
Saat Kevin melintas di jalan tak jauh dari kantornya terlihat ada banyak kerumunan orang membuat perasaan Kevin jadi tidak enak.
"Mungkin ada kecelakaan," gumam Kevin yang melihat orang berkerumun di sisi jalan.
"Tapi kenapa perasaan gue gak enak gini?" Tanya Kevin dalam hatinya dan memutuskan untuk turun dari mobilnya dan melihat apa yang terjadi.
"Permisi... Permisi sebentar ya... Diraaa!" Ucap Kevin sambil menerobos kerumunan orang yang ada di sana dan betapa terkejutnya Kevin melihat korban tabrak lari yang baru saja terjadi. Ya, korban tabrak lari itu adalah Dira, gadis yang sangat Kevin cintai.
"Tolong beri saya jalan," ucap Kevin pada kerumunan orang tersebut sambil berusaha membopong tubuh mungil Dira.
"Mas nya kenal?" Tanya beberapa orang dari mereka yang juga membantu Kevin membopong tubuh Dira untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Dia calon istri saya, tolong bukakan pintu mobil saya, saya akan membawanya ke rumah sakit," jawab Kevin dan langsung meminta tolong pada orang-orang untuk membantunya mengangkat tubuh Dira dan tak lupa Kevin mengucapkan terimakasih pada mereka setelah berhasil mengangkat tubuh Dira masuk ke dalam mobilnya.
Dira yang waktu sedang marah ingin mengambil handphonenya yang ia letakkan dalam tasnya. Nahas, Dira yang tak memperhatikan jalan sekitar tertabrak oleh pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan membuatnya terpental dan tak sadarkan diri. Beruntung Kevin yang berusaha mencari Dira menghentikan mobilnya saat melihat orang berkerumun di sisi jalan, dan langsung membawa Dira ke rumah sakit terdekat.
"Suster... Dokter!" Teriak Kevin memanggil petugas IGD setelah sampai di rumah sakit terdekat.
"Tolong selamatkan calon istri saya, lakukan yang terbaik," ucap Kevin pada tenaga medis yang menangani Dira.
"Baik pak, kami akan melakukan yang terbaik. Tapi lebih baik bapak menunggu di luar sampai dokter selesai melakukan tindakan pada pasien," ucap salah seorang suster membuat Kevin tak bisa berbuat apa-apa selain selalu memanjatkan doa untuk keselamatan calon istrinya itu.
*****
__ADS_1
"Siapa sih tuh cewek, berani-beraninya dia ngerebut Kevin dari gue," ucap Tania setelah Kevin meninggalkannya begitu saja demi mengejar Dira.
"Lo denger sendiri kan tadi tuh cewek bilang pertunangan mereka batak, itu artinya tuh cewek tunangannya Kevin!" Balas Rian yang masih sedikit shock mengetahui hubungan Kevin dan Dira.
"Iya gue tau, dan gue bersyukur pertunangan mereka batal, tapi maksud gue apa sih istimewanya tuh cewek, sampek Kevin bela-belain ngejar tuh cewek? Biasanya juga dia selow deh putus sama cewek," ucap Tania yang masih kesal.
"Vin!" Panggil Eka yang baru saja tiba di kantor Kevin.
"Eh, Ka. Kevin gak ada di sini. Baru aja keluar," ucap Rian yang memang sudah mengenal Eka.
"Iya, ngejar tunangannya yang sok kecantikan dan lebay cuma gara-gara gue meluk Kevin. Padahal dia baru juga kenal sama Kevin," Cerosos Tania yang tanpa sadar membuat Eka sebagai kakak kandung dari tunangan Kevin itu menjadi emosi.
"Apa maksud lo ngomong kayak gitu?" Tanya Eka pada Tania.
"Aduh, Eka, lo kan sahabatnya Kevin, lo masih inget gue kan, dulu waktu lo ke Jogja Kevin ngenalin gue ke lo? Masa lo gak tau sih kalo Kevin sama gue itu udah deket dari lama. Dan cuma gara-gara cewek yang baru kenal aja, Kevin udah berani-beraninya kasar sama gue. Sialan emang tuh cewek," ucap Tania tanpa sadar emosi Eka sudah memuncak karena Tania mengata-ngatai adik tercintanya. Eka sudah mengepalkan tangannya siap untuk menghajar wanita itu namun urung ia lakukan karena sadar bukan lelaki namanya jika memukul seorang perempuan.
"Apa?" Tanya Tania tak percaya dan benar-benar shock mendengar setiap kalimat yang Eka lontarkan, dengan wajah yang memerah entah karena malu atau marah. Semua rasa bercampur aduk di hati gadis itu.
"Sekarang Kevin kema-..." Ucapan Eka terpotong karena mamanya menelfonnya.
"Iya, ma ada apa?" Tanya Eka pada mamanya yang berada di seberang telfon.
"....."
__ADS_1
"Apa? Oke, sekarang juga aku langsung ke sana. Kebetulan Eka lagi di kantornya Kevin," Ucap Eka yang langsung mematikan panggilan tersebut dan bergegas pergi sebelum Rian menahannya.
"Ada apa?" Tanya Rian yang melihat wajah Eka terlihat sangat panik setelah menerima telfon.
"Dira kecelakaan," ucap Eka singkat dan langsung beranjak keluar dari ruangan Kevin.
"Tunggu, Ka, gue ikut," teriak Rian seraya mengejar Eka. Sedangkan Tania masih mematung di ruangan Kevin dengan air mata yang sudah berlinang di pipinya.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan vote nya yaa...
__ADS_1
Mampir juga ke karya ke-2 ku judulnya MY STUPIDITY...
terimakasih...