My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 86: Kedatangan Zeremy dan Leona


__ADS_3

Mentari pagi kembali menyapa. Cahaya indahnya terpantul masuk kesela-sela ruangan, hingga menyisik ke kulit wajah dua pria tampan yang masih terbaring lelap dalam tidurnya. Mereka masih terlelap di dampingi oleh seorang gadis cantik, yang juga masih memejamkan mata tepat disamping kursi tempat tidur. Di sudut ruangan, terlihat jelas Zack juga masih memejamkan matanya. Ia menaruh tangan kirinya di atas keningnya, dengan alis yang sedikit mengerut. Entah seberapa besar beban yang telah ia tanggung, hingga tidurpun ia terlihat seperti sedang berpikir.


Berselang beberapa waktu, ketika jam telah menunjuk pada pukul 08.00, barulah Jojo membuka matanya perlahan, diikuti oleh David. Keduanya risih dengan cahaya yang langsung terpapar ke wajah tampannya. "Emm! Jojo mengigau, dengan mata sedikit disipitkan. Lalu ia menoleh kesamping dan mendapati Kara duduk tertidur disampingnya. Bibirnya mengerut, membentuk sebuah senyuman tulus diwajahnya. Ia kembali menoleh ke sudut ruangan dan menatap Zack yang tertidur pulas dengan pakaiannya yang sedikit berantakan.


"Mereka pasti lelah, menunggu semalaman!" Gumamnya pelan, namun terdengar oleh David. David menoleh kearahnya dan menunjukkan senyum leganya.


"Ternyata kamu tidak mati!" Ucapnya bergurau. Jojo pun kembali membalas senyuman tulusnya.


"Kamu juga masih hidup!" Sambungnya kembali meledek Zack. Keduanya saling memandang dan saling terkekeh geli karna perkataan mereka barusan. Lalu Jojo mengalihkan pandangannya keatas. Ia menatap langit-langit dinding ruangan.


"Aku ingin menikahi Kara. Apa kamu.. akan mengijinkan ku?" Tanyanya, kembali menoleh David. "Hah? David mendongakkan wajahnya. Ia heran mengapa Jojo tiba-tiba berkata demikian.


"Aku ingin menjaganya di sisiku!" Lanjutnya lagi. Ia mengusap lembut pucuk kepala Kara yang tertidur di sampingnya. Menyadari sentuhan tangannya, Kara perlahan membuka matanya. Ia mengucek-ucek matanya, berusaha untuk sadar sepenuhnya.


"Kamu.. sudah sadar?" Ia langsung melontarkan senyum mengembangnya melihat Jojo sudah siuman. Ia juga menoleh kesamping, melihat sang kakak.


"Kakak juga?" Lanjutnya seraya tersenyum lebar. Ada rasa bahagia yang tak terkira diwajah cantiknya. Keduanya hanya tersenyum padanya.


"Apa kakak haus? Bagaimana dengan mu?" Ia tak berhenti menyuguhi keduanya berbagai pertanyaan. Mereka kompak saling menggelengkan kepala. Karna mereka tahu, pasti Kara sudah kelelahan tapi masih berlagak tegar dihadapan mereka.


"Apa ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Kara sembari memegangi wajahnya. Ia merasa ada yang aneh diwajahnya, menyadari tatapan keduanya yang tak sedikitpun berpaling sedari tadi. "Hahahah..!" Jojo dan David sontak tertawa terbahak-bahak. Hal itupun membangunkan Zack dari tidurnya.


"Siapa sih, pagi-pagi gini udah ribut aja?" Gerutunya sambil mengucek-ucek matanya. Ia bangkit dari rebahannya dan terkaget mendapati ketiganya tengah menatapnya. Ia langsung berlari kecil, menghampiri mereka.


"Kalian sudah sadar?" Ucapnya senang. David mengedikkan bahunya.


"Kamu bisa lihat sendiri kan?" Timpalnya seraya tersenyum lebar.


"Aku tahu! Pria penjahat memang sulit untuk mati!" Gurau Zack terkekeh-kekeh. Mereka pun tertawa bersama-sama.


Berselang beberapa waktu, David meminta Zack untuk membawanya keluar. Ia ingin membiarkan sang adik dan calon adik iparnya berbicara empat mata. Seperti keinginan Jojo tadi, ia ingin segera mempersunting Kara menjadi istrinya. Dan kini, tinggal mereka berdua saja yang berada disana.

__ADS_1


"Sayang..!" Ucap Jojo lembut. Kara lalu menoleh menatapnya.


"Ada apa? Apa kamu merasa tidak nyaman?" Tanyanya merasa khawatir. Namun Jojo malah menggelengkan kepalanya. Ia meraih tangan Kara dengan lembut.


"Aku baik-baik saja!" Ucapnya sambil tersenyum manis. Mereka saling bertatapan, hingga membuat Kara sedikit gugup.


"Menikahlah denganku! Jadilah istriku dan ibu dari anak-anak ku! Aku ingin selalu menjaga mu disisiku. Hingga tidak seorangpun yang berani menyakiti mu!" Pinta Jojo dengan nada tulus. "Hah? Kara langsung membulatkan matanya. Ia memang senang, Jojo bisa menjadi suami masa depannya. Tapi ia juga terkejut, karna hal ini secara tiba-tiba. Bagaimanapun, Jojo masih dalam keadaan terbaring sakit. Terlebih, keduanya belum ada persiapan apapun.


"Kamu.. kamu masih sakit!" Sahut Kara pelan. Ia tidak ingin kesehatan Jojo semakin memburuk. Mengingat instruksi dari dokter, yang mengharuskannya untuk beristirahat total selama beberapa bulan kedepan, tidak memungkinkan mereka untuk melangsungkan pernikahan.


Kara kembali menatapnya dengan tatapan lembut. Kemudian ia membelai wajah eksotis prianya.


"Bukannya aku menolak. Aku sangat mendambakan menjadi bagian terpenting dalam hidupmu. Terlebih menjadi istrimu. Bahkan aku sudah membayangkan, kelak hidup kita akan dikaruniai oleh anak-anak yang sangat lucu dan menggemaskan. Tapi.. kamu masih sakit. Jadi, lebih baik kamu sembuh dulu" Ucapnya sambil tersenyum lebar.


"Kamu kan tau sendiri? Aku ingin melangsungkan pernikahan di Gereja. Itu adalah keinginan ku sejak kecil. Atau.. apa kamu berpikir untuk menikahiku disini?" Lanjutnya lagi sambil tertawa kecil. Jojo pun ikut tertawa mendengarnya.


"Setelah aku sembuh, kamu harus menikahi ku!" Ucapnya dengan nada serius. Kara lagi-lagi terkekeh geli melihat tingkah lucunya.


Waktu bersamaan...


"Di Bandara Internasional Jakarta"


Tampak sepasang kakak beradik baru saja menginjakkan kakinya di Tanah Air. Wajah keduanya berseri-seri merasa kesenangan. Bagaimana tidak? Mereka berencana untuk saling mengejar pujaan hati masing-masing. Siapa lagi kalau bukan Zeremy dan juga sang adik, Leona?


"Sebenarnya.. wanita yang berhasil menarik perhatian kakak tampan ku ini siapa sih? Penasaran deh!" Ucap Leona disela-sela langkah kaki keduanya. Zeremy hanya tersenyum sambil mengusap-usap rambutnya.


"Kenapa kakak diam? Ditanyain malah dicuekin! Dasar kakak es balok!" Protesnya lagi, yang membuat Zeremy sedikit merasa lucu.


"Kamu ada-ada aja deh, Na! Mau kakak jelasin panjang lebar juga, kamu tetap tidak akan mengenalnya. Sama aja bohong!" Timpalnya terkekeh kecil. "Fyuh! Leona hanya bisa menghela nafasnya.


"Terserah kakak deh!" Ucapnya pasrah. Ia berjalan mendahului sang kakak.

__ADS_1


Sebenarnya, kedatangan Zeremy kali ini bukan hanya untuk menggapai pujaan hatinya. Tapi juga karna ada musuh, yang harus ia tangani sendiri. Siapakah musuhnya? Masih sulit ditebak. Kini, ia tampak menghubungi seseorang.


"Halo!" Terdengar suara sahutan seorang pria dari seberang telpon.


"Aku sudah tiba! Sebaiknya.. rencana mu kali ini tidak mengecewakan ku. Huh! Aku tidak menyangka.. harus turun tangan sendiri dalam urusan sepele seperti ini." Gerutu Zeremy mengomeli si penerima telpon. Ia lalu mematikan ponselnya, setelah mendengar teriakan sang adik.


"Kakak lama banget sih. Cepetan dong!" Kesal Leona sambil berkacak pinggang. Zeremy pun segera mempercepat langkah kakinya. Lalu mereka masuk kedalam mobil. Leona menyempatkan diri untuk mengambil beberapa gambar dirinya. Ditengah-tengah kesibukannya, Zeremy kembali membuka bicara, yang membuatnya sedikit kesal.


"Tapi Na.. Kakak dengar-dengar sih, si Jojo udah punya tunangan. Ngapain sih kamu masih berharap sama laki-laki b******k itu?"


"Kakak apaan sih? Leona gak peduli!" Ia langsung menutup layar ponselnya dengan kesal.


"Memangnya seberapa hebat wanita itu? Leona yakin, bisa mendapatkan Jojo sepenuhnya." Ucapnya penuh percaya diri. Zeremy hanya terdiam. Ia tidak ingin semakin memperkeruh suasana hati sang adik.


"Lalu.. bagaimana dengan kakak? Bukannya, wanita yang kakak sukai juga udah punya pacar ya? Jadi, nasib kita sama tau!" Ledek Leona lagi. Zeremy kembali berpikir tentang perkataan Leona barusan. Memang benar, Kara pernah menyebutkan tentang pacarnya di hadapannya. Namun, ia belum mencari tahu siapa sebenarnya pria itu.


"Aku tidak peduli siapa pria itu? Aku akan mengalahkannya. Lagipula.. wanita mana yang berani menolak ku? Semua tergila-gila dengan ketampanan ku. Terlebih kekuasaan ku. Jadi, aku pasti bisa menarik perhatian Kara!" Gumamnya penuh percaya diri.


Sama halnya dengan sang kakak, Leona juga mengumpat dalam hati. Sembari bercermin di kaca alat kosmetiknya.


"Aku cantik! Uang juga bukan masalah besar bagiku. Semua yang ku inginkan, selalu bisa ku dapatkan. Termasuk Jojo! Aku pasti mendapatkannya!" Batinnya sambil membelai lembut wajah cantiknya.


Leona memang wanita yang kerap menarik perhatian para lelaki. Berparas rupawan, multitalent, serta putri dari keluarga konglomerat. Siapa yang tidak tertarik dengannya? Tapi, meski demikian.. ia kerap dijuluki sebagai putri sombong. Karna memang tabiatnya tidak sama dengan wajah rupawannya. Sifat angkuhnya sama persis dengan ibunya.


TBC


Halo para readers setiaku:)


Jangan lupa tinggalkan jejak say🐨🐨


I lovyu all😘

__ADS_1


__ADS_2