
Setelah hening beberapa saat pasca perdebatan antara Dira, papa Rey, dan kak Eka, akhirnya Dira membukan suara setelah berpikir sejenak tentunya.
"Oke, kalau memang hanya Dira yang bisa bantu menyelamatkan perusahaan, Dira setuju menikah dengan anak teman papa." Ucap Dira memecah keheningan dengan mata yang masih berkaca-kaca. Setelah itu, Dira langsung keluar dari ruang kerja papanya dan masih saja dalam keadaan menangis.
"Eka gak tega ma, lihat Dira seperti itu. Ini bener-bener gak lucu. Ide mama dan tante Vera benar-benar gila." Ucap Eka yang juga merasakan apa yang Dira rasakan saat ini. Walaupun ini hanyalah acting, tapi kesedihan Dira itu nyata adanya.
"Eka mau keluar dulu, mau cari angin. Mungkin akan pulang malam." Lanjut Eka yang memang sengaja berniat keluar rumah karena tak tega melihat adiknya itu.
Sedangkan mama Naira dan papa Rey hanya saling menatap. Ada sedikit rasa penyesalan di hati mereka. Tapi jika mengingat nanti putrinya akan bahagia dengan lelaki pilihannya, mereka hanya bisa pasrah. Mau bagaimanapun ini sudah terjadi, dan rencana yang sudah tersusun pun sudah dilaksanakan hanya tinggal menunggu hasilnya nanti.
*****
Di kediaman Kevin.....
__ADS_1
"Jadi mama mau ngerjain, Kevin, huh?" Ucap Kevin saat mendengar mama dan papanya berbicara di ruang tengah yang jelas membuat kedua orang paruh baya yang sedang mengobrol tersebut sangat kaget karena Kevin mengetahui rencana mereka.
"Kevin... sejak kapan kamu datang? Kok mama gak dengar suara mobil kamu, nak?" tanya Vera yang betul-betul kaget karena rencana yang sudah ia buat harus terbongkar.
"Dari kalian ngerencanain untuk ngerjain aku dan Dira. Dan ya, mobil aku masuk bengkel ma, aku pulang naik taksi online. Makanya mama gak denger suara mobil." Jawab Kevin sambil menyalami kedua orang tuanya dan tak lupa mencium pipi mamanya. Ya walaupun Kevin kesal dengan rencana mamanya itu tapi dia tak bisa menghentikan kebiasaannya kalau sudah pulang ke rumahnya.
"Ma, please...jangan aneh-aneh... kasihan Dira, ma!" Lanjut Kevin yang tidak ingin membuat Dira sedih karena rencana konyol orang tuanya ini.
"Lagian kamu juga sih! lamban banget jadi orang! kamu itu umurnya udah tua. Kalau kamu terus ngulur waktu, kapan kita bisa bawa Dira pulang ke rumah ini?" Timpal Vera yang juga sudah mulai kesal pada putranya yang dianggap lamban untuk menjadikan Dira istrinya.
"Jadi Dira udah nerima perjodohan itu?" Tanya Kevin yang diangguki antusias oleh mamanya. Dan itu pula yang membuat Kevin merasa sedih.
"Kenapa kamu sedih? Harusnya kan seneng, akhirnya sebentar lagi kamu akan menikah dengan Dira." Balas sang mama.
__ADS_1
"Bukan gitu, ma! Tapi berarti Dira benar-benar tidak memiliki perasaan apapun sama Kevin, ma. Dan itu artinya, Dira udah lupain Kevin dan gak mau nunggu Kevin." Ucap Kevin yang sudah mulai frustasi karena kenyataannya Dira tak mau menunggunya.
Dengan menerima perjodohan ini, itu artinya Dira sudah melupakan segalanya.
"Bukan gitu, Vin! Justru Dira itu masih menunggu kamu. Bahkan dia belum pernah pacaran sekalipun. Dia hanya ingin kamu jadi suaminya." Bantah mama Vera.
"Kalau memang Dira nunggu Kevin, harusnya dia nolak perjodohan ini, ma. Toh dia gak kenal kan sama orang yang di jodohin sama dia? Dia main terima gitu aja." Ucap Kevin kesal.
"Kata siapa Dira gak nolak? Bahkan saat berdebat dengan papanyapun, dia masih sempat membahas janjimu, malah dia malah nyuruh buat nikah sama kamu, lucu kan. Dia tidak ingin menikah kecuali sama kamu. Tapi mendengar perusahaan papanya dalam masalah, dia tidak punya pilihan lain, Vin." Jelas sang mama sambil tersenyum.
mendengar penjelasan dari mamanya, Kevin merasa sangat senang. karena gadisnya ternyata masih setia menunggunya.
#####
__ADS_1