My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 91: Pembenci


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya beserta para bawahannya, dan juga Samsul Adinata datang menghampiri mereka.


"Bermimpilah! Hal itu tidak akan pernah terjadi! Karna.. kalian harus mati" Ucap wanita itu sambil tertawa menyeringai. Semua menoleh padanya. Tak terkecuali David. Sepertinya, aku mengenalnya pikirnya. Wanita itu berjalan kearahnya.


"Halo.. keponakan ku!" Ucapnya sambil memegangi wajah David. David menganga mendengarnya. Benar saja, wanita itu sedikit mirip dengan mendiang ibunya.


"Kalau begitu.. dia?" Gumaman David buyar mendengar teriakan Leona.


"Maksud mommy apa? Keponakan?" Teriaknya menghampiri sang ibu. Kara terkejut mendengar ucapan Leona, memanggilnya dengan sebutan mommy. Kemudian, ia menatap wanita itu dengan mata jernihnya.


"Mama?" Gumamnya pelan. Memang terlihat mirip dengan mamanya. Mendengar ucapannya, wanita paruh baya itu lalu menghampirinya tanpa mempedulikan keberadaan Leona disampingnya. Ia menyentuh wajah Kara sambil tersenyum lebar.


"Benar-benar gadis yang cantik. Wajahmu sama persis dengan ibumu." Ucapnya memuji Kara. Lalu, ia berbisik.


"Tapi.. aku tetap tidak peduli! Aku tidak tertarik untuk mempertahankan mu. Kamu.. harus mati, sama sepertinya!" Sorot matanya, menatap sinis pada Kara. Tentu saja Kara semakin kaget. Ia membulatkan matanya.


"Apa.. apa maksud mu?" Ucapnya terbata. Air matanya kembali terjatuh. Baru saja ia menemukan ada bayangan ibunya, pada wanita itu. Tapi auranya sangat berbeda dengan ibunya. Sepertinya.. wanita ini bukan orang baik. Ia juga terlihat sangat membenci ibu. Itulah yang Kara pikirkan.


Sementara Jojo, ia langsung memberikan tatapan tajamnya pada wanita itu. Bagaimana tidak? Ia berani berbicara yang tidak-tidak pada gadisnya. Tanpa rasa ragu, ia langsung bertanya tentang jati diri wanita itu.


"Siapa kamu? Apa tujuan mu kemari?" Tegasnya. Wanita tadi langsung menolehnya. Ia menatap Jojo dari atas sampai kebawah. "Heh! Ia tersenyum.


"Sepertinya.. pemuda ini bukan orang biasa. Aku bisa melihatnya!" Batinnya.


Keduanya memang tidak saling mengenal. Meski dulu Zeremy pernah berteman dengan Jojo, tapi.. Jojo sama sekali tidak pernah bertemu dengannya. Karna, memang keberadaannya, serta kenyataan tentang ibu kandung Zeremy dan Leona tidak diketahui oleh publik. Entah apa alasannya, siapa yang tahu?


"Kamu dengar sendiri kan? Mereka berdua adalah anakku!" Tunjuknya kearah Zeremy dan Leona.


"Apa tujuanmu kemari?" Tanya Jojo lagi. Namun sorot matanya masih terlihat muram. "Hahah.." Ia langsung dibalas tawa oleh wanita itu.


"Ini tidak ada urusannya denganmu! Jadi, jangan coba-coba menghalangi ku" Ucapnya bersikap lembut. "Cih! Joko berdecih padanya.


"Tentu ini adalah urusanku! Karna dia adalah calon istriku!" Ucapnya menoleh Kara sekilas. Wanita itu langsung menggeram.


"Apa kamu juga ingin mati?" Ucapnya sambil tersenyum sinis.


"Mengapa.. ibu dan anak selalu menemukan pria yang sempurna? Harusnya.. posisi ini adalah milik Leona!" Batinnya.


"Coba saja!" Tantang Jojo, tidak takut dengan ancamannya. Mendengar hal itu, wanita itu jadi terdiam. Tiba-tiba ruangan menjadi sunyi, mencekam. Sedangkan Leona, pikirannya sudah berkecamuk. Air matanya tak kunjung berhenti. Ia lalu memberanikan diri untuk bertanya kepada sang ibu.


"Apa.. ini semua rencana mommy?" Ucapnya masih terisak. Wanita itu tersenyum padanya.


"Ternyata.. putri kesayangan ku ini tidak bodoh ya?" Sahutnya bercanda. Tapi Leona tidak mengindahkan perkataannya. Ia mengusap air matanya perlahan.


"Berhentilah berkata.. seolah kamu adalah ibu yang baik." Ucapnya mencoba menahan air matanya. Zeremy hendak menahannya agar tidak berdebat dengan sang ibu, tapi Leona tidak peduli.


"Apa.. apa hubungan mu dengan mereka?" Tanyanya lagi, menunjuk David dan Kara secara bergantian. "Ahhh? Wanita itu kembali tersenyum, yang membuat semua orang semakin penasaran.


"Kamu ingin tahu? Baiklah!" Ia memperbaiki anak rambutnya yang terurai. Lalu berjalan menghampiri Leona.


"Ibunya, Sophia, adalah kakakku." Ucapnya lantang. Semua orang langsung membulatkan matanya.


"A.. apa?" Ucap Leona gemetar. Bukan hanya dia, tapi juga Kara dan David sangat terkejut mendengarnya. Kara menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Ti.. tidak mungkin!" Ucapnya pelan. Jojo kembali memeluknya, berusaha untuk tetap menenangkannya. Berbeda dengan Leona. Dengan berani, ia menunjuk wajah ibunya karna saking geramnya.


"Apa kamu.. kamu yang membunuh orangtua mereka?" Teriaknya begitu keras. Hal itu membuat Zeremy semakin takut. Ia takut,mamanya akan melukai adik kesayangannya itu.


"Leona! Cukup!" Teriaknya. Tapi lagi-lagi Leona tidak peduli.


"Jawab aku!" Teriaknya sudah mencengkeram kuat kerah baju mamanya. Semua orang terkejut melihat tingkahnya sekarang. Setelah adanya anggukan kepala dari sang ibu, tubuhnya langsung terjatuh lemas dilantai. "Bruk! Ia menggelengkan kepalanya.


"Ti.. tidak mungkin! Ibu.. ibuku seorang, seorang pembunuh!" Ucapnya gemetar. Tapi wanita itu tidak mempedulikannya. Ia malah dengan entengnya memperjelas semuanya.


"Benar! Aku yang membunuhnya! Bukan David!" Ucapnya dengan nada serius. "Hiks..hiks..hiks! Tangisan Kara dan juga Leona lolos mengisi keheningan disana. Sementara David, ia sudah mengepalkan tangannya. Menangis? Sekarang ini, hal itu tidak lagi terpikirkan olehnya. Ia hanya ingin balas dendam. Bahkan, jika wanita itu adalah keluarganya sendiri, ia tetap tidak pantas untuk dikasihani.

__ADS_1


"Mengapa? Mengapa kamu melakukannya?" Ucapnya penuh dengan amarah.


"Karna aku tidak menyukainya!' Sahut wanita itu enteng. "Hahahah..." David tertawa jahat padanya.


"Apa hal ini sangat menyenangkan bagimu? Karna kamu tidak menyukai ibuku.. lalu kamu dengan entengnya membunuhnya? Kamu pikir kamu siapa, huh?" Teriaknya lagi. Wanita itu menatapnya dengan mata meremehkannya.


"Tentu saja aku sangat bahagia! Dan juga.. aku siapa? Aku.. adalah pembenci ibumu. Apa kamu paham?" Ucapnya sinis. Ingin rasanya memotong leher wanita itu sekarang juga. Tapi, Jojo menahan tangan David. Ia tidak ingin sahabatnya itu malah menghancurkan dirinya. Tentu Kara akan semakin terpuruk nantinya.


Flashback off


Sejak kecil, Arabella memang sangat membenci sang kakak, Sophia Mourinho. Sophia merupakan anak satu-satunya dari Tuan Gavin Mourinho, seorang pengusaha sukses di Benua Eropa. Ia juga mendirikan beberapa perusahaan besar di Benua Asia, terkhususnya di Korea. Ia lebih memilih tinggal di Korea, karna istrinya Kim Seo Beomi. Sayangnya, istri tercintanya itu meninggal saat melahirkan Sophia. Tak rela putranya menjadi orangtua tunggal bagi Sophia, hingga ibunya, Aleana, memutuskan untuk mencarikannya seorang istri. Yakni seorang artis papan atas bernama Jessica. Tapi sebelum menikah dengan Tuan Gavin, Jessica ternyata sudah lebih dulu hamil dengan pria lain, yang tak lain adalah kembaran Tuan Gavin, Gideon. Itulah mengapa Sophia dan Arabella terlihat mirip, karna ayah mereka adalah saudara kembar. Dan hal itu diketahui oleh Tuan Gavin sendiri. Tapi, ia tetap menikahinya karna paksaan ibunya. Hingga saat Jessica meninggal pun, Tuan Gavin tidak pernah menyentuhnya sekalipun. Karna baginya, wanita satu-satunya yang berhak mendapatkan cintanya adalah Kim Seo Beomi seorang saja. Sehingga, Jessica kerap menyewa para pria berondong untuk memuaskan nafsunya. Tuan Gavin tidak mempermasalahkan hal itu. Asalkan ia tidak menyentuh putrinya, Sophia. Tuan Gavin memang sangat mencintai putrinya, Sophia. Sehingga, hal itu kerap membuat Arabella cemburu. Ia tidak terima, Tuan Gavin lebih mencintai Sophia dibandingkan dirinya. Berbagai cara telah ia lakukan untuk membuat Tuan Gavin membencinya, tapi hal itu tidak pernah berhasil.


Dari segi kecantikan, Sophia memang lebih cantik darinya. Bahkan talenta. Sophia hampir bisa disegala bidang. Tari, musik, akademik, bukan hal yang sulit baginya. Sehingga Tuan Gavin sangat bangga padanya. Bukan hanya cantik ataupun pintar, ia juga dermawan seperti mendiang ibunya, Kim Seo Beomi. Orang-orang juga selalu memujinya bahkan mencintai dirinya. Hanya Jessica dan Arabella sajalah yang tidak menyukainya.


Saat berusia 19 tahun, Sophia menamatkan gelar sarjananya di Universitas ternama di Inggris. Bahkan, Arabella tidak bisa menyetarakan dirinya dengannya. Mereka hanya beda usia satu tahun saja. Tapi berbeda dengan Arabella, ia harus menamatkan pendidikannya pada usia 22 tahun. Saat itu, Sophia bahkan sudah memiliki perusahaan sendiri karna keuletannya dan juga usahanya sendiri. Ia tidak pernah mengandalkan harta kekayaan sang ayah. Bahkan bisa dibilang, dia bukan wanita manja pada umumnya.


Bagi Sophia sendiri, Arabella tetaplah adiknya. Meski tidak pernah dianggap oleh Arabella sendiri. Ia juga menyayangi Arabella dengan tulus. Tapi hal itu malah membuatnya kerap menyalapahami kebaikan Sophia. Arabella tidak peduli meski Sophia adalah gadis yang baik. Baginya, Sophia tetaplah Sophia, orang yang seharusnya ia benci.


Hingga pada usia 26 tahun, Sophia menikah dengan seorang pria keturunan Asia, yakni Tuan Rayn Sebastian. Pria gagah, tampan dan juga kaya raya, banyak para kalangan wanita yang mendambakannya untuk menjadi pendamping hidupnya. Tak terkecuali Arabella. Ia sangat menyukainya. Tapi, lelaki itu malah mencintai Sophia dan menjadikannya sebagai istrinya. Seminggu setelah pernikahan mereka, Arabella dipaksa menikah oleh ibunya dengan seorang pria pilihannya. Mau tidak mau, Arabella pun menurutinya.


Satu tahun kemudian..


Tuan Rayn dan Nyonya Sophia dikarunia oleh kehadiran seorang malaikat kecil yang begitu tampan. Mereka memberinya nama, David Evano Sebastian. Begitupun dengan Arabella. Ia juga melahirkan seorang putra. Ia memberinya nama Zeremy Shii.


Setelah beberapa waktu, mereka pulang menemui sang ayah, Tuan Gavin. Tuan Gavin senang dengan kehadiran mereka. Meski Arabella bukan putri kandungnya, tapi ia menganggapnya sama dengan Sophia. Arabella hanya salah mengartikan saja selama ini. Saat pulang ke Korea, Arabella tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Tuan Rayn. Rasa suka itu masih ada. Tentu saja! Meski suaminya juga tampan, tapi ia lebih tertarik dengan suami kakaknya sendiri.


Setiap kali melihat Tuan Rayn, ingin rasanya ia memiliki pria itu seutuhnya. Tapi, apa yang harus ku lakukan? Bertahun-tahun lamanya, Arabella selalu berusaha keras. Hingga pada hari itu. Tepatnya pada 12 Desember. Sekian lama usahanya berlangsung sia-sia, tapi hari ini semua berjalan lancar. Ia menyewa seorang pembunuh bayaran untuk merusak mobil Tuan Rayn dan Nyonya Sophia saat hendak menuju ke Prancis.


"Brakkk! Kecelakaan tragis pun terjadi. Bagi siapapun yang melihatnya, akan mengalami traumatis mendalam.


"Nyonya.. semua berjalan dengan lancar!" Sahut seorang pria, yang merupakan suruhannya.


"Hahahah..! Akhirnya, kemenangan pun berpihak padaku." Ucapnya senang.


"Tapi Nyonya.." Ucap pria itu menggantung. Hal itu berhasil menghentikan tawa bahagianya.


"Apaaaa?" Teriaknya tidak percaya. "Prang! Ponselnya terjatuh. Tubuhnya juga perlahan melemas dan ikut terjatuh. "Bruk! Ia mengacak-acak rambutnya juga wajahnya.


"Ahhhhh!" Teriaknya membabi buta.


"Apa gunanya ini semua? Aku.. aku hanya menginginkan Rayn saja. Mengapa, hiks..! Mengapa sangat sulit untuk mendapatkannya? Bahkan.. sekarang dia sudah tiada! Ahhhhh!" Ia berteriak begitu keras. Ia lalu tertawa terbahak-bahak. "Hahahah..!


"Ini semua salahmu, Sophia! Kalau sudah begini.. maka, putra dan putri kesayangan mu itu juga harus mati. Mereka harus mati! Hahahah..!" Ucapnya menyalahkan Nyonya Sophia. Karna putus asa, ia lalu menghubungi Samsul Adinata, pria yang baru ia kenal, untuk mengakuisisi semua aset-aset milik keluarga Sebastian. Setelah mengambil semua aset keluarga Sebastian, ia juga berencana untuk membunuh Kara dan juga David, sang kakak.


Flashback on


"Ctik! Arabella menjentikkan jarinya. Berselang beberapa waktu, terdengar suara gemuruh langkah kaki. Para pria berbaju hitam masuk menghampiri mereka. Kemudian, Arabella menghampiri David juga Kara.


"Bahkan.. jika kamu seorang artis papan atas.." Tunjuknya kewajah Kara.


"Dan.. meski kamu seorang pengusaha hebat.." Tunjuknya kewajah David.


"Kalian.. tetap tidak akan bisa menghentikan ku!" Ucapnya bangga. Lalu ia menoleh kebelakang.


"Bunuh mereka!" Tegasnya tak berperasaan. Semua orang melongo mendengarnya.


"Tidak!" Jojo langsung menghalanginya. Ia menyembunyikan Kara dibelakangnya.


"Kamu tidak berhak mengambil nyawa orang sesukamu" Teriaknya. "Cih! Arabella berdecih padanya.


"Kamu pikir kamu siapa, huh? Bahkan.. jika kamu Raja sekalipun, kamu tidak akan bisa menghalangi ku. Siapapun tidak akan bisa! Atau.. kamu ingin menantang ku?" Ucapnya menantang Jojo.


"Bunuh!" Teriaknya lagi. Leona juga Zeremy menggelengkan kepalanya seraya berteriak begitu keras.


"Tidak! Hentikan! Jangan!" Teriak mereka bersamaan. Tapi sama sekali tidak dipedulikannya.

__ADS_1


"Ini bukan urusan kalian!" Tegasnya menatap tajam keduanya.


"Tapi.. ini urusanku!" Teriak seseorang, yang kembali mencekam suasana. Drap..drap..drap! Suara langkah kakinya terdengar berjalan kearah mereka.


"Siapa yang berani menghentikan ku, huh?" Teriak Arabella sudah menoleh kebelakang. Matanya membulat melihat pria itu.


"A... apa?" Ucapnya gemetar. Ia takut melihat ekspresi wajah pria itu. "Tap! Pria itu berhenti tepat dihadapan Arabella.


"Ini adalah urusanku!" Tegasnya lagi. Ia menatap Arabella dengan penuh kebencian.


"Ternyata.. memang kamu dalangnya. Selama ini, aku tidak pernah mempercayai hal itu. Tapi sekarang, kamu sudah menunjukkan wajahmu. Enyahlah dari hadapan ku!" Ucapnya dengan penuh amarah. Arabella menyentuh tangan pria itu.


"Tidak! Ayah.. ja, jangan salah paham. Aku, aku tidak melakukannya!" Ucapnya terbata-bata. Tapi, secepat mungkin Tuan Gavin menghempaskan tubuhnya hingga terjatuh kelantai.


"Sejak kamu membunuh putri kandungku, kamu bukan siapa-siapa lagi bagiku. Kamu.. sama sekali bukan putriku! Aku tidak pernah mengajarkan mu untuk membunuh!" Tegasnya tanpa menoleh Arabella sedikitpun. Arabella menyentuh kakinya dan berlutut disana.


"Maaf, hiks.. ma, maafkan aku, Ayah!" Ucapnya gemetar. Tapi lagi-lagi Tuan Gavin menghempaskan tubuhnya.


"Lepaskan! Jangan menyentuhku! Apa kamu pikir, aku akan mengasihanimu? Beraninya kamu membunuh putriku?" Teriaknya penuh amarah. Kemudian ia menatap tajam para pria berbaju hitam tadi.


"Pergi dari sini! Atau.." Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, mereka langsung pergi. Mereka takut kemarahan Tuan Gavin akan berdampak pada mereka. Mereka sangat mengenal Tuan Gavin. Siapapun yang berani menyentuh orangnya akan segera dilenyapkan. Kemudian ia mengangkat tangannya keatas.


"Bawa wanita pembunuh itu pergi! Urusanku dengannya belum selesai." Tegasnya lagi. Para anak buahnya membawa Arabella yang masih berteriak-teriak pergi, menuju ke Gedung terbengkalai dipinggiran kota. Bukannya berniat melepaskannya, tapi ia ingin lebih dulu menemui kedua cucu kesayangannya itu.


Setelah kepergian para pria tadi, suasana kembali mencekam. Tuan Gavin berjalan menghampiri Kara. Tanpa ia sadari, air matanya lolos terjatuh.


"Sophia.. bukan, cucuku!" Ucapnya lembut. Ia langsung berhambur memeluk Kara. Kerinduannya terhadap putrinya terobati melalui Kara, cucunya.


"Maafkan kakek! Maafkan kakek!" Ucapnya lagi disertai isakan tangisnya. Sementara Kara, masih linglung dan asing dengan pria tua itu. Bagaimana tidak? Mereka hanya pernah bertemu saat Kara masih kecil. Setelah itu, karna banyaknya masalah yang terjadi, sehingga tidak lagi memungkinkan mereka untuk bertemu kembali.


"Ini.. inikah kakekku?" Tanyanya dalam hati.


Sentuhan tangan Tuan Gavin, membuatnya kembali tersadar.


"Aku kakekmu sayang! Kamu terlihat sama persis dengan ibumu!" Ucap Tuan Gavin lembut. Ia membelai rambut dan wajah Kara dengan penuh kehangatan.


"Ka.. kek!" Ucap Kara pelan dan dibalas anggukan olehnya.


"Iya! Aku kakekmu!" Sahutnya lagi.


"Kakek sa.." Belum selesai ia melanjutkan ucapannya, pelukan erat Kara membuatnya kembali tersenyum.


"Kakek, hiks..!" Ucap Kara gemetar. Ia meremas jubah kakeknya.


"Ma.. mama sudah pergi!" Isakan tangisnya membuat pria itu ikut terisak.


"Kakek tahu!" Tuan Gavin benar-benar menangis didalam pelukan Kara. Ia juga merasa sangat kehilangan atas kepergian putri tercintanya itu. Kemudian, tatapannya beralih kepada David yang terdiam membisu tak jauh dari sisinya. Ia melempar senyum tulus padanya.


"David..?" Ucapnya senang. Kemudian ia mengusap air matanya.


"Kemarilah!" Ia mengulurkan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya, masih memeluk Kara. Perlahan, David pun melangkah kearahnya. Sesigap mungkin, Tuan Gavin membawanya kedalam dekapannya.


"Kalian adalah hartaku yang paling berharga!" Ucapnya sembari menepuk-nepuk punggung keduanya.


"Maafkan kakek, karna datang terlambat!" Lanjutnya lagi. Namun keduanya menggelengkan kepala. Ini bukan sepenuhnya salah kakek, pikirnya. Mungkin saat itu, kakeknya benar-benar punya kesulitannya sendiri.


Memang benar. Selama bertahun-tahun lamanya, setelah kepergian Nyonya Sophia, Tuan Gavin jatuh sakit. Dan perlahan-lahan kondisi kesehatannya semakin memburuk, akibat obat palsu dari Arabella. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Di hadapannya, Arabella terlihat sangat baik. Tapi kebaikan itulah yang perlahan-lahan membuat Tuan Gavin sadar, bahwa pembunuh sebenarnya adalah putri angkatnya sendiri. Ia pun memerintahkan para bawahannya untuk mencari tahu tentang kebenarannya. Setelah mengetahui kenyataannya, ia memutuskan untuk tetap bersikap baik dihadapan Arabella, menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendam putrinya. Dan sekarang, ia merasa lega akhirnya ia telah menemukan jawabannya. Meski masih terpuruk dengan kepergian putrinya, tapi.. kehadiran kedua cucunya membuatnya kembali tersenyum. Sekarang, ia punya alasan untuk hidup.


Sementara Jojo, Airi dan Dimas, mereka tersenyum melihat adegan hangat dihadapan mereka. Ada hikmah dibalik semua rasa sakit yang selama ini Kara dan juga David hadapi. Mereka akhirnya bertemu kembali dengan sang kakek. Berbeda dengan Zeremy dan Leona. Mereka merasa menjadi orang asing sekarang. Meski Tuan Gavin adalah saudara kembar kakek kandungnya. Tapi mereka merasa malu dengan perilaku jahat sang ibu. Bahkan sekarang, mereka berpikir.. mungkinkah Tuan Gavin masih menerima mereka? Mungkin saja, karna kesalahan sang ibu, mereka menjadi aib bagi keluarga Mourinho.


TBC


Halo para readers setiaku❤️❤️


Jangan lupa tinggalkan jejak say💜 Kasih jempol, komen dan votenya. Agar author makin semangat updatenya🙂🙂

__ADS_1


I lovyu all😘


__ADS_2