Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
S2: Jonatan - Aira Wedding Part 1


__ADS_3

Beberapa jam sebelum pernikahan...


Tok...tok...tok...


Seseorang mengetuk pintu kamar Jonatan. "Masuk," ucap Jonatan dari dalam kamar.


Cklek...


Orang tersebut membuka pintu dan langsung menghampiri Jonatan diikuti dua orang lainnya, "Udah siap jadi suami?" tanya Kevin membuka percakapan diantara mereka berempat.


"Harus siap dong, bang!" jawab Jonatan dengan penuh percaya diri.


"Yakin lo udah siap dengerin kebawelan istri lo entar?" tanya Eka yang juga berada di dalam kamar Jonatan bersama dengan Kevin dan juga Rian.


"Itu mah istri-istri kalian ya, gue yakin Aira gak akan bawel kayak istri-istri kalian!" jawab Jonatan.


"Lo lupa, kalau pasangan-pasangan kita sahabatan? seenggaknya mereka pasti punya kemiripan ya termasuk dalam hak kebawelan," ucap Rian. Jonatan mulai berpikir apa yang sahabat-sahabatnya ini katakan.


"Lo lupa juga gimana kalemnya Dira sebelum nikah sama gue? Bandingin deh sama yang sekarang," ucap Kevin. Hal itu sukses membuat Jonatan bergidik membayangkan jika nanti dirinya harus mengalah pada kebawelan Aira.

__ADS_1


Apa yang Kevin katakan memang benar, jika dulu sahabat sekaligus kakak iparnya itu dulu adalah gadis yang sangat kalem dan dikenal sebagai gadis yang tidak banyak bicara, hal itu juga menjadi salah satu faktor dulu Jonatan juga sangat mencintai Dira.


Namun lihatlah sekarang setelah Dira menjadi seorang istri dan ibu dari seorang bocah kecil bermata coklat yang sangat menggemaskan itu, sifat Dira yang kalem dan tak banyak bicara itu bagai hilang ditelan bumi.


Tidak hanya Dira, ia juga mengingat-ingat perbedaan Fany dan Mellinda sebelum dan setelah mereka menikah begitupun dengan nasib Eka dan juga Rian yang menjadi suami mereka. Dan benar saja apa yang dikatakan oleh kedua lelaki yang berusia lebih tua darinya itu, mereka yang terkenal sebagai cowok-cowok garang tapi ternyata nyali mereka ciut dihadapan para istri mereka.


Jonatan menatap kearah Kevin, Eka, dan Rian secara bergantian dengan tatapan seperti orang ketakutan, membayangkan mereka bertiga yang tengah berada di bawah bawelan para istri mereka, "Tidaaaaakkkk!!!" teriak Jonatan membuat mereka bertiga kaget dan melayangkan geplakan kepada Jonatan.


"Udah gila, lo ya? Gak ada angin gak ada hujan malah teriak-teriak gak jelas!" seru Kevin.


"Ada apa sih? Ribut banget, kedengeran loh sampai keluar!" ucap Dira yang masuk ke kamar Jonatan karena mendengar teriakan Jonatan saat melintas di depan kamar sahabat sekaligus adik iparnya itu.


"Gue kayaknya mau batal nikah aja deh," kalimat yang terlontar dari mulut Jonatan yang tanpa ia sadari itu, membuat semua orang yang ada dalam kamar itu memelototkan matanya tak percaya akan apa yang baru saja mereka dengar termasuk Fany, Mellinda, dan juga mama Vera yang saat itu juga sudah ikut masuk ke dalam kamar Jonatan.


"Lo ngomong apa barusan, ulangi coba!" ucap Dira dengan nada ketus dan mata yang sudah melotot tajam kearah Jonatan.


"Gu- gue..."


"Mama gak pernah ya, Natan ngajarin kamu mempermainkan perempuan, apa lagi main-main dengan yang namanya pernikahan," sahut mama Vera yang juga ikut kesal mendengar kalimat yang Jonatan lontarkan.

__ADS_1


"Bukan gitu, ma, mereka bertiga tuh nakut-nakutin Natan, ma, mereka bilang kalau entar Natan udah nikah, Aira pasti akan bawel dan menindas Natan seperti apa yang dilakukan para istri mereka, kepada mereka, ma," jawab Jonatan polos. Dan itu benar-benar sukses membuat Kevin, Eka, dan Rian panik, bahkan untuk menelan salivanya saja mereka terasa sangat sulit. Terlebih melihat para istri sudah memberikan tatapan yang tak mengenakkan hati mereka.


Hal itu sukses membuat Dira, Fany, dan Mellinda mengalihkan tatapan mereka kearah para suami mereka. "Kalau gitu, mama gak ikutan ya, itu urusan kalian dengan istri-istri kalian, Natan ayo ikut mama sebentar, nak, biarkan kakak-kakakmu menyelesaikan urusan mereka dengan istri-istri mereka," ucap mama Vera. Jonatan pun langsung mengikuti ajakan mama Vera dan membiarkan tiga sahabatnya itu berurusan dengan istrinya masing-masing.


Sial emang si, Natan, kalau gini caranya, tidur di luar nih ntar malem,~ batin Kevin sambil menampilkan senyum manisnya kearah Dira.


Awas aja, lo, Jo kalau sampai gue gak dapet jatah dari Fany ntar malem, gak akan gue biarin malam pertama lo berjalan dengan mulus, ~ batin Eka.


Kenapa jadi gini sih? Gue niatnya mau ngerjain si, Jo kenapa sekarang malah si, Jo yang ngerjain gue balik?~ batin Rian.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2