
Eka-Fany's Wedding Day...
"Kak, lama deh. Ayo buruan!" Teriak Dira yang merasa kesal pada Eka karena belum juga keluar dari kamarnya.
"Ini rumah, bukan hutan. Gak usah teriak-teriak. Pendengaran kakak masih normal." seru Eka.
"Lagian lama sih. Itu tamu-tamu udah pada dateng. Mentang-mentang baru sah, susah banget keluar kamarnya." Ucap Dira yang sukses membuat pipi Fany memerah.
"Masih di make up, Dir. Tuh MUA nya masih di dalem, protes gih sama MUA nya." Ketus Eka.
"Ya udah ayo buruan keluar, aku mau foto duluan sama kalian. Kalo entar, takut laki gue keburu digondol kucing, malah susah nyarinya." Ucap Dira yang masih kesal karena sedari tadi Kevin selalu menjadi pusat perhatian para gadis yang tak lain adalah teman SMA Dira dan juga Fany.
"Yaelah yang, udah dibilangin juga, aku gak ngapa-ngapain. Kan mereka yang lihatin aku. Aku mah enggak." seru Kevin.
"Resiko, punya laki ganteng mantan playboy. Jadi, sabar aja ya dek." cibir Eka yang mulai paham akan emosi Dira.
"Emang kamu gak playboy?" saut Fany menanggapi ucapan lelaki tampan yang kini berstatus sebagai suaminya itu.
"Ya enggak dong, sayang. Aku mah setia cuma satu wanita." jawab Eka.
"Maling mana ada ngaku?" Ucap Fany. Kevin langsung terkekeh mendengar ucapan Fany ini.
"Mending yang udah jelas mantan playboy tapi tobat, dari pada yang kelihatan setia eh malah playboy." seru Kevin sambil terkekeh.
__ADS_1
"Sialan lo, adek ipar kurang ajar emang. Gara-gara lo, Fany terus-terusan ngungkit masalah itu." dengus Eka, mengingat kejadian dimana tanpa sengaja Kevin mempertemukan Eka dengan mantan yang sempat membuat Eka susah move on sebelum akhirnya bertemu Fany. Dan tanpa Eka sadari, Fany mengetahui pertemuan mereka dan membuat hubungan Eka dan Fany sempat renggang.
"Eh, kalian ada yang lihat Aira, gak?" Tanya Jonatan yang baru saja tiba di tempat acara.
"Tumben lo nyariin Aira? Biasanya juga lo sama dia udah kayak kucing sama tikus, gak pernah akur." Tanya Eka.
Deg...
"Iya juga, ya, ngapain juga gue nyari Aira? Tapi kok akhr-akhir ini gue kepikiran dia terus ya? Sepi gitu kalo gak ada dia." Batin Jonatan.
"Woy, bengong aja, kesambet baru tau rasa." seru Dira.
"Ah, siapa yang bengong? Gue cuma ada perlu aja sama dia." kilah Jonatan yang sebenarnya juga bingung kenapa dirinya akhir-akhir ini selalu memikirkan Aira.
"Eeee... Anu. Itu gue ada perlu,...."
"Hey, kalian kenapa masih di situ? Itu para tamu udah pada nunggu kalian keluar." Ucap mama Naira.
"Oh ya, Dir, kamu kalau capek, istirahat aja. Jangan dipaksain. Mama gak mau kamu kenapa-kenapa." Lanjut mama Naira.
"Iya, ma. Mama gak perlu khawatirin Dira. Disini ada suami Dira yang selalu siap siaga, dan juga ada dokter kesayangan Dira yang siap memberikan pertolongan pertama kalau Dira kenapa-kenapa." saut Dira.
"Ya udah, ayo Eka, Fany, kalian keluar sekarang ya. Dan langsung foto sama beberapa tamu penting kita." Titah mama Naira yang langsung dituruti oleh sepasang pengantin baru itu.
__ADS_1
"Yang, entar malem, malem pertamanya Eka dan Fany kan?" Tanya Kevin.
"Iya, kenapa emang?"
"Kita ikutan ngulang malam pertama kita yuk." Ucap Kevin yang sengaja menggoda istrinya.
"Woy, masih ada gue disini." Ucap Jonatan yang mulai ngeri mendengar percakapan suami istri itu. Karena menurutnya, telinganya masih terlalu suci mendengar hal-hal vulgar semacam itu.
"Ck, sirik aja lo. Makanya buruan nikah, biar gak ngarepin bini orang lagi, dan lo gak jadi obat nyamuk lagi." cibir Kevin.
"Kalau lo gak nyolong start buat nikahin Dira, udah pasti gue sekarang udah punya istri." Jawab Jonatan santai, namun tidak dengan Kevin yang sudah mengeraskan rahangnya setelah mendengar ucapan Jonatan.
"Joooo...." sentak Dira membuat Jonatan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu seraya meminta maaf pada Kevin.
.
.
.
.
Maaf, sedikit dulu ya...
__ADS_1
Janji deh besok up nya dibanyakin.