Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 9


__ADS_3

"oke..oke...maaf... boleh tau alamat kamu?" tanya Kevin yang pura-pura tidak tau alamat Dira agar tak membuatnya curiga


dan Dira langsung memberikan alamatnya pada Kevin tanpa pikir panjang dan perdebatan. karena yang dia mau sekarang agar dirinya cepat sampai di rumah.


selama perjalanan tak ada satupun diantara mereka berdua yang berusaha memulai obrolan hingga akhirnya perjalanan tersebut menjadi sangat hening sampai akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Dira.


"sudah sampai." ucap Kevin


"iya, terimakasih pak." balas Dira


"oke. oya, salam untuk mama kamu ya! bilang aja dari Arya dosen ganteng di kampus kamu." Ucap Kevin dengan pedenya.


Dira yang mendengar celotehan itu langsung malu dan buru-buru turun dari mobil Kevin tanpa mengucap apapun lagi.


"gilaaaa...sumpah gila banget, gue dibawa dosen somplak itu hampir tiga jam dan gue gak sadar?" batin Dira sambil bertanya pada dirinya sendiri


"tuh dosen juga ngapain coba bilang gitu segala? aaarrrggghhh kenapa sih gue? kenapa gue jadi lupa diri gini coba? kenapa gue harus ngerasa nyaman sama tuh dosen? kayak udah kenal lama banget." gumam Dira yang tanpa sadar sudah ada Eka di depan pintu rumahnya


"apaan sih kak? aku gak sakit!" ketus Dira sambil menepis telapak tangan Eka yang menyentuh dahinya seperti meraba orang yang sedang demam


"ya abisnya kamu ngapain sih ngomong sendiri dari tadi kakak perhatiin. kakak kan jadi khawatir takut adik kakak ini jadi gila" balas Eka yang tak digubris oleh Dira yang langsung saja nyelonong masuk ke rumahnya


"eh by the way, itu tadi cowok kamu?" tanya Eka dengan senyum smirknya yang langsung mendapat tatapan sinis dari adiknya itu


"gak usah ngaco!" ketus Dira yang beranjak masuk ke kamarnya


setelah masuk kamar, Dira langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuknya itu dan mulai memejamkan mata karena merasa sangat lelah.


namun tiba-tiba dia terbangun seperti orang yang baru saja mengalami mimpi buruk.


"astagaaaa.... kenapa sih gue? kenapa harus dia hadir dalam mimpi gue? mending gue mandi aja deh biar pikiran gue jadi jernih." gumam Dira dan langsung melangkah ke kamar mandi karena kaget baru saja memimpikan dosen gantengnya itu


setelah selesai mandi, Dira langsung menuju ke ruang keluarga dan hanya mendapati Eka di sana tanpa kedua orang tuanya.

__ADS_1


"mama sama papa mana kak? kok gak kelihatan dari aku pulang tadi?" tanya Dira yang menanyakan kedua orang tuanya


"mereka lagi ke rumah oma di surabaya, tadi oma nelfon katanya om adit masuk rumah sakit." jawab Eka


"kalo kamu laper, tuh tinggal angetin makanan di kulkas. soalnya bibi udah tidur kayaknya." lanjut Eka


"ouw, ya udah deh kalo gitu aku balik ke kamar aja!" ucap Dira yang langsung berbalik kembali ke kamarnya


"gak makan dulu, dek?" tanya Eka


"gak kak, aku ngantuk. besok aja lah sekalian sarapan!" jawab Dira yang langsung berlari ke kamarnya dan mulai memposisikan dirinya untuk tidur.


*****


Di tempat lain, Kevin yang baru saja sampai di rumahnya langsung menghampiri sang mama yang berada di ruang tengah bersama papanya.


"ma." panggil Kevin pada mamanya yang langsung mencium pipi mamanya serta menyalimi papanya


"cukup menyenangkan sih ma. gak sibuk-sibuk banget koq." jawab Kevin yang langsung duduk di sebelah mamanya.


"kalau gak sibuk, koq pulangnya malem banget, nak?" tanya papa Kevin


"biasalah pa anak muda. masih cari angin bentar tadi." jawab Kevin sambil tersenyum bahagia mengingat hari ini dia bisa mengantar gadis pujaannya itu pulang. ya walaupun masih diajak keliling-keliling bentar


"udah ketemu?" tanya mama Kevin yang seolah tau bahwa senyum Kevin kali ini karena pasti anaknya itu sudah bertemu dengan pujaan hatinya


"apanya yang ketemu, ma?" tanya balik Kevin pura-pura polos


"kamu pura-pura polos apa emang gak mau cerita sama kita, orang tua kamu?" jawaban mama Kevin yang juga membalik pertanyaan Kevin


"beneran, ketemu apa? Kevin gak ngerti." jawab Kevin yang tetap pura-pura polos


"Dira!" ucap sang mama yang menyerah karena putranya itu benar-benar ingin tutup mulut

__ADS_1


"ouw, Dira...." jawab Kevin sambil tersenyum lebar saat mendengar dan menyebut nama gadisnya itu


"iya. udah ketemu belum?" tanya sang papa yang kali ini juga ikut penasaran


pasalnya orang tua Kevin memang tau betul watak dan ekspresi putra tunggalnya itu. mereka sangat paham bahwa hanya Dira lah yang mampu membuat anaknya ini terlihat bodoh dan manis secara bersamaan.


"ma, pa, Kevin ke kamar dulu ya! gerah nih, mau mandi." ucap Kevin yang mencoba menghindar dari introgasi dari orang tuanya itu


"eh...eh...mau kemana? jawab dulu! baru boleh pergi. kalau gak jawab, jangan salahin mama dan papa kalau kami akan menjodohkan kamu dengan anak kolega papamu, karena kita anggap kamu gak bisa mencari pasanganmu sendiri!" ancam mama Kevin yang sukses membuat Kevin menelan salivanya itu tanda khawatir


tentu ancaman itu tidak akan terjadi, karena memang Vera dan Bayu ingin putranya itu menikah dengan Dira, putri sahabat mereka yang sudah jelas Kevin pun menyukai gadis itu.


akan tapi mau bagaimana lagi, mereka juga tau bahwa putranya itu tidak akan bercerita apapun tentang Dira jika tidak dipaksa. bukan karena Kevin tidak ingin bercerita. tapi Kevin juga takut jika perasaannya akan bertepuk sebelah tangan, dan itu akan menjadi bahan ejekan dari kedua orang tuanya karena selama ini Kevin selalu menyombongkan diri bahwa dia tidak akan sulit mencari dan menaklukkan hati Dira mengingat dirinya adalah penakluk banyak wanita.


"apaan sih, ma? koq ngancemnya gitu? Kevin bisa kok cari pendamping Kevin sendiri, dan Kevin sudah mendapatkannya hari ini." jawab Kevin yang terpaksa harus mengakui sesuatu


"jadi beneran kamu udah ketemu sama Dira? terus gimana? Dira seneng gak, ketemu lagi sama kamu?" tanya Vera antusias


"iya, Kevin udah ketemu sama Dira. bahkan seharian ini kita hampir selalu ketemu. dan pulang tadi, Kevin masih antar Dira pulang. tapi....." jawab Kevin dan diakhiri kalimatnya yang menggantung


"tapi kenapa?" tanya sang papa yang mengernyitkan dahinya seolah melihat ada sesuatu yang tidak baik dari ekspresi wajah putranya itu


"tapi sepertinya Dira biasa aja deh ma, pa sama Kevin." jawab lesu


sontak jawaban itu membuat kedua orang tuanya saling menatap dan kemudian tertawa mendengar jawaban putranya itu.


"koq malah ketawa sih? anak lagi galau juga!" tegur Kevin pada orang tuanya yang seolah tak memahami kondisi dan perasaan Kevin


#####


jangan lupa like, vote, dan komen yaa...


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2