
"Really? Apa kau serius, Vin? Wah, nona, sepertinya anda gadis yang sangat luar biasa, sehingga bisa mematahkan prinsip seorang Kevin Aryatama, yang awalnya sangat susah untuk berkomitmen, dan sekarang dia bilang kalau nona adalah istrinya." Ucap James dengan wajah terkejutnya.
"Oke, karena Kevin tidak ingin memperkenalkan anda, maka saya sangat senang jika anda sendiri yang memperkenalkan diri. Saya James Ferdinand." Lanjut James seraya mengulurkan tangannya kepada Dira. Dan dengan tersenyum ramah, Dira hendak membalas uluran tangan James dan memperkenalkan dirinya.
"Sa-...."
"Nadira, dia Nadira Putri Wijaya, putri bungsu dari Reynaldi Wijaya dan adik dari Eka Putra Wijaya." Ucap Kevin mendahului Dira seraya menepis tangan James agar tak bersentuhan dengan istrinya.
"Wah, pantas saja sekarang perusahaan keluarga wiratama tak pernah tersentuh oleh pesaingnya. Ternyata ada back up dari keluarga Wijaya. Tapi apapun itu, aku mengagumi kecerdikanmu dalam berbisnis dan memilih wanita." Lagi-lagi James mengedipkan sebelah matanya pada Dira.
"Kau akan menghentikan omong kosongmu atau aku akan menyeretmu keluar dari tempat ini?" Tanya Kevin dengan nada dingin.
"Baiklah, sepertinya suamimu sangat tidak menyukai ku, nona. Jadi aku akan undur diri. Semoga kita bisa bertemu lagi dilain kesempatan. Senang bisa bertemu denganmu, nona Wijaya." Ucap James sambil mengulurkan tangannya namun segera Kevin tepis seraya melayangkan tatapan tajamnya pada James.
"Baiklah. Senang juga bisa bertemu dengan anda, tuan Ferdinan." Ucap Dira sambil tersenyum manis pada James.
"Jangan perlihatkan senyum manis itu pada laki-laki brengsek seperti James." Ucap Kevin sesaat setelah James pergi.
"Kamu juga cemburu sama dia? Laki-laki yang baru aku kenal karena kamu?" Tanya Dira yang tak habis pikir.
"Aku akan cemburu pada siapapun yang berusaha menggoda istriku." Jawab Kevin tanpa menatap Dira.
"Dia laki-laki brengsek." Lanjutnya.
"Kalau begitu sama denganmu." Ucap Dira santai.
"Dia lebih brengsek dari pada aku." Jawab Kevin sambil membalik tubuh Dira agar menghadapnya.
"Sama-sama brengsek, itu artinya sama aja." Ucap Dira sambil memalingkan wajahnya.
"Aku playboy hanya status, tapi dia mencari gadis hanya untuk kebutuhan seksualnya." Ucap Kevin.
"Kamu lupa, hampir melakukannya dengan Raya? Lalu apa bedanya kamu dengannya?"
"Aku hampir melakukannya karena dia menjebakku, dan nyatanya, sampai detik ini hanya kamu wanitaku, satu-satunya yang aku sentuh, satu-satunya yang aku miliki dan memiliki aku. Sedangkan dia, dengan sadar melakukannya."
"Kenapa kamu seperti terlihat sangat membenci James?"
"Dia tertarik sama kamu. Apa kamu tidak menyadari dia dari tadi menatapmu dengan tatapan penuh nafsu?"
__ADS_1
"Kamu aja yang terlalu negatif thinking"
"Terserah kamu bilang apa, yang jelas aku sangat memahami James, apa lagi tatapannya yang sangat menjijikkan itu. Aku harap, jika nanti kamu bertemu lagi dengannya, jangan pernah sekalipun memperdulikannya." Ucap Kevin yang tidak ingin dibantah.
"Uluh..uluh, lutunya tuamiku kalo lagi cembulu." Ucap Dira menirukan suara anak kecil seraya menarik pelan hidung Kevin dan mengerucutkan bibirnya.
"Sayang, mau kamu beneran mau aku kurung?" Tanya Kevin.
"Iihhh, kenapa gak bisa diajak bercanda sih?" Ucap Dira.
"Habisnya kamu gemesin, pengen aku makan sekarang juga." Bisik Kevin.
"Kak Kevin?" Sapa seseorang.
"Siapa?" Tanya Kevin sambil mengkerutkan dahi.
"Oh ya Tuhan, kakak lupa? Aku Alexa, kak. Aku adik kelas kakak. Inget gak, cewek yang selalu ngasih coklat setiap hari sabtu untuk kakak?" Jawab wanita yang menyapa Kevin dengan nada manja, membuat Dira ingin sekali mencakar wajah gadis yang berprilaku sok imut dihadapan suaminya.
"Oh ya, aku ingat. Kamu apa kabar Alexa?" Ucap Kevin namun dengan ekspresi datar.
"Aku baik, kak. Kakak juga apa kabar? Lama ya, kita gak ketemu lagi semenjak kakak lulus." seru gadis itu sambil menepuk lengan Kevin, Dira melihat itu semakin merasakan panas di hatinya.
"Oh, bagus, tadi aja sok cemburu sama laki-laki lain. Sekarang sendirinya malah asyik ngobrol sama cewek lain, sampek nyuekin istri." Batin Dira sambil mendengus kesal melihat tingkah suaminya yang seolah melupakan dirinya.
"Aku kerabat jauh Fany, kak. Dan aku menghadiri pesta ini untuk mewakili orang tuaku yang sedang memiliki acara lain yang tidak bisa diwakilkan oleh siapapun." Ucap gadis bernama Alexa itu tanpa melunturkan senyumnya dihadapan Kevin.
"Oh..." Jawab Kevin singkat.
"Kakak sendiri di sini, di undang juga? Apa suami Fany salah satu klien kakak atau sahabat kakak?" Tanya gadis itu yang masih setia dengan sikap seolah mencari perhatian Kevin.
"Oh, bukan, suaminya Fany adalah kakak Iparku." Ucap Kevin dan tentu saja Dira senang mendengar itu. Setidaknya Kevin mengakui jika dirinya sudah menikah.
"What? Kakak ipar? Maksudnya, kakak udah nikah? Atau aku salah denger?" Tanya gadis itu dengan wajah terkejutnya seolah tak percaya akan apa yang didengarnya.
"Tidak. Kamu tidak salah dengar, kenalkan ini istri tercintaku, Dira. Dia adik kandung dari suaminya Fany, sekaligus sahabat Fany juga." Ucap Kevin seraya mengenalkan Dira pada gadis itu. Dira tentu saja senang bukan main.
"Sayang, ini Alexa." Ucap Kevin mengenalkan Alexa pada Dira.
"Dira, ISTRINYA KEVIN." Dira mengenalkan diri dengan penuh penekanan pada kata istri seraya mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Oh, sayang, kamu gemesin banget sih? Kamu mau bales aku? Oke, aku tau kamu sedang cemburu. Boleh gak sih, aku bawa kamu ke kamar sekarang juga, dan ngurung kamu semalaman, dan membuatmu puas malam ini?" Batin Kevin.
"Alexa." Ucap Alexa membalas uluran tangan Dira.
"Wah, aku gak nyangka lo kalo kakak udah nikah. Padahal tadi aku seneng banget pas lihat kakak di luar, niat hati pengen gitu deketin kakak, siapa tau bisa jadi nyonya Kevin. Eh taunya udah ada yang beruntung lebih dulu dapetin kakak." Ucap Alexa.
"Tapi, kalo kakak mau, gak papa sih aku dijadiin yang kedua. Kita bisa terima kok. Iya, kan, Dir?" Lanjut Alexa.
"What??? Gilaaaa, gila nih, cewek. Di depan gue, dia berani terang-terangan mau jadi yang kedua? Dan apa tadi katanya? Kita terima? Gila aja, sorry ya, gue gak akan pernah rela berbagi dengan perempuan lain. Lo rela jadi yang kedua, tapi gue ogah untuk diduain." Batin Dira yang sudah mulai dibuat sangat emosi oleh perkataan Alexa.
"Terimakasih, sebenarnya, bukan dia yang beruntung telah memiliki aku, melainkan akulah yang beruntung karena Dira telah bersedia menerimaku sebagai suaminya. Menerima segala kekuranganku, menerima masa laluku yang bisa dikatakan buruk. Dan kami sudah saling mencintai sejak lama. Bisa dikatakan sejak kami masih kecil, dan perasaan itu tidak pernah hilang sampai kami sama-sama dewasa dan memutuskan untuk menikah." Ucap Kevin yang secara tidak langsung menegaskan bahwa dia sangat mencintai Dira, dan tidak ada tempat lagi dihatinya untuk wanita lain.
"Dan untuk menduakan Dira? Itu sungguh sangat tidak mungkin. Aku tidak sanggup melihatnya terluka sedikitpun, dan selalu berusaha membuatnya tersenyum, lalu bagaimana bisa aku menduakannya? Yang sudah sangat jelas akan menyakiti hatinya menghancurkan hidupnya, dan melunturkan senyumannya." Lanjut Kevin yang sangat sukses membuat Alexa bungkam.
"Sayang, kamu sweet banget deh." Ucap Dira.
"Oh ya, yang, aku lagi pengen makan puding mangga. Cariin, ya... ya... please." Lanjut Dira, menampilkan puppy eyes nya.
"Sayang, ini udah malem, mana ada yang jual puding mangga? Kalaupun ada, pasti sudah habis. Kita minta bi Mina aja ya, untuk buatin puding mangga untuk kamu?" Ucap Kevin lembut.
"Tapi sayang, aku pengennya sekarang, dan aku gak mau buatan bi Mina, gak enak." Ucap Dira sambil bergelayut manja pada lengan Kevin.
"Sayang, beneran deh, pasti susah carinya. Lagian ini juga acaranya belum selesai. Gak enak kan sama Eka?" Ucap Kevin lembut mencoba memberi pengertian pada istrinya.
"Ekhm, sorry, nih kak, bukannya aku mau ikut campur, aku tau, kakak cinta sama Dira, tapi yang aku tau, gak baik terlalu manjain istri, entar kakak bisa diinjek-injek sama istri, kayak gak ada harga dirinya. Dan untuk lo, Dir, seenggaknya lo bisa lah ngertiin suami lo dikit, ini udah malem, mau cari puding mangga dimana coba? Lagian ini kan acara kakak lo, dan acaranya juga belum selesai. Seenggaknya lo jangan terlalu nyusahin Kak Kevin. Dia pasti juga capek kan." Ucap Alexa tanpa sadar sudah sangat menyulut emosi Dira dan juga Kevin.
"Alexa, cukup." Bentak Kevin.
"Gak usah cari, udah gak nafsu." Ucap Dira seraya pergi meninggalkan suaminya berdua dengan Alexa.
♥️♥️♥️
Terus support author yaa readers...
Jangan lupa langsung klik like, vote dan komennya...
Silahkan promosi, tapi sewajarnya yaa...
terimakasih 🙏 🙏 🙏
__ADS_1