Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 84


__ADS_3

Setelah malam itu Dira berhasil membuat semua orang cemas, keesokan harinya Dira pergi ke ruma orang tuanya untuk meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan hingga membuat semua orang cemas.


Kedatangan Dira di hari itu juga sekaligus memberikan hadiah pernikahan yaitu voucher bulan madu ke Paris untuk Eka dan Fany. Tentu hal itu membuat sepasang pengantin baru itu sangat senang. Eka pun memberikan Dira kado pernikahan yang belum sempat ia berikan saat pernikahan Dira dan Kevin beberapa bulan lalu. Eka memberikan Dira sebuah rumah mewah yang dibangun bersama dengan Kevin sebagai hadiah kejutan untuk Dira. Sayangnya pembangunan rumah itu baru selesai tepat saat masalah Kevin dan Raya muncul.


Beberapa bulan kemudian, Rian dan Mellinda akhirnya juga memutuskan untuk menikah, dan sesuai janjinya, Kevin juga memberikan Rian hadiah pernikahan pilihan apakah cabang perusahaan yang baru atau Resto milik Kevin pribadi yang sudah siap untuk ia kelola. Rian memutuskan untuk memilih Resto agar tetap bisa membantu Kevin di perusahaan sebagai sekretarisnya.


Awalnya lelaki tampan itu tidak ingin menerima hadiah sebesar itu. Karena Rian betul-betul ikhlas membantu Kevin dan juga Dira. Namun dengan sedikit paksaan dan ancaman, Rian mau menerima hadiah tersebut.


Sedangkan hubungan Jonatan dan Aira masih saja belum jelas, karena keegoisan kedua manusia berlainan jenis itu, membuat mereka sama-sama gengsi untuk mengakui bahwa mereka saling mencintai.


Walaupun semua orang sudah dapat melihat cinta Jonatan untuk Aira begitupun sebaliknya, mereka tetap saja menyangkal hal itu.


Ya, perasaan Jonatan untuk Dira memang sudah terhapus, dan kini sudah tergantikan oleh Aira. Namun dengan alasan bahwa sangat sulit baginya untuk melupakan Dira, Jonatan terus menyangkal perasaannya yang sebenarnya. Tanpa ia sadari, penyangkalan itu telah membuat Aira sakit hati dan kecewa. Dan itu pula yang menyebabkan Aira juga enggan untuk mengakui perasaannya.


Beberapa bulan telah berlalu. Kini usia kandungan Dira sudah memasuki 9 bulan, dan hanya menghitung hari saja, ia akan segera melahirkan seorang bayi yang sangat ditunggu kehadirannya oleh banyak orang.


Selain oleh Dira dan Kevin serta kedua orang tua mereka, Jonatan dan Eka juga sangat menanti kehadiran bayi yang selama hampir 9 bulan ini selalu saja membuat mereka juga kerepotan karena harus menuruti ngidamnya Dira yang hampir 80% itu adalah keinginan yang absurd.


Mereka berdua selalu berasumsi jika bayi yang lahir nantinya akan sama seperti Kevin, yang selalu menyebalkan, ya walaupun hampir 9 bulan kemarin seolah watak Kevin dan Dira tertukar karena hormon kehamilan Dira, dan juga Kevin yang selalu mengalah agar tak jadi perdebatan panjang, tetap saja, dimata mereka, Kevin tetaplah sosok yang sangat menyebalkan, yang selalu tak tau waktu menghubungi mereka untuk meminta bantuan menuruti keinginan Dira.


Namun bukan Eka dan Jonatan namanya jika tidak mau membantu, apalagi jika Kevin sudah menyebut-nyebut nama Dira. Hal itulah yang mereka sebalkan dari Kevin. Kevin tau kelemahan mereka, yaitu Dira. Jadi mau tidak mau, mereka akan membantu kapanpun dibutuhkan jika itu memang benar keinginan Dira. Walaupun akan ada drama permohonan sebelumnya.


Pagi itu berjalan seperti biasa. Dira yang sudah tidak mengalami morning sickness lagi, sejak beberapa bulan lalu mulai terjun ke dapur lagi hanya untuk menyiapkan sarapan untuk Kevin.


Sampai saat semuanya memulai sarapan, Dira kembali mengalami kontraksi dab membuat semua orang panik.


"Sayang, kamu tarik nafas dulu ya, terus buang perlahan. Kevin, buruan siapin mobil. Pa, telfon rumah sakit." Ucap mama Vera.


"Bunda, ini sakit, bunda. Sakit banget. Dira udah gak kuat bunda." Ringis Dira yang merasakan sakit yang teramat sangat diperutnya.


"Tapi air ketubannya belum pecah, kamu tahan ya sayang. Paling ini juga masih pembukaan awal. Ini kamu minum dulu air hangatnya." Ucap mama Vera.


Setelah menyuruh pak Dadang untuk menyiapkan mobil, Kevin dan mama Vera bergegas membawa Dira ke rumah sakit dengan membawa segala perlengkapan Dira dan juga bayinya. Sedangkan papa Bayu akan menyusul setelah meeting pentingnya selesai.


*****


Di dalam mobil...

__ADS_1


"Sakiiitt... sakit, Vin sakit banget ini. Pak Dadang, nyetirnya jangan kayak keong deh. Buruan. Dira beneran sakit." Ucap Dira mengeluarkan segala ocehannya.


"Sabar, sayang. Bentar lagi nyampek kok. Kamu tahan dulu ya, sakitnya." Ucap Kevin lembut untuk menutupi kegugupan dan kecemasannya.


"Sabar, sabar, kamu gak tau sih sakitnya kayak gimana."


"Iya aku ngerti kamu lagi kesakitan. Tapi sabar dong sayang, demi anak kita."


"Aduh bunda, ini bunda gimana sih? Istri kesakitan malah disuruh sabar...sabar...sabar...sabar... Dipikir mau lahiran itu gak sakit apa."


"Iya sayang, bunda ngerti, tapi kamu harus kuat ya, bentar lagi nyampek rumah sakit kok."


"Aduh bunda, Dira udah gak kuat. Ini semua gara-gara Kevin, bunda."


"Loh, kok gara-gara aku yang?"


"Ya kan kamu yang bikin aku hamil. Masak iya mau nyalahin pak Dadang?"


"Ya gak gitu juga dong sayang. Toh kamu juga nikmatin prosesnya kan?"


"Iiihhh kamu tuh ya, pikirannya gak jauh-jauh dari mesum. Ini aku kesakitan, masih sempet-sempetnya kamu mikirin prosesnya."


"Ya gak tau. Ini sumpah sakit banget tau gak, Keviiinnn." Ucap Dira sambil menjambak rambut Kevin.


"Aduh, aduh, aduh, sayang, sakit rambut aku kamu jambakin."


"Sakit karena jambakan aku tuh gak seberapa tau gak dari rasa sakit yang aku rasain sekarang karena anak kamu." Ucap Dira, semakin membuat mama Vera dan pak Dadang semakin tak kuat menahan tawanya.


"Anak kamu juga, yang."


"Aaa, bodo lah... yang penting ini sekarang perut aku sakit."


"Iya, yaudah ayo turun, aku gendong." Ucap Kevin setibanya di depan rumah sakit yang sudah ada Mellinda menunggu mereka.


"Loh, yang, kok basah? Kamu ngompol?" Tanya Kevin polos.


Pletak...

__ADS_1


"Itu air ketubannya udah pecah. Udah buruan bawa langsung ke dalem aja deh, biar segera di cek sama Mellinda." Ucap mama Vera seraya menjitak kepala Kevin, dan Kevin pun tidak membuang waktu langsung membawa Dira ke ruang bersalin yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya.


"Mel, buruan deh lo keluarin anak gue, udah gak tahan gue, sakit banget."


"Bentar, gue cek dulu."


"Duh, lama banget sih lo, Mel? Pake cek-cek segala. Ini perut gue udah mules banget, Mel. Sakiy tau gak."


"Sabar yang, itu juga masih diperiksa sama Mellinda." Ucap Kevin yang memang ingin menemani Dira dalam proses persalinannya.


"Kamu tuh ya, dari tadi bilang sabar, sabar. Gak ngerasain sih sakitnya. Kamu mah enak, kerjaannya tiap malem cuma nanem benih doang, lah aku yang sakit ini." Ucap Dira yang membuat para perawat di ruangan itu menahan tawa medengarnya.


"Udah pembukaan delapan. bentar lagi juga udah keluar. Lo sabar aja dulu nikmatin rasa sakitnya, Dir. Entar kalo udah keluar lo pasti kangen rasa sakit kayak gitu."


"Emang temen gesrek lo, Mel, rasa sakit begini lo suruh nikmatin? Wah parah lo. Awas aja entar kalo lo mau lahiran terus ngerasain sakit kayak gini, gue sukur-sukurin lo."


"Udah, lo diem dulu deh. Gak konsen entar gue. Sus, tolong segera siapkan keperluannya ya."


"Ayo dong, Mel, buruan, masih lama gak sih? Aduh...aduh...aduh Mel, itu anak gue udah mau keluar, buruan Mel, buruan."


"Ya ampun, cepet banget, suster, ayo cepet ini udah terlihat kepalanya."


Tak lama setelah itupun terdengar suara tangisan bayi dari ruangan bersalin tersebut menandakan bahwa Dira sudah melahirkan. Dan membuat keluarga Kevin dan juga Dira yang kini sudah berkumpul di rumah sakit, sangat bahagia.


"Pa, kita punya cucu, pa. Ver, kita udah jadi nenek." Ucap mama Naira kegirangan sambil memeluk suami kemudian beralih memeluk Vera, sahabat, sekaligus besannya.


"Iya, Nai. Akhirnya." Balas mama Vera yang tak kalah bahagianya dengan mama Naira.


♥️♥️♥️


Terus support author yaa readers setia OUR LOVE.


Jangan lupa langsung klik like, vote, dan komennya setelah baca yaa...


Mau dapetin pahala, juga bisa loh, dengan cara berbagi poin dan koin kalian untuk author, author senang, kalian dapat pahala. hehehe


yang mau promosi, monggo. tapi sewajarnya yaa...

__ADS_1


terimakasih 🙏 🙏 🙏


__ADS_2