
"Bisa kita ngobrol bentar? Udah lama kita gak ngobrol. Kangen juga gue sama lo." Jawab Kevin basa-basi.
"Ya udah kalau gitu tante tinggal ke dalem dulu ya. Kalian ngobrol aja." Ucap tante Vina seolah memahami maksud dan tujuan Kevin mengajak Jonatan untuk ngobrol, Kevin dan Jonatan pun mengangguki ucapan Vina.
"Di luar aja." Ajak Jonatan yang langsung melangkahkan kaki ke teras depan rumahnya yang diikuti oleh Kevin.
"Ada apa?" Tanya Jonatan setelah mereka ada di teras.
"Gue mau minta maaf sama lo." Ucap Kevin.
"Untuk apa?" Tanya Jonatan penasaran.
"Masalah Dira. Gue tau lo cinta sama Dira juga, bahkan gue juga tau perasaan lo udah dalem banget sama dia. Gue juga minta maaf karena semenjak kehadiran Dira diantara kita, kita jadi gak akur seperti ini. Mungkin gue kekanakan karena gue yang memulainya. Gue akui gue cemburu karena ternyata sekarang Dira lebih deket sama lo. Lo tau gue sayang sama lo, walaupun lo anak tante gue, gue selalu anggep lo adik kandung gue sendiri. Apapun yang lo mau, apapun yang lo inginkan sebisa mungkin gue sebagai abang lo akan menuhin itu. Tapi kehadiran Dira udah ngerubah segalanya. Gue minta maaf karena sekarang gue gak bisa ngalah sama lo, gue gak bisa kasih apa yang lo mau. Karena Dira itu juga hidup gue." Ucap Kevin.
"Apa yang lo mau?" Tanya Jonatan to the point.
"Ikhlasin Dira buat gue." Jawab Kevin singkat dan Jonatan hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Kevin.
"Bukannya walaupun gue gak ikhlasin Dira, dia akan tetep jadi istri lo besok?" Jawab Jonatan yang tanpa sadar menampar perasaan Kevin.
"Gue minta maaf karena kali ini gue egois." Ucap Kevin.
Jonatan menarik nafas dan membuangnya kasar. Setelah itu dia langsung memeluk Kevin, memeluk layaknya kakak beradik yang saling mensupport satu sama lain. Dan Kevinpun yang awalnya canggung, kini membalas pelukan Jonatan dengan perasaan senang.
"Ini belum lebaran, ngapain lo minta maaf terus dari tadi? Bosen gue dengernya." Ucap Jonatan sambil memeluk Kevin.
"Inget pesen gue, tolong jaga Dira dengan baik. Dia gadis baik, jangan samain dia dengan wanita-wanita ****** lo sebelumnya. Jangan sampai bikin dia nangis karena terluka. Karena sekali aja lo bikin Dira nangis bukan karena bahagia, gue bakal ambil Dira dari sisi lo. Mungkin dulu lo lebih tau tentang Dira, tapi beberapa tahun belakangan ini, Dira ada sama gue, gue yang lebih tau Dira yang sekarang. Jadi gue pasti tau kalau Dira lagi sedih. Tolong banget jangan pernah lo kecewain Dira. Bahagiain Dira." Lanjut Jonatan memperingatkan Kevin sambil masih memeluk Kevin.
"Gue janji." Balas Kevin. Setelah itu mereka melepas pelukan mereka.
"Vin, jangan berubah lagi. Gue kangen sama abang gue." Ucap Jonatan, dan dibalas senyum oleh Kevin.
"Gue juga kangen punya adek kayak lo." Balas Kevin.
"Ya udah gih, sono lu pulang aja. Terus istirahat. Jangan sampek kesiangan. Kalo lo kesiangan, gue masih siap gantiin lo nikahin Dira." Canda Jonatan sambil menyuruh Kevin pulang, dan Kevin yang tau itu hanya candaan, hanya membalasnya dengan senyuman.
"Entar malem gue nginep rumah lo." Lanjut Jonatan yang diangguki oleh Kevin.
__ADS_1
"Ya udah, gue balik dulu. Tolong bilangin sama tante Vina, gue balik." Pamit Kevin lalu bergegas menaiki mobilnya.
"Natan!" Teriak Kevin memanggil Jonatan yang hendak masuk ke dalam rumahnya sebelum dia benar-benar melajukan mobilnya kearah rumahnya. Jonatan yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh kembali kearah Kevin dan bertanya ada apa dengan kode menggerakkan kepalanya.
"Thank's udah ikhlasin Dira." Ucap Kevin yang hanya diangguki Jonatan. Setelah itu Jonatan masuk ke dalam rumahnya dengan sedikit kelegaan hati, setidaknya kini hubungan baiknya dengan Kevin sudah kembali. Sedangkan Kevin melajukan mobil kearah rumahnya juga dengan perasaan yang melegakan.
*****
***Keesokan harinya...
Kevin - Dira akad nikah***...
Di rumah Dira...
"Dira... Bangun sayang. Ayo dong, ini udah siang. Bentar lagi MUA nya dateng loh." Mama Naira membangunkan Dira pagi-pagi buta agar putrinya itu bisa segera bersiap.
"Aduh mama... Mau kemana sih? Ini masih pagi banget loh, ma. Lima menit lagi ya, please!" Rengek Dira yang masih dalam rasa kantuknya.
"Kamu lupa kalau hari ini pernikahan kamu dengan Kevin? Udah, gak ada lima menit, lima menitan. Sekarang kamu bangun, terus mandi, habis itu sholat dan langsung ke kamar tamu untuk di rias, karena kamar ini sebentar lagi akan di decor." Ucap mama Naira yang sukses membuat Dira membelalakkan matanya.
"Buruan! Gak pake lama." Teriak mama Naira karena kini Dira sudah masuk ke dalam kamar mandi.
*****
Di rumah Kevin...
"Tan, Kevin belum bangun?" Tanya Jonatan pada mama Vera setelah dirinya selesai mandi.
"Udah dari tadi. Ngapain lo nanyain gue? Ngarep gue kesiangan?" Ucap Kevin tiba-tiba yang sambil menuruni tangga.
"Ya kirain gitu, lo gak mau bangun, kan lumayan gue bisa gantiin lo." Ucap Jonatan cengengesan.
"Ngarep!" Balas Kevin singkat.
"Ma, udah siap semua kan? Gak ada yang kurang kan?" Tanya Kevin pada mama Vera yang sedang sibuk menata hantaran untuk Dira nanti.
"Udah dong sayang. Kamu gak perlu khawatir. Kamu udah siap belum jadi suami?" Tanya mama Vera.
__ADS_1
"Tenang mama kedua, kalo abang Kevin belum siap jadi suami, Jonatan siap sedia kok gantiin abang. Iya kan bang?" Canda Jonatan dan Kevin langsung memberikan tatapan horornya pada Jonatan.
"Canda kali, bang. Sinis amat lo lihatin gue." Lanjut Jonatan yang melihat tatapan Kevin.
"Sudah... sudah... Natan, nanti mama bakal cariin kamu jodoh yang lebih dari Dira. Oke. Jadi kamu gak perlu sedih." Ucap mama Vera menengahi dua lelaki tampan itu.
"Tadinya sih, Vina pengen jadiin Dira mantu Vina, mbak, mau Vina jadiin istrinya Natan. Eh taunya keduluan mbak Vera. Tapi gak papa, Vina ikhlas, yang penting gadis cantik itu tetap menjadi menantu di keluarga kita. Kevin juga anakku, jadi itu artinya Dira juga tetap menjadi menantu ku." Ucap mama Vina yang kini juga sudah ikut berkumpul di rumah Kevin.
"Apa kabar, mbak?" Sapa papa Vian, papa Jonatan yang baru semalam tiba di Indonesia dari perjalanan bisnisnya. Sebenarnya perjalanan bisnis papa Vian belum selesai, akan tetapi mendengar Kevin yang sudah dianggapnya anak sulungnya akan menikah, papa Vian langsung bergegas untuk segera kembali ke Indonesia.
"Kabar ku baik. Loh, kamu kok udah pulang? Bukannya kata Vina kamu baru pulang minggu depan?" Mama Vera membalas sapaan papa Vian dan langsung bertanya tentang mengapa dirinya sudah kembali ke Indonesia.
"Anak sulungku akan menikah, bagaimana aku bisa masih sibuk dengan pekerjaanku, mbak?" Ucap papa Vian yang kini tengah merangkul Kevin dan juga Jonatan.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah setia membaca karyaku.
tolong terus support aku yaa...
berikan like, komen, dan cinta ♥️ kalian untuk author supaya author makin semangat nulisnya.
Dan boleh dong yaa bagi koin dan poin yang kalian punya untuk vote author... 😁😁😁🙏🙏🙏
terimakasih...
__ADS_1