Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 53


__ADS_3

Setelah pergi ke kamarnya, Dira masih enggan untuk keluar kamar karena rasa malu masih ia rasakan. Bagaimana tidak? Ini semua ulah Kevin. Dia yang membuatnya menjadi bahan ledekan oleh keluarganya sendiri dan para sahabatnya, namun laki-laki itu bersikap seolah tak pernah terjadi apapun.


Lama Dira berdiam diri di kamarmya hingga Kevin pun menyusul masuk ke dalam kamar mereka. Senyum manis Kevin tampilkan saat melihat sang istri duduk di ranjang, tapi tatapan sinis yang ia dapatkan dari sang istri. Namun bukannya merasa bersalah, Kevin malah semakin tersenyum dan semakin gemas melihat sang istri menatapnya seperti itu.


"Kenapa? Hm?" Tanya Kevin sambil mengelus lembut rambut Dira, namun Dira dengan cepat menepis tangan Kevin tanpa berkata sepatah katapun.


"Sayang, kita belum dua puluh empat jam menikah tapi sudah berantem. Gak lucu kan?" Bujuk Kevin yang sangat menyadari istrinya saat ini tidak dalam mode baiknya.


"Kamu yang bikin kita berantem. Ngapain juga sih kamu bikin ini?" Jawab Dira ketus sambil menunjuk ke tanda merah yang Kevin buat di leher Dira.


"Hahahaaa... Sayang, itu tanda kepemilikan. Biar semua orang tau kalau kamu cuma milik aku." Ucap Kevin sambil tertawa karena Dira yang marah karena tanda merah itu.


"Gak perlu tanda ini juga semua orang udah tau aku istri kamu." Balas Dira yang masih dengan nada kesalnya.


"Jadi kamu gak suka?" Tanya Kevin.


"Iya aku gak suka. Aku malu, Vin di lihatin orang." Jawab Dira.


"Kalau gitu, aku buatin tanda itu di tempat yang gak akan pernah di lihat orang, dan hanya aku dan kamu yang bisa lihat itu." Goda Kevin membuat Dira mengerutkan mukanya, ada perasaan tidak enak yang Dira rasakan setelah Kevin mengatakan itu.


"D-Dimana?" Tanya Dira terbata dengan perasaan yang mulai kacau.


"Di sini." Bisik Kevin tepat di telingan Dira sambil menunjuk kearah bagian depan istrinya dan tak lupa juga sambil meniup lembuat belakang telinga istrinya membuat Dira lagi-lagi merasakan perasaan aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya.


Cup...


Kevin mengecup singkat bibir Dira.


"Manis." Ucap Kevin. Sedetik kemudian Kevin kembali mengecup bibir Dira.


Sekarang ciuman Kevin turun ke leher Dira dan tanpa mereka sadari, Kevin kembali membuat tanda merah di sana.


"V-Vin," ucap Dira dengan suara yang gemetar.


Kevin yang mendengar itu pun menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Iya, sayang? Enak?" Tanya Kevin lirih sambil menatap dalam mata Dira, Dira pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Kevin.


"Sekarang, boleh?" Tanya Kevin meminta izin untuk mengambil haknya sebagai suami Dira.


"Aku takut." Jawab Dira lirih.


"Kenapa? Apa yang kamu takutin?" Tanya Kevin lagi sambil tersenyum mendengar jawaban Dira.


"Kata orang, yang pertama itu menyakitkan." Jawab Dira dengan pipi yang sudah merona.


"Sakitnya sebentar, sayang. Setelah itu kita akan sama-sama menikmatinya." Balas Kevin meyakinkan Dira.


"Kamu kayak yang udah pernah aja." Saut Dira sambil memalingkan wajahnya.


"Hey, satu-satunya wanita yang aku sentuh, yang mendapat ciuman pertamaku, itu cuma kamu. Aku tau karena aku pernah melihat videonya." Ucapan Kevin sukses membuat Dira menolehkan kembali wajahnya ke arah Kevin, menatap mata Kevin dengan intens dan tajam mencari celah kebohongan dari mata lelaki tampan itu, yang sialnya Dira tak melihat kebohongan di mata itu.


"Kamu players, mantan kamu banyak, mana mungkin kamu gak pernah ciuman? Bahkan dari pertama aja kamu udah lihai." Ucapan Dira memancing Kevin.


"Aku memang playboy, tapi sebrengsek-brengseknya aku, aku gak pernah mau nyentuh wanita tanpa adanya cinta di hati aku. Aku playboy juga bukan kemauan aku. Mereka sendiri yang datang dan memintaku menjadi pacar mereka. Dan aku hanya menjadikan mereka pelarian dari kamu aja, sayang." Ucapan Kevin lagi-lagi mampu meluluh lantakkan hati Dira, membuatnya merasa seakan terbang ke langit ketujuh.


"Bohong." Ucap Dira yang masih belum mempercayai perkataan Kevin.


"Gak. Gak perlu. Itu masa lalu kamu, aku gak mau tau tentang masa lalu kamu." Ucap Dira yang sedikit merasakan sesak di dadanya membayangkan masa lalu Kevin.


"Aku mau, rumah tangga kita dilandasi rasa saling percaya dan kejujuran. Aku gak mau ada keraguan di hati kamu tentang aku. Jika aku harus membawa masa laluku untuk bisa meyakinkanmu, aku siap, karena memang aku gak pernah melakukan apapun pada mereka. Aku playboy hanya julukan aja, karena sering gonta ganti pacar, tapi hati dan tubuh aku, masih tersegel, karena aku tau itu semua adalah hak kamu yang saat itu sudah aku yakini akan menjadi istriku." Ucapan Kevin membuat Dira semakin merona.


"Iya... iya aku percaya." Ucap Dira sambil menelusupkan wajahnya di dada bidang Kevin, memeluknya erat.


"Tolong jangan pernah tinggalin aku lagi, jangan khianati cinta aku. Dulu aku bisa bertahan saat kamu pergi, tapi kalau kamu pergi lagi nanti, aku gak yakin aku masih mampu bertahan." Lanjut Dira yang semakin mengeratkan pelukannya pada Kevin.


"Aku gak bisa janji kalau aku gak akan membuat kamu menangis, aku hanya bisa berjanji untuk berusaha selalu membuat kamu bahagia. Aku juga gak akan pernah pergi lagi. Tapi tolong tetap berada di sisiku sampai kapanpun, apapun yang terjadi, tetaplah di sampingku, temani aku sampai maut yang memisahkan kita." Balas Kevin yang kini sudah membalas pelukan Dira dan sesekali mengecup lembut puncak kepala Dira. Dira hanya mengangguk atas permintaan Kevin.


Lama mereka berpelukan, merasakan kehangatan cinta masing-masing. Hingga suara dering ponsel Dira merusak kehangatan itu.


"Siapa?" Tanya Kevin pada Dira yang sedang memperhatikan ponselnya.

__ADS_1


"Sahabat lama aku, Mellinda. Tapi udah terputus. Nanti aku telfon balik aja kalau dia gak telfon lagi." Jawab Dira sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Kevin.


"Aku mau ke bawah dulu ya, mau siapin makan malam untuk kamu." Lanjut Dira.


"Tunggu." Kevin menahan Dira saat hendak membuka pintu kamar.


"Kevin, nanti aja, ya? Aku mau masak dulu untuk kamu." Ucap Dira yang sudah khawatir, takut Kevin menggodanya lagi.


Pletak...


Satu jitakan di kening Dira yang di lakukan oleh Kevin.


"Aauuuwww, sakit." Dira meringis kesakitan.


"Pikiran kamu terlalu jauh, sayang. Sini ikut aku dulu." Ucap Kevin sambil menarik Dira ke depan cermin.


"Kamu gak malu?" Tanya Kevin sambil menunjukkan tanda merah yang kini terlihat lebih banyak dari sebelumnya. Sontak itu membuat Dira terkejut karena Dira betul-betul tidak menyadari bahwa tadi Kevin sudah membuat banyak tanda di lehernya.


"Saking menikmatinya, kamu sampai gak sadar, sayang? hm?" Lanjut Kevin sambil tersenyum penuh kemenangan yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dira.


.


.


.


.


.


.


.


Terus dukung author yah para readers setia OUR LOVE...

__ADS_1


Dengan cara like, komen, vote dan berikan cinta ♥️ kalian untuk author...


terimakasih... 😉😉😉🙏🙏🙏


__ADS_2