
Malam itu sesuai permintaan Reina, Kevin datang menemuinya. Namun diluar dugaan Reina, bukannya Kevin menyerahkan diri padanya, justru Kevin mempermalukannya sekaligus mengancamnya. Kevin tau bahwa maksud kedatangan Reina memang untuk menjebaknya. Oleh karena itulah Kevin menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk memberikan informasi lengkap tentang Reina dan mengetahui bahwa Reina sedang terlibat hutang yang cukup besar. Dan kedatangan Kevin malam itu juga tidak hanya mempermalukan Reina dengan kalimat-kalimat pedas yang Kevin lontarkan serta mengancamnya. Namun Kevin juga memberikan Reina selembar cek kosong untuk membantu Reina melunasi hutangnya.
Kevin memang membenci wanita licik itu. Tapi Kevin juga tidak sejahat itu membiarkan wanita yang dulu pernah menemani hari-harinya itu dalam masalah besar.
Setelah memberikan cek itu, Kevin langsung pergi meninggalkan hotel itu. Tak lama kemudian di susul dengan keluarnya Reina dari kamar yang sama dengan asal Kevin keluar tadi. Dan tanpa disadari, ada sepasang mata yang sudah dipenuhi amarah dan siap menghajar Kevin saat itu juga.
"Keviiiin." Ucap seseorang itu dengan geram sambil mengepalkan tangannya.
"Lo lihat aja, Vin, gue pastiin bakal rebut Dira dari lo." Lanjut seseorang itu.
*****
Di rumah Dira...
"Loh sayang, Kevin mana? Kok kamu datang sendiri? Mama kan minta kamu bawa Kevin ke sini." Ucap mama Dira yang melihat putrinya itu datang seorang Dira.
"Kamu tadi ke kantor Kevin kan, Dir?" Tanya lagi sang mama.
"Iya ma, tadi Dira ke kantor Kevin. Tapi hari ini Kevin sibuk banget, ma. Dan dia bilang minta maaf sama mama karena hari ini ada meeting jadi gak bisa datang. Tapi besok dia pasti ke sini katanya." Jawab Dira yang langsung bergegas ke kamarnya karena sudah merasa sangat lelah.
"Loh, Dir, kamu mau kemana? Gak mau makan dulu?" Tanya mama Naira yang melihat anaknya hendak masuk ke kamarnya.
"Mau ke kamar, ma. Dira capek mau tidur. Tadi Dira udah makan di luar." Jawab Dira.
Naira yang nelihat tingkah putrinya itu hanya menggelengkan kepalanya. Tak lama setelah itu kehadiran seseorang tiba-tiba saja mengagetkan Naira yang sedang sibuk menata makanan di meja makan.
"Malem tante, duh kebetulan banget nih perut Jo udah laper banget. Boleh donk Jo numpang makan di sini?" Ucap Jo yang tiba-tiba datang dan melihat Naira sedang menata makanan di meja makan. Dengan gesit Jo langsung duduk dan menyiapkan makanan di piringnya. Tapi saat hendak memasukkan makanan ke mulutnya, tiba-tiba Naira memukul Jo yang tidak mau cuci tangan lebih dulu.
Plakk...
"Kebiasaan ya, kalau mau makan cuci tangan dulu. Ayo sana cuci tangan cepet." Suruh Naira pada Jonatan sambil memukul tangan lelaki tampan itu.
__ADS_1
"Duh tante, tangan Jo udah hygienis kali tan, udah terbebas dari kuman." Ucap Jo beralasan agar tak diomeli oleh mama sahabatnya itu.
"Gak bisa! Cuci tangan dulu atau gak usah makan sekalian." Ucap Naira tegas dengan nada penuh ancaman.
"Dih, sadis banget ancamannya, tan. Untung anaknya cantik. Coba jelek, gak bakal deh Jo mau kenal sama tante yang galaknya Naudzubillah." Gumam Jo namun masih terdengar jelas di telinga Naira.
"Apa kamu bilang? Tante galak? Oke fix kamu gak boleh makan di sini! Titik." Ucap Naira tegas.
"Eh.. Eh..Eh.. Tante maaf please maafin Jo ya, Jo cuma becanda kok. Tante Naira baik deh. Cantik lagi." Rayu Jonatan agar Naira mau memaafkannya.
"Untung kamu tampan, Jo, coba jelek, gak bakal tante bolehin kamu temenan sama anak tante yang jelmaan bidadari itu. Oke tante maafin kamu, tapi sekali lagi kamu bilang tante galak, tante jewer tuh kuping kamu sampek lepas dan tante kirim ke rumah mama kamu." Ucap Naira.
"Udah buruan cuci tangan kalau masih makan." Lanjut Naira.
"Iya calon mama mertua." Ucap Jo asal.
"Eeeehhh, siapa yang lo sebut mama mertua. Enak aja. Mama udah punya calon menantu pilihan. Gak usah ngarep lo!" Teriak gadis di ujung tangga dengan tangan yang sudah terlipat di dada.
"Emang siapa sih, Dir yang mau sama cewek yang minim pengetahuan cinta kayak lo?" Tanya Jonatan dengan nada ejekannya.
"Udah, Udah. Gak baik berdebat di depan makanan. Oh iya, Dir katanya kamu mau tidur? Kok balik lagi?" Tanya Naira heran pada putrinya yang kembali lagi ke meja makan.
"Gara-gara nih curut satu nih, ma berisik sampek kedengeran ke kamar suaranya jadi Dira gak bisa tidur." Jawab Dira sambil melempar buah kelengkeng kearah Jonatan.
"Gara-gara gue? Aaaa bilang aja kalo lo kangen sama gue, Dir karena seharian ini lo belum ketemu sama gue, udah ngaku aja deh." Ucap Jonatan dengan pedenya.
"Dih, najis!" Balas Dira yang sudah memutar bola matanya.
"Loh, ada siapa nih kok rame banget?" Tanya papa Dira yang baru pulang kerja bersama dengan kak Eka.
"Halo calon papa mertua, halo calon kakak ipar. Ki....." Ucap Jo yang belum sempat menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
"Lo ngomong sekali lagi kayak gitu gue tampol mulut lo pake cabe sekilo." Ucap Dira dengan nada kesalnya.
"Hehehe, santai honey...." Balas Jo.
"Joooonnnaaaaaataaaaannnn...." Teriak Dira yang sudah beranjak dari duduknya dan hendak menghampiri Jo. Menyadari akan terjadi sesuatu yang kurang baik, Jo segera berdiri dan mencari perlindungan dengan berlindung di belakang tubuh mama Dira.
"Sini gak lo, Jo?" Teriak Dira kesal karena Jo bersembunyi di balik tubuh mamanya.
"Gak, sebelum lo maafin gue, gue gak bakal deket-deket sama lo. Ngeri gue. Ternyata emmak sama anak sama-sama ngerinya kalo lagi ngamuk." Ucap Jo yang tanpa sadar sudah membuat mama Dira memelototkan matanya. Dan seketika itu juga mama Dira berbalik dan menjewer kuping Jo tanpa ampun.
"Apa katamu barusan? Coba ulangi?" Ucap mama Dira gemas dengan tangan yang sudah menjewer telinga Jonatan. Tentunya gak keras yah gaes, mama Dira juga tau itu anak orang bisa-bisa di tuntut mama Vina kalau sampek telinga Jo beneran putus. Hahahaaa
"Aaa ampun tante ampun. Please, tan sakit ini. ampun ya tante ya, tante cantik deh." Ucap Jo merayu mama Dira di depan papa Dira.
"Kamu merayu istri saya, Jo?" Kini papa Dira yang menjewer Jo. Melihat suaminya ikut menjewer sahabag tampan putrinya itu Naira merasa sedikit tidak tega. Sedangkan Dira dan Eka yang menyaksikan adegan itu hanya tertawa dengan kerasnya.
"Aduh om...om sakit om ampun please om...please." Jonatan memohon pada papa Rey agar melepas jewerannya.
"Udah pa, kasian dia. Nanti kita di tuntut Vina lagi dengan kasus penganiayaan terhadap putra nakalnya ini." Ucap mama Naira mencoba menghentikan aksi suaminya.
"Oke, om ampuni kamu, tapi sekali lagi kamu rayu tante, om pastiin itu kuping udah gak di tempatnya." Ancam papa Dira.
"Iya om iya. Jo janji gak bakal rayu-rayu tante lagi, tapi boleh ya kalo Jo rayu Dira, putri om yang paling cantik ini?" Tanya Jo dengen mengerlingkan matanya pada Dira.
"GAK BOLEH!" Teriak keempat tuan rumah itu dengan kompak.
"*****, kompak banget. Apes banget gue hari ini." Lirih Jonatan.
Setelah kejadian lucu itu akhirnya mereka semua makan malam bersama termasuk Jonatan. Dan tak lupa mereka mengobrol santai karena memang Jonatan sudah akrab dengan keluarga Dira.
#####
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya yaa...
terimakasih...