My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 29: Apakah aku menyukainya?


__ADS_3

Setengah jam berlalu, Jojo baru terbangun dari tidurnya. Nyawanya masih belum terkumpul penuh.


"Hoam.. jam berapa sekarang?" gumamnya pelan dengan suara khas bangun tidurnya.


Dia masih memejamkan matanya dan tidak menyadari Kara yang tengah duduk disampingnya. Kara masih menatap lekat wajah tampan Jojo.


"Meskipun dia baru bangun, tapi dia tetap tampan. Wajar saja jika dia disukai banyak orang. Huh, apa yang ku pikirkan?" gumamnya pelan.


Jojo kaget mendengar seseorang disampingnya berbicara.


"Siapa yang.." dia mengatupkan bibirnya tidak melanjutkan perkataannya.


"Tu.. tuan, anda sudah bangun rupanya!" sahut Kara gugup.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanyanya penasaran.


"Haa? Seharusnya saya yang bertanya tuan. Kenapa anda bisa berada di ruangan istirahat pribadi saya? Dan juga.. kenapa anda bisa tertidur di samping saya?" jelasnya kesal.


Jojo mengingat-ingat kembali kenapa dia bisa datang ke ruang istirahat Kara.


Dia menepuk jidatnya.


"Ternyata.. aku yang salah. Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya dalam hati.


Ia linglung dan merasa frustasi.


"Bagaimana aku harus menjelaskannya?" batinnya lagi.


"Itu.. itu.. saya. Ehm.. saya tadi mengantuk dan asal masuk ruangan dan tidak menyadari bahwa kamu juga di sini. Jadi.. tolong jangan dipikirkan lagi" sahutnya berbohong.


"Mmm? Kara menyerngitkan dahinya.


"Jika seperti itu.. kenapa dia harus gugup? Apa wajah ku terlihat menyeramkan? Oh, tidak. Apa yang harus ku lakukan? Ini pasti sangat memalukan" gumamnya dalam hati.


"Ehh.. jika seperti itu, tidak apa-apa tuan! Tidak masalah! Ya, tidak masalah! Saya.. saya akan ke kamar mandi dulu" ucapnya panik dan langsung berlari ke kamar mandi.


"Kenapa jadi dia yang panik? Bukankah aku yang sedang berbohong? Tapi.. dia seolah-olah sedang melakukan kesalahan besar, emm?" gumamnya heran.


Lalu ia kembali merebahkan tubuhnya dan kembali memejamkan kedua matanya.


...****************...


Beberapa saat kemudian, Kara keluar dari kamar mandi. Sebelumnya ia sudah membersihkan wajahnya dan kembali untuk memakai sedikit polesan make-up di wajah mungilnya.


Ia terkejut melihat Jojo masih berbaring di sana.


"Kenapa dia masih di sini? Haruskah aku membangunkannya? Jika orang lain melihat.. mereka bisa salah paham!" gumamnya sambil menggigit kecil kukunya.


Ia gelisah apa yang harus ku lakukan pikirnya.

__ADS_1


Ia berjalan kesana kemari, sambil berpikir keras mencari jalan keluarnya.


"Lebih baik aku membangunkannya. Tapi bagaimana jika dia marah? Ahh.. sudahlah. Daripada orang lain yang melihat kami salah paham.. akan lebih baik jika aku membangunkannya." ucapnya pelan.


Kara berjalan menghampiri Jojo dan berusaha untuk membangunkannya.


"Tuan.. tuan! Bangun! Sekarang waktu istirahat telah usai. Itu.. sebaiknya, sebaiknya anda segera keluar sekarang. Maksud saya.. saya tidak bermaksud mengusir anda, tuan. Tapi, tapi tuan... orang lain bisa salah paham dengan kita" ucapnya terbata.


Ia menepuk-nepuk wajah tampan Jojo. Namun, ia tak kunjung bangun juga.


"Tuan.. tuan! Sebaiknya anda segera bangun" lanjutnya lagi.


Sebenarnya Jojo tidak tertidur sedari tadi. Dia hanya memejamkan matanya. Namun, Kara tampak khawatir karna mereka istirahat dalam satu ruangan jadi dia berniat untuk mengerjainya.


Ia mengintip Kara yang tampak gelisah.


"Heh, wajahnya sangat lucu" gumamnya dalam hati.


"Tuan.. tuan!" ia masih terus berusaha membangunkan pria gagah itu.


Karna tak tahan lagi.. Jojo langsung menariknya ke dalam pelukannya.


"Ahhh... Apa, apa yang akan anda lakukan? Jangan.. jangan sembarangan. Atau aku akan.. emmhh!" ucapannya terhenti karna Jojo semakin mempererat pelukannya yang membuatnya tak bisa bernafas dengan normal.


"To.. uhuk, uhuk tolong! Tolong lepaskan aku tuan. Aku tidak bisa bernafas!" ucapnya ngos-ngosan.


Jojo langsung duduk masih memeluk Kara. Sekarang posisi Kara berada di pangkuannya.


"Emm.. itu, tolong lepaskan aku tuan!" sahutnya sambil meronta berusaha melepaskan tangan Jojo.


Namun, Jojo menahannya dan menatap lekat wajah semu merah Kara.


"Uhuk.. Apa kamu sedang tersipu malu?" sahutnya.


"Ahh.. hahaha! Itu tidak mungkin, tuan. Ya, mana mungkin!" ucapnya dengan senyum paksanya.


"Kenapa dengan wajah mu? Apa kamu sedang kepanasan?" tanyanya mencoba menggoda Kara.


Kara menjadi semakin gelisah dan ia langsung memegang kedua pipinya yang sudah merona.


"Ya, ampun! Kenapa aku bisa lupa? Kenapa kamu begitu bodoh dan ceroboh Kara? Ternyata aku lupa memakai make-up. Aku pasti terlihat seperti mak lampir sekarang. Makanya dia mengejekku. Kenapa hari ini begitu sial? Harusnya aku melihat kalender sebelum berangkat kerja" umpatnya dalam hati mengutuki dirinya sendiri.


"Itu... hahaha! Saya.. saya belum pakai make-up, tuan! Jadi.. saya tampak aneh sekarang.. saya akan memakainya" ucapnya gelisah.


"Siapa bilang kamu aneh tanpa riasan? Kamu tampak jauh lebih cantik dengan wajah natural mu" sahut Jojo apa adanya.


Ya, memang dia mengatakan yang sebenarnya. Karna Kara memang gadis yang cantik dan menawan. Mau tampil bagaimanapun juga, dia tetap cantik dan mempesona.


"Deg...deg..deg! Jantung Kara berdegup kencang seperti pertama kali jatuh cinta.

__ADS_1


"Itu.. saya akan memakai riasan dulu, tuan. Tuan, sebaiknya lepaskan saya dulu." ucapnya mencoba menghindari godaan Jojo.


Namun, Jojo tak mengindahkan perkataannya. Ia kembali mempererat pelukannya dan meletakkan kepalanya di leher jenjang Kara. Ia menghirup aroma tubuh Kara yang membuatnya merasa geli.


"Dia sangat wangi" gumam Jojo dalam hati.


"Ini.. ini sangat.. sangat geli, tuan! Tolong lepaskan!" desahnya.


"Apa kamu mencoba menggoda ku, nona?" goda Jojo.


"Bu.. bukan! Saya.. saya tidak bermaksud, tuan!" sahutnya gelisah.


Lalu Jojo melepaskannya.


"Parfum apa yang kamu pakai? Baunya enak sekali" lanjutnya bertanya.


"Itu.. saya pakai parfum Rose of No Mans Land!" sahutnya sambil mengalihkan pandangannya.


"Oh, kalau gitu.." ucapannya terpotong Karna pintu tiba-tiba terbuka.


Itu adalah Zack. Dia masuk tanpa mengetuk pintu dahulu.


"Kenapa kamu?" kesal Jojo.


"Apa? Apa aku sedang bermimpi? Bukankah Jojo sangat benci dengan wanita? Bahkan, karyawan di perusahaan didominasi oleh kaum pria. Tapi.. sekarang ini dia memangku seorang wanita? Apa dia sedang kesurupan? Ataukah aku berhalusinasi?" gumamnya pelan lalu mengusap-usap matanya.


"Apa kamu akan terus diam seperti Mr.Limbad?" kesalnya lagi membuat Zack tersadar.


"Ups.. maaf! Aku tidak tau, kalau kalian.. harusnya aku tidak asal masuk tadi! Maaf!" sahutnya masih tidak percaya.


"Memang sudah seharusnya kamu minta maaf" sahutnya sembari tersenyum tipis.


Namun, berbeda dengan Kara. Ia tampak malu dan gelisah. Ia segera turun dari pangkuan Jojo dan berlari kecil pergi keluar.


"Tunggu dulu" sahut Jojo. Namun kara tak mengindahkan perkataannya.


Zack langsung menghampiri Jojo yang sedang bengong.


"Ada apa dengan mu Jo? Bukankah kamu benci dengan wanita? Kenapa kamu sangat peduli dengan gadis itu? Kalian bahkan baru kenal, tapi sudah sedekat itu. Dasar pria aneh!" gerutunya kesal.


"Itu.." ucapannya terpotong.


"Benar. Kenapa aku sangat peduli dengan gadis ini? Bahkan, kami baru kenal. Tapi kenapa, kenapa... aku menginginkan dia untuk selalu berada di sampingku? Aku tidak ingin sedetikpun membiarkannya pergi dari sisiku. Dan aku merasa dia sangat familiar. Apakah ini hanya firasat ku saja?" gumamnya dalam hati.


"Heh, Jojo, Jojo.. Apakah kamu benar-benar kesurupan sekarang? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku, hah? Baiklah! Teruslah melamun.. aku akan pergi!" teriaknya kesal dan berlalu pergi.


"Apa? Apa aku menyukainya? Ini gak mungkin. Huh, aku hanya menyukai ibu ku. Tidak untuk orang lain. Tapi.. aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri ku jika berhubungan dengan gadis ini. Perasaan macam apa ini?" gerutunya.


Ia menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya kasar lalu beranjak pergi menuju ke ruang pemotretan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2