Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 46


__ADS_3

Tok... Tok... Tok...


"Sayang, mama boleh masuk gak?" Terdengar suara mama Naira di balik pintu kamar Dira.


Dira yang tadinya hanya pura-pura tidur langsung terbangun dan duduk mendengar suara mamanya. Namun Dira masih enggan untuk menjawab panggilan sang mama.


Mama Naira yang sadar bahwa pintu kamar Dira tidak dikunci akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar putrinya itu walau belum ada persetujuan dari sang empunya kamar.


"Sayang, kita bisa kan ngobrol sebentar?" Tanya mama Naira dengan nada yang lembut. Dira pun hanya mengangguk untuk menyetujui permintaan sang mama.


"Dulu waktu kecil, kak Eka selalu bikin Dira kesel bahkan sampai nangis. Dira selalu ngadu sama mama, tapi gak pernah sekalipun mama marahin kak Eka, sampai-sampai Dira sempat protes karena mama tidak memarahi kak Eka. Tapi satu yang Dira gak pernah tau, setiap kak Eka bikin Dira nangis, kak Eka selalu bilang ke mama dengan sambil menangis juga. Kak Eka bilang menyesal membuat Dira menangis. Kak Eka selalu merasa kehilangan Dira saat Dira nangis dan pergi memeluk Kevin. Sampai-sampai kak Eka takut kalau Kevin bakal ambil kamu. Walaupun dulu kak Eka selalu isengin kamu, tapi kak Eka gak pernah sekalipun senang. Sampai akhirnya Kevin pergi, dan sejak saat itu kak Eka gak pernah lagi isengin Dira sampai bikin Dira nangis. Hampir setiap hari kak Eka selalu berusaha menjaga Dira dengan baik, menjadi teman terbaik yang Dira punya sampai Dira lupa gimana rasanya sedih. Dan Dira tau, saat Kevin dulu pamit untuk pergi dan bilang kalau dia akan kembali untuk menikah dengan Dira, kak Eka sangat marah sama Kevin saat itu. Kak Eka gak mau kamu diambil Kevin. Karena kak Eka sangat sayang sama kamu." Mama Naira menceritakan masa kecil Eka dan Dira membuat Dira mengingat kenangan masa kecilnya bersama sang kakak.


"Dan setelah kalian dewasa, Kevin kembali walaupun dia tidak langsung menemui kamu. Dia mulai mendekati kak Eka dan mama juga papa. Saat itu Dira gak tau kan gimana takutnya kak Eka? Walaupun tidak pernah sekalipun kak Eka nunjukin itu sama Kevin. Tapi seirirng berjalannya waktu, kak Eka mau menerima Kevin. Mereka menjadi sahabat rasa saudara, dan kamu tau? Pertama kali yang Kevin mintai izin untuk mendekati kamu lagi itu bukan mama dan papa, tapi kak Eka. Karena semua orang yang tau tentang kalian pasti akan tau juga seberapa besar sayangnya kak Eka sama Dira. Dira juga sayang kan sama kak Eka?" Ucap mama Naira sambil bertanya pada putri bungsunya itu. Membuat Dira seketika memeluk sang mama.


"Dira sayang sama kak Eka, ma. Tapi Dira benci, karena kak Eka gak jujur sama Dira. Sekarang kak Eka lebih sayang Fany dari pada Dira." Ucap Dira yang sudah mulai terisak mengingat sang kakak yang merasa sudah tak menganggapnya penting lagi.


"Hust. Gak boleh bilang gitu. Kak Eka sayang sama Dira. Tapi kan Dira juga tau, kak Eka dari dulu gak pernah serius sama cewek. Jadi mungkin ada ketakutan lain yang kak Eka rasakan saat memulai hubungan seriusnya dengan Fany. Apa lagi Fany sahabat kamu. Apa kamu akan terima jika sahabat kamu didekati oleh laki-laki nakal?" Mama Naira masih terus berusaha mencairkan hati Dira yang saat ini tengah memendam kesal pada kakaknya tersebut. Dan Dira yang mendapat pertanyaan itupun langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Itu yang kak Eka takutkan, sayang. Fany dan kak Eka adalah dua orang yang Dira sayangi. Mereka pun menyayangi Dira, tapi mereka juga punya ketakutan tersendiri tentang kamu. Sekarang mama tanya, sebelum Kevin mengakui bahwa itu adalah Kevin, kenapa Dira gak pernah mau jujur sama mama kalau Dira sedih karena Kevin belum juga kembali?" Tanya mama Naira yang membuat Dira melepaskan pelukannya pada mamanya.


"Karena Dira gak mau bikin mama dan yang lain khawatir. Dira gak mau kalian kepikiran. Tapi dari mana mama tau kalau Dira sering sedih?" Jawab Dira dan balik bertanya pada sang mama.


"Kamu anak mama, jadi mama pasti lebih tau tentang anak mama walaupun kamu gak pernah cerita lagi waktu itu, tapi mama juga bisa merasakan apa yang anak-anak mama rasakan." Jawab mama Naira.


"Nah, sekarang kamu sadar kan kalau setiap orang itu memiliki ketakutannya sendiri-sendiri. Sama seperti kamu yang gak mau bikin kami khawatir tentang perasaanmu, seperti itu juga kenapa kak Eka dan Fany menutupi hubungan mereka." Ucap mama Naira.


"Tapi kan, ma, kalau mereka bilang dari awal, Dira juga gak akan melarang mereka kan, ma? Dira tau Fany gadis baik, Dira juga tau kak Eka adalah cowok yang bertanggung jawab kalau memang dia sudah memutuskan sesuatu. Dira juga gak akan menghalangi mereka kok kalau memang mereka serius." Bantah Dira berusaha membenarkan sikapnya walaupun Dira sebenarnya mulai menyadari kalau itu salah.


"Tapi apa mereka tau kalau respon kamu akan baik?" Sanggah mama Naira membuat Dira membungkam sejenak.


"Mama kenapa ngomong seperti itu? Apa setelah Dira menikah dengan Kevin, apa Dira gak boleh lagi tinggal di sini? Gak boleh lagi manja-manja dengan kalian?" Tanya Dira yang sudah mulai menangis lagi.


"Bukan gak boleh sayang. Tapi kan kamu harus ikut kemanapun Kevin pergi nantinya. Walaupun Kevin tidak akan melarang kamu untuk menginap di sini, tapi tetap saja, seorang istri itu adalah hak suaminya." Jawab mama Naira.


"Sudah ya, jangan sedih lagi, lusa kamu sudah menjadi seorang istri, masa iya kamu masih mau nangis-nangisan? Dira mau kan baikan dengan kak Eka sebelum lusa?" Tanya mama Naira seraya menghapus air mata di pipi Dira, dan Dira pun mengiyakan permintaan sang mama dengan menganggukkan kepalanya membuat mama Naira senang.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa terus dukung karya ku yaa...

__ADS_1


klik 👍 (like), 📝 (komen), dan ♥️ (vote) nya yaa...


dan tolong berikan kritik dan saran juga agar karyaku bisa lebih baik lagi kedepannya, terimakasih... 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2