
"Kita bertemu lagi!"
Mendengar Kara menyapa dirinya, sontak Rani terhenti dengan umpatan didalam hatinya. Ia sempat memalingkan wajahnya, untuk menghilangkan rasa kegugupannya. Tapi melihat tatapan semua orang tertuju padanya, mau tidak mau ia terpaksa harus menyapa balik.
"Bagaimanapun.. aku harus menjaga image ku! Terlebih di hadapan Jojo!" Gumamnya dalam hati.
Ia lalu mengubah ekspresinya menjadi sangat welcome. Disertai uluran tangan yang mengarah pada Kara.
"Ya, senang bertemu dengan mu lagi!" Ucapnya sambil tersenyum lebar. Kara membalas uluran tangannya. Namun, dalam hatinya ia sudah tersenyum licik. Bagaimana mungkin, ia tidak mengetahui isi pikiran Rani saat ini. Melihat tatapannya kepada Jojo, sangat jelas bahwa Rani menyukai prianya.
"Ingin merebut priaku? Heh! Godaan j****g seperti mu tidak akan mempan mengusiknya! Hanya pria b******n saja yang akan tergoda dengan wanita centil seperti mu, ini. Jojo berbeda!" Batinnya merasa senang.
Kara semakin mempererat genggaman tangannya. Namun, senyumannya masih tersungging lebar.
"Selamat bekerja sama!" Sahutnya dengan santai. Sementara Rani, dengan kekesalannya ia terpaksa harus menahan diri.
"Wanita s****n ini! Lihat bagaimana aku menyingkirkan mu nanti!" Gerutunya dalam hati.
Kini, Kara telah melepaskan genggaman tangannya, dan beralih memeluk tubuh Rani, yang membuat Rani lagi dan lagi semakin merasa frustasi.
"Baguslah, kalau kamu sudah mengetahui Jojo adalah priaku. Ingat! Dia hanya bisa menjadi priaku seorang. Siapapun yang berniat menjadi hama dalam hubungan kami.. akan ku habisi semuanya. Tidak peduli meski wanita itu sepuluh kali lebih j****g darimu!" Bisiknya ketelinga Rani. "Glek! Rani menelan salivanya dengan kasar. Ia terkejut mendengar ancaman Kara barusan. Seingatnya, Kara hanyalah gadis manja yang mudah ditindas. Ia tidak tahu, kalau Kara sudah berbeda dengan 3 tahun yang lalu.
"Kamu?" Kesal Rani. Ia merapatkan giginya. Kara malah menyeringai dirinya, seraya melepaskan pelukannya. Lalu ia duduk berdekatan dengan Jojo dan kakaknya.
"Apa kamu bersenang-senang?" Bisik Jojo, tersenyum tipis. Kara hanya menganggukkan kepalanya. Ia tidak ingin, hubungan mereka terlalu mendominasi. Secara, Jojo adalah seorang yang tidak tahu malu baginya. Ia akan bersikap mesum kapan dan dimana saja.
Berbeda dengan Kara yang tampak senang, Rani malah tak henti-hentinya menggerutu dalam hati.
"Wanita s****n! Aku akan membalas mu! Aku tidak percaya Jojo tidak tergoda dengan ku. Semua pria sama saja! Asalkan aku bisa tidur dengannya sekali saja.. lalu hidup ku akan berubah. Aku akan menjadi kaya raya!" Batinnya senang.
Kara kembali menatap Jojo yang terlihat sangat dekat dengannya. Lalu beralih menoleh Rani.
"Bermimpilah Rani! Seumur hidup ini.. kamu tidak akan bisa mendapatkannya. Bahkan, meski kamu adalah putri kerajaan. Kamu tidak pantas! Kebencian mu terhadapkulah yang akan menghancurkan hidup mu. Semakin kamu membenci ku.. semakin kamu ingin menghancurkan ku, maka kegelapan akan menghampiri mu lebih dulu." Batinnya merasa kasihan.
Berselang beberapa waktu, rapat resmi dibuka. Pembukaan rapat dibawakan oleh Erwin, selaku wakil Presdir FJ Entertainment. Tapi, sebelum ke intinya, ia lebih dulu mengenalkan posisi Jojo di perusahaan tersebut. Meski banyak diantara mereka yang berpikir bahwa kedatangan Jojo kali ini adalah untuk menjalin kerjasama dengan FJ Entertainment. Namun dugaan mereka salah.
"Baiklah semuanya! Sebelum saya memulai ke topik utama, saya akan lebih dulu mengenalkan Presdir FJ Entertainment kepada kalian semua." Sahut Erwin dengan nada serius. Semuanya tercengang mendengar hal itu. Banyak yang berbisik-bisik, merasa penasaran dengan Presdir yang sebenarnya. Bahkan, tak sedikit para wanita yang mengkhayalkan seorang Presdir yang tampan layaknya di novel romansa pada umumnya.
"Apa? Presdir? Bukankah pak Erwin adalah owner FJ Entertainment?"
"Ku dengar-dengar sih, bukan!"
"What? Kalau bukan pak Erwin, lalu siapa?"
"Pak Erwin saja sudah tampan dan sangat ingin memilikinya. Apalagi Presdirnya? Pasti ganteng!"
"Aku berharap.. Presdirnya tampan. Dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama denganku! Aahh.. senangnya!"
"Mimpi kamu!"
"Tapi.. novel romansa yang ku baca kmaren, ceritanya gitu kok!"
"Jangan ngada-ngada deh!"
Mendengar bisikan mereka, Erwin sedikit berbatuk untuk menghentikan suasana ricuh yang terdengar seperti ibu-ibu komplek yang sedang bergosip. "Ehem! Semua langsung terdiam dan sudah membenarkan posisi duduknya seperti semula. Ada rasa bersalah tersirat diwajah mereka, dikarenakan mulut yang tidak bisa terkontrol untuk memulai gosip, hingga membuat suasana menjadi sangat canggung sekarang. Sementara Kara, ia sudah tersenyam-senyum sendiri membayangkan ekspresi wajah mereka nantinya setelah mengetahui kenyataannya..
__ADS_1
"Aku penasaran!" Gumamnya pelan. Namun, terdengar oleh Jojo.
"Apa yang membuat mu penasaran?" Tanya Jojo sedikit berbisik. Kara hanya menggeleng tak ingin memperpanjangnya, kala melihat Erwin sudah melanjutkan perkataannya.
"Baiklah! Presdir FJ Entertainment adalah Tuan Jojo! Kalian bisa.." Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, semua sudah berteriak tak percaya.
"Apa?"
"Tu.. Tuan Jojo?"
"Wahhh! Benar-benar crazy rich!"
"Ahhh.. sepertinya, khayalan ku tidak akan pernah terkabul."
"Tidak harus dengan pria konglomerat baru bisa bahagia. Lihatlah aku dengan suamiku. Hidup kami pas-pasan. Tapi, kami bahagia kok!"
"Aku akan membuang semua novel-novel yang ku baca itu. Ternyata mereka menipu ku. Tidak ada seorang Presdir manapun yang akan terpikat dengan wanita seperti ku ini. Ahhh.. menyebalkan"
"Hahah..! Itu semua kan fantasi!"
"Apa kamu masih normal? Tidak mungkin kan.. Tuan Jojo lebih memilih mu daripada Nona Kara, sang idola cantikku? Sebaiknya.. kamu bereinkarnasi saja sebanyak 10 kali. Siapa tahu kamu benaran bisa memikat para Presdir? Hahahahhh...."
Jojo yang biasanya kaku, kini terlihat tersenyum tipis mendengar ocehan mereka.
"Bahkan.. para penggemar mu mendukung hubungan kita!" Gumamnya dalam hati.
Ia menatap Kara dengan penuh kasih. Rani yang melihatnya, tidak terima. Ia mengepalkan tangannya dibawah meja.
"Jojo tersenyum padanya? Sebenarnya.. sihir apa yang telah digunakan oleh rubah ini, hingga semua pria tergila-gila padanya? Bukan hanya Reyhan. Tapi, juga Jojo. Pria idaman sejuta umat! Tidak! Aku tidak boleh kalah!" Batinnya.
"Ada apa dengannya?"
"Mungkin saja dia sudah gila!"
Rani berusaha menelan semua hinaan mereka terhadapnya. Seketika, ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat tenang.
"Bukankah Tuan Jojo baru saja tiba? Aku akan membuat segelas kopi untuk anda. Bagaimanapun.. anda pasti merasa lelah dan haus!" Ucapnya menawarkan. Ia menunjukkan senyum manisnya. Para rekan kerjanya sudah tahu, ia pasti mau menggoda Tuan Jojo bisik mereka. Namun ia tidak mempedulikannya.
Bukannya senang, Jojo malah merasa jijik dengan tawaran Rani barusan. Ia hendak menolaknya dengan mentah-mentah. Tapi dilarang oleh Kara.
"Biar aku saja!" Kara mengisyaratkan tangannya, dan dibalas anggukan oleh Jojo.
Kara tampak mengeluarkan sebotol air mineral dari tasnya, dan langsung meletakkannya dihadapan Jojo.
"Aku tahu nona Rani bermaksud baik kepada Tuan Jojo. Tapi, dia mengidap penyakit lambung. Tidak bisa mengonsumsi kopi. Maaf sekali, nona! Anda tidak perlu repot!" Sahutnya menunjukkan senyum manisnya kepada Rani. Rani hanya tersenyum palsu kepadanya.
"Anda tidak marah kan? Ahh.. begini saja. Aku juga tidak enak kalau harus menolaknya. Bagaimana kalau nona menyeduhkan kopinya untuk rekan-rekan kerja baru kita saja? Menurut ku itu sama saja, bukan?" Sahut Kara lagi. Sontak Rani menggebrak meja dengan begitu keras. Ia tak bisa menahan amarahnya lagi.
"Kamu jangan tidak tahu batasannya Kara! Lagipula.. aku bertanya pada Tuan Jojo. Bukan padamu! Siapa kamu berani menjawab ku?" Teriaknya tidak tahu malu.
"Perkataan ku memang benar, kalau Tuan Jojo terkena gangguan lambung. Apa nona tidak percaya? Mungkinkah.. nona sangat menginginkan kondisi Tuan Jojo memburuk dihadapan semua orang?" Sahut Kara tak mau kalah.
"Ahhh.. tidak!" Rani langsung mengibas-ngibaskan tangannya. Ia baru sadar, ternyata Kara tidak lagi mudah untuk ditindas.
"Lalu.. mengapa nona berteriak seolah tak percaya padaku?" Sahut Kara masih tersenyum lebar. Sontak semua orang langsung menertawai Rani yang gelagapan.
__ADS_1
"Ckckck.. apa ini?"
"Apa Rani tidak tahu, kalau Kara adalah tunangan Tuan Jojo?"
"Ini adalah cara paling halus tapi menyakitkan bagi calon pelakor sepertinya!"
"Telalu PD, akhirnya malu juga!"
"Hahahahh..!"
Baik David, maupun Zack, mereka ikut terkekeh. Tak terkecuali dengan Jojo dan juga Erwin. "Pfft! Erwin masih tak berhenti tertawa. Sementara Bagus, bos perusahaan Rani bekerja sudah melototi Rani penuh amarah.
"Dasar wanita s****n! Selalu saja membuat keributan! Awas saja kamu!" Batinnya.
Beberapa saat kemudian, Erwin kembali membuka bicara.
"Baiklah! Leluconnya sudah cukup! Mari kita lanjutkan ke poin pentingnya hari ini." Ucapnya menyudahi tawa mereka.
"Kami persilakan Tuan Jojo.. untuk menyampaikan sepatah dua kata ataupun saran untuk semua yang ada disini" Lanjutnya lagi. Jojo langsung berdiri dan berkata ke intinya saja, tidak ingin berbelit-belit. Bersamaan dengan itu, semua orang bertepuk tangan menyambutnya. "Prok...prok..prok!
"Baiklah! Aku berharap.. semua kru dan pemeran bisa bekerjasama dengan baik. Kerjasama yang baik akan memperlancar semuanya. Jika ada kendala lain, kalian bisa langsung melapor kepada Erwin, selaku penanggung jawab. Dan kali ini.. ku tegaskan, jika ada pemeran atau siapapun yang berniat melakukan hal tidak benar kepada sesama rekan kerja, selama proses shooting atupun diluar jam kerja, akan segera dipecat. Siapapun itu. Aku tidak peduli!" Ucapnya serius. Semua orang mengiyakan perkataannya. Siapa yang berani cari ribut dengannya? Mungkin hanya orang yang sudah bosan hidup saja! Itulah yang mereka pikirkan.
Setelah Jojo selesai, Erwin kembali melanjutkan pembicaraannya.
"Seperti yang sudah kita ketahui, setiap orang sudah mengerti tentang peran masing-masing. Aku sangat senang kalian bIsa berpartisipasi dengan casting film baru kali ini. Dan juga untuk Kara, bintang utama kita kali ini.. aku sangat berterimakasih bisa menjalin kerjasama dengan orang hebat seperti anda. Dengan ini, ijinkan kami mendengar lantunan kata darimu" Ucapnya menyambut Kara dan diikuti dengan tepuk tangan yang meriah oleh semua orang. "Prok..prok..prok!
Kara langsung berdiri dan membungkukkan badannya kedepan. Ia sudah terbiasa melakukannya, baik selama berada di Korea bahkan setelah kembali ke Indonesia.
"Terimakasih semuanya! Kalian terlalu menyanjung ku! Aku juga masih pemula disini. Masih banyak hal yang harus ku pelajari dan membutuhkan bantuan dari kalian. Tolong kerjasamanya." Ucapnya ramah sambil tersenyum lebar. Ia kembali disoraki dengan tepuk tangan yang meriah. "Prok..prok..prok!
"Kamu terlalu merendah sayang!"
"Kamu pantas menjadi idolaku!"
"Kara.. Saranghaeyo!"
"Aku semakin mencintai mu!"
"Gadis cantikku memang rendah hati!"
Kara hanya tersenyum sumringah, tidak bisa membalasnya satu persatu. Tidak menyangka, para rekan kerja barunya langsung welcome padanya. Dan banyak pula diantara mereka merupakan penggemar nya.
Sementara Rani, lagi-lagi hanya bisa menelan saliva melihat Kara selalu lebih unggul darinya.
"Jika bukan karna wajahnya yang lumayan.. apa lagi yang bisa dibanggakan darinya? Aku akan menghancurkan mu!" Kesalnya dalam hati.
David yang menyadari tatapan kesalnya sedari tadi, langsung tertawa menyeringai. Ia menopang dagunya diatas tangannya.
"Kapan wanita gila ini akan berubah? Apa dia pikir dia begitu cantik dan menggoda? Bahkan jika benarpun, tidak akan ada yang sudi menampungnya. Kecuali pria gigolo, ckckck!" Batinnya terkekeh.
TBC
Halo para readers setiaku:)
Jangan lupa tinggalkan jejak say🐨
__ADS_1
I lovyu all😘