Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 42


__ADS_3

Setelah tiga hari Dira di rawat di rumah sakit, akhirnya hari ini Dira dibolehkan untuk pulang namun tetap harus rutin check up untuk bekas jahitan di lengannya.


Selama Dira di rawat di rumah sakit, selama itu pula Kevin tak pernah sekalipun absen menemani Dira. Bahkan semua urusan kantor, ia serahkan pada Rian. Walaupun para orang tua sudah memintanya untuk pulang sekedar untuk berganti pakaian, Kevin tetap menolak, dia justru meminta kepala ART di rumahnya untuk mengantar keperluannya ke rumah sakit. Kevin tak ingin lalai lagi menjaga gadisnya.


Dan hari ini, saat Dira sudah diperbolehkan pulang, justru Kevin memasang raut wajah sedih yang membuat semua orang yang melihatnya merasa aneh.


"Kamu gak seneng, Vin, Dira sembuh dan di bolehin pulang? Atau emang karena kecapean? Kok lesu gitu mama lihatnya," tanya mama Naira saat mereka semua sudah berkumpul di ruang tengah rumah Dira, melihat calon menantunya itu terlihat lesu.


"Bukan gak seneng Dira sembuh, bun. Tapi Dira udah di rumah, otomatis Kevin gak bisa nemenin Dira dua puluh empat jam lagi dong," ucap Kevin membuat semua orang di sana menggelengkan kepalanya.


"Sabar, satu setengah bulan lagi kan kalian nikah," ucap papa Bayu.


"Gak sabaran banget," lanjutnya.


"Ma, pa, Kevin gak mau nikah sama Dira satu setengah bulan lagi," ucap Kevin membuat semua orang memelototkan matanya ke arah Kevin terutama Eka yang siap untuk memberi pelajaran pada sahabatnya itu.


"Habis lo nyosor-nyosor ke adek gue, genit pula ke Dira, sekarang lo mau ninggalin adek gue? Mau cari mati lo sama gue?" Ucap Eka dengan tatapan tajamnya pada Kevin dan bersiap untuk menghajar Kevin.


"Lo kenapa sih sama gue? Sensi banget kayaknya, Ka?" Tanya Kevin.


"Gimana gue sensi kalo lo mau jadiin adek gue mainan lo?" Ucap Eka dan Dira yang mendengar perdebatan keduanya mulai merasakan sesak di dadanya, terasa sekali ada yang meremas dadanya, dan mata indah itu siap mengeluarkan bulir beningnya.


"Siapa yang mau jadiin Dira mainan sih? Bisa gak dengerin gue dulu, tuh lihat, calon istri gue jadi salah faham kan. Yang, jangan nangis, maksud aku, aku gak mau nikahin kamu satu setengah bulan lagi, karena aku inginnya lebih cepat dari itu," ucap Kevin mencoba menenangkan hati Dira karena Kevin sangat tidak ingin melihat gadisnya itu menangis.


"Ma, pa, bisa gak nikahannya di percepat? Dua minggu lagi lah. Kevin udah bener-bener gak bisa jauh dari Dira, ma, pa," Lanjut Kevin sambil menunjukkan muka melas pada para orang tua.


"Ya gak bisa gitu donk, Vin. Semuanya udah diatur WO. Undangan juga udah mulai di cetak, mama dan papa juga udah bilang ke keluarga kita, dan mereka udah ngosongin jadwal mereka satu setengah bulan lagi, Vin. Kamu tau sendiri kan kesibukan para om dan tante kamu? Lagian Dira juga harus segera menyelesaikan skripsinya dulu kan? Jadi mama harap kamu sabar sebentar ya. Dira gak bakal ada yang ambil kok. Kalaupun ada yang berani mau ambil, orang itu harus siap berurusan dengan keluarga kita," ucap mama Vera sambil memberikan penjelasan pada putra kesayangannya itu agar mau bersabar.


"Kalau akad nikah aja dulu gimana, ma? Resepsinya tetap satu setengah bulan lagi. Kevin udah gak bisa ambil resiko kehilangan Dira lagi, ma. Apapun akan Kevin lakuin, permintaan apapun akan Kevin penuhi asal akad nikah kita di percepat," nego Kevin membuat semua orang menatapnya penuh tanya akan keseriusan Kevin.


"Lo gak merawanin adek gue sebelum waktunya kan, Vin?" Tanya Eka.


Pltak...


Satu geplakan di keningnya ia terima dari sang adik.


"Sembarangan aja kalo ngomong! Gini-gini masih tau batasan kali, kak. Cuma bibir, kening, dan pipi doank yang udah gak perawan, yang lain mah masih segelan!" Tegur Dira pada Eka karena pertanyaan nyeleneh yang Eka lontarkan.

__ADS_1


"Ya kali, kan dia sukanya nyosor-nyosor dek. Lagian ngebet banget pengen nikah cepet. Gue aja masih santai," ucap Eka yang mendapat tatapan dari sang adik dan calon adik iparnya.


"Gue ngebet karena gue gak mau Dira pergi lagi dari gue. Makanya cari cewek biar gak nyantai aja lo jadi jomblo," ucap Kevin dan membalas meledek Eka.


"Ya sekalian biar kalo mau nyosor gak lo jewer lagi," lanjut Kevin sambil mengerlingkan matanya pada Dira, sukses membuat Dira menatapnya dengan tatapan horornya. Dan Kevin yang menyadari hal itu, langsung meralat perkataannya.


"Bercanda, yang. Hehehe," ucap Kevin cengengesan.


"Jadi gimana, ma, pa? Bisakan kalau akad nikahnya aja di percepat?" Tanya Kevin memelas pada para orang tua sambil menunjukkan puppy eyes nya.


"Vin, kok aku geli ya lihat kamu kayak gitu?" Ucap Dira yang melihat tingkah Kevin dan jangan lupakan puppy eyes yang lelaki tampan itu tunjukkan.


"Sudah... Sudah, Vin, apa kamu serius dengan ucapan kamu?" Tanya papa Bayu yang diangguki Kevin.


"Akad nikah dulu?" Tanya papa Bayu lagi yang lagi-lagi diangguki Kevin. Sedangkan Dira sudah mulai gusar, perasaannya tak menentu. Entah apa yang ada dalam pikiran gadis itu sekarang.


Para orang tua saling menatap hingga akhirnya timbullah senyum smirk pertanda akan ada kejahilan dari mereka.


"Oke, papa setuju akad nikahnya di percepat," ucap papa Rey.


"Tapi ada syaratnya," timpal papa Bayu.


"Apapun itu akan Kevin lakuin," ucap Kevin dengan lantang.


"Duh, saking gak sabarnya ya, Vin sampai semangat begitu, padahal kan belum tau syaratnya apa," ucap mama Naira.


"Ya, ma, dia udah ngebet kali," ledek Eka membuat para orang tua tertawa. Dan Kevin hanya bisa menatapnya tajam.


"Oke, kalau cuma akad nikah, gak perlu dua minggu lagi. Besok pun bisa," ucap papa Bayu.


"Serius pa?" Tanya Kevin dengan girangnya dan diangguki oleh para orang tua.


"Loh, Dira kenapa, sayang? Kok jadi murung gitu?" Tanya mama Vera yang memperhatikan calon menantunya itu.


"Kamu gak seneng, yang kita nikah besok?" Tanya Kevin yang sekarang ikut menoleh kearah Dira seraya menangkup wajah mungil gadisnya.


"Bukan gak seneng. Tapi apa gak kecepatan kalau besok?" Tanya Dira polos.

__ADS_1


"No, aku udah lebih dari sepuluh tahun nunggu, sayang. Jadi ini gak kecepetan. Justru terlambat, menurutku," jawab Kevin lembut.


"Ingat, ada syaratnya loh, Vin," ucap papa Bayu mengingatkan Kevin.


"Udah Kevin bilang, apapun syaratnya Kevin siap, pa. Asal bisa secepatnya nikah sama Dira," Lagi-lagi Kevin mengucapkannya dengan lantang.


"Oke, papa percaya. Syaratnya, cukup kamu bantu selesaikan skripsi Dira sebelum acara resepsi kalian. Kalau sampai resepsi kalian Dira belum menyelesaikan skripsinya, terpaksa kalian harus pisah rumah dulu sampai skripsi Dira selesai," ucap papa Bayu yang sukses membuat Dira kesulitan menelan salivanya sendiri.


"Oke, Kevin siap," balas Kevin.


"Tapi, Vin..." Ucap Dira.


"Tenang sayang, aku janji akan bantu kamu," ucap Kevin lembut.


"Oke, kalau Kevin setuju, papa putuskan lusa kalian akad nikah," ucap papa Bayu.


"Loh, katanya besok? Gimana sih, pa? Kok malah gak konsisten sih?" Protes Kevin.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like, vote, dan komennya juga yaa...


terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2