My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 41: Aku sangat mencintaimu, Tuan Jojo!


__ADS_3

Nama Kara kian melambung di berbagai manca negara. Siapa yang tidak mengenalnya. Seorang aktris cantik dan bertalenta. Banyak orang terpikat dengan nya, baik kalangan muda maupun tua. Meski demikian, tak sedikit orang yang tidak menyukainya alias kumpulan para hatters. Hampir setiap hari ia diikuti oleh para paparazi bayaran. Namun, anak buah Jojo selalu berhasil mengatasinya. Sebelum Jojo kembali ke tanah air, ia telah menempatkan banyak mata-mata sekaligus bodyguard disisi Kara, untuk menjaga dan melindunginya.


Pagi ini dia menerima telpon dari pria yang telah lama ia nantikan. Ia langsung mengangkatnya tanpa melihat layar ponselnya terlebih dahulu, entah siapa yang menelponnya.


"Ya, halo!" Sapanya dengan suara khas bangun tidurnya.


"Apa kamu baru bangun?" Sahut Jojo dari seberang.


Kara terkaget mendengarnya. Ia membulatkan matanya melihat layar ponselnya. Dan ternyata memang benar, yang menelponnya adalah pujaan hatinya.


"Ehh, iya. Aku baru saja terbangun!" Sahutnya merasa senang.


"Emm? Apakah aku mengganggu mu?" Tanya Jojo lagi.


"Ahh.. tidak! Hahaha.. tentu saja itu tidak benar. Aku sangat merindukan mu!" Sahutnya lirih. Lalu, ia mengangkat kepalanya dan menatap langit-langit kamar tidurnya.


"Benarkah?" Tanya Jojo penuh selidik.


"Dasar bodoh. Tentu saja itu benar!" Ucap Kara sedikit kesal. Sementara Jojo hanya terkekeh mendengarnya.


"Baiklah, Tuan Putri. Karna Tuan Putri sedang merindukan bayi besar mu.. jadi aku datang untuk mengobati rindu mu!" Ucapnya dengan nada menggoda.


Kara bingung dengan ucapan Jojo barusan. Ia lebih memilih untuk diam, daripada membuatnya semakin kesal saja.


Kemudian Jojo melanjutkan pembicaraannya.


"Apa kelinci ku sudah tidak berperasaan lagi sekarang? Apa dia tidak berencana membukakan pintu untuk ku? Huh, kalau begitu aku kembali saja. Aku akan pulang ke tanah air" Sambung Jojo pura-pura sedih.


"Ap.. apa? Kamu dimana? Apa kamu bercanda?" Kara berucap pelan lalu segera berlari menuju pintu dan membukanya perlahan. Tiba-tiba suara seorang pria mengagetkannya. "Surprise!" Sahut Jojo dengan senyum mengembangnya.


Kara terbelalak melihatnya, ia menutup mulutnya tak percaya. Ternyata benar, pujaan hatinya memang datang dan sudah berdiri dihadapannya. Tak lupa, Jojo memberinya seikat bunga mawar merah kesukaan Kara. Ia langsung berhambur memeluk pria tampan tersebut. Jojo membalas pelukannya dengan hangat, lalu mengecupi setiap inci wajah mungil Kara.


"Aku merindukan mu, sayang!" Ucapnya sambil membelai rambut indah milik Kara.


Namun, Kara hanya terdiam dan masih menempelkan wajahnya di dada bidang Jojo.


Beberapa saat kemudian, keduanya saling melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam menuju ruang tamu.


"Kenapa tidak mengabari ku kalau kamu akan datang hari ini?" Sahut Kara sambil memonyongkan bibirnya.


Jojo menyerngitkan dahinya.

__ADS_1


"Emm? Tentu saja, aku ingin memberi mu kejutan!" Balasnya menunjukkan senyum bahagianya. Ia mencubit pelan wajah mungil gadisnya, lalu kembali mendekapnya ke dalam pelukannya.


"Hmmm. Bagaimana keadaan mu akhir-akhir ini? Apa semuanya sudah beres? Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Kara penasaran. Ia mengangkat kepalanya agar bisa menatap lekat wajah kekasihnya itu.


"Ssstt.." Jojo menutup bibirnya dengan jari telunjuknya.


"Jangan pikirkan hal itu sekarang. Itu tidak lebih penting dari mu. Aku sudah datang. So, mari kita bersenang-senang!" Lanjutnya lagi.


"Hemmm? Jadi, kamu tidak berniat memberitahu ku? Huh, terserah padamu saja!" Kesalnya. Dia bangkit dari pangkuan Jojo dan berjalan menuju ke kamar. Namun, belum beberapa langkah.. Jojo langsung berbicara yang membuatnya berhenti dan berbalik.


"Apa hal itu lebih penting dari ku?" Ucapnya dengan senyum terpaksa dan masih menundukkan kepalanya.


Kara terkaget mendengarnya.


"Apa yang telah ku lakukan? Apa aku menyinggungnya? Sepertinya dia hanya tidak ingin membuat ku kepikiran saja. Aku memang egois! Tapi, aku pacarnya! Huh!" Gumamnya pelan. Lalu, ia menghampiri Jojo yang tertunduk seperti orang bodoh itu.


Kemudian dia duduk disampingnya dan memeluknya.


"Aku tidak bermaksud! Bisakah kau.." Ucapannya terhenti karna Jojo langsung memeluknya erat.


"Jangan marah padaku!" Ucapnya lirih.


"Emm, baiklah!" Balasnya merasa heran. Ia heran melihat tingkah Jojo saat ini.


"Kalau ada masalah, kamu harus berbagi dengan ku. Bagaimanapun kita ini adalah sepasang kekasih. Jadi, kamu tidak perlu memendamnya sendiri! Aku akan mendengarkan mu dan membantu mu sebisa ku!" Sahut Kara dengan lembut sambil menepuk-nepuk punggung Jojo.


"Biarkan aku memelukmu!" Ucapnya lirih. Ia kembali teringat akan kecelakaan mengenaskan yang dialami oleh ibunya waktu itu.


" Bagaimana caranya agar aku bisa menceritakan kejadian itu kepada mu? Aku tidak tau harus memulai dari mana! Aku tidak sanggup." Batinnya.


Tanpa terasa air matanya lolos terjatuh dari pelupuk matanya, dan sudah membasahi punggung Kara.


Lalu Kara melepaskan pelukannya. Ia menyentuh wajah tampan Jojo, lalu, menyeka lembut air matanya.


"Jangan menangis lagi. Semuanya sudah berlalu!" Ucapnya menenangkan Jojo. Ia kembali mendekapnya dengan erat.


"Kenapa hatiku sakit melihatnya menangis? Siapa yang membuatmu begitu rapuh hingga seperti ini?" Batinnya.


Berselang beberapa menit, Jojo membuka percakapannya.


"Aku minta maaf, dan terimakasih! Aku pasti terlihat menyedihkan sekarang!" Ucapnya pelan. Lalu melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Ahhh.. tentu saja tidak. Bagaimanapun kondisi mu, aku tetap menyukaimu! Sekarang hingga akhir." Ucapnya sembari tersenyum lebar.


Jojo tersenyum bahagia mendengar ucapannya.


"Jika kontrak mu telah habis.. dan sudah kembali ke tanah air, aku akan membawamu menemui seseorang." Ucapnya pelan.


"Hah? Seseorang? Siapa? Apa dia seorang wanita atau pria? Apa dia tampan? Apa dia cantik, atau.. lebih cantik dari ku?" Celetuknya dengan berbagai pertanyaan.


"Emmm.. Seorang wanita. Dan kalau masalah cantik atau tidak.. kalian sama-sama cantik di mataku!" Ia menjawab dengan apa adanya.


Karna memang benar keduanya sama-sama cantik.


"Apaaaaaa? Apa kamu selingkuh? Kamu berani?" Kesalnya sedikit berteriak.


"Hahaha..!" Jojo tertawa terbahak-bahak mendengar kekesalan Kara.


"Kenapa kamu tertawa? Apa itu menyenangkan? Siapa wanita itu? Aku akan membunuhnya!" Geramnya. Ia merapatkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya. Dan dia menatap tajam ke arah Jojo.


"Dia telah lama tiada!" Sahut Jojo sambil tersenyum dengan paksa.


"Ehh.. apa? A, aku tidak.." ucapannya terhenti. Tiba-tiba dirinya yang dipenuhi oleh amarah, kini menjadi merasa bersalah.


"Siapa wanita itu? Matilah aku. Aku telah mengutuknya tadi. Kenapa kamu bodoh Kara? Bagaimana kalau kamu dihantui olehnya?" Gumamnya dalam hati. Ia mengutuki dirinya sendiri dan memukul pelan mulutnya yang pedas.


"Dia adalah ibuku!" Sahut Jojo singkat.


Kara semakin terbelalak. Matanya hampir terjatuh karna saking kagetnya.


"Itu.. itu, aku.. aku minta maaf! Aku, aku.. aku tidak bermaksud begitu!" Ucapnya terbata-bata.


Jojo menarik tangannya dan menuntunnya untuk duduk disampingnya.


"Aku tahu" Ucapnya singkat. Ia kembali memeluk tubuh mungil Kara.


"Ap, apa? Apa kamu tidak marah?" Sahutnya merasa khawatir.


"Tidak! Aku tahu kamu tidak bermaksud begitu. Kamu hanya cemburu dan mencoba meluapkan amarah mu saja, kan?" Timpalnya, ia kembali membelai rambut indah milik Kara.


"Hemm.. Aku sangat mencintai mu, Tuan Jojo!" Ucapnya dengan nada lembut lalu mengecup bibir tipis Jojo.


"Aku paling mencintai mu, sayang!" Sahutnya lalu membalas ciuman Kara dengan lembut.

__ADS_1


TBC


__ADS_2