NINGRAT Antara Dia Dan Duda

NINGRAT Antara Dia Dan Duda
Ide Gilla


__ADS_3

Athar POV


“Ning….” ucap ku lirih kemudian melangkah agar lebih dekat dengannya. Ia masih terdiam dengan ekspresi wajah terkejut, nampaknya ia masih tak percaya dengan apa yang ku katakan.


Ku sentuh tangan Ning yang dipakai menahan pada atas sandaran kursi. Ku usap dengan penuh kelembutan.


“Aku mencintai mu, Ning… Aku sangat mencintai mu….” Ku ucapkan kembali ungkapan perasaan ku sepenuh hati dengan berharap ia akan membalasnya seperti malam itu.


“Jadi malam itu kau tidak mabuk?” bukan jawaban, tapi malah pertanyaan yang ia lontarkan.


Kecewa, tentu. rasa itu menghinggapi ku. Tapi nampaknya ia mengharapkan penjelasan ku.


“Iya… malam itu______


Flashback


“Pak… ini barangnya…. Saya sudah memakaikan batu baterai sesuai yang anda minta….” Riko menyerahkan sebuah godie bag pada ku yang tengah berdiri di depan pintu sebuah ruangan yang bersebrangan dengan pintu ballroom tempat acara Mami.


Sekalian aku menyambut tamu yang tak lain anggota keluarga besar Mami dan Papi serta beberapa rekan bisnis yang sudah sangat dekat dengan kami.


“Oke….” ucapku menerima godie bag tersebut.


“Tadi di lobi saya melihat Nona Ning sudah tiba bersama Pak Singgih dan Nana… Apa anda akan menemui mereka sekarang?” Riko memberitahukan ku tentang kedatangan Ning.


“Siapkan mobil… Aku akan segera pergi….” Ucapku memberinya perintah. Walau sebenarnya aku ingin sekali bertemu secara langsung dengan wanita yang sangat ku rindukan itu.


Namun aku tak sanggup jika harus bertemu dengannya yang sudah menjadi calon istri pria lain. Apalagi pria itu adalah sahabat serta mantan adik ipar ku sendiri.


“Baik, Pak….” Riko pun beranjak pergi.


“Om… ayok kita masuk….” Tiba- tiba Sheryl menghampiri ku dan menarik tanganku mengajak masuk ke ballroom.


Aku berjongkok untuk mensejajarkan diriku dengan Sheryl. Sebuah ide terlintas di pikiran ku.


“Cantik… Apa kamu mau coklat ini?” ucapku mengambil coklat dari dalam godie bag yang tadinya akan kuberikan pada Nana dan menunjukannya pada Sheryl.


“Mau mau mau….” Ucapnya dengan semangat.


“Tapi ada syaratnya?”


“Apa itu om?” tanyanya antusias.


“Lihat pintu ruangan di belakang Om… Nanti Nana akan datang dan masuk ke ballroom itu… Tugas mu membawa Nana menemui om ke ruangan ini… Tapi dengan syarat jangan memberitahukan pada siapa pun, termasuk pada Nana….”


“Terus nanti bilangnya gimana?” Sheryl terlihat bingung.


“Em, bilang saja kamu mengajaknya bermain… soalnya Om ingin memberi Nana kejutan….”


“Oke… sini coklatnya….” Sheryl meminta upahnya lebih dulu.


“Eits … Nanti dong kalau kamu sudah berhasil membawa Nana bertemu Om, baru om akan memberikan coklat ini….”


“Oke deh….”

__ADS_1


“Yasudah sana masuk ke ballroom… Om akan menunggu di dalam ruangan ini ya….” ucapku menunjuk pintu ruangan dibelakang ku


“Siapp Om….” Ucapnya lalu pergi bersama pengasuhnya menuju ballroom tempat acara pesta berlangsung. Sementara Aku masuk ke dalam ruangan di belakang tubuhku.


Tak lama Sheryl pun membawa Nana menemui ku, dan terjadilah pertemuan yang mengharukan antara aku dan Nana yang sudah ku anggap seperti putriku sendiri.


Ku peluk, ku ciumi dia yang begitu ku rindukan. Karena selama setahun ini aku hanya bisa melihatnya dalam foto atau rekaman video yang dikirimkan oleh kak Ros. Tangis haru pun tak terbendung lagi.


Kami saling bicara dan Nana bercerita beberapa hal pada ku termasuk tentang Ning yanga kan menjadi ibu sambungnya.


Aku bahagia melihat Nana bahagia akan mendapat ibu sambung yang disayanginya. Karena sejak lahir ia tak pernah merasakan kasih sayang ibu kandungnya. Meski sebenarnya hati ini begitu terluka, karena calon ibunya adalah wanita yang sangat aku cintai. Namun sebisa mungkin ku sembunyikan perasaan sedih dari peri kecil ku.


“Eng.. Dady….” Ucap Nana yang duduk di pangkuanku sembari mengusap dada ku.


“Iya…” sahut ku tersenyum padanya.


“Kalau Dady sama apa?” Nana melontarkan pertanyaan yang menurutku aneh.


“Maksudnya?” tanyaku yang merasa tak paham.


“Kan Papa sama mama, ibu sama bapak, ayah sama bunda… Kalau Dady sama apa?” Nana memperjelas maksud dari pertanyaan nya.


“Dady sama Momy….” Jawabku.


“Kalau gitu Nana mau panggil kakak peri, momy….”


“Kenapa momy?” tanyaku heran.


“Kan Nana udah punya papa, mama peri sama Dady… Tapi Nana belum punya momy…”


Beruntung Riko segera datang dan aku tak perlu mendengar Nana bercerita tentang Ning lagi pada ku.


Dengan terpaksa aku harus kembali berpisah dengan Nana. Setelah menciumnya, ku lepas dia dari gendongan ku dan membiarkannya pergi kembali pada papa dan calon ibunya di dalam sana.


“Mari, Pak….” ucap riko yang melihat ku masih memandangi Nana hingga anak itu memasuki pintu ballroom. Aku pun pergi bersama nya.


*


“Antar aku ke club….” Titah ku yang sudah berada di dalam mobil.


“Pak tolong jangan minum lagi… Itu tidak baik untuk kesehatan anda….” Riko berusaha menasehati ku, tapi pikiran dan perasaan yang sedang tidak baik, membuat ku tak menghiraukannya. Hanya itulah caraku untuk melupakannya, meski hanya lupa sesaat.


“Cepat jalan!!” ucapku dengan nada tegas.


“Baik….” Riko pun mengikuti perintahku. Ia melajukan mobil menuju sebuah club. Dan sepanjang perjalanan, aku hanya diam termenung dengan pikiran yang bergejolak.


Setelah dua puluh menit perjalanan, kami tiba di sebuah club malam kemudian kami masuk ke dalamnya.


Aku duduk di depan meja bar, lalu memesan satu gelas minuman favorit ku. Namun aku hanya memainkan gelasnya sembari melamun, tiba- tiba selera untuk minum pun hilang. Kebisingan musik disana seolah tak terdengar oleh ku dan tak mengusik ku sama sekali yang tengelam dalam pikiran. Itulah yang ku lakukan hingga berjam- jam.



“Pak… Anda baik- baik saja?” Riko bicara tepat di telinga ku, entah ia mengkhawatirkan ku atau sudah bosan menunggu ku yang melamun begitu lama.

__ADS_1



“Belikan aku satu botol minuman….” Ucap ku bangkit kemudian beranjak pergi keluar club tersebut. Tak lama Riko pun keluar dengan membawa satu botol minuman pesanan ku. Kami kembali ke mobil.


“Kita mau kemana sekarang, Pak?”


“Pulang….” ucapku tanpa ekspresi.


“Baik, Pak….” Riko melajukan mobilnya menuju apartment milikku.


*


“Pak… sepertinya itu Nona Ning….” ucap Riko yang memelankan laju mobilnya saat melihat seseorang di depan sana.


Aku terhentak dan dengan segera melihat orang yang disebutkan Riko. Dan ternyata benar, aku melihat Ning saat mobil melewati sebuah tempat karaoke. Aku terus memandangi wanita yang sangat ku rindukan itu, meski mobil yang dikendarai Riko sudah melewati Ning.


“Riko… pelankan lagi mobilnya!!” ucapku yang tak hentinya memandangi Ning yang sedang berjalan dengan temannya di jalan trotoar di belakang sana.


“Apa anda akan menemui Nona Ning?” ucapnya menjalankan mobil dengan sangat pelan.


“Kenapa mereka berjalan kaki?” aku malah balik bertanya.


“Setahu saya di jalan ini jarang dilewati taksi… Paling kalau bisa pesan taksi online… Atau mereka harus berjalan dulu ke depan sana, ke jalan raya untuk menyegat taksi…. ” ucap Riko yang nampaknya sudah paham betul situasi jalan daerah sini.


Aku tak hentinya memandangi Ning, hingga mereka berhenti di depan penjual makanan.


“Hentikan mobilnya!!”


“Baik, Pak….”


Entah mendapat dorongan dari mana, tiba- tiba terlintas di pikiran ku untuk melakukan hal gila. Mungkin dengan seperti ini aku bisa menemuinya tanpa harus menjelaskan tentang kepergian ku yang menghilang selama setahun kebelakang.


Aku membuka kemeja dan mengganti dengan kaos putih. Tak lupa aku mengenakan topi putih.


"Pergilah dari sini, Riko… Jika Ning menghubungi mu, bilang kau sedang berada di tempat jauh….” Ucap ku lalu turun dengan membawa sebotol minuman di tangan ku. Aku meneguknya sedikit supaya mulutku bau minuman.


Aku berdiri di samping tiang listrik yang cukup besar, mengintip mereka dari kejauhan. Hingga beberapa saat, kulihat mereka kembali melanjutkan perjalanan. Saat mereka sudah mendekat, aku memulai aksiku memeluk tiang listrik dengan botol minuman di tangan ku dan merancau tak jelas layaknya orang mabuk berat pada umumnya.


-


-


------------ TBC ---------------.


************************


-


-


Happy Reading...


-

__ADS_1


Monmaaf naskahnya kepanjangan, jemari eceu tiba- tiba kesurupan.... jadi dibagi dua episode.....🙏🙏


__ADS_2