
Di Kampus...
"Jo." Panggil seorang gadis pada Jonatan.
"Niken." Gumam Jonatan setelah melihat siapa yang memanggilnya.
"Boleh duduk di sini?" Tanya gadis itu meminta izin duduk di samping Jonatan yang kebetulan hari itu Jonatan tidak bersama dengan Aira ataupun Dira.
"Silahkan." Jawab Jonatan cuek.
"Makasih." Ucap gadis itu dan diangguki oleh Jonatan.
"Mmm, Jo, tumben lo sendiri? Biasanya bareng Aira dan Dira. Kemana mereka?" Tanya gadis itu karena memang biasanya Jonatan selalu bersama dua gadis itu.
"Aira lagi bimbingan. Dira lagi gak masuk." Jawab Jonatan yang masih cuek. Memang karena pada dasarnya Jonatan akan cuek pada para gadis, kecuali pada sahabat-sahabatnya.
"Mmm, emang kemana Dira?" Tanya gadis itu mencari perhatian Jonatan agar tak cuek lagi.
"Tau." Jawab Jonatan singkat dan cuek mengerdikkan bahunya sambil memainkan ponselnya.
"Jo, lo denger gak gosip yang lagi hot di fakultas kita?" Niken berusaha membuat Jonatan tak cuek lagi padanya.
"Gue cowok, gak minat denger gosip, apa lagi gosip murahan." Ucap Jonatan ketus.
"Mm, kalo gosipnya tentang Dira, lo masih gak mau denger?" Tanya Niken memancing reaksi Jonatan, dan memang tepat, Jonatan langsung memalingkan wajahnya menoleh pada Niken.
"Gosip apa?" Tanya Jonatan penasaran tentang gosip apa yang menimpa sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
"Kata anak-anak, dia deketin dosen dan godain dosen." Ucap Niken yang membuat Jonatan mulai emosi mendengarnya.
__ADS_1
"Maksud lo apaan bilang Dira godain dosen?" Ucap Jonatan yang mulai kesal.
"Sorry, Jo, gue cuma ceritain apa yang di bilang anak-anak. Kata mereka, Dira sengaja godain pak Arya, untuk bisa dapet nilai bagus. Bahkan sekarang mereka sering terlihat berduaan. Dira juga sering masuk ke ruangan pak Arya dengan waktu yang lama. Gak mungkin kan, Jo, dia gak ngapa-ngapain sama pak Arya, secara mahasiswa yang di bimbing pak Arya itu cuma Dira, tapi tiap Dira masuk ke ruangannya, keluarnya lama banget. Kalau cuma bimbingan, setengah jam itu udah lama banget kan, Jo?" Ucap Niken yang tanpa sadar sudah membuat panas telinga Jonatan.
"Hentikan omong kosong, lo. Lo gak berhak menuduh Dira yang enggak-enggak. Dira itu cewek baik-baik." Ucap Jonatan dengan nada tingginya.
"So-sorry, Jo, bukan maksud gue jelek-jelekin Dira. Tapi emang gitu kenyataannya. Gue cuma gak mau, kalo lo cuma dipermainkan doang sama Dira. Gue tau, Jo, lo cinta sama Dira. Tapi bukan berarti seenaknya aja kan Dira berbuat seperti itu. Yang jelas-jel-..."
"Gue bilang hentikan omong kosong, lo. Gue udah peringatin lo untuk gak ngomong sembarangan lagi tentang Dira. Kalaupun Dira sama dosen itu dekat, memangnya kenapa? Itu sah-sah aja. Dan lo gak ada hak buat jelek-jelekin Dira. Paham!" Lanjut Jonatan yang sudah sangat emosi mendengar ucapan gadis itu.
"Kenapa sih, Jo, lo tuh gak pernah buka mata lo lebar-lebar? Dira itu gak cinta sama lo! Ngapain lo bertingkah bodoh ngejar cewek yang jelas-jelas cuma mau mainin perasaan lo doang. Kenapa lo selalu belain Dira, sekarang sudah jelas, Dira ada main sama dosen, semua anak di fakultas ini, bahkan satu kampus juga sudah sering melihat kebersamaan mereka. Kalo Dira cewek baik-baik, gak mungkin dia bisa sedekat itu dengan dosen baru yang jelas-jelas bukan siapa-siapanya. Kedekatan mereka juga gak wajar Jo!" Ucap Niken yang kini juga meninggikan suaranya karena kesal Jonatan tak pernah memperdulikannya.
"Jelas aja, Jo akan marah kalo lo ngusik Dira, karena yang lo omongin itu kakak iparnya Jo, dan asal lo tau, pak Arya itu SUAMI SAH nya Dira. Jadi wajar aja kalo mereka deket banget." Ucap seorang gadis dengan menekan kata suami sah yang tak lain adalah Aira yang kini juga tengah kesal mendengar gadis itu mengatai sahabatnya.
"Aira." Gumam Niken yang terdengar oleh Dira.
"Tunggu dulu, lo bilang apa tadi? Suami? Dira kakak iparnya Jo? Gak usah ngada-ngada deh, lo pikir gue gak tau keluarga Jo? Jonatan Adityatama itu anak tunggal. Dia cuma punya kakak sepupu yaitu Kevin. Sedangkan dosen itu namanya Arya. Kevin juga baru diangkat jadi CEO di Tama Holdings Corp. BUKAN DOSEN! Jadi, kalo lo mau ngibul, lo lihat orang yang lo kibulin dulu!" Balas gadis itu menekan kata bukan dosen, membanggakan diri seolah sangat tau keluarga Wiratama.
"Hahahaa... Makanya juga kalo lo mau caper sama orang tajir, teliti dulu dengan detail silsilah keluarganya. Nama lengkap pak Arya itu adalah Kevin Aryatama, sepupu dari Jonatan Adityatama. Kevin dan Dira memang sudah menikah dua minggu yang lalu, dan itu karena mereka saling cinta. Jadi itu artinya Dira adalah kakak iparnya Jo. Paham!" Ucap Aira yang sukses mempermalukan Niken di hadapan Jonatan.
"Apa? Jadi Kevin udah nikah? Dan apa tadi dia bilang? pak Arya itu adalah Kevin? Aaarrrggghhh sial! Kenapa gue seceroboh ini sih gak merhatiin dosen itu? Kevin lebih kaya dari Jo, harusnya gue bisa mengenali Kevin. Oke, Niken, tenang, Gak papa mangsa kakap lo lepas, toh masih ada Jo. Ya walaupun gak sekaya Kevin. Aaarrrgghhh Dira sialan! kenapa dia selalu selangkah lebih maju dari gue sih." Gumam Niken dalam hati. Wajahnya sudah memerah menahan kesal sekaligus malu.
"Hello... Lo kesambet?" Teriakan Aira membuyarkan lamunan Niken. Sedetik kemudian Niken langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan, meninggalkan Aira dan Jonatan.
"Lo kalo marah serem juga ya? Tapi gue justru gemes lihat lo maraha kayak barusan." Ucap Jonatan yang memang baru pertama kali ini lelaki tampan itu melihat Aira yang sedang dalam mode marah.
Blushing...
Mendengar ucapan Jonatan barusan membuat pipi Aira terasa panas, dan tanpa sadar seketika itu juga pipi gadis itu juga menampakkan rona kemerahan.
__ADS_1
"Lo sakit, Ra?" Tanya Jonatan yang memang tak paham apa yang sedang terjadi pada Aira hingga pipinya memerah..
"Ah, sakit? Enggak kok. Emang kenapa?" Tanya Aira yang tiba-tiba saja merasakan gugup. Sekian tahun bersama, baru kali ini Aira merasakan gugup berada di dekat Jonatan.
"Ya udah, balik yuk. Gue nebeng lo, ya. Tadi gue di anter kak Rian soalnya." Lanjut Aira.
"Ya udah ayo. Mau mampir-mampir dulu gak?" Tanya Jonatan.
"Mmm, makan di restonya Kevin yuk. Gue pengen nyobain makanan di sana." Ucap Aira mengajak Jonatan ke VinDi's Cafe & Resto.
"Ya udah, ayo." Jonatan menyetujui permintaan Aira.
Mereka berduapun akhirnya pergi bersama menuju resto milik Kevin.
.
.
.
.
.
Jangan lelah untuk support author yaa...
Dan jangan lupa juga untuk like, komen, vote, dan memberi cinta ♥️ kalian untuk author...
terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1