
Keesokan harinya....
Jojo dan Zack telah tiba di negara K, memakan waktu penerbangan selama 7 jam. Mereka sangat kelelahan juga mengantuk.
Setibanya di sana, mereka langsung di jemput oleh para bawahannya, termasuk Lee Byum Ge.
"Selamat datang kembali, Tuan!" sapa mereka.
Jojo hanya menganggukkan kepalanya, tidak ingin berlama-lama di sana dan segera naik ke mobil.
Lalu mereka langsung pergi menuju ke vila pribadi milik Jojo.
Memakan waktu sekitar satu jam, untuk sampai di sana.
"Selamat datang kembali, Tuan!" sapa para pelayan. Dan hanya dibalas anggukan olehnya seperti sebelumnya.
Mereka segera masuk. Jojo dan juga Zack langsung segera mandi karna badannya terasa lengket.
Sementaranya itu, para pelayan mempersiapkan makanan untuk keduanya.
"Tok...tok..tok!" Suara pintu diketuk.
Kepala pelayan mengetuk pintu kamar Jojo.
"Tuan, makan malam anda telah siap!" Sahutnya.
"Oh. Baiklah, kami akan segera turun!" Sahut Jojo dari dalam.
Dia baru saja selesai mandi.
"Baik, tuan!"
"Di meja makan"
Jojo dan Zack yang tiba di sana, langsung saja menyantap hidangan yang disajikan oleh para pelayannya dengan lahap. Tanpa suara sedikitpun, hanya ada bunyi sendok yang terdengar di ruangan itu.
Setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke ruang tamu. Di sana, Lee Byum Ge beserta bawahannya yang lain telah menunggunya.
Mereka hendak berdiri, namun ditahan oleh Jojo.
"Kalian duduk saja" ucapnya.
"Bagaimana perkembangan perusahaan akhir-akhir ini?" Tanyanya sembari menyalakan rokoknya.
"Perusahaan baik-baik saja, tuan! Pendapatan kita juga sudah stabil. Tidak seperti sebelumnya" Sahut tuan Lee sopan.
"Hemm.. ku dengar, ada artis pendatang baru, ya? Siapa dia?" Tanyanya penuh selidik.
"Ahhhh... Dia memang artis pendatang baru, Tuan! Namun dia sangat berpotensi juga dia telah membantu tim kita untuk melanjutkan shooting terakhir kali. Tuan tau sendiri jika Tina sakit pada saat itu, jadi dia menggantikannya. Dan memang aktingnya bagus. Saya percaya dia akan menjadi Dewi masa depan perusahaan kita" Ucapnya percaya diri.
"Baiklah. Aku percaya padamu! Kalian boleh kembali sekarang" Ucapnya. Lalu berlalu pergi.
"Baik, Tuan!" Sahut mereka bersamaan.
Jojo berjalan menuju ke kamar, diikuti oleh Zack. Begitupun dengan Lee Byum Ge dan para bawahannya segera pulang.
__ADS_1
"Di balkon kamar"
Jojo berdiri menatap ke arah laut, sedangkan Zack duduk di kursi balkon. Kemudian Jojo membuka percakapan.
"Zack... Apa yang harus ku lakukan? Sudah bertahun-tahun lamanya, tapi aku belum juga menemukan petunjuk tentang kematian ibuku. Haruskah aku menyerah? Heh, aku memang anak yang tidak berguna" Ucapnya lirih.
Zack memberikan segelas anggur kepadanya.
"Huh, hidup memang menyedihkan, Jo! Terkadang kita harus memilih, saat jalan sudah buntu begini. Tapi, jika kamu seperti ini terus, berlarut-larut dalam kesedihan dan tidak berusaha... apakah nantinya kamu puas dengan pencapaian mu selama ini? Kamu akan hidup dalam penyesalan terus. Dan orang-orang akan dengan mudahnya menjatuhkan mu dan merampas semua hak mu, juga orang-orang yang kamu cintai" Ucapnya menyemangati Jojo.
"Memangnya siapa lagi yang ku cintai di dunia ini? Aku hanya peduli tentang ibuku. Selebihnya aku tidak ingin tahu" Ucapnya sembari meneguk anggurnya.
"Apa kamu berpikir begitu? Kamu terlalu kuno Jo, hahahaha" ucapnya terkekeh.
"Kenapa kamu tertawa? Apa aku salah bicara?" Ucapnya kesal.
"Jika suatu saat nanti, kamu jatuh cinta pada seseorang.. maka kamu harus memberiku ijin selama 3 bulan, bagaimana?" Sahutnya percaya diri.
"Baiklah. Tapi sebaiknya kamu banyak-banyak berdoa, heh!" Balas Jojo menyeringai.
"Aku sudah lama mengenalmu. Kamu memang belum pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi bukan berarti kamu akan jomblo selamanya. Itu hanya masalah waktu saja. Mungkin kamu belum bertemu dengan orang yang tepat. Tunggu saja. Dan kamu harus menepati janjimu, ok? Aku akan mendukung mu, hahaha" Ucapnya sembari menepuk pundak Jojo dan berlalu pergi.
"Mimpi sana!" teriaknya kesal.
Setelah kepergian Zack, Jojo kembali ke kamar dan mengambil sebuah foto di sebuah kotak rahasianya. Itu adalah foto ibunya.
Lalu ia duduk di tepi ranjang sambil menatap foto itu.
"Ibu.. Jojo akan lebih berusaha lagi! Aku akan membalas mereka semua, ibu!" Ucapnya lirih matanya sudah berkaca-kaca.
Beberapa saat kemudian, ia merebahkan tubuhnya dan tertidur masih memeluk foto ibunya.
Keesokan harinya.
"Di apartemen Kara"
Kara telah bangun dan sudah bersiap untuk berangkat kerja.
Dia segera turun dan menghampiri menejernya yang sedari tadi menunggunya.
"Selamat pagi" Sapanya dengan senyum mengembangnya.
"Selamat pagi" balas Mi-Rea dengan senyum manisnya.
Mobil melaju menuju ke SL Group. Karna sebelumnya tuan Lee memberitahu mereka untuk datang ke kantor karna bosnya akan datang berkunjung.
"Bukannya tuan Lee adalah presiden direkturnya? Kenapa masih ada panggilan bos? Aneh" batinnya.
Ya, memang benar. SL Group adalah perusahaan milik Jojo. Dan tuan Lee Byum Ge adalah orang kepercayaannya di sana. Sehingga ia mengangkatnya menjadi Presiden Direktur.
Setibanya di kantor, mereka langsung turun. Dan berjalan menuju ruang rapat.
"Mi-Rea.. Menurut mu siapa orang misterius yang disebut dengan bos ini?" Tanyanya penasaran.
"Aku juga tidak tau. Aku kan pertama kali datang ke sini. Tapi, dengar-dengar ya... dia tampan dan merupakan salah satu pebisnis termuda di dunia. Dia juga kaya. Dia memiliki banyak bisnis. Bukan hanya di negara ini, tapi juga di negara A" sahutnya.
__ADS_1
"Udah, udah.. jangan dilanjut lagi. Itu pasti hanya mitos, hahaha " ucapnya terkekeh.
"Nanti nyesel lagi" ledek Mi-Rea.
"Nggak mungkinlah" ucapnya penuh percaya diri.
"Yaudah ayo! Jangan mikirin itu mulu" lanjutnya lagi.
Dan dibalas anggukan oleh Mi-Rea.
"Di ruang rapat"
Di dalam ruangan, para petinggi-petinggi perusahaan sudah duduk di sana. Tak terkecuali dengan Kara, Mi-Rea, dan tuan Lee Byum Ge. Mereka telah menunggu tokoh utama hari ini sedari tadi. Namun, orang yang ditunggu-tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya.
Setengah jam kemudian, pintu terbuka.
Tampak seorang pria tampan namun berdarah dingin. Rahangnya tegap, dengan wajah datarnya.
Mereka segera berdiri dan menyapanya.
"Selamat pagi, tuan!" sahut mereka serempak membungkukkan badan dan meluruskannya kembali.
"Pagi! Silahkan duduk" Sahutnya datar.
Mereka semua duduk kembali.
Kara melirik Jojo. Tanpa disengaja, mata mereka saling beradu dan saling menatap.
"Sepertinya.. aku pernah bertemu dengannya sebelumnya? Tapi dimana?" Dia mencoba mengingat-ingat kembali.
Tiba-tiba matanya terbelalak.
"Dia...? Dia orang yang menyelamatkan aku waktu itu di bandara. Iya, aku masih ingat jelas dengan wajahnya, tatapannya dan juga hawa dinginnya. Ternyata.. ternyata dia adalah bos ku sekarang?" batin Kara. Jantungnya berdegup kencang "deg..deg..deg!
Sementara Jojo, dia juga merasa pernah bertemu dengannya.
"Apa aku pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya? Tapi dimana? Akh.. sudahlah! Itu tidak penting!" batinnya.
Dia memalingkan wajahnya. Begitupun Kara. Tidak ingin menatap lama-lama mata pria dingin tersebut.
"Ehem" Jojo berdehem.
"Baiklah. Kita langsung saja ke intinya. Selama beberapa waktu yang lalu.. mungkin saya tidak bisa bergabung dengan kalian. Itu karna ada urusan penting yang harus diselesaikan di negara A. Hari ini saya kembali untuk memantau perkembangan perusahaan ini. Jadi, kedepannya... mari kita saling bekerja sama. Terutama, untuk artis pendatang baru. Semoga kita bisa menjalin kerjasama yang baik" ucapnya tegas.
"Baik, pak!" sahut Kara sopan.
"Apa dia tidak mengenalku?" batinnya.
Rapat berlangsung selama 3 jam. Tanpa ada seorangpun yang berani bergeming. Semuanya tegang selama rapat berlangsung. Karena wajah datar Jojo.
"Baiklah. Rapat kita akhiri. Hari ini cukup sampai di sini dulu. Selamat bekerja" ucapnya datar.
Semuanya langsung bergegas keluar ruangan. Terkecuali Kara.
"Tunggu!" sahut Jojo langsung memegang lengan Kara, menahannya agar tidak ikut pergi.
__ADS_1
TBC