membuatnya lelah dan penat. Hingga ia memutuskan untuk beristirahat lebih awal.


Di pagi hari..


Kara bangun pagi-pagi sekali, dia memutuskan untuk berhenti bekerja di BF Seafood Restaurant. Dia ingin meniti karirnya dari nol di bidang seni, yang selama ini digelutinya.


Dan hari ini.. dia akan pergi ke sebuah perusahaan besar, yakni perusahaan dunia hiburan terkenal di kota itu untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan mereka seperti yang telah disepakati sebelumnya.


Dia berpakaian sopan dan rapi. Dia ingin memberikan kesan yang baik untuk produsernya juga karyawan yang lain.

__ADS_1


TBC


__ADS_2