
Setelah Mellinda melahirkan putri kembarnya dan dipastikan bahwa ibu dan para putrinya baik-baik saja, semua orang berpamitan untuk pulang terlebih dulu karena memang hari sudah sangat larut, terlebih lagi Davin juga ikut bersama mereka, pasti bocah itu sangat kelelahan.
Namun, entah kenapa hari itu Davin begitu manja pada Aira dan tak ingin lepas sedetikpun dari gendongan Aira.
Dira sudah pernah mencoba mengambil alih Davin ke dalam gendongannya saat bocah laki-laki yang tak kalah tampan dari sang ayah itu justru terbangun dan kembali merengek minta kembali digendong Aira.
"Terus Davin gimana?" tanya Jonatan yang sudah berada di parkiran bersama para sahabatnya.
"Ya udahlah, Yang biarin nginep di tempat kita aja, kasihan juga kan kalau kebangun lagi. Pasti dia capek banget seharian gak istirahat," jawab Aira yang juga disetujui oleh Kevin dan Dira selaku orang tua Davin. Bukan tanpa sebab Mereka menyetujui usul Aira, melainkan karena mereka masih ingin melanjutkan rencana kejahilan mereka untuk menggagalkan malam pertama Jonatan dan Aira.
"Ya ampun, Yang, ini kan malam pertama kita, masa iya kita mau bawa Davin? Bukannya malam pertama, malah jagain anak orang namanya kalau gitu mah," ucap Jonatan dengan dengusan kesal.
"Ya kalau gitu biar Davin gak ganggu kalian, suruh aja Kevin dan Dira nginep di tempat kalian, biar Davin tidur sama mereka, kalian tetap bisa malam pertama, bereskan!" usul Eka yang juga paham tentang rencana kejahilan adik iparnya itu tetap berlanjut.
Jelas saja Jonatan menolak keras keinginan itu, bukan tanpa alasan, karena ia sangat paham akan watak Kevin dan Dira, kedua manusia itu tidak akan membuatnya tenang melakukan ritual malam pertama dengan sang istri.
Namun, entah Aira yang terlewat polos atau lupa jika Dira yang sekarang bukanlah Dira yang polos dan kalem lagi, Aira justru memaksa Jonatan untuk menyetujui Kevin dan Dira menginap untuk menemani Davin. Mau tidak mau Jonatan pun menyetujui hal itu karena Aira justru memasang mode ngambeknya, hal itu tidak akan baik untuk kelangsungan malam pertama mereka bukan, jika Jonatan tetap bersikukuh menolak Kevin dan Dira.
*****
"Gak bangun kan?" tanya Jonatan setelah Aira menidurkan di kamar sebelah kamar mereka. Kamar itu juga yang akan ditempati oleh Kevib dan juga Dira.
__ADS_1
"Gak kok, kayaknya udah pules banget," jawab Aira pelan agar Davin tidak terganggu.
"Ya udah, kalian balik aja, kan udah ada kita di sini. Kalian lanjutin aja rencana malam pertama kalian," ucap Kevin.
"Oke, ayo, Yang!" ujar Jonatan sekaligus mengajak Aira untuk kembali ke kamar mereka.
"Bang, awas ya, jangan ganggu! Gue penggal kepala anak lo kalau lo ganggu kita," ancam Jonatan yang memang sudah sangat hafal dengan watak kejahilan Kevin.
Kevin dan Dira hanya terkekeh geli mendengar ancaman Jonatan. Bukannya takut, mereka berdua justru semakin semangat untuk melanjutkan rencana mereka berdua.
"Yang, bisa kan kita lakuin sekarang?" tanya Jonatan serius sekaligus penuh harap saat ia dan Aira sudah berada di dalam kamar.
"Sayang, maaf, bukannya aku mau nolak, tapi aku bener-bener capek. Besok gak pa pa kan?" tolak Aira dengan nada lembut karena memang dirinya sangat merasa kelelahan.
Di tengah pelukan mereka, tak jarang Jonatan melayangkan kecupan-kecupan singkat di pucuk kepala sang istri, sesekali mencium pipi dan kening. "Yang, kamu mandi dulu gih, setelah itu kita tidur," titah Aira. Namun bukannya menjalankan apa yang istrinya itu minta, Jonatan justru mengecup bibir sang istri dengan lembut.
Aira yang mendapat serangan secara tiba-tiba itu hanya bisa terdiam dan mematung tanpa tau harus melakukan apa, sedangkan Jonatan yang melihat sang istri tak menolak walaupun juga tak membalas apa yang ia lakukan, kembali menghujani wajah cantik sang istri dengan ciuman yang bertubi-tubi.
*Tok... Tok... Tok...
Dasar pengganggu*!~ Umpat Jonatan dalam hati karena suara ketukan pintu itu sukses mengganggu kesenangannya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Hai gaes...
makasih yaa udah selalu support author...
jangan lupa langsung klik like, vote, dan komen yaa....
votenya gak perlu banyak2... cukup seikhlasnya saja.. heheheee..
Oh ya, jangan lupa mampir juga ke karyaku yang lain, judulnya "Semua Untuk Cinta?"...
__ADS_1
terimakasih 🙏 🙏 🙏