My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 13: Terimakasih Tuan!


__ADS_3

Setelah kepergian para bodyguard Reyhan, pria asing tersebut melepaskan pelukannya.


"Apa kamu punya banyak hutang...? Sampai harus dikejar-kejar oleh mereka seperti tadi..? Kamu sungguh malang! Apa kamu tidak punya keluarga?" ucapnya iba.


" Atau.. jangan-jangan kamu adalah wanita suruhan ibu tiri ku? Dan.. berpura-pura dikejar-kejar orang agar aku menyelamatkan mu? Huh, kamu bermimpi nona! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah tertarik dengan wanita manapun. Karna hanya ibuku lah satu-satunya orang yang layak mendapatkan cintaku!" lanjutnya lagi dengan mata sinis.


Kara memegang erat bajunya dengan kedua tangannya. Dia kembali menitikkan air mata, teringat dengan kedua orang tuanya yang telah tiada dan juga kakaknya yang ditinggalkannya.. entah bagaimana kabarnya sekarang. Apa dia terluka? Apa dia dibunuh oleh b******n itu? Aku mohon, tolong baik-baik saja kak! Jika terjadi sesuatu padanya dan juga kedua sahabatku, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membalasnya Reyhan!" batinnya.


Dia kembali mengepalkan kedua tangannya dengan kepala tertunduk. Membuat pria asing tersebut merasa heran dan bersalah.


"Apa aku menyakiti perasaannya? Kenapa dia menangis? Bukankah dia wanita suruhan ibu tiriku untuk mengawasi ku seperti sebelumnya?" batinnya.


Dia semakin merasa bersalah dan mencoba menenangkan Kara, yang membuat semua bodyguardnya merasa heran, tak terkecuali asisten pribadinya terbelalak melihat tingkah bosnya itu.


"Itu.. saya.. saya tidak tau apa-apa nona! Sebaiknya.. sebaiknya kamu jangan menangis! Kita.. kita tidak saling kenal! Ya, anggap saja kita tidak pernah bertemu! Kamu tidak perlu merasa terharu nona!" ucapnya terbata-bata.


"Apa dia hanya berpura-pura?" batinnya.


Kara langsung mengangkat kepalanya. Dia memberanikan diri untuk meminjam ponsel milik pria asing itu.


"Tuan! Bolehkah.. bolehkah saya meminjam..meminjam ponsel mu, tu..tuan?" tanyanya terbata.


"Kenapa dia meminjam ponselku? Ataukah dia merencanakan sesuatu? Lagipula dia wanita asing bagiku. Dan bertemu secara kebetulan. Ya, dia hanyalah orang asing. Tapi wajahnya begitu menyedihkan! Tidak tega melihatnya menangis" batinnya.


"Untuk apa?" tanyanya tegas.


"Untuk.. untuk menghubungi ka.. ka.. kakak saya tu, tuan!" sahutnya terbata. Saat ini dia hanya mengingat nomor kakaknya, dan mengkhawatirkan kakaknya.


"Oh. Kakak rupanya. Ku pikir wanita jahat itu. Sepertinya aku salah paham padanya. Dan juga, dia sungguh sedang dalam kesulitan sekarang bukan akting saja. Aku telah berpikir terlalu banyak!" batinnya. Dia pun menyerahkan ponselnya kepada Kara.


Kara langsung menerimanya. Tak lama kemudian, dia langsung menghubungi nomor seseorang yang tak lain adalah kakaknya.


Panggilan pertama tidak dijawab. Hanya ada suara telepon operator dari seberang!


Nomor yang anda tuju sedang sibuk! Silahkan tinggalkan pesan untuk bla.. bla.. bla!


Dia tak putus asa, dia kembali mendial nomor kakaknya. Dia mulai risau dan khawatir, juga pemilik ponsel tersebut menatapnya tanpa berkedip.


Pada panggilan ketiga, seseorang menjawab dari seberang.

__ADS_1


"Ya, halo! Ini dengan..." ucapannya terpotong.


"Ka, kakak! Ini kara kak! Apa.. apa kakak baik-baik aja? Kara khawatir sama kakak, hiks.. hiks.." tangisnya pecah seketika mendengar suara kakaknya dari seberang.


"Ka, Kara adikku? Ini beneran kamu sayang? Kamu baik-baik aja kan sayang? Kamu terluka tidak? Apa mereka menyakiti mu? Kamu dimana sekarang? Dan lagi ini ponsel siapa yang kamu pinjam? Kenapa belum berangkat, sayang..? Jangan membuat kakak khawatir..." ucapnya dengan penuh kekhawatiran. Tangisnya juga pecah, tak kuasa membendungnya lagi.


Kara tersenyum. Dia senang mendengar suara kakaknya yang terdengar baik-baik saja.


" Iya, kak! Ini beneran Kara! Kara baik-baik aja kok, kak! Kara di tolongin sama orang baik. Dia juga meminjamkan ponselnya untuk Kara" Sahutnya tersenyum.


"Oh ya. Kakak dimana sekarang?" tanyanya.


"Kakak sekarang tinggal dirumah Rio. Sementara kakak akan tinggal disini. Kakak janji, kakak akan berusaha keras untuk mendapatkan semua hak kita dan mengembalikannya seperti semula! Kamu sabar ya sayang...? Sebentar lagi, anak buah Rio akan segera kesana mengantarkan tiket beserta paspormu! Untuk sementara, tinggallah di negara K. Di sini tidak akan aman bagimu. Reyhan akan selalu berusaha keras untuk mencari mu" sahutnya.


"Iya kak" sahutnya.


"Hiduplah dengan baik disana, sayang. Berjanjilah pada kakak agar kamu baik-baik saja selama disana. Kamu harus bisa hidup mandiri disana, tanpa kakak, tanpa pelayan! Jangan pedulikan kakak, kakak baik-baik saja disini. Dan kakak akan mengirimi mu uang yang cukup setiap bulannya untuk kebutuhan mu" ucapnya pura-pura tegar.


Tangisan Kara pecah mendengar nasihat sang kakak. Belum pernah dia jauh dari kakaknya, walaupun beda rumah tidak pernah sekalipun. Sekarang dia harus hidup di negara yang berbeda dengan kakak kesayangannya itu.


"Jangan menangis lagi. Kakak baik-baik aja kok. Oh ya, ucapkan terimakasih kakak kepada orang yang menolong mu hari ini. Kita akan membalas budinya suatu hari nanti. Kamu baik-baik ya sayang... Kakak doakan yang terbaik untukmu" sahutnya lagi.


"Iya. Kakak pasti akan jaga diri baik-baik demi adik kesayangan ku ini! Kakak juga gak tau berapa lama sayang. Keselamatan mu lebih penting dari segala-galanya. Seperti janji kakak ke ayah dan ibu" ucapnya lirih.


"Kara janji sama kakak! Udah dulu ya kak. Selamat tinggal kak!" ucapnya lirih.


"Iya sayang!" sahutnya dari seberang. Terdengar suara khas kakaknya yang selalu menghiburnya selama ini. Kara memejamkan matanya, dia meneteskan air matanya.


"Kamu harus baik-baik aja, kak! Kita akan membalas semua perbuatan mereka" batinnya sembari menyeka air matanya.


Lalu dia mengembalikan ponsel pria asing tersebut.


"Terima, terimakasih banyak tuan atas bantuan anda hari ini! Jika ada kesempatan lain, saya akan membalas budi anda dimasa mendatang!" ucapnya penuh rasa terimakasih.


Pria tersebut hanya menganggukkan kepalanya.


"Siapa namamu?" Tanyanya penuh selidik.


"Panggil saja, saya Kara tuan!" sahutnya.

__ADS_1


"Nama aslimu adalah..?"


"Charamell Alexa Sebastian, Tuan!"


"Ohw!" Jawabnya datar.


"Sepertinya aku pernah mendengar nama ini, Sebastian! Ya, Sebastian! Ahh.. sudahlah, mungkin dia bukan dari keluarga yang ku maksud. Tapi, kenapa dia mengenakan pakaian seperti ini? Pakaian ini sangatlah mewah. Mungkin dia dari keluarga yang berlatarbelakang bagus? Sepertinya permasalahannya tidak semudah yang ku pikirkan" batinnya.


Dia ingin bertanya lebih lagi. Tetapi Kara dihampiri oleh seorang wanita, namun tampak tomboy dan satu orang lagi pria seumuran kakaknya. Itu adalah Gary, keponakan Rio, dan Cindy adik perempuan Rio. Mereka telah lama mengenal Kara, tetapi sebaliknya.. Kara tidak mengenali mereka.


"Nona Kara, silahkan ikut kami! Kami diutus oleh Tuan Rio atas perintah tuan David. Kami telah mengurus penerbangan mu. Dan kita akan berangkat bersama sebentar lagi menuju negara K!" sahut Gary.


"Jadi, mereka orang suruhan kakak?" ucapnya pelan.


Tapi terdengar oleh mereka.


"Benar, nona! Silahkan ikut kami, kita tidak punya banyak waktu" sahut Cindy.


Dia hendak melangkahkan kakinya untuk pergi, tapi dia terhenti kembali dan berbalik.


Dia membungkukkan badannya dan meluruskannya lagi sambil berkata...


"Sekali lagi, terimakasih banyak. Tanpa bantuan anda hari ini.. mungkin saya akan dihabisi oleh mereka. Saya mewakili kakak saya, juga mengucapkan terimakasih banyak! Sekali lagi terimakasih, tuan!" ucapnya tersenyum.


Pria tersebut hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Dia terdiam menatap kepergian wanita yang tadi ditolongnya.


"Hidup mu pasti sulit!" ucapnya pelan.


"Maksud anda, tuan?" tanya asistennya.


Dia tersadar dengan perkataannya barusan.


"Apa, memangnya aku bilang apa, huh? Sudah, kita pulang ke rumah" ucapnya. Seketika ekspresi wajahnya berubah kembali menjadi dingin.


Asistennya hanya menggelengkan kepalanya. "Apalah dayaku sebagai asisten alias keponakannya ini! Serba salah terus deh, huh!


Semoga kamu cepat punya pacar, biar waras dikit" Gerutunya dalam hati.


Ternyata pria tampannya jomblo kek author awokwok πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ becanda guys, biar gak tegang heheh😁

__ADS_1


TBC


__ADS_2