Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 26


__ADS_3

"Hah? Lo serius Jo jalan sama Niken?" Tanya Dira yang terkejut sahabatnya itu bersama wanita barbar yang sudah jelas Jonatan tidak menyukainya.


"Tau dah, pusing. Dia sama si nenek sihir, lo sama pak Arya, dan sialnya gue harus putus sama Digo." Ucap Aira frustasi pasca hubungannya dengan sang kekasih harus kandas.


"What? Serius lo? Kok bisa? Bukannya kalian udah ada rencana tunangan setelah lulus kuliah?" Tanya Dira yang sangat kaget mendengar hubungan sahabatnya dengan kekasihnya itu sudah berakhir.


"Iya, tapi beruntung dan bersyukur banget gue karena tau kebusukan dia sebelum gue jadi istrinya." Jawab Aira yang sudah mulai meneteskan air matanya.


"Maksud lo?" Tanya Dira tapi Aira masih enggan untuk bersuara. Terlihat sangat jelas bahwa Aira terluka.


"Cerita aja, Ra. Gue siap dengerin kok. Jangan lo simpen sendiri, karena itu akan membuat lo semakin sakit. Gue sahabat lo, sudah sewajarnya kita saling berbagi cerita. Gue juga gak pernah sungkan kan buat cerita sama lo kalo gue lagi ada masalah." Ujar Dira yang mencoba menenangkan sahabatnya itu seraya memeluknya erat karena tau kepedihan yang sahabatnya itu rasakan.


"Tapi, kalo emang lo belum siap untuk cerita, gapapa. Lo nangis aja, luapin semuanya sampai hati lo merasa lega." Lanjut Dira.

__ADS_1


"Semalem gue lagi jemput kak Rian ke hotel xxx karena tante Mitha ngabarin mama kalo kak Rian ada di sini udah tiga hari tapi gak ke rumah. Terus pas nyampek di lobby, gue lihat Digo sama cewek lagi check in. Gue ikutin sampek ke depan sebuah kamar, mereka ceroboh gak kunci pintunya, Ra. Dan sialnya saat gue masuk mereka lagi......." Ucapan Aira terhenti dan isakannya semakin menjadi, dan Dira yang mendengar cerita itupun seolah paham kelanjutan cerita sahabatnya itu dan turut merasakan sakit hati yang sahabatnya itu rasakan.


"Lo yang sabar ya, Ra. Gue yakin lo bakal dapat cowok yang lebih baik dari cowok brengsek kayak Digo. Lo baik, Ra, lo cantik, lo pinter, gak akan susah untuk mendapat cowok yang lebih segalanya dari dia." Ucapan Dira berusaha membuat sahabatnya itu kuat. Dia tau betul, walaupun Aira terlihat periang, tapi nyatanya gadis itu rapuh.


"Udah ah, nangisnya! Lo gak pantes buang-buang air mata buat cowok brengsek itu." Lanjut Dira sambil menghapus air mata di pipi sahabatnya itu.


"Ra, gue boleh minta sesuatu sama lo gak untuk ngilangin kesedihan gue?" Tanya Aira pada Dira.


"Traktir gue makan donk! Gue laper, tadi belum sarapan." Ucap Aira sambil cengengesan yang sudah berhenti dari tangisannya itu.


"Sialan lo. Itu mah emang lo nya aja yang emang selalu mau di traktir." Balas Dira.


"Lo tuh anak orang kaya, tapi jiwa lo MissQueen banget sih? Heran gue." Lanjut Dira yang mulai gemas pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Yeeee bukan jiwa missqueen kali. Gue itu cuma belajar berhemat." Ucap Aira sambil tertaea.


"Iya, lo menghemat dompet lo, tapi lo nguras dompet gue." Balas Aira ketus.


"Heheheee. Lo cantik deh, Ra." Rayu Aira pada sahabatnya itu.


"Kalo ada maunya aja bilang gue cantik. Ya udah ayo buruan ke kantin. Gue juga laper. Oh ya, nanti gue mau cerita sama lo tentang cinta masa kecil gue. Gue udah ketemu sama dia." Ucap Dira dengan mata yang berbinar.


"Aaaa serius lo? Terus-terus gimana? Cakep gak? Terus apa dia masih inget sama lo? Apa dia beneran mau nikahin lo?" Tanya Aira yang bertubi-tubi membuat Dira memutar bola matanya malas.


"Cerewet banget sih lo, pesen makan dulu, entar gue jawab semua pertanyaan lo." Titah Dira yang langsung di turuti Aira untuk memesan makan kesukaan mereka.


#####

__ADS_1


__ADS_2