
"Sayang, masih tidur?" tanya Kevin yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
"Mmm Vin, ada apa? Aku masih ngantuk," ucap Dira dengan suara yang khas seperti orang mengigau.
"Yang, aku laper," ucap Kevin.
"Kalau laper, ya makan dong, Yang!" ucap Dira.
"Tapi aku pengen makan gudeg," ucap Kevin.
"Ya udah, minta bibi untuk bikinin gudeg, atau pakai ojol aja," saut Dira.
"Tapi aku pengen makan langsung di Jogja sekarang juga, ayo temenin, Yang!" seru Kevin dengan nada manja.
Apa yang Kevin ucapkan barusan benar-benar sukses membuat Dira terbangun dan menatap suaminya itu dengan tatapan horor. Hari ini Dira benar-benar lelah, dari kemarin dirinya kurang beristirahat, dan baru setelah sarapan tadi dirinya baru bisa tidur dengan pulas setelah akhirnya rengekan Kevin sukses membuat Dira harus rela terbangun dari tidur nyenyaknya.
"Vin, serius deh, aku capek banget, tunda besok aja gak bisa?" tanya Dira.
"Aku pengennya sekarang, Sayang! Please, ya temenin," Kevin memohon pada sang istri agar istrinya itu mau menemaninya ke Jogja demi memenuhi ngidamnya.
Sebenarnya Dira sangat enggan untuk menuruti keinginan Kevin, tapi Dira sadar betul jika itu bukanlah keinginan Kevin sepenuhnya, membuat Dira mau tidak mau harus menemani Kevin, apa lagi Dira yang saat ini juga sangat sensitif, tak ingin suaminya itu melirik atau bahkan berdekatan dengan perempuan lain. Tentu saja hal itu membuatnya harus siap kapanpun dan kemanapun menemani Kevin.
Beruntunglah karena kehamilan Dira saat ini tidak mengalami masalah, jadi ia bisa kemana saja pergi kemanapaun selama itu tidak membuatnya merasa terlalu kelelahan.
"Ayah, Bunda, mau kemana?" Tanya Davin yang tengah asyik bermain bersama dengan sang oma, melihat Kevin dan Dira berpakaian seperti abg yang hendak berkencan.
"Loh kalian mau kemana?" tanya mama Vera yang juga menoleh ke arah Kevin dan Dira.
"Kami mau ke Jogja, Ma," ucap Kevin.
"Ke Jogja? Ada apa?" tanya mama Vera penasaran.
"Kevin lagi ngidam, Bunda," jawab Dira sambil menunjuk ke arah suaminya menggunakan dagunya.
"Ngidam apa? Memangnya di sini gak ada, sampai-sampai kalian harus ke Jogja sekarang?" tanya mama Vera.
__ADS_1
"Bukan gitu, Bunda, Kevin ngidam makan gudeg langsung di Jogjanya," ucap Dira, mendengar itu mama Vera menggelengkan kepalanya tak mengerti keinginan aneh-aneh putranya itu. Sedangkan Kevin, laki-laki tampan itu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.
"Ya udah, kalian hati-hati ya! Kalau Dira capek, kalian menginap saja di Jogja, biar mama yang jaga Davin," ucap mama Vera.
"Kita cuma mau makan gudeg, ma, bukan mau babymoon, jadi habis makan ya langsung pulang!" seru Kevin.
"Eh enak aja, udah jauh-jauh ke Jogja masa iya gak shopping?" ucap Dira dengan nada protesnya.
"Setelah makan, kita belanja dulu baru pulang," lanjut Dira.
"Yang, ini udah sore, nanti di sana kita bisa sampai malem kalau kamu masih belanja," ucap Kevin.
"Shopping atau kita gak berangkat?" Dira memberikan pilihan pada Kevin.
"Oke, setelah makan kita shopping, tapi kita akan menginap di Jogja, deal?" tawar Kevin yang sebenarnya khawatir, takut jika istrinya itu merasa kelelahan
"Gak, aku gak mau menginap di Jogja kalau gak sama Davin, Sayang!" ucap Dira.
"Kalau gitu, waktu belanjanya aku batasi, cuma satu jam, gimana?" tanya Kevin. Bukan karena apa Kevin memberikan tawaran seperti itu, melainkan karena Kevin tau betul jika istrinya itu sudah berbelanja, maka ia akan melupakan waktu, bahkan bisa berjam-jam, hal itu tidak akan menjadi masalah jika Dira tidak sedang hamil. Akan tetapi, saat ini istrinya itu tengah mengandung, jadi Kevin tidak akan membiarkan istrinya itu merasa lelah hanya demi menuruti nafsu belanjanya.
"Oke, deal!" ucap Dira yang terpaksa menyetujui penawaran sang suami.
"Ya udah, kalau gitu kami berangkat dulu ya, Ma, titip Davin," Pamit Kevin yang diiyakan oleh mama Vera.
"Davin, sama oma Vera dulu ya, Nak! Bunda gak lama kok, nanti malem bunda dan ayah sudah pulang," pamit Dira pada Davin sambil memeluk putra kesayangannya itu.
"Tapi beliin Davin mainan ya, Bunda!" Pinta Davin.
"Siap, sayang! Pasti ayah beliin mainan yang banyak untuk Davin," ucap Kevin.
"Sama beliin Cia bando yang cantik ya, Yah! Besok Davin mau kasih Cia kado karena besok Cia ulang tahun," ucap polos Davin. Hal itu tentu membuat semua orang yang mendengar ocehan Davin tersenyum. Rasanya ingin sekali mencubit pipi gembul bocah yang sangat menggemaskan itu. Bagaimana tidak, diusianya yang masih belum genap enam tahun itu, bisa-bisanya berkata seolah-olah ia sedang ingin memberikan kado kepada kekasihnya.
"Uluh, uluh, anak bunda baik banget, sudah gak musuhan lagi sama kiara?" tanya Dira.
"Gak bunda, Cia udah jadi pacar Davin sekarang," Ucapan polos Davin berhasil membuat semua orang melongo.
__ADS_1
"Apa? Pacaran? Siapa yang masih kecil udah main pacar-pacaran?" terdengar suara Jonatan dari arah luar.
"Davin, gak boleh ya, Nak! Davin masih kecil, jadi gak boleh pacaran," ucap Dira lembut.
Jujur saja Dira sangat khawatir dengan pergaulan sang putra, namun Dira juga sadar betul jika Davin masih kecil, dan yang ia anggap pacar adalah teman. Akan tetapi, Dira juga tidak bisa membiarkan begitu saja Davin dengan tingkahnya yang seperti itu. Sepertinya mulai hari ini, Dira harus lebih ekstra lagi membimbing dan menjaga sang putra.
"Sayang, gak pa pa lah, toh dia juga cuma temenan, gak pacaran beneran," bela Kevin. Dira langsung meradang mendengar ucapan suaminya hingga perdebatan tak dapat dihindari. Beruntungnya mama Vera dan Jonatan bisa menengahi sepasang suami istri yang sedikit koplak itu.
"Davin pacaran sih gak papa, asal gak jadi playboy kaya lo aja, Bang!" ucap Jonatan membuat Kevin memdengus kesal padanya.
"Udah, udah, katanya kalian mau ke Jogja, kalau kalian belum berangkat, nanti sampai sananya malam," ucap mama Vera.
"Kalian mau ke Jogja? Ada apa?" tanya Jonatan.
"Biasa, dia lagi ngidam pengen makan gudeg langsung di Jogjanya," jawab Dira.
Jonatan tertawa puas melihat Kevin yang tersiksa karena mengalami gejala-gejala kehamilan, dirinya benar-benar tidak menyangka jika calon keponakannya itu sukses membuat ayahnya tersiksa. "Lo jangan ketawa! Mau gue sumpahin kalau nanti Aira yang hamil, lo yang ngidam!" seru Kevin yang berhasil membungkam Jonatan.
"Kejem amat, lo," ucap Jonatan.
"Bodo lah, gue mau berangkat dulu, keburu malem sampainya di Jogja," ucap Kevin. Kemudian mereka berduapun langsung berangkat ke Jogja demi memenuhi keinginan Kevin untuk makan gudeg langsung di kota asalnya.
.
.
.
.
.
jangan lupa langsung klik like, vote, dan komen yaa...
terus bantu ramaikan juga karya author yang lain, judulnya MY STUPIDITY dan SEMUA UNTUK CINTA?...
__ADS_1
Bisa kalian cek di profilku yaa...
terimakasih 🙏 🙏 🙏