Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 81


__ADS_3

"Sayang, kalau kamu capek, duduk aja ya di sini. Kasihan juga bayi kita entar ikutan capek." Ucap Kevin


"Gak mau. Pokoknya aku gak mau jauh-jauh dari kamu. Kalau aku duduk, kamu juga harus duduk." seru Dira.


"Sayang, kamu lagi hamil, gak baik lama-lama berdiri."


"Gak mau. Kamu kenapa sih nyuruh aku duduk terus dari tadi? Kamu mau caper sama cewek-cewek itu? Iya?" Seru Dira seraya menunjuk beberapa gadis, teman SMA nya yang memang tidak terlalu akrab dengannya.


"Sayang, aku gak akan caper sama cewek lain. Perhatian dari kamu aja gak habis-habis. Gimana mau caper sama cewek lain? Aku cuma gak mau kamu kecapean aja. Kamu dari tadi belum istirahat soalnya." Ucap Kevin lembut.


"Kevin, ikut ayah sebentar, ada kolega ayah yang mau kenal sama kamu, ya siapa tau nanti bisa kerja sama, sama perusahaan kamu juga." Ajak papa Rey.


"Baik yah. Sayang, aku tinggal bentar ya. Kamu istirahat di sini dulu, aku gak akan lama."


"Gak mau. Pa, aku ikut boleh kan?"


"Kamu tunggu di sini aja, itu wajah kamu udah keliatan banget capeknya. Papa pinjam Kevin nya sebentar aja kok."


"Hhmmm, yaudah deh." Seru Dira lesu.


*****


"Dira, lo bener Dira kan?"


"Iya, gue Dira, lo siapa ya?"


"Gue Andra, Dir, inget gak?"


"Andra? Andra....Andra... Oh iya... iya gue inget, lo temen satu tim nya Jonatan di tim basket kan? Sekaligus saingan dia waktu pemilihan kapten tim? Dan lo juga yang ngasih gue coklat dan bungan waktu di hari valentine?"


"Ah, ya, itu gue. Hahahaaa.... Part coklat dan bunga itu gak perlu diingetin lah. Malu gue. Gara-gara itu, gue dihajar sampek bonyok sama si Jo."


"Hahaaa... Salah sendiri sih, suruh siapa lo ngasih gue coklat dan bunga di depan si Jo? Udah tau dia bodyguard paling posesif gue."


"Hahahaa... Tadinya gue cuma pengen ngetes dia beneran suka apa gak sama lo. Kalo gak, kan gue bisa punya kesempatan lebih lebar buat deketin lo. Eh, by the way, lo gak pernah berubah ya?"


"Berubah? Lo pikir gue power rangers bisa berubah?"


"Hahahaaa, maksud gue, lo tetep cantik dan humble seperti waktu SMA dulu."


"Lo bisa aja. Lo juga gak berubah. Tetap aja ceplas ceplos."

__ADS_1


"Oh ya, lo kenal sama suaminya Fany?"


"Hahahaaa, pertanyaan konyol. Jelas gue kenal lah, suami Fany itu kakak gue."


"What? Jadi itu kak Eka? Sial! Gue gak ngenalin loh."


"Dia gue sulap jadi tambah ganteng. Makanya Fany sampek cinta mati sama kakak gue. Hahaha... Bercanda."


"Jadi sekarang judulnya, sahabatku adalah kakak iparku dong?"


"Hahahaa, bisa jadi begitu."


"Dir, gimana hubungan lo sama Jo? Udah sampai tahap apa nih? Atau kalian malah pisah?"


"Ekhm..." Suara deheman itu membuat dua orang yang sedang asyik itu menoleh keasal suara.


"Sayang, kamu ternyata ada di sini? Aku cariin kemana-mana loh." seru Kevin sambil memeluk erat pinggang Dira.


"Kevin, maaf. Tadi aku cuma mau ambil minum, terus ketemu sama Andra ini, eh malah keasyikan ngobrol. Maaf ya?" Ucap Dira sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang Kevin.


"Oh ya, Ndra, kenalin ini Kevin. Dan Kevin, ini Andra temen SMA ku."


"Andra." Ucap Andra sambil menjulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Kevin.


"Oh, sorry, gue gak tau kalau Dira udah nikah. Apa lagi itu sama lo. Karena gue pikir Dira akan berakhir dengan Jo." Ucap Andra.


"Mmm, Ndra, Kevin ini, kakaknya Jo." Ucap Dira.


"Kakak? Bukannya Jo anak tunggal?" Tanya Andra.


"Kevin kakak sepupunya Jo. Mama mereka saudaraan." Jawab Dira.


"Hahahaa, jadi, kisah lo gak jauh beda sama si Fany dong. Tapi judul untuk lo dan Jo yang tepat kayaknya GADISKU, ADALAH KAKAK IPARKU." Ucap Andra sambil tertawa tanpa sadar perkataannya telah membuat Kevin mengeraskan rahangnya.


"Sorry, sorry, gue cuma bercanda." Lanjut Andra.


"I'ts Oke. Sayang, ayo kita kesana. Ada banyak kolega ku dan Eka yang ingin mengenal istriku yang cantik ini." Ucap Kevin seraya mengajak Dira pergi. Dira yang paham jika suasana hati Kevin mulai memanas akhirnya menuruti ajakan Kevin.


"Ayo. Andra, gue tinggal dulu ya. Lo nikmati aja pestanya." Ucap Dira dan Andra pun mengiyakannya.


"Senang ya di puji cantik sama cowok lain yang pernah kasih coklat dan bunga waktu SMA?" Sindir Kevin yang memang mendengar hampir seluruh obrolan Dira dan Andra.

__ADS_1


"Sepertinya kamu salah faham deh, yang. Kamu gak perlu cemburu sama Andra, karena aku sama dia gak pernah ada hubungan apapun."


"Iya. Aku tau itu."


"Ya kalau tau, harusnya kamu gak perlu cemburu kan?"


"Aku gak cemburu, aku cuma gak suka ada pria lain yang memuji istriku."


"Sama aja." seru Dira sambil mencebikkan bibirnya.


"Bedakan antara cemburu dan tidak suka, sayang."


"Beda tipis doang, Vin."


"Terserahlah. Intinya, aku gak suka ada pria lain memuji istriku. Hanya aku yang boleh memuji kecantikan mu, sayang." Ucap Kevin lembut seraya memegang leher Dira.


"Mulai deh, posesifnya. Kenapa gak sekalian aja kamu ngurug aku di kamar? Biar gak ada yang bisa lihat aku terus muji-muji aku lagi?"


"Saran yang bagus. Nanti aku akan mengurungmu di kamar, dan gak akan aku lepasin sampai kamu merasa puas dengan sentuhanku." Bisik Kevin tepat di telinga Dira dan meniup pelan telinga istrinya itu. Kemudian dengan cepat Kevin mencium pipi Dira dan beralih melumat lembut bibir mungil Dira.


"Kevin, ini tempat umum. Malu dilihat banyak orang."


"Kenapa? Biarkan semua orang tau, kamu milikku. Hanya milikku. Dan begitupun sebaliknya, aku hanya milikmu dan selamanya akan tetap milikmu." ucap Kevin lembut seraya hendak mendekatkan lagi bibirnya pada bibir Dira.


"Ekhm, wow, sangat mengejutkan, seorang Kevin Aryatama bisa memperlakukan seorang wanita secara spesial seperti ini." Ucap seseorang membuat Kevin mengurungkan niatnya untuk mencium Dira lagi.


"Hai, apa kabar, Kevin? Sudah lama kita tidak bertemu setelah kontrak kerjasama kita yang terakhir itu berakhir." Ucap Orang itu lagi.


"James Ferdinand. Ya, kabar ku baik." Balas Kevin.


"Sangat mengejutkan, seorang Kevin berciuman dengan seorang gadis di tempat umum. Tapi wajar saja jika kau melupakan image mu. Karena gadis ini benar-benar cantik dan sangat menggemaskan. Apa kau tidak berniat mengenalkan gadismu ini pada kawan lamamu, Kevin Aryatama?" Ucap James sambil mengedipkan matanya pada Dira.


"Jaga matamu atau aku akan mencongkel matamu yang menjijikkan itu." Ucap Kevin dingin.


"Wow, nona, sepertinya kau sangat spesial untuk kawanku ini."


"Tutup mulutmu, James, dia istriku." sentak Kevin.


♥️♥️♥️


Jangan lupa untuk like, vote, dan komen yaa kalo udah baca...

__ADS_1


terimakasih 🙏 🙏 🙏


__ADS_2