Our Love (REVISI)

Our Love (REVISI)
Ep 69


__ADS_3

"Lo pikir gue takut sama ancaman lo, huh? Lo sendiri yang udah janji, gue bisa bawa Dira pergi dari sisi lo kalo sampek sekali aja lo bikin Dira nangis? Lo lupa, Kevin Aryatama?" Ucap Jonatan dengan membalas bentakan Kevin.


"Kurang ajar!" Geram Kevin. Kevin melangkah menghampiri Jonatan. Tidak memperdulikan mamanya yang sudah mencoba menahannya.


BUGH...


BUGH...


Dua pukulan Kevin layangkan di kedua pipi Jonatan. Sedangkan Jonatan hanya diam, tak membalas sedikitpun pukulan Kevin, berusaha menghindarpun tidak ia lakukan. Jonatan hanya menampilkan senyum licik pada Kevin.


"Gue gak akan pernah biarin siapapun pisahin Dira dari gue." Bentak Kevin membuat semua orang di sana menjadi panik.


"Yang, pisahin dong. Ah elah, malah diem aja." Suruh Fany pada Eka yang hanya diam memperhatikan dua bersaudara yang sedang berkelahi itu, seraya mencari tau dan memahami apa yang sebenarnya terjadi.


"Kevin, cukup." Perintah mama Vera.


"Kevin gak akan berhenti sampai dia juga berhenti untuk berpikir mengambil Dira dari sisi Kevin." Bentak Kevin pada mamanya.


"Kevin, cukup. Jangan buat keributan di sini." Suara papa Bayu yang sedang marah, terdengar menyeramkan.


"Biarin, pa, biarin dia lakuin apa yang mau dia lakuin sama Natan. Tapi setelah ini, Natan pastikan akan membawa Dira pergi jauh hingga diapun tidak bisa menemukan keberadaan Dira." Ucap Jonatan sambil mengelap darah di sudut bibirnya yang diakibatkan oleh pukulan Kevin.


"Brengsek." Kevin sudah mengepalkan tangannya lagi hendak memukul Jonatan.


"Cukup." Teriak Eka.


"Jangan buat keributan di rumah gue." Lanjut Eka dengan nada marahnya.


"Jo, sekarang lo jelasin sama gue, apa yang sebenarnya terjadi." Pinta Eka pada Jonatan untuk menjelaskan permasalahan mereka berdua hingga membuat Jonatan bertindak seperti itu.


"Mau gue, yang ceritain, atau lo, Dir?" Tanya Jonatan yang meminta Dira memilih siapa yang akan menjelaskan duduk permasalahannya. Dira yang diberi pilihan itu mendadak pucat pasi.


"Dir, apa kamu mau jelasin sesuatu sama kakak?" Tanya Eka yang kini menatap tajam kearah Dira.


Dira hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya. Dia tidak ingin keluarganya mengetahui tentang Raya. Hatinya sangat gugup, dia tidak tau harus menjawab apa.


Di satu sisi, dia harus menyelamatkan pernikahannya. Di sisi lain dia juga tidak bisa melakukan apapun saat ini. Cepat atau lambat, malam ini juga keluarganya pasti akan tau masalah ini.


Sedangkan Kevin dan kedua orang tuanya hanya bisa bungkam. Mereka tak bisa mengatakan apapun atau semuanya akan benar-benar berakhir malam ini. Tapi ada keterkejutan di hati mereka, bagaimana bisa Jonatan mengetahui tentang masalah ini?


"Semuanya pada diem? Gak ada yang mau cerita?" Bentak Eka.


"Ck. Jelas aja gak bakal ada yang berani bilang kalo Kevin udah hamilin cewek lain." Ucap Jonatan.

__ADS_1


"Jo!" Bentak Dira, sambil mendelikkan matanya pada Jonatan.


"Apa yang di omongin Jo itu benar, Nadira?" Tanya Eka dengan nada dingin. Namun Dira hanya membisu.


"Jonatan, siapa yang mengatakan itu sama kamu?" Tanya papa Rey.


"Sorry, om, tadi Jo gak sengaja denger pembicaraan antara Dira dan Aira." Ucapan Jonatan membuat semua orang menoleh pada Aira meminta penjelasan, karena sudah jelas, Dira tidak akan mengatakan apapun, dan kini, Dira sudah terduduk lemas.


"Aira, apa lo bisa jelasin sesuatu sama kita?" Tanya Eka yang sedikit menurunkan nada bicaranya. Aira hanya diam, tertunduk, bingung harus mengatakan apa.


"Aira, gue tanya sekali lagi, apa lo bisa jelasin sesuatu atau gue harus maksa lo agar lo mau bicara." Ucap Eka dengan nada penuh ancaman.


"Ma-maaf, tadi a-aku gak sengaja denger obrolan tante Vera dan Kevin di balkon kamar Dira." Aira mengatakan itu dengan tertunduk tak berani menatap ke arah keluarga Kevin.


Kini semua orang menatap mama Vera penuh tanya.


"Dira bisa jelasin, pa, kak." Dira mencoba membuat keluarganya tenang.


"Kakak gak lagi bicara sama kamu, dan kakak juga sudah gak tertarik sedikitpun mendengar penjelasan kamu." Ucap Eka dingin.


"Ver, apa yang Aira dan Jonatan omongin itu benar?" Tanya papa Rey.


"Yah, semua ada penjelasannya. Gak seperti yang ada dalam pikiran kalian. Kevin di fitnah yah." Ucap Kevin memberanikan diri.


"Pa, Dira mohon, dengerin dulu penjelasan Kevin. Dira percaya sama Kevin. Dira yakin itu bukan anak Kevin, pa." Ucap Dira memohon pada papanya.


"Diam, Nadira! Ma, bawa Dira masuk ke kamarnya." Ucapan papa Rey searaya menyuruh mama Naira.


"Yah, Kevin mohon, berikan Kevin kesempatan untuk membuktikan kalau itu bukan anak Kevin." Ucap Kevin memohon sambil berlutut di hadapan mertuanya.


"Saya sudah tidak percaya lagi sama kamu. Sebaiknya sekarang kamu pergi dan juga bawa kedua orang tua kamu, sebelum Eka akan menghabisimu di tempat ini." Ucap papa Rey tanpa menatap Kevin.


"Dan satu lagi, saya akan segera mengirimkan surat gugatan cerai Dira ke rumah kalian." Lanjut papa Rey, membuat semua orang terkejut.


"Pa, Dira mohon, jangan pisahin Dira sama Kevin, pa, Dira mengandung anak Kevin. Tolong, pa, tolong berikan Kevin kesempatan." Ucap Dira yang semakin terisak setelah mendengar perkataan papanya, sambil ikut berlutut dihadapan sang papa.


"Papa masih mampu membiayai hidupmu dan juga cucu papa. Jadi kamu tidak memerlukan lelaki brengsek ini lagi dalam hidupmu." Ucap papa Rey dingin.


"Pa, Dira mo-... Aauuuuwww... perut aku..." Pekik Dira yang merasakan sakit yang begitu hebat di perutnya sebelum ia menyelesaikan perkataannya.


"Yang, kamu kenapa?" Tanya Kevin dengan raut wajah panik dan langsung membopong tubuh Dira agar duduk di sofa.


"Perut aku sakit... Sakit banget." Ucap Dira yang merasakan sakit yang tak tertahan di perutnya.

__ADS_1


"Kamu relax ya, nak. Tarik nafas, terus buang." Ucap mama Naira yang kini berada di samping Dira.


"Astaga, darah." Ucap Fany yang melihat darah mengalir dari **** Dira.


Kevin yang sangat terkejut melihatnya langsung mengangkat tubuh sang istri menuju mobilnya.


"Ma, tolong bantu Kevin bukain pintu mobil." Pinta Kevin yang langsung diangguki mama Vera.


"Mama ikut." Ucap mama Naira, membuat Kevin menatapnya sekilas kemudian mengangguk tanda setuju.


"Biar gue, yang bawa Dira ke rumah sakit." Ucap Jonatan yang tiba-tiba menghentikan langkah Kevin.


"Masih berani lo ngomong begitu di hadapan gue setelah lo lihat dengan mata kepala lo sendiri kondisi Dira sekarang akibat ulah lo?" Ucap Kevin sambil melayangkan tatapan tajam pada Jonatan.


"Lo gak sadar juga, kalo lo sendiri yang bikin Dira seperti ini?" Balas Jonatan.


"Stop!!! Kenapa kalian malah ribut? Itu Dira lagi kesakitan." Bentak mama Naira seraya menunjuk Dira yang masih meringis kesakitan memegangi perutnya.


"Sudah, Jo, biarkan Kevin yang bawa Dira. Kevin masih suaminya." Putus mama Naira.


Kevinpun bergegas menuju mobilnya dan medudukkan tubuh Dira di jok belakang ditemani dua mamanya.


"Kevin, kita ke rumah dokter Firman saja. Mellinda pasti ada di sana." Ucap mama Vera yang langsung diangguki oleh Kevin.


"Aduh, ma, sakit, ma. sakit banget." Ucapan Dira yang masih merintih kesakitan.


"Sayang, sabar ya, aku udah cepet. Kamu tahan ya, sebentar lagi kita nyampek." Ucap Kevin sambil menatap wajah Dira dari spionnya.


"Kevin, kamu fokus aja nyetirnya. Dira pasti baik-baik aja." Ucap mama Vera.


"Dira...Dir, bangun, nak. Hei, sayang. Dir... Vin, tolong lebih cepat lagi, Dira gak sadarkan diri." Ucap mama Naira khawatir sambil menepuk-nepuk pelan pipi putri kesayangannya, membuat Kevin semakin panik.


.


.


.


.


.


Terus support author yaa...

__ADS_1


Jangan lupa langsung klik like, vote, dan komen setelah baca ceritanya... Terimakasih 🙏 🙏 🙏


__ADS_2