Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 38


__ADS_3

Semua orang sontak mengalihkan pandangan mereka pada Kevin yang terlihat berlari keluar untuk memanggil dokter, yang kemudian pandangan mereka teralihkan pada brankar Dira.


"Sayang, kamu sudah bangun? Apa ada yang masih sakit?" Tanya mama Naira yang senang melihat putri kesayangannya sudah sadar.


"Dira udah gak papa kok, ma," jawab Dira dengan suara lemah.


"Saya periksa mbak Dira dulu, yang lain bisa tunggu di luar sebentar ya," ucap dokter yang langsung memeriksa Dira setelah Kevin memberi tau bahwa Dira sudah sadar.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan Dira dan mengatakan bahwa Dira sudah baik-baik saja dan hanya butuh waktu istirahat di rumah sakit tiga hari lagi untuk pemulihan. Semuanyapun bernafas legah.


"Sayang, apa masih ada yang terasa sakit?" Ucap Kevin yang sudah lebih dulu masuk ke ruang rawat inap Dira seraya mengelus rambut gadis cantik itu.


"Aku ingin sendiri. Tolong tinggalkan aku," bukan jawaban yang Kevin dengar melainkan Dira mengusirnya dengan tanpa menatap Kevin sedikitpun.


"Sayang, please, maafin aku. Tolong kasih aku kesempatan untuk jelasin semuanya. Aku mohon," ucap Kevin memelas agar Dira mau mendengarkannya.


"Aku juga mohon. Tolong beri aku waktu untuk sendiri. Dan ini, kamu simpan saja," ucap Dira yang juga memohon agar Kevin menuruti kemauannya seraya melepas cincin pemberian Kevin saat laki-laki tampan itu melamarnya dan mengembalikannya ke genggaman Kevin.


Semua orang sangat kaget dan shock dengan apa yang mereka lihat dan mereka dengar, terutama mama Naira dan mama Vera.


"Ada apa ini, Vin? Kenapa Dira bilang begitu? Dan kenapa dia mengembalikan cincin itu?" Tanya mama Vera panik dan berharap apa yang ada dalam pikirannya tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


"Maaf, bunda, Dira gak bisa jadi menantu untuk bunda. Dira gak bisa menjadi seperti yang Kevin inginkan. Dira bukan wanita yang bisa buat Kevin bahagia. Ada orang lain yang lebih bisa membahagiakan Kevin, bunda. Dira minta maaf kalau karena harapan Dira agar Kevin menepati janjinya membuat Kevin jauh dari wanita yang Kevin cintai. Maaf kan Dira yang sudah menjadi penghalang kebahagiaan Kevin. Dan Dira berterimakasih karena bunda sudah mau menganggap Dira anak bunda. Mungkin sebaiknya memang Kevin dan Dira hanya sebatas adik dan...." Ucapan Dira tiba-tiba berhenti karena Kevin yang tiba-tiba mengecup lembut bibir Dira. Sedangkan Air mata yang sudah sejak tadi Dira tahan agar tak jatuh mengingat kejadian di kantor Kevin, tiba-tiba saja tanpa sadar meloloskan air matanya dari kedua sudut mata indah itu.


Cup...


"Kevin... Kamu apa-apaan sih?" Ucap Dira refleks karena tiba-tiba saja Kevin mendekap tubuhnya dan langsung mengecup bibirnya dihadapan banyak orang terutama itu dihadapan kedua orang tua mereka. Dira berusaha melepaskan dekapan Kevin namun tenaganya tak cukup kuat untuk melakukan hal itu.


"Anjaaayyy mata gue ternodai lagi. Fix ini udah yang ketiga," Ucap Eka yang melihat pemandangan yang membuat iri para jombloers seraya menutup kedua matanya namun dengan jari yang terbuka. Sedangkan Rian dan para orang tua hanya bisa melongo melihat tingkah sepasang kekasih yang sedang bertengkar itu.


"Please, jangan ngomong gitu lagi. Kebahagiaan aku cuma bersama denganmu. Tolong jangan pergi. Aku mohon. Aku gak akan sanggup kalau harus berpisah dari kamu lagi. Tolong beri aku satu kesempatan saja untuk bisa menjelaskan semuanya sama kamu. Aku mohon, Dir. Aku akan lakukan apapun untuk buat kamu bahagia," ucap Kevin yang masih mendekap erat tubuh Dira dengan air mata yang sudah lolos dari mata laki-laki tampan itu.


"Dir, kamu masih ingat aku?" Ucap Rian yang tiba-tiba membuat Kevin melepas dekapannya dan langsung menoleh kearah Rian begitupun juga dengan Dira dan yang lainnya. Dira pun menatap Rian dan mengiyakan pertanyaan Rian.


"Kalau gitu, kamu percaya aku kan?" Tanya Rian yang diangguki tak yakin oleh Dira.


"Kalian udah saling kenal?" Tanya Eka yang menatap Dira dan Rian secara bergantian.


"Dia kak Rian, kakak sepupunya Aira," jawab Dira. Yang hanya dijawab oh oleh Eka dan diangguki oleh yang lain.


"Kak Rian kok ada di sini?" Tanya Dira pada Rian yang tidak menyadari bahwa Rian sudah berada di sana sejak tadi bahkan sejak kejadian di ruangan Kevin.


"Aku sekretarisnya Kevin. Kevin dan Eka, mereka berdua sahabat aku," jawab Rian.

__ADS_1


"Jadi kalau gitu tadi kak Rian...." Ucapan Dira yang menggantungkan kalimatnya.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like dan vote nya yaa...


komennya juga jangan lupa...


Oh iya, tolong ramaikan karyaku yang lain judulnya MY STUPIDITY, bisa cek profil aku.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya juga di sana yaa...


terimakasih...


__ADS_2