
Setelah Rian pulang, Kevin masih harus menunggu di luar ruangan Dira karena gadis cantik itu masih enggan untuk bertemu dengannya. Namun hal itu tak menyurutkan niat Kevin untuk tetap setia menunggu gadisnya hingga mau bertemu dan berbicara lagi dengannya.
Kevin berharap banyak pada Eka agar mau membantunya berbaikan dengan Dira.
"Dek, kenapa cuma nyuruh aku aja yang masuk? Kasihan loh Kevin di luar sendiri. Aku tau kamu marah, aku tau kamu cemburu. Tapi gak baik loh berantem sampai gak mau bicara sama calon suamimu. Kalian udah dewasa, bentar lagi bakal nikah, gak baik ah berantem lama-lama kayak gini. Lagian kakak percaya kok Kevin gak ada hubungan apapun sama Tania. Ya emang tadi kejadiannya mungkin seperti Tania dan Kevin lagi melepas rasa kangen ta...."
"Gak usah dijelasin, kak. Aku gak butuh penjelasan untuk masalah itu," ucap Dira yang memotong ocehan Eka yang sangat membosankan untuk Dira dengar.
"Tapi, dek, masalah ini harus selesai. Kakak gak mau kamu sampek nyesel udah batalin pertunangan kalian tanpa mendengarkan penjelasan dari masalah ini," ucap Eka dengan nada yang mulai ditinggikan.
"Aku bilang gak usah di jelasin ya gak usah di jelasin kak," bentak Dira hingga terdengar oleh Kevin yang berada di luar, membuat Eka membulatkan matanya tak percaya adik kesayangannya itu sampai hati membentaknya.
Kevin yang mendengar suara Dira meninggi langsung masuk ke dalam ruang rawat inap Dira tanpa permisi.
"Ada apa?" Tanya Kevin yang tiba-tiba masuk.
__ADS_1
"Tau lah dek, kakak udah niat baik supaya kamu gak nyesel, tapi apa yang kakak dapat. Sekarang terserah kamu, kakak minta maaf kalau terlalu ikut campur," ucap Eka lesu sambil berjalan menuju pintu kamar tersebut dan berniat untuk keluar.
"Kak, tunggu. Aku belum selesai ngomong ih malah di tinggalin," ucap Dira dengan wajah tanpa dosa, padahal baru saja dia membentak kakaknya.
Eka yang hendak keluar pun menghentikan langkahnya mendengar rengekan adik tersayangnya itu. Memang hati Eka kesal karena Dira sudah meninggikan suaranya dihadapannya. Tapi bagaimanapun juga, Eka sangat menyayangi sang adik. Tak mungkin dia akan pergi jika itu akan membuat adiknya bersedih.
"Maaf, kakak cuma gak mau ikut campur. Kalau kakak di sini, kakak pasti akan ngoceh tentang hubungan kalian," ucap Eka tanpa berniat membalikkan tubuhnya dan menatap sang adik. Sedangkan Kevin hanya bisa diam tanpa berani bertanya apa yang sebenarnya terjadi antara kakak beradik itu.
"Aku bilang gak perlu di jelasin lagi, karena tadi kak Rian udah jelasin semuanya sama aku. Kalau kakak jelasin lagi, itu namanya buang waktu dan bikin aku bosen," ucap Dira dengan penuh penyesalan karena sudah membentak sang kakak.
"Apa kamu bilang? Jadi kamu mengerjain aku? huh? Ayo coba sekarang kerjain aku!" Ucap Kevin gemas dengan berjalan cepat menuju brangkar Dira dan langsung memiting leher Dira dan hendak mencium Dira namun harus ia urungkan karena Eka langsung memberinya pelajaran.
"Aaauuuuuwww... Sakit... Sakit, Ka. Lepasin please, beneran sakit ini." Ucap Kevin yang tiba-tiba mendapat jeweran dari calon kakak iparnya.
"Udah gue bilang, jangan main nyosor, ngapa masih di lakuin, huh? Mau gue gunting tuh bibir? Asal main nyosor aja! Halalin dulu adek gue, baru lo sosor," ucap Eka yang masih menjewer telinga Kevin.
__ADS_1
"Iya... Iya sorry, tapi lepasin dulu, sakit banget ini. Gimana gue mau halalin Dira kalo telinga gue masih lo jewer, ****," ucap Kevin memelas agar Eka mau melepas jewerannya. Sedangkan Dira yang melihat dua laki-laki tampan itu sedang bertingkah konyol hanya tertawa terbahak membuatnya lupa apa yang dialaminya tadi.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, vote, dan komennya juga yaa...
terimakasih... 🙏🙏🙏
__ADS_1